Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 209


__ADS_3

“lah, malah diem. Udah Se, lebih baik lu jujur aja. Apa lu emang suka ama Davira? Biar tu dua bersaudara bisa gebukin lu dan kita-kita bisa makamin lu secepatnya” canda Arvin memukul telak Sean yang terdiam membisu.


Dasar teman kagak ada akhlak, bukannya bantuin malah ngomporin duo iblis. Liat aja saat lu pada sakit bakalan gua suntik formalin Sean menatap tajam Arvin dan Ansel cengengesan di kursi yang tersedia.


Di saat bersamaan Davira dan yang lainnya sudah ada di lantai teratas, Davira ingin menghampiri Sean yang sedang di adili oleh kedua kakaknya.


“tunggu, lebih baik kita lihat dulu” Michael mencegah Davira.


“tapi dad...” Davira semakin cemas,


“tenang saja, Sean akan baik-baik saja” Michael meminta Arinda dan yang lainnya untuk bersembunyi membiarkan para pria itu bertindak.


“sekali lagi gue tanya Sean, bagaimana perasaan lu ama Davira?” bentak Darren yang sudah tidak sabaran.


“ kalo kamu tidak serius dengan Davira dan hanya mempermainkannya dengan memberi dia harapan palsu, lebih baik kamu jauhi dia. Jangan pernah kamu muncul di hadapan Davira juga kami” Daniel menatap dingin Sean yang terkejut mendengar ucapan Daniel.


“sorry Dan, tapi aku tidak bisa menerima tuduhan mu itu. Perasaanku terhadap Davira benar-benar tulus, aku ingin meminang Davira sesegera mungkin” Sean dengan mantap menyatakan keinginannya. Davira termenung mendengar perasaan Sean sesungguhnya, dia tidak pernah menyangka jika perasaannya juga sama.


Arvin dan Ansel hanya tersenyum mendengar pengakuan yang tidak terduga dari sahabatnya.


“jadi kamu benar ingin meminang Davira?” Darren menatap lekat Sean, terlihat dari matanya ketetapan dan keseriusannya pada Davira.


“ya... tapi...” Sean terlihat ragu-ragu.


“tapi?!!” Daniel berdiri tepat di hadapan Sean berjaga-jaga dengan kondisi apa pun, dia tidak akan melepaskan Sean begitu saja jika menyakiti adiknya.


“tapi, gua masih bisa bersabar menunggu Davira untuk mewujudkan impiannya” Sean melihat ke arah Davira bersembunyi, dia tahu jika Davira ada di sana. dia juga tahu jika Davira belum ingin buru-buru menikah.


Saat bekerja di Arsen Medical, sempat beberapa perawat menggoda Davira dengan berandai-andai menikah muda. Namun, Davira mengatakan dirinya yang ingin mewujudkan mimpinya mempunyai klinik sendiri. Tanpa sengaja hal itu terdengar oleh Sean yang kebetulan lewat di samping Davira, diam-diam dia tersenyum mendengar impian dari perempuan yang sudah mencuri hatinya.


“Dad, sepertinya mereka sudah tahu kita bersembunyi di sini” bisik Arinda tersenyum manis pada Davira. Dia tahu jika saat ini Davira sangat bahagia dengan pernyataan cinta Sean padanya.


“cieeee... sepertinya ada yang berbunga-bunga nih” sindir Maya menatap Davira, wajahnya merona merah.


“iiiisss kak Maya” bisik Davira malu-malu meong. Daniel menatap ke arah di mana Sean melihat, dia merasakan jika belahan hatinya juga ada di tempat di mana Sean menatap.

__ADS_1


“ mau sampai kamu bersembunyi di sana, Davira, Arin, Daddy” sindir Daniel yang berdiri membelakangi mereka.


“om Michael, apa tuan muda Daniel punya mata di belakang kepalanya. Bagaimana dia bisa tahu kalo kita sembunyi di sini?” Tanya Cantika.


“ aduuuh Tika, ya jelas lah my idol tahu kalo kita sembunyi di sindang. Secara belahan jiwanya ada ama kita” Maya menatap ke arah Arinda yang hanya cengengesan.


Michael cs pun keluar dari persembunyian, Ansel segera berdiri dari tempat duduknya menghampiri Cantika menarik pinggangnya untuk berdiri di sampingnya. Maya dan Arinda lebih memilih berdiri di samping Cantika.


“baru beberapa hari saja tidak bertemu, membuat aku rindu dengan mu” bisik Ansel pada Cantika yang di balas dengan senyuman manis darinya.


Davira memegang lengan Michael menghampiri Daniel, Darren dan Sean. Aura mencekam kembali terasa, mereka semua terlihat sangat serius Arvin memilih untuk ikut berdiri di samping Ansel.


Arinda terlihat khawatir dan mencemaskan Davira juga Sean,


“tenang saja Rin, mereka kagak bakalan nyelakain Sean. Palingan akan di beri sedikit hadiah” Ansel santai mengeluarkan ponsel mengirim pesan pada seseorang.


“tapi sepertinya Dan...” Arinda tidak meneruskan perkataannya, menatap Daniel terlihat bersikap dingin.


“tenang saja nona, Tuan muda tahu apa yang harus di lakukan. Tuan muda tahu bagaimana masing-masing kami, semuanya pasti akan baik-baik saja” jelas Ansel menenangkan Arinda.


“Davira, bagaimana perasaanmu pada Sean?” tanya Michael pada Davira.


“om Michael” Sean menatap Michael, saat ini dia harus mengambil sikap. Michael, Darren dan Daniel menatap Sean,


“maaf, seharusnya aku meminta tangan Davira dengan cara yang tepat. Aku tahu jika om dan keluarga mencari pria yang terbaik untuk Davira dan aku bukan termasuk dari kandidat pria yang cocok untuk meminangnya. Tapi, aku akan berusaha untuk menjadi imam yang baik dan akan menuntun Davira kelaknya. Aku mohon beri kami restu” Sean membungkukkan sedikit tubuhnya, memberi penghormatan bagi Michael.


Davira sangat terharu dengan ketulusan Sean, dia tersenyum bahagia menatap pria pilihannya yang sudah dia tempatkan di hatinya. Arinda menatap haru melihat kebahagiaan adik iparnya,


“om memberi restu pada kalian berdua. Secepatnya om akan mengatur pertemuan dengan keluargamu untuk membicarakan pernikahan kalian” Michael tersenyum senang. Davira terlihat kurang setuju dengan rencana Michael, hal itu di sadari oleh Sean,


“om, untuk pernikahan masih bisa menunggu. Aku ingin Davira mewujudkan impiannya dan mendukung di setiap mimpinya” Sean menatap penuh cinta pada Davira.


“jadi kalian tidak ingin menikah, apa kamu ingin mempermainkan adikku?” Daniel menatap dingin Sean, tangannya terkepal kuat.


“ bukan begitu maksud kak Sean, Kak Dan. Vira yang ingin menunda pernikahan dulu karena Vira ingin mewujudkan impian dan mimpi Vira sejak kecil yaitu membuka klinik sendiri” jelas Davira.

__ADS_1


"kalo begitu kakak akan membuat klinik untuk mu" kata Darren.


"nggak mau, vira mau membangun klinik sendiri dengan usaha vira sendiri. kak sean saja bisa mendukung mimpi Vira, kenapa kedua kakak Vira nggak bisa mengerti dengan kemauan Vira" Davira memukul telak kedua kakaknya.


“baiklah begini saja, jika kalian ingin menunda pernikahan tidak apa-apa, kalian bisa bertunangan terlebih dahulu” Michael memberi solusi.


“jika itu yang kamu inginkan dan dialah pria kamu pilih untuk menjadi imammu, kak Darren memberi restu dan mendukungmu” Darren memberi restu pada Davira yang langsung memeluknya dengan bahagia.


Daniel masih diam dan bersikap dingin, dia menatap Sean dengan lekat dan menghampirinya.


“Jika kamu berani menyakiti dan membuat Davira sedih atau menangis kamu akan merasakan apa akibatnya. Tapi sebelumnya...” Daniel dengan cepat melayangkan sebuah pukulan cukup kuat mengenai pipi kanan Sean.


Buuug...


Semua yang ada di sana terkejut melihat apa yang Daniel lakukan, Sean jatuh terduduk memegangi pipinya yang kemerahan akibat pukulan Daniel.


“kak Daaan” pekik Davira yang langsung menghampiri Sean dengan perasaan cemas.


“itu peringatan dariku jika kamu berani menyakiti Davira” Daniel memperingati Sean yang termangu melihat Daniel.


“kak Sean, kamu nggak apa-apa kan?” Davira membelai lembut wajah Sean di sertai dengan perhatian membuat kedua pria kakak beradik itu semakin kesal.


Sean bergidik ngeri saat melihat dua bayangan hitam bertanduk dengan kilatan mata merah di belakang Davira. Michael hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua putranya.


*************


secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2