Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 177


__ADS_3

Dia lalu bertanya pada maid yang sedang memotong bahan untuk membuat menu makan malam.


“nona Arin, apa ada yang nona butuhkan?” Tanya maid itu.


“yang lain pada ke mana?” Arinda melihat ke sekeliling ruangan.


“tuan besar Michael sedang keluar bersama nyonya Aileen, Oma Ayu sedang ada di kamar lagi sholat. Nona Amanda dan nona Davira sedang pergi jalan-jalan ke mall, tuan muda Daniel sedang ada di ruang kerja bersama tuan Arvin” jelas maid itu.


Arinda hanya ber “o” ria, dia lalu melihat-lihat ke taman belakang. Tanpa sengaja Arinda melihat pohon mangga yang sedang berbuah namun belum ada yang masak.


“kamu, itu pohon mangga siapa?” Tanya Arinda melihat pohon mangga dengan buah yang lebat.


“pohon mangga yang mana nona?” tanya maid ikut melihat pohon mangga di tunjuk Arinda.


Pohon mangga itu terlihat menyembul di balik tembok pagar kediaman Arsenio,


“pohon mangga itu nona?” Tanya maid itu sekali lagi.


“hmmm hmm” Arinda menganggukkan kepalanya.


“pohon mangga itu kalau tidak salah milik pak Ma’un nona, dia orangnya sangat pelit. Banyak anak-anak yang pernah mencoba meminta mangga punya dia, tapi di usir dengan kasar non” kata Maid itu.


Arinda menatap maid itu, lalu kembali menatap mangga yang menggantung indah di sana.


“nona mau mangga?” tanya maid itu, Arinda menganggukkan kepalanya lagi.


“kita punya mangga kok nona, biar saya kupaskan untuk anda” tawar maid itu. Arinda malah menggelengkan kepalanya,


“aku sangat ingin buah mangga yang di sana” Arinda kembali menunjuk ke pohon mangga itu.


“kalo begitu, biar saya panggilkan tuan muda” maid itu akan melangkahkan kakinya ke ruang kerja Daniel tapi langsung di cegah oleh Arinda.


“jangan, Dan pasti sedang membicarakan hal penting dengan Arvin. biar aku sendiri saja yang ke sana” Arinda melangkahkan kakinya keluar lewat samping dapur.


“jangan nona, saya akan kena masalah jika nona pergi sendiri” cegah Maid.


“kalo kamu khawatir kamu ikut saja” Arinda langsung menarik tangan maid itu.


“ta tapi nona...” maid itu langsung di seret Arinda menuju halaman belakang melewati jalan samping menuju halaman kediaman Arsenio.


“o ya, nama kamu siapa?” Tanya Arinda pada maid itu yang terlihat lebih muda darinya.


“Sutini non, anda bisa memanggil saya Tini” Kata maid itu memperkenalkan namanya.


“kamu santai aja Tin, jangan takut begitu” Arinda menenangkan Tini.


“Saya takut non, nanti kepala maid marah” Tini tampak ketakutan.

__ADS_1


“kamu jangan takut, nanti aku yang akan tanggung jawab. Jadi kamu Tenang saja, oke!!!” Arinda menggandeng tangan Tini.


Dengan berjalan kaki Arinda menuju gerbang kediaman itu, para body guard yang melihat Arinda langsung berlari menghampirinya.


“nona... nona mau kemana?” Tanya salah satu body guard menghadang langkah Arinda dan Tini.


“ aku mau ke sebelah” Arinda akan melanjutkan langkahnya lagi kembali terhalang oleh Body guard.


“nona, apa tuan muda Daniel tahu anda akan keluar?” tanya body guard lainnya, Arinda hanya diam menatap ke arah pohon mangga itu.


“Daniel sedang ada tamu, mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting. Kamu tahu kan akibat jika mengganggu Daniel saat sedang berbicara hal penting dengan tamunya?” Arinda mengingatkan pada body guard akan kemarahan Daniel.


Body guard itu saling berpandangan lalu bergidik ngeri teringat akan kemarahan Daniel yang tidak terduga.


Arinda tersenyum melihat para body guard yang ketakutan, lalu dia pun mengajak dua orang body guard untuk ikut bersamanya.


“begini saja, dua orang dari kalian ikut saja dengan kami. Bagaimana?” Arinda menatap ke arah body guard itu.


Mereka tampak berdiskusi dan mencapai kesepakatan jika dua orang body guard mengikuti Arinda dan Tini menemani.


Mata Arinda tampak berbinar-binar bahagia, entah apa yang terjadi padanya sehingga begitu menginginkan Mangga yang belum masak. Mereka berjalan sedikit agak jauh karena Mansion Arsenio memiliki luas tanah yang sangat besar.


Mereka berempat sampai di depan rumah yang terlihat sederhana dengan pekarangan yang bersih dan nyaman. Arinda dapat melihat pohon mangga yang berbuah lebat dan masih terlihat hijau.


Tini merasa sedikit takut dengan pemilik rumah itu yang terkenal sangat pelit dan pemarah. Berkali-kali dirinya meminta Arinda untuk kembali ke Mansion, namun Arinda sangat menginginkan mangga itu membuatnya pasrah dan mengikuti keinginan nonanya.


“nona, biar saya yang berbicara dengan pemilik rumahnya” Salah satu body guard berbadan tegap menawarkan diri untuk menyapa pemilik pohon mangga itu.


Jika kalian yang minta yang ada malah gatot Arinda menatap ke arah pintu rumah yang tertutup.


“assalamualaikum...” Arinda mengucapkan salam dengan ramah.


“waalaikum salam” terdengar suara renta pria tua dari dalam rumah. Pintu terbuka lebar memperlihatkan seorang pria tua berdiri menatap Arinda dan lainnya dengan tatapan menyelidik.


Arinda sedikit takut saat menatap pria tua itu dengan wajah tidak ramah.


“ada apa!” pria tua menatap Arinda dari kepala hingga ujung kaki.


“apa anda pak Ma’un?” tanya Arinda.


“iya, saya sendiri. Ada apa?” pria tua bernama Ma’un itu tampak tidak suka dengan kehadiran mereka.


“be begini pak. Bolehkah saya meminta buah mangga pak Ma’un? Saya sangat menginginkannya” tanya Arinda sedikit takut.


“saya perhatikan kamu orang yang cukup berada, tentunya akan sangat mudah mendapatkan mangga di tempat lain” Pak Ma’un terlihat menolak ke inginan Arinda.


“nona, ayo kita kembali. Sepertinya beliau tidak akan mau memberikannya” Tini mencoba mengajak Arinda untuk kembali ke Mansion.

__ADS_1


“saya mohon pak Ma’un, saya sangat ingin makan mangga itu” Arinda menunjuk pada pohon mangga di samping tembok.


“tidak... saya tidak akan memberikannya pada kamu, Pergi kamu dai sini!!” tolak pak Ma’un membuat body guard Arinda bereaksi.


“hei pak tua, nona kami hanya meminta satu saja buah mangga kamu. Tapi malah kamu tolak dan sengaja mengusirnya, asal anda tahu tuan muda kami bisa saja mengambil alih pohon mangga ini” hardik salah satu body guard yang tidak terima nona mereka di usir dengan kasar.


“kamu jangan berkata seperti itu. Seharusnya kamu bisa menghormati orang yang lebih tua, jika beliau tidak mengizinkan itu hak beliau. Ayo sekarang kamu cepat minta maaf” Arinda memaksa body guard itu untuk meminta maaf pada pak Ma’un.


Dia tertegun melihat Arinda malah balik membelanya, padahal sebelumnya pak Ma’un mengusirnya.


“tapi nona” perkataan Bodyguard terhenti saat Arinda menatap kejam padanya.


“sebaiknya lu turuti saja maunya nona” body guard yang lain ikut menyuruhnya. Dengan berat hati body guard yang menghardik pak Ma’un akhirnya meminta maaf.


“maafkan saya pak” ucap body guard itu.


Pak Ma’un hanya diam lalu menatap ke arah Arinda di mana matanya tertuju pada mangga yang menggantung. Berkali-kali dia melihat Arinda meneguk kasar air liurnya melihat mangga miliknya.


“apa kamu benar-benar sangat ingin buah mangga itu?” tanya pak Ma’un, Arinda menatap dia dengan mengangguk antusias.


“silahkan saja anda mengambil beberapa” Pak Ma’un memperbolehkan Arinda mengambil mangga miliknya.


Senyuman indah langsung tersungging di wajah Arinda, dia lalu menyuruh salah satu body guard mengambil mangga itu.


***


Daniel baru selesai berbicara dengan Arvin dan Ansel, dia melangkahkan kakinya menuju lantai dua menuju kamar. Keningnya berkerut saat melihat ranjang kosong,


“Arin kemana?” Daniel melihat ke seluruh kamar hingga mengecek kamar mandi tidak menemukan istrinya. Dia terlebih dahulu menunaikan kewajibannya, setelah itu dia keluar kamar menuju lantai bawah.


Dia lalu turun menuju dapur mendapati beberapa maid sedang memasak.


“kalian melihat Arin?” tanyanya pada maid.


“maaf tuan muda kami tidak tahu” jawab maid gugup.


Salah seorang body guard datang menghampiri Daniel setelah melihat mobil Arvin pergi, Daniel tampak mencoba menghubungi ponsel istrinya.


************


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2