Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 258


__ADS_3

“nona, ini barang-barang anda nona” ujar body guar itu.


“tolong kamu bawa ke kamar ya” Arinda melangkah lebih dulu menuju kamar tidur di ikuti oleh body guard, setelah menyelesaikan tugasnya body guard itu mohon diri meninggalkan Arinda.


Mata Arinda menatap ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup, dia lalu melangkah ke depan pintu kamar mandi dan mengetuknya.


“sayang... kamu nggak apa-apa?” tanya Arinda mulai khawatir.


Hening, tidak ada sahutan dari Daniel yang berada di dalam kamar mandi.


“sepertinya daddy kalian benar-benar kesal sekarang sayang, tapi bunda pikir itu kan bukan kesalahan bunda. Uncle Arvin yang mendadak tampil seperti itu” Arinda sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh suaminya. Namun masih belum ada tanda-tanda Daniel akan keluar dari sana.


Dia duduk di tepi ranjang, matanya terus menatap ke arah pintu kamar mandi masih menunggu suaminya yang tidak kunjung keluar.


“Ya sudah kalo daddy kalian belum keluar juga, lebih baik kita cari uncle Arvin buat melihat ‘pemandangan tadi’. Pasti uncle Arvin mau ” ucap Arinda memancing raja iblis keluar dari persembunyiannya. Ucapan Arinda membuahkan hasil,


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka, Daniel keluar dengan bertelan**ng dada dan selembar handuk yang melingkar di pinggang menutupi bagian bawah hingga lutut. Pemandangan begitu sempurna terpampang di depan Arinda saat ini, mata indahnya terpesona dengan tubuh suaminya yang masih basah oleh tetesan air.


Tubuh suaminya terlihat sangat seksi mengalahkan pemandangan yang sempat di lihatnya tadi,


“kamu bilang apa tadi?” tanya Daniel yang sudah berdiri tepat di depan Arinda. Penampilan Daniel semakin terlihat seksi dengan rambutnya yang basah, tetesan air mengalir membasahi wajah tampannya.


“a.. a..a aku... aku....” mata Arinda terpesona dengan pemandangan yang ada di depan matanya kini.


“aku apa?” mata elang Daniel menatap istrinya yang masih menatap pemandangan indah. Senyuman nackal tersungging di wajah tampan Daniel, membuat Arinda tersadar segera mengalihkan pandangannya.


“i i itu...aku akan mengambil pakaian untukmu” Arinda akan bangkit dari tempat dia duduk, terhalang oleh Daniel yang membungkukkan tubuhnya. kedua tangan miliknya mengungkung tubuh Arinda, wajah mereka sangat dekat.


Pipi Arinda merona merah matanya mengalihkan pandangan ke arah lain. Dia begitu terpesona tidak menyadari jika saat ini kondisi mereka sangat sangat sensitif.


“kenapa kamu mengalihkan pandanganmu? saat Arvin juga seperti suami mu saat ini, kamu tidak mengalihkan pandangan mu sama sekali. Dan aku juga mendengar ada seseorang yang akan meminta dia tampil seperti ini di depannya” tatapan Daniel semakin mendominasi, mata indah Arinda kembali menatap Daniel dengan senyuman indah tersungging di bibir pink naturalnya.

__ADS_1


“jadi... suami tersayangku ini cemburu?” Arinda menatap mata suaminya, senyuman nackal kembali tersungging di bibir seksi itu.


“jika iya, apa yang akan...” ucapan Daniel terhenti, matanya terbuka lebar saat bibir Arinda mengecup mesra bibirnya. Kedua tangannya melingkar di lehernya menahan agar Daniel tidak menghindarinya.


Inisiatif itulah yang membuat Daniel semakin jatuh cinta pada Arinda, dia membalas kecupan itu dengan menautkan lidah, mencecap rasa hingga terasa sebuah hasrat menggebu di dalam dada.


Lidah milik Daniel bermain pro membuat Arinda kelabakan, perlahan-lahan Daniel melepaskan ciumannya. Tangannya membuka hijab istrinya, menggerai rambut indah Arinda. Perlahan dia membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang, di susul dia yang kini berada di atas istrinya dengan kedua tangan menyangga tubuhnya.


Sebelah tangan Arinda menghentikan Daniel yang akan kembali menciumnya,


“sayaaang... satu jam lagi kita harus berangkat untuk menghadiri akad nikah Arvin” cegah Arinda, tangan Daniel memegang tangan Arinda yang menahan tubuhnya. Menariknya ke atas kepala Arinda dan menahannya dengan sebelah tangan,


“satu jam sudah cukup untuk menghukum mu sayang. Siapa suruh kamu membuatku cemburu seperti ini !!! jadi sebaiknya sekarang kita mulai saja hukumannya” ujar Daniel yang kembali melanjutkan aktivitasnya. Dia melakukan aksinya menciumi wajah hingga bibir milik Arinda. Sebelah tangan Daniel yang bebas menuruni resleting baju Arinda yang berada di bagian depan.


Resleting itu turun perlahan memperlihatkan perbukitan yang masih terbungkus pengaman. Dengan begitu lihai, tangan Daniel bermain di perbukitan itu. Tidak hanya tangan yang bermain bibirnya juga ikut membantu memberi tanda di sana, membuat Arinda bernyanyi syahdu di telinga Daniel.


Daniel dengan lembut memberikan hukuman manis untuk Arinda, dia bergerak perlahan memberi sensasi pada istrinya yang kini sudah seperti bayi baru lahir. Dia lalu memberi kesempatan pada Arinda yang duduk di atas dirinya, membuat king kobra masuk jauh ke dalam gua.


Sensasi yang sangat di sukai Daniel, seperti joki kuda yang handal. Arinda bergerak seiring dengan nyanyian yang keluar dari bibirnya, pergerakan lembut menciptakan sensasi berbeda pada mereka berdua. Hasrat mereka semakin menggebu-gebu hingga mereka berdua sampai di puncak kenikmatan tertinggi. Kali ini bisa king kobra terbuang pada pengaman yang selalu di sediakan oleh Daniel.


Bibirnya terlihat maju sedikit di hiasi dengan raut wajah kesal. Dia menatap Daniel yang duduk menyandar ke kepala ranjang dengan senyuman puas tersungging di bibirnya,


“Kamu marah, sayang?” tanya Daniel menarik Arinda untuk mendekat padanya.


“kamu tahu jika hari ini Aisyah dan Arvin akan akad nikah. Tapi kamu malah membuatku seperti ini” protes Arinda pada Daniel.


“itu setimpal sayang, kamu sudah membuatku cemburu dan kesal. tentunya aku harus memberikan hukuman untuk mu” ujar Daniel membuat Arinda kalah berdebat. Bibir Daniel kembali mengecup pipi Arinda yang masih terlihat kemerahan. Menambahkan kecantikan hakiki pada Arinda,


“Sekarang sebaiknya kita mandi agar tidak terlambat menghadiri akad nikah Arvin” kata Daniel akan turun dari ranjang namun di cegah Arinda.


“ nggak... aku akan mandi sekarang, jika kamu ikut akan membuat ku tidak bisa menghadiri akad nikah Arvin dan Aisyah” protes Arinda segera melepaskan diri dari suaminya. di mata Daniel Arinda terlihat begitu seksi, walaupun perutnya sudah membesar.


***

__ADS_1


Di kamar Arvin sedang membaca ayat suci Al Qur’an dan menghafalnya agar saat akad nanti dia tidak melakukan kesalahan, dia terlihat sangat gugup. Berbagai macam pertanyaan yang muncul di benaknya, berpikir keras apakah dia akan mampu menuntun Aisyah ke Jannah-Nya.


Ia sudah terlihat rapi dengan pakaian yang di kenakannya, kopiah warna senada dengan pakaian yang di pakainya. Berkat bantuan Ansel yang bertanya pada Cantika, Arvin terlihat sangat tampan dengan pakaian serta kopiah yang berwarna senada.


Wajahnya terlihat sangat gugup, mulutnya tampak berkomat kamit menghafalkan ucapan akad nikah berulang kali. Ansel yang sudah siap dan rapi datang menghampiri Arvin yang tampak sangat khusyuk juga tegang.


“kamu sudah siap?” tanya Ansel menatap Arvin terlihat semakin gugup.


“iii iiyaaa” ujar Arvin, dia akan melangkah keluar namun di cegah Arvin.


“sebaiknya kamu berwuduk dahulu agar semua di lancarkan” ujar Ansel mengingatkan Arvin yang segera ke kamar mandi untuk mengambil wuduk.


Arvin mengikuti nasehat Ansel, melangkah masuk ke dalam kamr mandi. Ansel akan duduk di tepi ranjang kembali berdiri, melangkahkan kakinya menuju pintu kamar milik Arvin.


“Nona Arin, Tuan muda” sapa Ansel melihat kedua tuannya.


“mana Arvin?” tanya Arinda tidak menemukan keberadaan Arvin. Kembali Arinda merasa kuduknya merinding, ada aura dingin terasa di punggungnya. Terlihat kecemburuan di wajah Daniel saat istrinya menanyakan dan menyebut nama pria lain selain dirinya.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2