Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 134


__ADS_3

Ya Allah Arinda, lu udah bikin masalah besar. Apa yang di pikirkan nona Tasya tentang gue sekarang Arinda tampak sangat panik dan khawatir jika Tasya akan salah paham dengannya.


Tunggu bentar, tadi waktu meeting nona Tasya terlihat biasa aja. Ato jangan-jangan dia sengaja tidak membicarakannya karena tidak ingin bertengkar dengan tuan Daniel. Aku hrus minta maaf pada nona Tasya dan menjelaskan kalo yang terjadi kemaren itu salah paham. Arinda menutupi wajahnya kembali karena malu yang teramat.


Cantika dan Maya diam-diam tersenyum melihat tingkah Arinda,


“kayaknya lu bakalan jadi selebritis deh Rin” Maya kembali membuka ponselnya dan memperlihatkan video memalukan Arinda menjadi trending topik di medsos.


“Astagfirullah, ini beneran May?” Arinda terkejut melihat video itu menjadi nomor satu dan banyak di tonton.


“ya iyalah Rin, lu nggak liat tuh jumlah viewersnya” Maya memperlihatkan jumlah viewers yang melebihi dari jumlah viewers k-pop idola BTS.


“jika ini udah jadi trending, jangan bilang kalo...” Cantika banngkit dari tempat duduknya, setengah berlari dia turun ke lobi. Di ikuti Arinda dan Maya di belakangnya, benar saja yang di pikirkan Cantika.


Kini di depan pelataran kantor Pearl Stars sudah berkumpul awak media seperti serangga yang mengerumuni makanan manis. Mata Arinda terbelalak sempurna melihat puluhan awak media berrkumpul di depannya, beberapa orang sempat melihat Arinda segera mengejarnya.


“eh itu cewek yang ada di video itu,” tunjuk salah satu wartawan melihat Arinda. Sorotan kamera, dan blits kamera langsung menghujani Arinda yang berdiri terpaku,


“pak usep, hadang mereka. Jangan biarkan ada satupun wartawan yang meliput ke dalam” perintah Cantika pada bebepa satpam untuk berjaga di luar lobi, dia langsung menarik tangan Arinda untuk kembali ke ruang kerjanya.


“Aduuuh, jantung akika jadi olah raga liat wartawan berjubel datangnya udah kayak tersangka narkoba aja kita di buru-buru ama wartawan” Maya tampak syok dengan kedatangan wartawan yang sangat banyak. Arinda tampak kebingungan dan hanya melongo diam di tempat duduknya.


“Rin, kamu nggak apa-apa kan?” Cantika menatap Arinda yang terlihat panik ketakutan.


“mbak, Arin takut. Nih baru wartawan yang datang, belum para fansnya tuan muda Daniel alamat nggak bisa keluar idup-idup Arin dari sini mbak” Arinda bergidik ngeri dengan tatapan membunuh para fans fanatik Daniel.


“kamu tenang aja Rin, mbak akan telepon Ansel sekarang” Cantika segera menghubungi Ansel.


Ansel dan Daniel dalam perjalanan menuju proyek baru mereka, terdengar deringan ponsel milik Ansel yang segera di jawabnya ,


“assalamualaikum sel” sapa Cantika membuat Ansel kembali menatap layar ponselnya yang tertulis nama perempuan pemilik hatinya,


“waalaikum salam Tika, ada apa?”

__ADS_1


“kamu sedang ada di mana sekarang? Aku mendengar suara mobil”


“aku memang ada di dalam mobil bersama tuan muda. Kami sedang menuju ke tempat proyek, ada apa Tika”


“berarti kamu belum tahu tentang berita Arinda dan Tuan Daniel”


“ Berita tentang tuan muda?” Ansel mengerutkan keningnya menatap ke arah belakang di mana Daniel menatap ke arahnya juga.


“aku akan mengirimkan videonya pada mu” Cantika langsung mengirimkan video yang menjadi trending saat ini, saat Ansel melihat video yang di ceritakan Cantika ponsel daniel berdering. Pada layar ponselnya tertulis nama Arvin,


“ada apa?” tanya Daniel to the point.


“gua yakin lu belum liat berita hari ni ya kan?”


“langsung saja jangan bertele-tele”


“nyantai dong bro, gua Cuma mau ngasih tau kalo video lu dan Arinda viral di medsos sekarang dan jumlah viewersnya mengalahkan video k-pop yang di gandrungi saat ini. Lu liat aja” Arvin mengirim video itu pada Daniel.


“Sakti, putar balik. Kita. Ke Pearl Stars sekarang” perintah Daniel, dia sangat khawatir pada Arinda. Sakti langsung memutar kemudinya kembali menuju ke arah Pearl Stars, mobil para Bodyguard di belakang pun mengikutinya.


“aku yakin saat ini Arin pasti sangat ketakutan, seharusnya kini aku ada di sampingnya sekarang” daniel tampak sangat khawatir dengan kondisi Arinda


“eh pe’a ngapain lu balik lagi ke Pearl Stars? Lu mau rencana itu gagal?” Arvin mengingatkan Daniel pada rencananya.


“sakti berhenti” mobilyang di naiki Daniel berhenti. Hampir saja dia menghancurka rencana yang telah merka rancang,


“lu tenang aja, video itu udah di tangani Yuda. Semua pemberitaan tentang lu udah gua block jadi sebentar lagi Arinda aman, gue juga udah nyuruh orang buat jaga dia” jelas Arvin


“bagus, perketat penjagaan di sekitar dia. Aku tidak ingin wanita laknut itu sampai tahu tentang Arinda” perintah Daniel.


“beres itu. Lu tenang aja, semua udah gua beresi”


“dan satu lagi lu yang pe’a” Daniel langsung memutuskan sambungan teleponnya dengan kesal. Ingin rasanya di menggeplak kepala Arvin sekarang juga, namun tidak bisa. Dia lalu memerintahkan Sakti untuk kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke proyek yang sedang mereka kerjakan.

__ADS_1


Beberapa hari setelah kejadian video viral itu, Arinda menjalani pekerjaannya dengan tenang. Kekhawatirannya dengan kejaran wartawan dan fans fanatik Daniel tidak terjadi karena sudah di antisipasi oleh anak buah Arvin. Arinda menjalankan pekerjaannya dengan sepenuh hati, hal ini sengaja dia lakukan untuk menebus rasa bersalahnya pada Tasya atas apa yang terjadi di M J Restoran.


tujuh hari sebelum hari H, Arinda tampak sedang membantu anggota teamnya mendekor taman yang akan di jadikan lokasi tempat Akad nikah di adakan. Walaupun merasa ada rasa sedih di hatinya, namun Arinda harus kuat menjalani keputusan yang sudah di buatnya. Saat sedang merapikan kursi-kursi di taman, tiba-tiba mata indahnya ada yang menutup dari belakang.


“siapa?” Arinda terkejut dan memegang tangan yang menutup matanya.


“coba tebak siapa?” kata seorang pria yang ada di belakang Arinda tidak lain adalah Aldo.


“Aldo?!” tebak Arinda yagn langsung membuka tangan Aldo dari matanya.


“dari semenjak kuliah lu selalu berhasil nebak ini gue. Kapan sih lu bisa salahnya?” Aldo sedikit kesal karena Arinda menebak dia dengan benar.


“ye...siapa suruh lu pake parfum itu-itu mulu, ya jadi hafal deh gue kalo lu yang di belakang gue” Arinda tersenyum senang pada Aldo.


“lu tau dari mana gue ada di sini?” tanya Arinda lagi pada Aldo.


“tadi gua mampir ke kantor lu, trus ketemu Maya yang katanya juga mau ke sini. Jadi gue bareng maya ke sini “ jelas Aldo.


“trus Mayanya mana?” tanya Arinda yang tidak melihat Maya sedari tadi, dia duduk di kursi yang tersedia.


“tadi katanya mo ke toilet dulu”Aldo duduk di samping Arinda, Tanpa di sadari mereka sepasang mata elang menatap tajam ke arah mereka. Kilatan api cemburu terlihat jelas pada sepasang mata tajam itu.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2