
Daniel masih larut dalam lamunannya, dalam benaknya terbayang wajah Arinda. Matanya yang meneduhkan membuat kehangatan di hati Daniel. Bibirnya ya bibir Arinda yang pink natural di poles dengan lipbam membuatnya ingin mencicipi rasa manis dari bibir itu
“Sean, apakah kamu tahu apa yang membuat Daniel seperti ini?” tanya Aileen yang melihat Daniel masih larut dalam pikirannya.
“Se kurang yakin tante, tapi sepertinya sudah ada yang berhasil mencuri hati Daniel tan” kata Sean.
Daniel merasa dirinya di perhatikan menatap ke arah keluarganya yang sedari tadi menatapnya.
“Ada apa? Kenapa semuanya menatap ke arah Dan?” tanya Daniel. Oma tersenyum senang melihat sesuatu yang berbeda dari Daniel.
“Oma senang akhirnya oma bisa melihatmu tersenyum seperti itu. Siapa dia Dan?” tanya Oma langsubg ke inti.
Daniel masih belum mengerti dengan ucapan omanya menatap ke arah Ansel yang mengedikkan bahunya.
“Bro, lu kenapa senyum senyum sendiri? Lagi bayangin dia ya” kata Arvin menaik turunkan alis matanya.
Daniel buru-buru merubah ekspresinya menjadi datar dan dingin.
“Udah telat lagi bro, dari tadi lu senyum senyum sendiri bikin kita di sini pada penasaran” bisik Darren yang duduk di sebelah Daniel.
“DANIEL ARSENIO” panggil Aileen pada Daniel.
“Jawab dengan jujur siapa yang di bicarakan oleh Arvin dan Sean?” tanya Aileen penuh selidik.
“siapa mom? Nggak ada siapa siapa mom. Itu hanya karangan Arvin aja mom” elak Daniel.
“Daniel kamu nggak bisa ngelak lagi. Ayo bilang siapa dia?” tanya Aileen lagi.
Salah seorang bodyguard masuk ke mansion Arsenio membawa paperbag kecil. Bodyguard itu mengode Ansel yang langsung menghampirinya,
“Tuan Ansel ini tadi di antar kurir” lapornya kepada Ansel.
“Oke makasih. Tolong berikan ini ke kurirnya” kata Ansel pada bodyguard menyerahkan beberapa lembar uang kertas.
Setelah bodyguard kembali ke posnya, Ansel mendekati Daniel dan membisikkan sesuatu.
“Daniel kamu belum menjawab pertanyaan mommy” kata Aileen saat Daniel melangkah pergi menuju ruang kerja.
“bukan siapa siapa mommy. Maaf Dan masih ada pekerjaan mom” kata Daniel berlalu masuk ke ruang kerjanya.
Arvin dan Sean langsung mendapat tatapan mematikan dari Aileen yang sangat penasaran.
“Arvin Sean” Aileen menatap mereka berdua seperti singa betina yang kelaparan.
“Tan...untuk soal ini sebaiknya tante tanyakan langsung pada Daniel, kami benar-benar tidak tahu apa apa tan” bohong Sean.
“Se, sebaiknya kita ambil langkah kaki seribu sebelum tante Aileen bertanya hal lebih jauh lagi” bisik Arvin pada sean.
“Oma, tante, om kami permisi dulu mau ke ruang kerja Daniel. Ada hal yang harus kami diskusikan” kata Arvin melangkah cepat ke ruang kerja Daniel.
Aileen yang akan berbicara terpaksa diam saat oma Ayu menyuruhnya untuk tenang dan bersabar.
“Aileen, tenanglah dulu. Jangan mendesak mereka, nanti di saat yang tepat mereka pasti cerita” kata oma
__ADS_1
“tapi ma!!!” kata Aileen
“benar kata mama sayang, sebaiknya mommy duduk tenang bersama daddy di sini” kata Michael menenangkan Aileen.
“mommy tenang aja, di saat yang tepat Daniel pasti akan menceritakannya pada kita semuanya” Darren ikut menenangkan Aileen.
***
Di ruang kerja Daniel
Sean, Ansel dan Arvin duduk di sofa ruangan kerja Daniel.
“Dan, kenapa lu nggak crita aja sebenarnya ke keluarga lu?” Tanya Arvin.
“kenapa? Apakah penting?” tanya Daniel balik.
“Lalu, bagaimana dengan perasaan lu pada cewek itu?” tanya Sean.
“Aku akan memastikannya” kata Daniel meraih paperbag kecil yang berisi ponsel yang baru saja di perbaiki.
Sean dan Arvin mengerti dengan sifat Daniel. Semenjak Daniel hampir terjebak oleh perempuan yang ingin menghancurkannya dan juga keluarganya, Daniel bersikap sangat hati hati.
“kami akan mendukung lu, jika terjadi apa apa jangan segan lu untuk cerita ama gue dan Arvin” kata Sean.
Sean melirik jam dinding di ruang kerja, sudah malam dia pamit untuk pulang.
“Udah malam, gue pamit dulu” kata Sean lagi.
“Gue juga balik” kata Arvin yang mengekori Sean keluar dari ruang kerja Daniel.
“sudah tidak ada. Kamu bisa pulang sekarang, dan jangan lupa lusa kamu harus survei lokasi pesta dengan Pear Stars dan langsung laporkan kepadaku” perintah Daniel.
“baik tuan muda. Saya mohon diri” kata Ansel keluar dari ruang kerja Daniel.
Daniel mengeluarkan ponsel dari dalam paperbag. Di hidupkan nya ponsel itu, hingga masuk ke layar utama.
Wallpaper dengan latar foto Arinda dan keluarganya.
“ ini pasti ibunya dan siapa pemuda ini?” Daniel menatap wallpaper di ponsel milik Arinda. Kepalanya memutar ingatan tentang data diri Arinda yang memiliki seorang Adik.
“Ini pasti adiknya.” Kata Daniel menebak, Daniel mulai membuka galery ponsel Arinda, terdapat beberapa foto Arinda.
Daniel memperhatikan setiap foto foto Arinda, dia melihat foto itu dan mengirimnya lewat wa.
Daniel menyimpankan nomor ponselnya dalam ponsel Arinda dengan nama Daniel calon imamku, lalu mengirimkan sebuah foto Arinda yang di lihatnya tadi melalui wa.
Setelah terkirim Daniel melihat foto Arinda dalam ponselnya dan Menjadikannya foto beranda di ponselnya sendiri, kembali ia menatap foto cantik Arinda.
Apa yang istimewa darimu, Arinda. Mengapa bayang-bayang mu selalu menghantuiku, wajahmu tak bisa hilang dari benakku. Semakin aku berusaha untuk melupakanmu tapi bayanganmu selalu hadir kata Daniel dalam hati
Dani terus menatap ponsel dengan Wallpaper foto Arinda, jantungnya berdebar-debar tidak karuan.
***
__ADS_1
Hari pertama bekerja, Arinda telah tampak rapi dengan kemeja lengan pendek di hiasi pita cantik di bagian lehernya dan rok span selutut menambahkan kesan elegan dan profesional. Cantika telah berada di ruang makan dengan sarapan yang telah tertata rapi di meja.
“Pagi mbak” sapa Arinda
“pagi juga Rin, o ya jangan lupa kamu hari ini survei lokasi sama Ansel ya” kata Cantika.
“Loh mbak nggak ikut?” tanya Arinda yang mulai memakan sarapannya.
“Nggak Rin, soalnya hari ini mbak sama Maya mo survei catering”
“ Oke deh mbak”
“O Ya Rin, perban kamu udah di ganti blom?”
“ udah mbak. Mbak tolong hubungi tuan Ansel ya mbak, ponsel Arin kan masih rusak mbak!!”
“oke mbak hubungi sekarang ya”
Cantika mengambil ponsel dalam tas kerjanya, dia lalu menghubungi Ansel.
Tuuut....tuuut....tuuut....
“Pagi juga sel, aku mau kasih tahu kamu jika hari ini Arin dan kamu yang akan survei lokasi, nggak apa-apakan?”
“..........”
“aku kebetulan hari ini mau survei catering bareng Maya. Jadi hanya kamu dan Arinda yang mengecek lokasinya”
“.......”
“oke deh. Byeeee” Cantika mengakhiri panggilan teleponnya.
“Gi mana mbak?” tanya Arinda penasaran.
“Kata Ansel, kamu datang saja ke perusahaan Arebeon. Mbak akan antar kamu ke perusahaan ”
“Oke deh mbak” menghabiskan sarapannya dan meletakkan piring kotornya ke sink.
“Udah ayuk kita pergi”
Cantika mengunci pintu Apartemennya lalu melangkah menuju lift apartemen di ikuti Arinda yang memakai tas ransel.
*************
Sambil menunggu up, boleh mampir ke karya terbaru ku " Cinta Sabrina"
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊
__ADS_1
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗