
Kediaman Arsenio...
Suasana tampak ramai saat Tasya bercerita tentang masa lalu mereka kuliah di luar negeri. Nadira tampak marah dan kesal melihat kedekatan Tasya dengan Daniel,
Brengs*k cewek sial*n, brani-braninya dia deket ama calon suami gue. Liat aja nanti gue mampusin lu
Nadira mengepal tangannya hingga jari-jarinya memutih, hal itu tidak luput dari penglihatan Ansel yang diam-diam memperhatikan gerak geriknya.
Gue punya ide, biar ****** lu
Nadira tersenyum jahat lalu mengangkat nampan yang berisi minuman dingin dan cemilan yang akan di sajikan.
Dia melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga, setelah dekat dengan tempat Tasya duduk. Dengan sengaja dia menjegal kakinya sendiri, menumpahkan isi nampan yang ke arah Tasya.
Praaaang....
Gelas yang di bawa Nadira jatuh dan pecah, air minum yang di bawanya tumpah mengenai Tasya tampak terkejut.
“Astagfirullah, apa yang kamu lakukan?(Aileen segera menghampiri Tasya) kamu nggak apa-apa kan sayang?” Aileen sangat khawatir melihat kondisi Tasya yang mengenaskan.
“nadira, kamu bisa kerja nggak sih” bentak kesal Amanda pada Nadira.
Aileen dan oma Ayu segera menghampiri Tasya yang masih terkejut, Daniel menatap dingin ke arah Nadira. Michael dan Darren membantu menyingkirkan pecahan kaca agar tidak mengenai kaki, tersungging senyuman jahat di bibir Nadira.
Daniel dan Ansel mengetahui jika Nadira sengaja melakukannya, senyuman itu segera menghilang secepat larinya Flash dari wajah Nadira yang kini berubah sedih.
“ma ma ma maafkan saya nyonya, saya benar-benar tidak sengaja. Kakinya tadi tersandung maafkan saya nyonya, nona” Nadira menundukkan kepalanya meminta maaf dengan apa yang telah terjadi. Dalam hatinya sangat senang dan bahagia karena berhasil memisahkan Tasya yang berada di dekat Daniel.
“aku nggak apa-apa kok tante, aku akan kembali ke kamar untuk membersihkan ini” Tasya berdiri dia menatap dingin ke Arah Nadira masih tertunduk menyesal. Dia lalu melangkahkan kakinya menuju kamar tamu,
“kamu bereskan semua ke kacauan ini segera” perintah Aileen pada Nadira.
“baik nyonya, sekali lagi saya minta maaf” Nadira membungkuk-bungkukkan tubuhnya, mengucapkan kata maaf berulang-ulang kali.
“sudahlah mom, dia tidak sengaja yang terpenting Tasya tidak terluka. Sudah malam, daddy akan istirahat dulu” Michael melangkahkan kakinya menuju kamar.
“manda sayang, tolong antarkan oma ke kamar” pinta oma Ayu pada cucu menantunya. Aileen memilih kembali ke kamar mengikuti suaminya.
Amanda menganggukkan kepala menghampiri oma Ayu mengantarkan ke kamar. Darren juga memilih kembali ke kamarnya, suasana tadinya ramai menjadi kacau karena ulah Nadira.
__ADS_1
Daniel dan Ansel pergi ke ruang kerja untuk membicarakan pekerjaan, Sepeninggal keluarga Arsenio dan Tasya, Nadira tersenyum karena rencananya berhasil,
Hahahaha ****** lu cewek ganjen. Sekarang lu nggak bisa deket ama calon suami gue nadira tersenyum senang dia.
“nadira kenapa kamu bisa sangat ceroboh sekali?” kepala maid Ishel menghampiri Nadira dengan segera mengubah wajahnya menjadi tampang sedih merana.
“maaf kak Ishel, Nadira benar-benar tidak sengaja tadi kaki Nadira ke sandung karpet dan semuanya terjadi begitu cepat” jika Nadira adalah pemain film tentunya dia akan meraih piala oscar dengan bakat aktingnya yang terlihat menyedihkan.
(Ishel kepala maid perempuan keluarga Arsenio, umurnya sudah memasuki kepala tiga. Walaupun masih muda, Ishel telah mengabdi pada keluarga Arsenio saat usianya masih sangat muda)
“ya sudah kamu rapikan ini semua dengan teliti. Jangan sampai ada pecahan gelas yang tertinggal, mengerti?” perintah Ishel pada Nadira.
“baik kak Ishel” Nadira melanjutkan pekerjaanya membersihkan pecahan gelas kaca yang berserakan. Setelah itu dia kembali ke dapur dan mendapati Ishel sedang membuat minuman.
“buat siapa kak?” tanyanya penasaran.
“buat tuan muda Daniel, kamu sudah membersihkan semuanya?” tanya Ishel sembari membuat minuman favorit Daniel.
“sudah kak, ada yang bisa Nadira bantu nggak kak?”
“kamu tolong aduk susu ini, aku mau ke toilet sebentar” Ishel melangkah meninggalkan dapur,
Tanpa di ketahui Nadira semua gerak-geriknya terpantau oleh Ansel dan Daniel di ruang kerja melalui CCTV yang terpasang di dapur.
“Sel, tentunya kamu tahu harus melakukan apa sekarang?” mata Daniel masih menatap laptop miliknya yang memperlihatkan gambar Nadira.
Ansel segera meraih ponsel di saku celananya lalu menelepon seseorang,
“bersiap-siaplah” perintah Ansel pada seseorang. Ansel membungkukkan badannya sedikit memberi hormat pada Daniel, dia lalu keluar dari ruang kerja menuju kamarnya di kediaman Arsenio menunggu perintah Daniel.
Ishel kembali dari toilet mendapati Nadira menyelesaikan membuat minuman favorit Daniel.
“makasih Nadira, biar aku saja yang mengantarnya keruang kerja Tuan muda daniel” Ishel segera mengambil nampan yang berisi minuman Danil di hadapan Nadira.
“nggak usah mbak, biar Nadira saja yang mengantarkan. Sebaiknya kak Ishel istirahat” Nadira berusaha mengambil nampan dari tangan Ishel.
“nggak usah Nadira, ini sudah tugas saya” Ishel lalu membawa nampan minuman Daniel menuju ruang kerjanya.
Anj*ng ni perawan tua, jangan sampai dia tahu kalo tadi gue udah nuangin obat di minuman Daniel Nadira mengikuti Ishel dari belakang dan terus mengawasi Ishel masuk ke dalam ruang kerja Daniel.
__ADS_1
Sebentar lagi Daniel bakalan menjadi milik gue Nadira tersenyum jahat, diam -diam mengintip dari celah pintu melihat Daniel yang meminum minuman di bawa Ishel.
Ishel akan keluar dari ruangan, dengan cepat Nadira bersembunyi di tempat lain agar tidak ketahuan oleh Ishel.
Dia tampak senang saat tahu jika Daniel meminum minuman itu sampai habis. Nadira kembali ke kamar nya dan mengganti pakaian maidnya dengan pakaian sangat sexy.
Nadira memakai sedikit make up dengan lipstik merah menyala, dia memperhatikan dirinya di depan cermin,
Malam ini akan menjadi malam yang indah buat kita sayangku Nadira menatap foto Daniel yang tertempel di cermin. Setelah merasa semuanya sempurna, dia lantas ke dapur untuk membawakan cemilan malam yang sudah di siapkannya.
Kediaman Arsenio sudah mulai sepi, semua penghuninya sudah kembali ke kamar mereka masing-masing. Hanya Daniel yang tampak serius di depan laptopnya, mendadak Daniel merasa sangat panas di tubuhnya. Keringat bercucuran di wajah tampannya, wajahnya memerah bukan karena demam. Nafasnya tersengal-sengal, jika para kaum hawa melihat kondisi Daniel saat ini mungkin saja mereka rela menjadi penawar obat untuknya.
Nadira tersenyum senang hingga menampakkan barisan giginya saat mengintip Daniel dari celah pintu yang terbuka sedikit,
Bagus obat itu mulai bereaksi,
Nadira sedikit merapikan pakaiannya yang super minim lalu mengetuk ruang kerja Daniel .
Tok...tok...tok...
hah...hah...hah... terdengar suara nafas Daniel yang tersengal-sengal karena panas di tubunya.
“hah...hah...hah ma ma masuk” perintah Daniel dengan nafas yang semakin memburu. Nadira membuka pintu dan menatap wajah Daniel yang memerah,
“tuan muda, saya membawakan cemilan untuk anda” Nadira masuk dan meletakkan cemilan di atas meja kerja Daniel.
Melihat pakaian Nadira yang super minim membuat Daniel semakin sulit menahan gejolak yang sudah bangkit sedari tadi. Matanya dapat melihat jelas dua perbukitan yang sengaja terbuka dan nyaris keluar dari pagar pengaman yang terlihat kekecilan. Daniel meneguk kasar air liurnya, dia sudah tidak bisa menahan lagi hasrat ke laki-lakiannya.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗