Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 63


__ADS_3

Ansel, Sean dan Arvin setuju dengan rencana yang di utarakan Daniel, meski resiko Davira tertangkap mereka sudah memiliki rencana cadangan. Ansel segera melaksanakan perintah Daniel merekrut bodyguard bayangan untuk mengawal davira.


***


Sehari sebelum pesta ulang tahun perusahaan Arebeon corp. dan pertunangan Darren dan Amanda, Arinda kembali memeriksa semua persiapan pesta.


Dia juga meminta anggota teamnya untuk memeriksa banner besar yang di gantung di luar dan lantai teratas gedung hotel JK international.


Saat tengah memeriksa semua persiapan, Arinda melihat begitu banyak pria berjas hitam dan anggota kepolisian yang menyisir seluruh area hotel JK International.


Pengamanan nya ketat banget guman Arinda memperhatikan para pria berjas mengatur posisi dan memeriksa setiap tamu.


Arinda berjalan tanpa melihat di depannya, hingga....


Bruk...


Tubuh Arinda menabrak seseorang di depannya hingga dia hampir terjatuh. Dengan sigap tangan orang itu meraih pinggang Arinda yang langsing.


“Aaawww... Ma ma maaf saya ti...” ucapan Arinda terhenti saat melihat orang yang di tabrak dan meraih pinggangnya.


Aduuh kenapa ketemu sama si cowok rese ini lagi... Guman Arinda berusaha melepaskan tangan Daniel.


Ya... Orang yang di tabrak Arinda adalah Daniel Arsenio yang datang untuk memeriksa pengamanan yang di kerahkannya.


Arinda langsung berdiri dengan sikap sempurna. Dia sedikit membungkukkan badannya dan segera berlalu pergi dari hadapan Daniel.


“Jika nona Arinda menuduh ku mempermainkan dan membalas dendam pada nona atas tindakanku. Lalu sikap nona yang sengaja menabrakkan diri padaku apakah bisa aku kategorikan nona ingin membalas dendam padaku?” Kata Daniel melangkakan kakinya berlalu pergi meninggalkan Arinda sendirian.


Arinda diam di tempatnya berdiri, dia merasa sangat kesal saat mendengar ucapan Daniel.


Keseeeeel gue... Siapa juga yang sengaja menabrak dia. Dasar cowok rese guman Arinda menatap kesal ke arah Daniel berlalu.


Senyum terkembang di wajah Daniel yang sempat galau beberapa hari sebelumnya. Dia sangat senang melihat Arinda tampak kesal dan marah padanya.


Ansel dan beberapa bodyguard saling bertatapan saat melihat ekspresi Daniel dengan senyum senang.


Sepertinya Tuan muda senang bertemu dengan nona tadi guman Ansel dan Body guard Daniel.


“ Hehem, Ansel apa semuanya sudah melaksanakan tugasnya?” daniel kembali ke ekspresi dingin dan datar.


“Sudah tuan muda, kita juga sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian dan juga ada beberapa body guard bayangan. Jika ada yang mencurigakan mereka akan segera bertindak” jelas Ansel.


“Bagaimana dengan undangan? Apakah semuanya client kita menerima undangan?” tanya Daniel melihat semua persiapan dan keamanan di hotel milik keluarganya.


“Sudah tuan, kemarin 3 hari sebelumnya kami sudah mengirim undangan pesta pada klien dan tamu penting lainnya” kata Ansel.


“Bagus, periksa semua dengan baik. Jangan sampai ada kesalahan” kata Daniel.


“Baik tuan muda” Ansel segera memerintahkan bodyguard untuk menyisiri setiap area memastikan keamanan dan kenyamanan tamu saat pesta besok.

__ADS_1


“Sel, sudah ada info tentang orang yang mengikuti Davira?”


“maaf tuan muda, saat ini kami belum dapat info apa pun. Saat orang-orang mendekati, mobil itu bergegas pergi” jelas Ansel.


“Tetap terus awasi, jangan sampai lengah” perintah Daniel


“baik tuan muda” Ansel sedikit membungkuk dan meninggalkan Daniel untuk memberi tahu pada para pengawal dan pihak kepolisian untuk memperketat penjagaan.


Disisi lain tepatnya di balik sebuah pintu, tampak beberapa pasang mata yang terus mengawasi pergerakan semua orang.


Senyuman menyeringai dan menakutkan terlihat di wajah mereka, menanti kesempatan untuk melaksanakan rencana yang telah mereka susun.


***


Arinda tampak sangat kesal memasuki ruang pesta untuk melihat persiapan terakhir di sana. Maya sedang duduk di kursi menikmati cemilan menatap pada Arinda


“Kenapa si say? Datang datang udah kayak mau makan orang” Asyik menikmati cemilan yang tersedia.


Kilatan mata tajam Arinda menusuk dan merinding membuat Maya tersedak makanan yang sedari tadi di makannya.


“Huuk...hukk...huuk”


Maya terbatuk batuk lalu meraih minuman di dekatnya.


“Makanya kalo makan ya makan aja. Nggak usah pake ngomong, jadi keselak kan”


“hukkk.....ini...huk... gara gara lu juga. Datang ke sini dengan mood jelek”


“kesel ama siapa sih say?”


Daniel masuk ke ruang pesta yang sudah selesai dengan segala persiapannya.Matanya menangkap sosok Arinda sedang berbicara dengan Maya.


Daniel mendekat ke arah mereka dan berdiri di belakang Arinda. Maya yang ingin memberitahu keberadaan Daniel, di cegah oleh Daniel dengan meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya.


“ama orang nggak penting yang hanya mengambil kesempatan” kesal Arinda membuat Daniel kesal.


Maya ingin sekali menutup mulut Arinda yang to the point.


“Jadi aku adalah orang yang nggak penting dan mengambil kesempatan dari nona?” tanya Daniel dengan senyum terpaksa menahan kesalnya, Mata Arinda terbuka sempurna mendengar suara Daniel yang ada di belakangnya.


Mati gue...kenapa ni cowok rese ada di sini? Dia juga dengar apa yang gue bilang tadi guman Arinda dalam hati.


Daniel memberi kode pada Maya dan pekerja yang lain untuk keluar dari ruangan pesta. Setelah semuanya keluar, Arinda masih tidak berani membalikkan badannya.


“Kenapa nona diam saja? Kemana perginya keberanian nona yang tadi?” tanya Daniel.


Arinda membalikkan badannya dan melihat ke arah Daniel.


“Jika tuan tidak terima saya berkata begitu, tuan bisa membalas memaki saya juga bukan” mata Arinda menatap mata Daniel.

__ADS_1


Daniel berjalan maju membuat Arinda melangkah mundur hingga tubuh bagian belakang Arinda terhalang meja. Daniel kembali mengungkung Arinda dengan tangan kekarnya.


“Setelah menuduhku mempermainkan, membalas dendam dan sekarang orang yang tidak penting” daniel menatap mata Arinda mencari sebuah jawaban.


“Mengapa tuan melakukan ini? Apakah ini kesenangan baru tuan, mengambil kesempatan, membalas dendam dengan mempermainkan orang itu?” Arinda tampak kesal


“Jika hal itu bisa membuatmu terus memikirkanku, akan aku lakukan” wajah Daniel begitu dekat dengan Arinda.


Dapat di rasakan oleh Arinda hembusan hangat nafas Daniel, tangan kanan Daniel meraih sedikit rambut panjang Arinda yang tergerai.


Perlahan di ciumnya rambut yang ada di genggamannya, matanya menatap tajam pada Arinda. Wajah Arinda merona, jantung nya berdegub kencang.


Arinda lalu mendorong tubuh Daniel dengan ke dua tangannya menyentuh dada bidang daniel. Dia berdiri di depan Daniel menatap matanya.


“apa sebenarnya yang anda inginkan dari saya tuan?”


Daniel melangkah maju mendekatkan wajahnya ke telinga Arinda dengan membisikkan sesuatu.


“Aku ingin...kamu”


Daniel kembali mundur beberapa langkah, dia melihat ekspresi wajah Arinda yang terkejut dengan apa yang di ucapkannya.


Daniel melihat Ansel datang dan memberi kode, dia tersenyum melihat arinda yang menatapnya dengan bingung. Daniel melangkah pergi meninggalkan Arinda sendiri.


Maya melihat Daniel pergi bersama Ansel segera menghampiri Arinda di ruang pesta.


“Rin....Arin.... Ariiiin”


“Iyaa maya, gue nggak budeg. Nggak usah triak-triak may”


“akika manggil lu dari tadi, malah nggak lu acuhin. kenapa sih? trus tadi tuan Daniel ngomong apaan ama lu say?”


Arinda menatap Maya yang sangat penasaran, lalu dia menatap ke arah Daniel yang melangkah pergi meninggalkan ruangan pesta.


“ Nggak ada” Arinda kembali memeriksa pekerjaannya. Pikirannya tidak fokus dengan apa yang di ucapkan Daniel padanya.


Cantika datang menghampiri Maya dan Arinda di ruang pesta.


“Rin, semuanya sudah beres?” tanya Cantika melihat ruangan pesta terlihat mewah dan indah. Arinda masih larut dalam pikirannya tidak menjawab pertanyaan Cantika.


************


terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2