
Aileen membantu Daniel dengan menepuk-nepuk punggungnya,
“kak Arin, ke kamar Vira saja ya” Ajak Davira yang di angguki Arinda.
Mereka berdua lalu ke kamar Davira dan sholat subuh bersama. Aileen masih membantu Daniel dengan mengurut tengkuk lehernya,
“sebaiknya kamu mandi untuk menghilangkan bau aneh itu, mommy akan meminta maid untuk membuatkan teh hangat untuk mu” Daniel mengangguki perkataan Aileen yang melangkahkan kakinya menuju keluar ruangan. Aileen meminta maid untuk membuatkan teh hangat untuk Daniel.
Saat sarapan pagi semua keluarga tertawa serempak mendengar apa yang terjadi pada Arinda dan Daniel.
“jadi, Arin menangis mencium bau parfum yang berbeda dari Daniel dan kamu menyangka jika Daniel menemui wanita lain di sana” Tawa Darren semakin menjadi saat mendengar cerita Adiknya yang begitu mengenaskan.
Wajah Arinda merona merah saat tahu dirinya telah salah paham, karena hormon kehamilannya dia sering berpikir yang tidak-tidak pada Daniel.
“maklumi saja kak Dan, namanya juga bumil. Jadi sangat sensitif dengan apa pun, jadi sebaiknya kak Dan jangan bertindak macam-macam atau kak Dan akan merasakan kekuatan hebat dari Bumil” Davira menahan tawanya mengingat dengan kejadian tadi subuh.
Arinda tersenyum manis saat melihat Daniel sudah rapi, bau aneh yang melekat padanya sudah menghilang. Ponsel Daniel berdering dengan nama Arvin di layarnya,
“maaf semuanya, permisi” Daniel bangkit dari kursinya memasuki ruang kerja. Tangannya menggeser tombol icon di layar ponselnya,
“ada perkembangan apa?”
“Dan, kita udah tahu posisi Ip address asli hacker itu. Kita juga sudah berhasil buat dia untuk kerja sama ama kita sesuai dengan rencana, dia juga mau berbagi informasi apa pun pada kita tentang Marcus ”
“bagus”
“Dan, gua baru dapat info dari Yuda. Sepertinya Marcus bukan orang sembarangan, dia sangat berbahaya lu harus hati-hati berhadapan dengannya”
“baiklah” Daniel mematikan ponselnya, lalu kembali ke ruang makan. Saat berjalan menuju ruang makan, dia melihat Ansel yang baru datang dengan membawa sebuah amplop
“selamat pagi tuan muda,” sapa Ansel,
“kita sarapan” Ajak Daniel di angguki Ansel yang berjalan memasuki ruang makan.
Ansel lalu duduk di tempat duduknya,
__ADS_1
“tuan besar, udangan dari tuan Rendra. Beliau mengundang seluruh keluarga Arsenio untuk hadir dalam acara lelang amal besok di ADR hotel” Ansel menyerahkan amplop undangan pada Michael.
“gi mana ma? Apa mama mau ikut serta acara lelang?” tanya Michael pada ibu mertuanya.
“boleh juga, kebetulan ada beberapa lukisan milik opa yang masih tersimpan di gudang. Ansel kamu tolong atur ya” Oma Ayu meminta Ansel untuk mengambil lukisan dan memasukkannya ke daftar lelang yang di atur oleh kolega bisnis Arsenio.
“baik oma” Ansel menyudahi memakan sarapannya lalu pergi ke gudang untuk mengambil beberapa lukisan milik suami Oma Ayu. Semua anggota keluarga Arsenio menyudahi sarapan pagi dan memulai menjalankan aktivitas mereka masing-masing.
Di apartemen, Marcus melempar gelas winenya hingga pecah ke dinding tepat di belakang Lutfi berdiri. Wajah Lutfi mengeluarkan darah saat pecahan gelas wine mengenai pipinya, Jeni alias Alexa berdiri memegangi tangan Lutfi dengan ketakutan saat melihat kemarahan Marcus.
Rencana menyusupkan Jeni ke Arebeon untuk mendapatkan bocoran tentang proyek berkelas yang di tangani Arebeon gagal. Jeni berusaha mencuri dengar di depan kantor Daniel yang membahas tentang proyek menguntungkan, dia segera melaporkan hal itu pada Marcus tanpa di selidiki sebelumnya.
Marcus geram saat mengetahui jika proyek yang di sampaikan Jeni adalah rencana penjebakan di buat Daniel dengan teman-temannya.
“Breng**k , sudah berapa kali wanita ular peliharaanmu membuat rencana ku gagal?” Marcus menatap putranya tajam, Lutfi hanya menundukkan wajahnya merasa bersalah.
“ma ma maaf om, aku benar...benar...” Jeni yang akan menjelaskan langsung di potong oleh Marcus,
“benar-benar Bo**h, sekarang si bajin***Daniel akan semakin senang karena sudah berhasil mengecoh ku dan membuatku kehilangan begitu banyak” Marcus kembali melemparkan gelas wine ke arah Jeni yang langsung menghindar.
“kamu kira kamu akan berhasil Daniel Arsenio. Sekarang saatnya aku mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku, kamu sudah salah dengan mempermainkan MARCUS ARSENIO” Marcus menatap lukisan besar yang terpajang di ruangan itu.
Nama keluarga Arsenio tersandang di belakang namanya. Marcus sangat membenci dan dendam pada Michael yang sudah mengambil segala miliknya. Wanita yang di cintainya dan harta yang menurutnya adalah hak miliknya.
“Panggil Vivi kemari segera laksanakan rencana yang kita buat. Sebelumnya beri Daniel peringatan dengan menghilangkan ini” Marcus memberikan sebuah foto USG pada Lutfi dan Jeni.
“ini...” Jeni menatap bingung foto USG itu,
“penerus kedua dari keluarga Arsenio, Lenyapkan” perintah Marcus dengan kilatan kebencian dan dendam di matanya.
“laksanakan secepatnya besok malam, itu adalah kesempatan yang sangat bagus. Besok, Kamu akan ikut bersama ku ke acara lelang amal di ADR hotel...” Marcus lalu menjelaskan secara detail rencananya. Dia juga menyuruh Lutfi untuk menyamar dan menyusup ke acara lelang menangkap Jackpot yang akan mengendalikan keluarga Arsenio.
Jeni alias Alexa merasa sangat kesal dan sangat membenci saat Marcus meminta Vivi segera datang.
Breng**k si om, gue juga masih bisa menyelesaikan misi ini. Kenapa musti ja***g itu di panggil? Bikin jelek mood gue jeni tampak sangat kesal dan memberengut.
__ADS_1
Marcus bukanlah orang yang mudah begitu saja memaafkan kesalahan, dia lalu menyuruh Jeni berbelanja pakaian untuk pergi ke acara lelang besok. Mau tidak mau Jeni melaksanakan perintah Marcus yang menghampiri Lutfi putranya.
“dia sudah tidak berguna lagi, tentunya kamu tahu apa yang harus di lakukan?” Marcus menatap tajam Lutfi yang membalasnya dengan menyeringai kejam.
“tentu saja pi, lagi pula aku juga sudah bosan dengannya” Lutfi tersenyum smirk pada Marcus.
“Bagus” Marcus melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya menuju ruang kerjanya. Tampak seorang remaja pria tengah mengotak atik laptop di hadapannya, dengan takut-takut dirinya menatap Marcus yang duduk di sampingnya menatap layar ponsel.
“bagaimana?” mata Marcus tengah melihat pasar saham, dapat di lihatnya saham Arebeon di negara JP menurun drastis. Remaja pria itu tampak sangat ketakutan, matanya terus menatap layar laptop miliknya.
“kerja bagus” Marcus tersenyum smirk melihat saham Arebeon mulai menurun.
Masrcus sama sekali tidak mengetahui jika Hacker remaja pria itu sudah bekerja sama dengan Yuda seorang hacker Pro, dengan begitu mudah dia memanipulasi setiap laporan dan pergerakan sebuah saham. Yuda dengan memakai nickname ghostlight berkenalan dengan remaja pria itu, dia pun akan berusaha untuk membantu remaja pria itu untuk bebas dari Marcus.
“sebentar lagi Vivi akan datang pi” Lutfi ikut bergabung duduk di sofa single sebelah remaja pria itu.
“bagus, kita bisa memanfaatkan Vivi untuk menjebak Daniel dengan membuatnya jatuh ke pelukan Vivi” Marcus masih menatap layar ponselnya.
Diam-diam remaja pria itu merekam rencana Marcus yang menggunakan Vivi untuk menjebak Daniel, dengan sangat hati-hati dan tersembunyi dia merekam semua percakapan Marcus.
Remaja pria itu hanya menundukkan kepalanya, jari-jari tangannya bergerak lincah di atas tombol keyboard laptop. Lutfi melihat ke arah remaja pria itu lalu memberi kode pada Marcus untuk berbicara di tempat lain.
*************
secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ all...