
“vir...vira kamu kenapa?” tanya Arvin melihat Davira yang setengah sadar.
“kak...kak arvin, kak Arinda....kak Arinda...” Davira langsung pingsan,,
“maaf tuan kami harus membawa pasien segera” petugas itu langsung mendorong bankar menuju pintu hotel.
di saat bersamaan petugas medis tampak ribut menyuruh orang-orang untuk tidak menghalangi jalan, diantara orang yang berkerumun terlihat Jeni yang memakai dress pesta memegang kipas ikut melihat.
Dia berencana mengikuti Arinda dan bermaksud memberikan minuman untuknya. Namun, saat mengikutinya Arinda sudah lebih dulu melihat beberapa orang suruhan Lutfi membawa Davira. Dia segera membaur di antara orang-orang yang melihat kejadian itu agar tidak di curigai.
“mohon minggir semuanya, minggir” petugas itu mendorong Bankar di mana Arinda yang sudah tidak sadarkan diri. Pada bagian bawah perutnya tampak darah menggenang.
“NONA ARINDA” Ansel terkejut saat melihat kondisi Arinda, begitu pun Arvin. Mereka sudah tahu jika saat ini Arinda tengah hamil,
“apa yang sebenarnya terjadi” Arvin tampak marah dan kesal, tampak beberapa polisi menggiring beberapa pria. Ansel lalu meminta Arvin untuk memberi tahu keadaan Arinda dan Davira pada Daniel.
Dengan cepat Arvin menghampiri Daniel yang masih tampak berbicara serius dengan Vivi dan kolega bisnis lainnya.
“pak polisi ada apa ini? Apa yang terjadi dengan nona kami?” Ansel bertanya pada polisi.
“menurut laporan yang kami terima, para penjahat ini akan menculik nona Davira dan hal itu di ketahui oleh nona yang baru saja di bawa petugas medis. Nona itu melakukan perlawanan hingga di dorong jatuh oleh salah satu dari mereka” jelas petugas polisi. Ansel tampak geram, ingin sekali dia menyerang dan memberi kenang-kenangan indah pada penjahawat yang sudah mencelakai jkeluarga Arsenio.
***
Daniel ingin menghampiri orang tuanya namun langkahnya terhenti saat sebuah pesan masuk ke ponselnya ip addrees yang tidak jelas.
Bagaimana, apa kamu suka dengan kejutan yang ku buat. Jangan pernah coba bermain-main denganku, turuti semua perintahku jika tidak oma yang kamu sayangi akan menemui malaikat maut secepatnya....
Pesan itu juga di lengkapi dengan foto oma Ayu dengan sebilah belati besar mengarah tepat ke lehernya. Daniel juga menerima sebuah pesan anonim di mana Sean sedang di borgol dan di bawa ke kantor polisi.
Di bawah foto Sean tertulis sebuah pesan yang membuat Daniel berubah sikap pada istrinya dengan cepat.
__ADS_1
Satu persatu orang-orang yang kamu sayangi akan mengalami nasib yang mengenaskan, jika kamu bertindak membuatku kesal maka istri yang kamu cintai akan ku kirim ke alam baka secepatnya. Pertama nikmati hadiah manis yang ku berikan....
Daniel menggertakkan keras rahangnya, dia sangat marah saat melihat foto Sean, perhatiannya teralihkan saat melihat beberapa orang tampak sangat heboh. Mata Daniel melihat Arvin yang terburu-buru menghampirinya.
“Dan...” Arvin tampak sangat tegang, Michael dan Aileen juga melihat Arvin. Mereka mendapat alasan untuk bisa pergi dari sana.
“Ada apa?” tanya Daniel dingin. Arvin tidak menjawab pertanyaan segera meraih tangan Daniel dan menarik untuk mengikutinya. Namun langkah Arvin terhalang saat Vivi berdiri di depan mereka.
“ tuan Daniel, anda mau kemana? Bukankah pembicaraan bisnis kita belum selesai” Vivi tampak menghalangi mereka. Dari sejak pertama kali dia melihat Daniel, sudah ada perasaan berbeda di hatinya. Dia sudah jatuh hati pada Daniel yang sangat tampan dan menggoda.
“maaf nona Vivi, ini keadaan darurat” Arvin akan melangkah pergi lagi namun langkahnya terhenti saat Daniel dia menatapnya heran. Vivi tampak merasa menang karena Daniel terlihat tidak ingin meninggalkan lokasi pesta.
“Ada apa? Jika sesuatu hal yang tidak penting, lebih baik kamu pergi saja. Masih ada hal yang harus aku bicarakan dengan nona Vivi” Daniel bersikap dingin membuat Arvin semakin kesal, dia pun menatap Daniel dengan tajam.
“oooo, gua sama sekali tidak menyangka jika lu lebih mementingkan pekerjaan dan kerja sama lu dengan cewek ini. Dari awal gua melihat cewek ini dekat dengan lu sifat lu juga berubah dan tidak menganggap penting bini lu yang udah sekarat saat ini” Arvin kesal akan melangkah pergi. Mendengar Arinda yang sekarat membuat kening Daniel berkerut lalu mencegah Arvin untuk pergi.
“vin, ada apa dengan Arin?” Daniel menatap tajam pada Arvin.
“Arvin” Daniel sudah tidak bisa bersabar menatap tajam pada Daniel.
“gua kagak tau pasti, yang jelas saat ini jika lu masih punya hati sama anak dan bini lu. Ikut gua sekarang” Arvin mengajak Daniel segera. mereka melangkahkan kaki menuju keluar ruang pesta
“tuan Daniel, tuan Daniel” panggilan Vivi sama sekali tidak di gubris Daniel. Di dalam benaknya kini dia ingin bertemu dengan Arinda secepatnya.
Daniel dan Arvin keluar dari ruang pesta lalu menghampiri Ansel yang berdiri di depan pintu hotel menunggu mobil yang sedang di ambil petugas valet.
Aileen dan Michael segera mengikuti Daniel juga Arvin, mereka terkejut saat mendengar cerita Arvin. Terbesit rasa sesal di dalam diri mereka yang membawa sedikit body guard karena tahu jika tuan Rendra akan meningkatkan pengamanan untuk mereka.
Namun siapa sangka, pengamanan tuan Rendra dan pihak hotel telah di tembus oleh penjahat suruhan Marcus yang menyamar sebagai staff dan body guard sewaan. Dengan tipu muslihat Marcus, Rendra tidak menyadari dengan maksud dan tujuan Marcus terhadap keluarga Arsenio.
Berulang-ulang kali Ansel mencoba menghubungi Sean namun tidak terhubung sama sekali, sebelumnya dia sudah menanyakan pada petugas medis ke mana Arinda dan Davira akan di bawa. Daniel menghampiri Ansel dengan raut wajah mencekam,
__ADS_1
“apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Daniel menatap tajam mata Ansel.
Arvin meminta petugas valet yang lain untuk mengambil mobil miliknya, mobil mercedes milik Daniel terparkir di pelataran ADR hotel.
“saya akan menjelaskannya dalam perjalanan, sebaiknya sekarang kita ke Arsen medical tuan muda” Ansel membuka pintu mobil untuk Daniel.
Aileen dan Michael menyuruh Daniel untuk lebih dahulu ke rumah sakit,, mereka dan Arvin akan menyusul kemudian. Daniel bergegas naik ke dalam mobil begitupun Ansel, dia lalu menyuruh Sakti untuk melajukan mobil secepatnya ke Arsen Medical.
Dalam perjalanan menuju rumah Sakit, Ansel menjelaskan apa yang terjadi pada Arinda. Daniel merasa sangat marah, tatapannya sangat tajam. Ansel dan Sakti dapat merasakan aura dingin dan mencekam dari Daniel,
Aku merasa tuan muda sikapnya sangat aneh malam ini, saat di pesta tadi aku dapat melihat jelas tuan muda bersikap sangat dingin pada nona Arinda. Sekarang dia terlihat sangat khawatir dan marah mendengar apa yang terjadi pada nona Arinda. Pasti ada yang tidak beres dengan tuan muda guman Ansel menatap Daniel melalui kaca spion.
Kembali ponsel Daniel bergetar dengan pesan yang baru saja masuk,
Bagaimana dengan kejutan manisnya tuan Daniel? Tentunya anda sangat marah kali ini, ini peringatan dari kami. Jangan bertindak macam-macam, anak anda hanyalah pembuka saja.... selanjutnya istri anda yang cantik menyusul anak anda ke alam baka
Kembali Daniel mendapat ancaman dengan alamat ip Address yang berbeda, kilatan kemarahan tampak jelas di mata Daniel. Hal itu tidak luput dari perhatian Ansel, secara diam-diam dia meminta bantuan Yuda untuk menyadap ponsel Daniel.
*************
secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ all...