Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 238


__ADS_3

“Bagaimana?” tanya Daniel to the point pada Sean sambil menatap Ansel.


“ Kami akan segera mengoperasinya sekarang” ujar Sean.


“lakukan yang terbaik, di mana Arvin?” tanya Daniel yang tidak melihat sosok Arvin.


Sean baru teringat dengan kondisi Arvin yang juga dalam kondisi tidak baik.


“Astagfirullah, gua lupa ama makhuk satu itu” Sean menepuk keningnya.


Daniel dan Arinda menatap heran pada Sean,


“Ada apa dokter Sean?” tanya Arinda. Sean menatap Arinda berdiri di samping Cantika, dia tidak mungkin menyampaikan kondisi Arvin di depan kedua perempuan itu.


“Nggak ada apa-apa, Rin” ujar Sean sambil memberi kode pada Daniel untuk berbicara berdua saja.


Daniel mengikuti Sean meninggalkan Arinda dan Cantika yang masih senantiasa menemani Ansel.


Sean lalu menceritakan apa yang terjadi pada Arvin pada Daniel,


“Apa asal obat itu sudah di selidiki” tanya Daniel.


“gua udah nyuruh Yuda buat nyari Ziko untuk mencari petunjuk tentang obat itu”


“ apa sudah ada kabar dari Yuda?” tanya Daniel.


“gua belum sempat hubungi dia karena kondisi Ansel, gua harus bersiap sekarang (melihat perawat akan mendekat ke arah mereka)” ujar Sean pada Daniel yang langsung di anggukinya. Dia segera menghubungi ponsel Arvin namun tidak di angkat sama sekali, dia lalu menghubungi ponsel Yuda.


Yuda bersama Ziko tampak menginterogasi dua orang pria pemberi obat ke dalam minuman yang tidak di sengaja terminum oleh Arvin. Yuda berhasil menyadap CCTV di pub tempat Arvin, Sean dan Evan bertemu Vivi. Mereka berdua melihat Arvin yang tidak sengaja meminum gelas yang salah.


Dengan jeli Ziko memperhatikan setiap gerak gerik pengunjung di pub itu saat video CCTV di putar oleh Yuda, matanya langsung menangkap dua orang yang sengaja memasukkan obat ke dalam minuman itu.


Mereka berdua segera bertindak sehingga berhasil menangkap kedua orang itu. Ziko membawa ke dua orang itu ke suatu tempat lalu mulai menginterogasi mereka.


Ponsel Yuda berdering, matanya menatap layar ponsel lalu langsung mengangkatnya.


“assalamualaikum bang Daniel, sorry bang telat angkat”


“Waalaikum salam sudah ada perkembangan?” Tanya Daniel langsung. Yuda mengerti dengan maksud pertanyaan dari Daniel yang to the point,


Sepertinya udah ada yang lapor ke bang Daniel guman Yuda menatap ke arah Ziko.

__ADS_1


“gua dan bang Ziko udah berhasil tangkap orangnya bang, sekarang kita sedang interogasi mereka buat obat penawarnya bang” jelas Yuda.


“setelah mendapat penawarnya, obati Arvin segera. Setelah dia cukup baik segera suruh dia ke Arsen medical segera. Katakan padanya jika Ansel di rumah sakit sekarang” kata Daniel langsung mematikan ponsel setelah mendapat jawaban dari Yuda.


Setelah selesai menelepon, Daniel melihat kedatangan Aileen, Michael dan Davira,


“Sayang... Bagaimana keadaan Ansel?” tanya Aileen cemas.


“Mommy tenang saja, Sean sudah di dalam ruang operasi sekarang” ujar Daniel.


“apa yang terjadi Dan?” tanya Michael, Daniel segera menceritakan kejadian yang terjadi pada Ansel.


“Semuanya murni kecelakaan Dad” kata Daniel mengakhiri penjelasannya. Mereka kini sudah duduk di ruang tunggu depan ruang operasi.


Cantika sangat khawatir dan cemas, Arinda menggenggam tangan Cantika untuk menenangkannya. Davira memberikan secangkir kopi panas pada Cantika lalu duduk di samping Arinda.


“tenang saja kak, insya Allah kak Sean akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan kak Ansel” ujar Davira menghibur Cantika.


“iya Mbak insyaAllah semua akan baik-baik saja, kita sama-sama berdoa untuk kebaikan tuan Ansel” Arinda menghibur Cantika, sebelah tangannya merangkul pundak Cantika.


Aileen duduk di sebelah kanan Cantika ikut menghiburnya, walau dalam hatinya merasa sangat cemas. Dia ingin menangis namun harus di tahannya agar Cantika tidak semakin terpuruk dan khawatir.


***


“bagaimana ini... kenapa kamu bodoh banget Aisyah. kenapa kau terbuai dengan perlakuan lembut baji***n ini” perempuan bernama Aisyah itu sangat menyesali perbuatan yang sudah terjadi.


Tidak di pungkiri olehnya, jika perlakuan pria yang tidur di sampingnya membuat terlena dan menyerahkan mahkota yang sangat di jaganya pada pria asing yang sama sekali tidak di kenal.


Aisyah menatap tajam ke arah Arvin, wajah tampannya sempat menghipnotis dan membuatnya menuruti keinginan Arvin. Setelah semua terjadi kini Aisyah hanya bisa menangis menyesal, ingin rasanya ia mencek*k Arvin.


Kedua tangannya terulur ke arah leher Arvin bersiap untuk mencek*k,


Nggak Aisyah, kamu sudah berdosa karena zina yang kamu lakukan. Sekarang kamu ingin menambah dosa lagi, lebih baik sekarang aku pergi dari sini sebelum cowok breng**k ini sadar dan kembali melakukannya guman Aisyah dalam hati meraih pakaian yang berserakan di lantai.


Segera dia memakai pakaiannya meninggalkan apartemen Arvin tanpa menoleh ke belakang sama sekali, Tanpa di sadarinya dompet miliknya tertinggal jatuh di lantai kamar Arvin.


Yuda dan Ziko sudah mendapatkan penawar obat yang mereka butuh kan, secepatnya mereka ke apartemen Arvin. Ziko memarkirkan mobilnya di basement apartemen milik Arvin, mereka berdua bergegas menuju lantai kamar Arvin.


Ziko membuka pintu apartemen Arvin kemudian masuk ke dalam bersamaan dengan Yuda. Mereka berdua masuk ke dalam kamar Arvin yang terbuka. Langkah mereka terhenti saat melihat kondisi Arvin, pakaian berserakan di lantai serta bagian atas tubuhnya tidak tertutupi.


“bang... ini... “ Yuda tampak kebingungan, dia melihat kondisi Arvin yang sudah tidak lagi kesakitan.

__ADS_1


“bos... bos...” Ziko membangunkan Arvin, matanya tidak sengaja menangkap sebuah dompet wanita tergeletak di lantai.


Ziko mendekati dompet itu sementara Yuda kembali mencoba membangunkan Arvin.


“bang... bang... bangun woi ... bang” Yuda mengguncang-guncangkan bahu Arvin hingga dia terbangun teringat dengan perempuan yang di serangnya beberapa jam yang lalu.


Cewek itu... Arvin segera duduk melihat ke sampingnya yang sudah kosong,


“bos nyari cewek ini?” tanya Ziko sambil memperlihatkan dompet dengan tanda pengenal serta foto perempuan cantik berhijab di dalamnya.


“di mana dia?” tanya Arvin kembali.


Yuda dan Ziko saling berpandangan kebingungan lalu menatap ke arah Arvin yang menunggu jawaban dari mereka.


“kami nggak liat ada cewek di sini bo. Sewaktu kami sampai bos hanya sendiri dan gua menemukan dompet ini di lantai” ujar Ziko menyerahkan dompet milik Aisyah yang tertinggal.


Aisyah Hanifah... gua harus mencari dia guman Arvin menatap tanda pengenal itu.


Yuda dan Ziko termenung melihat seprai abu-abu ranjang Arvin yang bernoda warna coklat di sana.


“sepertinya penawar yang kita bawa udah kagak di perlukan lagi” ujar Ziko senyum-senyum. Tatapan tajam di layangkan Arvin pada Ziko yang langsung mengambil jurus langkah seribu sebelum bosnya mengamuk. Ziko memilih keluar kamar Arvin melangkah menuju dapur mengambil segelas air putih.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


mohon maaf 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 jika hanya up Satu episode...


karena Author masih dalam masa pemulihan jadi sedikit kurang fokus...


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2