Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 62


__ADS_3

Mobil siapa itu? Sepertinya dari tadi mengikuti kami, aku merasa tidak punya musuh. Jika bukan mengikutiku apa mungkin? Guman Sean dalam hati melihat ke arah Davira.


“Kenapa kak sean?” tanya Davira saat melihat Sean menatapnya.


“nggak... Nggak kenapa-napa”


Sean kembali fokus menyetir sesekali dirinya melihat ke kaca spion melihat mobil hitam yang terus mengikuti mereka.


Mobil Sean sampai di resto milik arvin, Sean melihat ke kanan kekiri.


“Kak se, kenapa sih? Kok aneh gitu?” tanya Davira melihat Sean bertingkah aneh


“Nggak ada pa pa vir, Cuma mo mastiin tempat parkiran ini di lengkapi cctv apa nggak”


“udah, ayuk kita makan kak. Perut vira udah lapar banget”


Davira berjalan beriringan dengan Sean masuk kedalam resto milik Arvin. Mata Sean tetap mengawasi ke sekeliling resto Arvin.


Daniel dan Ansel sedang makan siang di resto Arvin sambil membicarakan pembukaan cabang resto Arvin yang baru. Mereka makan siang di ruang kerja Arvin.


Sean menghampiri meja kasir,


“Selamat datang tuan Sean” sapa kasir resto Arvin.


“Arvin ada?” tanya Sean,


“tuan Arvin ada di kantornya bersama tuan Daniel dan tuan Ansel” kata kasir itu lagi.


“Oke makasih,” kata Sean pada kasir itu,


“ayuk vira” ajak Sean pada Davira.


Mereka menaiki tangga untuk menuju lantai dua ke ruang kerja Arvin.


Daniel, Ansel dan Arvin tampak serius melihat rancangan awal pengembangan cabang resto kerja sama mereka.


Tok... Tok... Tok...


Sean mengetuk pintu menunggu pintu di buka oleh si empunya ruangan.


“Udah gue bilang jangan ada yang ganggu gue sedang rapat. Apa nggak ngerti bahasa manusia ni karyawan” kata Arvin kesal.


“bos nya aja elu gi mana karyawan mau pada ngerti” Canda Ansel mendapat hadiah lemparan bantal sofa oleh Arvin. Dengan sigap Ansel menangkap bantalan sofa itu.


Arvin kesal dan merasa terganggu melangkah ke pintu bermaksud untuk memarahi yang mengetuk pintu.


“udah gue bila...eh elu se” amarah Arvin seketika buyar saat melijat Sean datang bersama Davira.


“Bilang ape lu, gue dateng lu malah semprot gue” kata Sean melangkah masuk ke ruang kerja Arvin.


“Kaak Dan” davira berhamburan mendekati kakaknya dan duduk di samping Daniel.


“kapan kamu sampai? Trus kenapa kamu bisa bareng sama cecunguk itu?” tanya Daniel sedang membalas email dati kliennya.

__ADS_1


“vira datang pagi tadi, trus vira ada urusan dikit ama kak Sean. Kak Dan beli ponsel baru ya, liat dong” kata Davira langsung mengambil ponsel baru milik kakaknya.


Daniel hanya bisa membiarkan adiknya mengambil ponsel miliknya. Sean teringat dengan mobil yang mengikuti mereka tadi,


“Dan, Sel, Vin kita bicara sebentar di luar. Ada hal penting yang mau gue omongin” kata Sean,


“Ngomong di sini aja napa sih” kata Arvin.


“Di tempat lain aja, penting banget soalnya” kata sean lagi.


“Oke” daniel berdiri lalu berjalan mendekati Sean,


“vira kamu tunggu di sini saja” perintah Daniel.


Davira memanyunkan bibirnya karena di tinggal sendiri di ruang Arvin. Davira kembali senang karena ponsel Daniel masih di pegangnya, saat mencoba membuka ponsel Daniel ternyata ponsel Daniel memakai keamanan. Sehingga siapapun kecuali Daniel tidak bisa mengutak atik ponselnya.


Mata Davira membinar saat melihat wallpaper layar kunci memakai foto perempuan yang sempat membuat Davira penasaran.


“Foto kak Arinda” senyum Davira terkembang di wajah cantiknya. Senyumannya seketika menghilang karena tidak berhasil membuka ponsel Daniel.


“Ponsel ini keren juga” kata Davira, lalu dia coba membrowsing mencari info tentang ponsel milik Daniel.


“Ponsel ini couple dan nggak bisa di beli satuan. Kak Dan punya ponsel ini, berarti kak Dan beli ponselnya dua. Tapi di kamar kak Dan Cuma ada ponsel jadul itu. Lalu kemana ponselnya yang satu lagi ya? “ davira berbicara sendiri, dia begitu penasaran ke mana pasangan ponsel yang sama dengan punya Daniel.


Di ruangan lain Sean berdiri melihat ke jendela lalu menutup tirainya. Sekali lagi dari kejauhan, sean dapat melihat mobil hitam itu terparkir di tepi jalan di seberang resto milik Arvin.


“Lu liat Apaan sih Se?” tanya Arvin melihat ke arah jendela.


“Ada apa sebenarnya se?” tanya Daniel.


“Tadi sebelum gue nyampe ke sini. Mobil gue di ikuti ama mobil hitam, mobil hitam tu masih ada di seberang depan resto ini” jelas Sean


“Trus?” Arvin masih bingung dengan arah pembicaraan Sean.


“gue dokter, jadi untuk gue punya musuh kemungkinan itu nggak ada. Sementara tu mobil ngikutin gue dari rumah sakit ampe resto milik lu. Kalo gue yang di ikutin pastinya di pertengahan jalan kemari ntu mobil bakalan bertindak. Tapi mobil itu terus ngikutin mobil gue tanpa melakukan tindakan apa pun” jelas sean panjang lebar.


Daniel, Arvin dan Ansel mulai mengerti dengan ucapan Sean,


“Vin, panggil hacker lu sekarang” perintah Daniel.


Arvin langsung mengontak hackernya untuk ke ruangan mereka. Tidak berapa lama, seorang pria muda dengan memakai kaca mata mengetuk pintu ruangan tempat Daniel dan teman-temannya kumpul.


Arvin membuka pintu yang di ketuk pria muda itu.


“Ada apa bang manggil gua?” tanya pria muda itu.


“ gue butuh bantuan lu Yuda” kata arvin.


Pria muda bernama yuda langsung duduk di tempat tersedia, membuka tas dan mengeluarkan laptop juga tablet.


“ yud, coba lu hack cctv bandara INM sekarang” perintah Arvin.


Yuda memulai kerjanya menghack cctv di bandara INM Internasional.

__ADS_1


“Udah bang” kata yuda.


Daniel menatap video dari cctv bandara, tampak olehnya Davira yang baru datang pagi ini menaiki mobil jemputan di kendarai oleh pak Yanto. Saat mobil Davira jalan meninggalkan bandara, mobil hitam yang di bicarakan Sean juga mengikuti mobil Davira.


“Sel, telepon body guard di depan gerbang sekarang” perintah Daniel pada Ansel yang segera di laksanakannya.


Ansel lalu meminta body guard di kediamannya untuk mengirim video cctv di Mansion. Dalam hitungan menit Ansel mendapatkan video cctv di depan Mansion.


“Tuan muda Daniel” panggil Ansel memberikan ponselnya ke pada Daniel.


“target mereka Davira, yuda tolong kamu cari info plat mobil itu” kata Daniel.


Segera Yuda mencari info mobik hitam yang terus mengikuti Davira.


“dapat bang” kata Yuda.


Daniel, Ansel, Sean dan Arvin langsung mengelilingi yuda menatap layar laptop milik nya.


“Mobilnya mobil rental, memakai data palsu” jelas Yuda.


“sekarang gimana Dan?” tanya Arvin.


Daniel berpikir keras, mata tajamnya menatap tajam pada laptop milik Yuda.


“Vin, lu kerahkan orang lu buat nyari siapa yang ada di dalam mobil hitam tu secara diam diam” kata Daniel pada Arvin.


“Beres dan” kata Arvin yang juga seorang bos besar dari geng miliknya.


Profesi Arvin sama dengan Daniel seorang CEO di bidang kuliner, namun dia dulunya adalah seorang bos besar di dunia bawah. Arvin melepaskan tampuk kekuasaannya karena sudah bosan dan ingin pensiun dini.


“Sel, kamu cari bodyguard bayangan untuk vira” perintan Daniel.


“kenapa lu pake bodyguard bayangan? Bukannya itu berbahaya buat davira Dan” tanya Arvin.


“Ada dua alasan, pertama, Vira tidak mau di kawal bodyguard. Dia selalu berhasil mengecoh bodyguard yang aku kirim untuk melindunginya. Kedua, aku mau tau apa rencana mereka dengan mengikuti Davira, setelah itu baru kita akan bersenang-senang” jelas Daniel dengan senyuman smirknya.


Ansel, Sean dan Arvin setuju dengan rencana yang di utarakan Daniel, meski resiko Davira tertangkap mereka sudah memiliki rencana cadangan. Ansel segera melaksanakan perintah Daniel merekrut bodyguard bayangan untuk mengawal davira.


*************


Sambil menunggu up, boleh mampir ke karya terbaru ku " Cinta Sabrina"



terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2