Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 250


__ADS_3

Ibu mana yang tidak akan marah jika bayi yang di kandungnya telah di hina dan di katai, Arinda yang cantik dan polos bisa menjadi seperti perempuan amazon jika sudah di singgung.


Waduuuh, si Arin bisa galak juga. Ternyata benar kata orang jangan pernah melawan kucing tidur, kalo udah bangun bisa kayak singa yang bisa telan lu bulat-bulat guman Arvin dalam hati. Para perempuan itu berbodong-bondong hendak melabrak Arinda.


“dasar pela**r halu, berani ya lu ngatai kita-kita”


“lebih bagusan kita berghibah, dari pada pela**r halu yang make hijab hamil anak ha**m”


Plaaaak....


Sebuah tamparan cukup keras di layangkan oleh Arinda yang sudah merasa sangat marah saat bayi yang ada dalam kandungannya di hina dengan begitu kejam. Para perempuan itu tidak terima dan hendak membalas perbuatan Arinda yang langsung di lindungi oleh Arvin. Di tengah pertengkaran itu, beberapa orang mulai terlihat mengerumuni dan menonton pertengkaran yang di mulai dari para tetangga Arinda.


Arvin terus berusaha memblokade para perempuan yang mencoba menyakiti Arinda. Dia bisa saja melumpuhkan mereka masing-masing, namun Arvin adalah pria gentleman yang tidak pernah memukul wanita terkecuali musuh-musuhnya dan Daniel.


Para tetangga perempuan mulai beringas dan ingin menjambak Arinda yang berdiri sedikit jauh dari Arvin. Dapat terlihat jelas raut wajah penuh amarah dari Arinda, matanya berkaca-kaca sedih mendengar hinaan dari tetangga yang menghinanya. Beberapa mobil mewah tampak berhenti di depan jalan rumah Arinda dan Aisyah, membuat orang-orang semula berkumpul di sana menatap heran. Aisyah, Daniel dan Ansel juga beberapa body guard turun dari mobil mewah itu. Arinda termenung melihat Aisyah datang bersama dengan Daniel yang berjalan dengan cepat saat melihat Arinda berdiri di depan pintu rumahnya.


“Daniel!!!!” ujar Arvin melihat Daniel menghampiri mereka. Para tetangga perempuan yang akan menyerang Arinda berhenti, lalu membalikkan tubuh mereka. Mata mereka nyaris keluar melihat Daniel Arsenio yang selalu muncul di televisi kini berada tepat di depan mereka. Mata Arinda menatap pada Daniel yang menatap balik dirinya,


“Ariin” panggil Daniel, membuat Arinda melangkah mundur sambil memegangi perutnya. Daniel sudah memikirkan apa pun lagi, matanya hanya tertuju pada satu Arah yakni Arinda. Dia langsung menghalau orang-orang yang menghalangi jalannya hingga dia kini tepat berdiri di depan Arinda.


Arvin segera menyingkir lalu menghampiri Aisyah mengajaknya untuk berbicara. Namun Aisyah lebih memilih diam di tempatnya, melihat situasi jika nanti terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Arinda melangkah mundur, punggungnya kini sudah tertempel ke pintu dengan kedua tangan memegangi perutnya. Daniel segera memeluk Arinda, menciumi kening dan pucuk kepalanya yang tertutup dengan hijab. Hatinya begitu bahagia saat melihat istri yang sangat di rindukannya, Arinda sama sekali tidak membalas pelukan Daniel. Dia hanya diam tidak berkata apa pun, matanya meneteskan buliran bening air mata di kedua mata indah itu.


Semua orang terkejut saat melihat Daniel memeluk Arinda tepat di depan mata mereka. Mereka sama sekali tidak menyangka jika perempuan yang selama ini menjadi bahan gosip dan hujatan mereka adalah istri Daniel Arsenio. Para perempuan itu tampak pucat pasi saat teringat dengan apa yang di katakan Arinda adalah benar.


“sayang... aku sangat merindukanmu” ujar Daniel perlahan-lahan melepaskan pelukan dan mengecup mesra kening Arinda. Matanya menatap perut Arinda yang sudah membesar, dia begitu bahagia hingga tidak menghiraukan orang di sekeliling mereka. Ansel terkejut melihat Arvin berada di rumah Arinda,

__ADS_1


“Arvin, kenapa kamu bisa di sini juga?” tanya Ansel heran melihat Arvin. Daniel baru menyadari jika Arvin juga berada di rumah Arinda.


“kamu di sini? Kenapa?” tanya Daniel menatap tajam Arvin, dia merasa sangat kecolongan. Seharusnya dialah yang menemukan Arinda lebih dulu,


“nyantai bro, biar gua jelasin dulu. Kenapa gua bisa ada di sini, karena gua nyari ini cewek” ujar Arvin sambil menunjuk Aisyah yang berada di sampingnya. Arinda menatap bingung pada Arvin begitu juga lainnya, Aisyah menatap ke arah Arvin dengan tatapan membunuh.


“trus kenapa di sini sangat ramai. Mereka siapa?” tanya Ansel melihat beberapa perempuan dengan wajah ketakutan.


“oooo mereka.... para cewek-cewek ini tadi....” Arvin segera menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada Daniel, Ansel juga Aisyah. Dia juga menceritakan bagaimana marahnya Arinda dan menampar salah satu dari mereka yang berani menghujat calon anak Daniel dan Arinda.


Mata elang Daniel menatap tajam ke arah para perempuan yang berani menghujat Arinda dan calon bayi mereka.


“sayang, kamu masuk dulu. Nona Aisyah aku minta bantuan mu” Daniel melepaskan jasnya memakaikan pada Arinda yang terlihat kedinginan, lalu meminta Aisyah untuk membawa Arinda masuk ke rumah.


Aisyah mengajak Arinda masuk lalu duduk di ruang tamu sambil menunggu para pria menyelesaikan para perempuan yang membuat onar.


“mbak.... maafin Aisyah. Bukan maksud Aisyah untuk mencampuri urusan mbak dengan suami mbak, niat Aisyah semata-mata hanya membantu mbak saja” ujar Aisyah penuh rasa bersalah.


“bukan itu Syah, ini soal Arvin. Sebelum para emak-emak itu nyerang ke rumah, Arvin sempat mengatakan jika dia yang bertanggung jawab dengan apa yang sudah dia lakukan padamu. Jadi Arvin kah pria itu?” tanya Arinda, Aisyah termenung karena menyangka jika Arinda akan marah padanya perihal membawa Daniel menemuinya.


Sebelum pertengkaran Arinda dan para tetangga yang iri juga syirik, Arvin menceritakan maksud tujuan kedatangannya. Dia juga menjelaskan kesalahpahaman antara Arinda dan Daniel akibat pembicaraannya.


“Jadi mbak nggak marah karena Aisyah bawa tuan Daniel kemari?” tanya Aisyah menatap Arinda dengan wajah sendu. Tangan Arinda membelai lembut wajah Aisyah, menatapnya dengan tersenyum hangat.


“mbak malah berterima kasih padamu, Syah. Cepat atau lambat, mbak akan bertemu dengan Daniel sudah saatnya mbak jujur pada diri sendiri” ujar Arinda memaksakan tersenyum pada Aisyah.


“mbak... Aisyah minta maaf karena udah ikut campur dengan masalah mbak, Aisyah hanya ingin mbak dan calon de bay bahagia” ujar Aisyah duduk di samping Arinda, menggenggam kedua tangan Arinda.

__ADS_1


Sementara itu, Daniel, Ansel dan Arvin masih berdiri di depan menghadapi beberapa perempuan yang sudah menghujat istrinya. Tatapan tajam dan mengintimidasi membuat para perempuan itu ketakutan.


“Sel, panggil tim pengacara kita, untuk menuntut para perempuan ini dengan tuntutan pencemaran nama baik dan perilaku yang tidak menyenangkan. Aku mau mereka sudah berada di balik jeruji saat ini juga” ujar Daniel membalikkan tubuhnya untuk masuk ke dalam rumah Arinda.


“ baik tuan Muda” Ansel segera meraih ponselnya, menghubungi tim pengacara keluarga Arsenio. Para perempuan itu segera berlutut memohon untuk tidak di laporkan dan di penjara, mereka seketika itu menangis dan ketakutan hebat.


“jangan tuan muda... maafkan kami.... maafkan kami.... anak kami masih sangat kecil” ujar salah satu perempuan itu.


“ dasar buaya betina, tadi saja kalian menghujat dan menghina Arinda tanpa ingat orang sedang hamil. Giliran sekarang akan di tuntut baru ingat punya anak kecil di rumah” sindir Arvin memilih duduk di kursi teras rumah Arinda.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...

__ADS_1


__ADS_2