Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 71


__ADS_3

Davira menghampiri Daniel dengan raut wajah ketakutan.


“kak Dan, vira takut kak. Jika para penjahat itu tahu kalo mereka sudah salah culik, bagaimana dengan nasib Kak Arin,kak?” kata Davira yang semakin membuat Daniel khawatir.


Aileen dan oma Ayu juga tampak cemas dengan keadaan Arinda, walau bagaimana pun berkat Arinda putri mereka bisa selamat dan bisa berkumpul bersama mereka.


Ansel teringat jika ponsel Arinda ada alat pelacak yang sengaja di pasang Daniel.


“Tuan muda, bukankah di ponsel Arinda ada alat pelacaknya?” tanya Ansel.


Daniel teringat jika ponsel miliknya bisa melacak keberadaan Arinda melalui ponsel yang di hadiahinya. Semua orang tertegun saat mendengar Daniel memberi hadiah pada Arinda.


“Jangan bertanya, keselamatan Arinda lebih penting sekarang” kata Daniel langsung mengeluarkan ponselnya.


“ maya, apa Arin membawa ponselnya?” tanya Daniel memastikan, semua orang kembali tertegun saat mendengar Daniel memanggil nama kecil Arinda.


“Maya” panggil Daniel untuk menyadarkan Maya.


“Setahu akika, Arin selalu menyimpan ponselnya di saku celananya” kata Maya.


Daniel menghidupkan alat pelacak di ponselnya memberitahukan keberadaan Arinda saat ini.


“Kak Darren, sebaiknya kakak oma, daddy, mommy dan davira kembali ke mansion. Para bodyguard akan menjaga kalian” kata Daniel


"oke Dan, lu hati-hati ya" kata Darren khawatir dengan keselamatan Daniel


Lalu Daniel melangkahkan kakinya segera menuju mobilnya di ikuti Sean dan Arvin.


Ansel mendekati maya dan Cantika.


“sebaiknya kalian kembali dulu, aku akan beri kabar secepatnya” kata Ansel berlalu pergi mengikuti sahabat sahabatnya.


Pihak kepolisian juga mengikuti mereka. Sakti melihat tuan mudanya segera menghampiri Daniel.


“kasih kuncinya cepat” perintah Daniel.


Sakti segera memberikan kunci mobil pada pada Daniel, dia segera membuka pintu begitupun Ansel yang duduk di sebelah kemudi.


Sean menuju mobil miliknya di ikuti Arvin yang duduk di samping kemudi.

__ADS_1


Daniel segera tancap gas, memacu mobilnya secepat mungkin dengan di bantu Ansel yang menunjukkan arah. Dalam pikirannya kini hanya ingin menyelamatkan Arinda secepat mungkin. Sean dan Arvin mengikuti mereka dari belakang,


“se... Selama kita sahabatan, nggak pernah gue liat Daniel sepanik dan sekhawatir ini sama cewek” kata Arvin


“Arinda sangat spesial, dia mampu membuat seorang Daniel, CEO dingin yang terkenal bertekuk lutut di hadapan seorang Arinda” kata Sean melajukan mobilnya secepat mungkin.


***


Mata Arinda perlahan-lahan terbuka dan mulai menggerakkan tangan dan kakibya yang terikat. Arinda tidak bisa melihat ke sekelilingnya karena kepalanya yang tertutup kain hitam.


Mulutnya tidak bisa berteriak karena di tutupi lakban hitam, Arinda berusaha membuka tali pengikat tangannya hingga tangan kirinya yang cedera mengeluarkan darah. Rasa nyeri pada tangan ditahan Arinda agar bisa melepaskan tangannya dari ikatan tali yang kuat. Berkali kali dia mencoba melepaskan tali yang mengikatnya namun gagal.


Ya Allah tolong jaga hamba-Mu dari orang orang yang ingin berbuat jahat doa Arinda dalam hati.


Mobil dibawa penjahat C sudah memasuki area gudang, tangannya penuh dengan makanan yang baru saja di belinya. Penjahat C meletakkan makanan di atas meja, para penjahat yang lain langsung mengerubungi meja mengambil makanan baru datang.


“Lu antar makanan ini buat cewek itu” perintah penjahat B pada penjahat A.


Penjahat A mengambil makanan itu dan membawanya ke kamar tempat Arinda di sekap. Terdengar suara gemerincingan kunci membuka pintu, Arinda mulai beringsut mundur.


Ceklek.... Kieet.


Penjahat A melihat perempuan yang di culiknya sudah sadarkan diri,


“Siape lu?” tanya penjahat A bingung saat melihat perempuan yang di depannya berbeda dengan target yang seharusnya mereka culik. Di keluarkannya foto Davira dan membandingkannya dengan wajah Arinda.


BERBEDA satu kata yang muncul saat penjahat A membandingkan wajah mereka.


Penjahat A langsung bangkit menghampiri penjahat yang lain.


“Nape lu ngos-ngosan gitu?” tanya penjahat B.


“ Bang, kayaknya kite salah ambil, cewek yang kita bawa kagak serupa ama foto yang gua liat bang” kata penjahat A.


“Ape lu bilang?” penjahat B murka lalu pergi ke kamar tempat Arinda di sekap.


Para penjahat itu terkejut saat melihat perempuan yang mereka bawa berbeda dengan foto yang mereka punya. Arinda menatap ke arah penjahat, ketakutan kini jelas tampak di wajah cantik Arinda.


“An**ng kenapa bisa lu pada salah ambil, ha?” hardik keras penjahat B kepada penjahat yang lain.

__ADS_1


“sorry bang, tempatnya minim penerangan. Sekilas sosoknya mirip ama cewek target kite bang, trus kite angkut aja tu cewek. Ape lagi waktu kite angkut ni cewek, di lorong ada suara orang. Kite panik bang, langsung aje kite bawa ni perempuan” jelas penjahat C.


“Dasar pe’a lu pada, kagak lu liat cewek yang lu angkut” hardik penjahat B kembali.


“Trus gimana sekarang bang, pastinya Daniel Arsenio udeh tau kalo cewek yang kite bawa bukan adiknya” tanya penjahat D


“Kite habisi, die udah liat kite semua” perintah penjahat B.


“Ntar dulu bang, jangan kite habisi dulu. Lebih baik kite pake dulu bang, buat hangatin badan kite pada” usul penjahat A.


Mata Arinda membulat sempurna saat mendengar ide dari penjahat A.


“Hmmm....hhhmmmm” suara Arinda terdengar tidak jelas karena lakban yang menutup mulutnya.


“Bener kata lu. Udeh lama kite nggak ngerasain cewek, ape lagi ini cewek cantik juga” kata penjahat B setuju dengan ide dari penjahat A.


Arinda menggunakan kaki mendorong badannya untuk menjauh dari para penjahat yang memandanginya penuh dengan nafsu liar.


“hhmmm hmm hmmh hmmm” arinda kembali mengeluarkan suara tidak jelas. Dia berusaha untuk berteriak dan memohon untuk tidak di sakiti.


“lu pada bawa cewek ntu keluar, kite nikmati bersama sama” perinta penjahat B.


Arinda berusaha memberontak, tapi semuanya sia-sia tangannya terikat ke belakang dan kakinya pun terikat. Dapat di rasakan oleh Arinda darah mengalir dari tangannya yang cedera. Penjahat D langsung mengangkat tubuh Arinda dan memanggulnya di pundak.


Arinda terus memberontak berupaya untuk bebas dari penjahat yang berniat untuk melecehkannya.


Ya Allah, tolonglah selamatkan hamba dari perbuatan mereka, jauhkanlah hamba-Mu dari mereka yang diliputi hawa nafsu Arinda terus berdoa dalam hati meminta keselamatan hanya pada yang Kuasa.


Penjahat C langsung membuang barang barang yang ada di meja ke bawah lantai. Penjahat C membantu penjahat D membaringkan tubuh Arinda di atas meja.


Penjahat C mengeluarkan pisau belati yang di simpannya, memotong tali yang mengikat tangan Arinda. Setelah terlepas dengan cepat Arinda melayangkan pukulan dengan tangan kanannya kearah penjahat D, tangan Arinda di tangkap olehnya dan dicengkram kuat. Penjahat C pun menahan tangan kiri Arinda yang sudah berlumuran darah.


************


terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊

__ADS_1


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2