Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 65


__ADS_3

“Untuk jujur ama perasaan sendiri, nggak apa apa galau bentar. Biar dia tau bagaimana perasaannya sendiri ke Tuan Daniel"


“terserah kamu May” Cantika mengambil minuman di sampingnya. Sebuah tangan juga ikut meraih minuman itu, cantika melihat kearah pemilik tangan itu.


Ansel berdiri di sampingnya dengan tersenyum manis,


“Ansel” cantika melepaskan tangannya dari gelas minuman yang juga di pegang Ansel


“silahkan” Ansel memberikan minuman itu pada Cantika.


“eh nggak usah buat kamu aja. Aku nggak terlalu haus kok” tolak Cantika


“aku ngambil ini memang buat kamu kok” kata Ansel seraya mendekati Cantika dan berbisik di telinganya.


“Kamu sangat cantik malam ini” puji Ansel terpukau dengan penampilan Cantika.


Wajah Cantika bersemu merah mendengar pujian Ansel.


“aduuuuh panas banget, dimana mana ada api asmara. Lupa ama akika yang dari tadi melongo sendirian” sindir Maya membuat Cantika dan Ansel salah tingkah.


“bagi mereka yang kasmaran dunia itu milik mereka. Kita yang jomblo ya pada ngontrak” sindir Arvin dan sean ikut bergabung dengan Cantika, Maya dan Ansel.


Cantika dan Ansel hanya tersenyum saat menjadi bahan celetukan oleh Arvin, Sean dan Maya.


“O ya Arinda mana? Kok dari tadi nggak keliatan batang hidungnya?” tanya Arvin.


“iis, kok nanyain Arinda. Akika kan ada di sini buat nemenin Arvin dan Sean” Maya mengedipkan sebelah matanya pada Sean dan Arvin.


Mereka yang mendapat kedipan mata langsung menggaruk kepala mereka yang tidak gatal.


“May....jangan genit ya. Ntar aku laporin ke Leo” ancan Cantika ke Maya.


“Iiiiss Tika, lu nggak asik. Boleh dong sekali kali akika cuci mata” kata Maya kesal


“kalo mo cuci mata nggak disini may, pake obat mata juga bisa” kata Cantika. Mereka tertawa mendengar celetukan Cantika pada Maya.

__ADS_1


Acara pesta pun di mulai, MC acara mulai membuka acar dengan kata sambutan dari Daniel sebagai CEO, lalu di lanjutkan dengan pemotongan kue. Acara berjalan dengan baik tanpa kendala apa pun, MC acara kemudian mempersilahkan keluarga Arsenio dan Keluarga Handoko untuk naik ke atas panggung.


Michael memberi sambutan dan ucapan terima kasih pada semua tamu


“Baiklah, di hari yang bersejarah ini. Say Michael Arsenio mengucapkan terima kasih pada saudara-saudara sekalian sudah mau menyempatkan hadir di pesta Ulang Tahun Arebeon Corp.


Di hari yang bahagia ini saya ingin mengumumkan putra pertama saya Darren Arsenio akan segera mempersunting kekasihnya Amanda Putri Handoko putri tunggal keluarga Handoko”


Michael mengakhiri sambutannya, lalu memberikan mic pada Darren. Dia berdiri di samping Ailee dan merangkul pinggang istrinya.


Darren mulai berbicara di hadapan semua tamu undangan dengan memegang tangan Amanda. MC acara membantu memegang mic agar suara Darren dapat terdengar oleh semua tamu yang hadir.


“Amanda Berjuta rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata. Dengan beribu cara- kamu selalu membuat ku bahagia. Kamu adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaan, yang benar-benar aku inginkan hanyalah kamu untuk selalu di sini ada untukku. Amanda di hadapan kedua orang tua dan para hadirin (Darren mengambil cincin yang di bawakan oleh Davira adiknya) maukah kamu menjadi pendampingku dalam mengarungi bahtera kehidupan, bersamaku dalam suka maupun duka? Will you marry me?” ungkapan cinta dan lamaran dari Darren sukses membuat luluh semua hati perempuan yang ikut hadir.


Mata Amanda berkaca kaca mendengar ungkapan cinta dan lamaran dari kekasih hatinya Darren. MC lalu membantu memegangi mic untuk Amanda.


“Darren aku memilih mu menjadi imam dalam kehidupanku, menjadi pelengkap dari segala kekuranganku, dihadapan kedua keluarga kita dan semua yang hadir aku menerima lamaranmu” jawaban Amanda di sambut tepuk tangan oleh semua tamu yang hadir.


Kedua keluarga saling memberi selamat pada Darren dan Amanda, selanjutnya para tamu di hibur dengan penampilan artis yang di undang Daniel.


Dasar cowok rese, ternyata dia udah punya cewe. Dia terus gangguin dan ngambil kesempatan dari gue, padahal dia udah punya cewek yang sangat cantik. Kalo bukan klien penting di kerjaan gue, udah gue bikin perkedel tu cowok rese kata Arinda dalam hati kesal dan marah pada Daniel. Dia pergi ke toilet untuk membasuh mukanya dan memperbaiki riasannya.


“Kenapa gue jadi kesal gini? Arinda kamu harus fokus” kata Arinda pada diri sendiri di depan cermin.


Arinda kembali ke ruang pesta mengecek makanan dan minuman. Maya melihat Arinda langsung mendekatinya,


“Say, dari mana aja sih? Ngilang mulu” kata Maya menggandeng tangan Arinda.


“Gue kan lagi kerja may, lu nggak liat kerjaan seabrek gini?” kata Arinda memperlihatkan pekerjaannya.


“Udah istirahat dulu, ingat tu tangan belum sembuh betul” kata Maya mengingatkan Arinda dengan tangannya yang masih sakit.


Arinda menuruti Maya untuk beristirahat sebentar, Cantika dan Ansel ikut bergabung dengan Maya dan Arinda. Begitu juga dengan Arvin dan Sean yang tidak mau ketinggalan.


“akhirnya gue bisa ketemu ama bidadari” kata Arvin melihat Arinda.

__ADS_1


“Bidadari?” Arinda bingung mendengar perkataan Arvin.


“Nggak usah di dengar omongan si somplak ini Rin. Dia lagi korslet jadi ngomongnya ngaco” kata Sean, arinda tersenyum melihat tingkah Arvin yang kesal dengan ucapan Sean.


“O ya, Sean makasih ya atas ponselnya” kata Arinda


“Ponsel?” Sean tampak bingung dengan ucapan Arinda. Ansel dengan cepat memberi kode pada Sean untuk tidak mengatakan apapun.


“ah iya...iya semoga kamu suka dengan ponselnya” kata Sean mengiyakan walau sebenarnya dia tidak tahu menahu tentang ponsel yang di bicarakan Arinda. Ansel menghela nafas lega saat Sean bisa di ajak kerja sama.


“Kapan lu beli pon...” perkataan Arvin terputus saat Ansel menginjak kakinya.


“aaawww, sakit sel. Lu senang banget nginjek kaki gue, lu ada kesal apa sih ama gue?” tanya Arvin menahan rasa sakit di kakinya.


"eh sorry vin, tadi ada kadal lewat dekat kaki lu. Makanya gue injek aja, ternyata tu kadal larinya cepet banget" kata Ansel memberi alasan.


"lu bapak kadalnya. lu kira kagak sakit ni kaki di injakin mulu" keluh Arvin,


Arinda tersenyum begitu manis melihat tingkah Arvin dan Ansel, senyumannya sukses membuat pria di sekitar menjadi terpikat padanya. Tak terkecuali Daniel, saat ini dia sedang berdiri bersama keluarganya menatap Arinda dari kejauhan.


Para tamu mengucapkan selamat pada Michael dan keluarganya.


“Selamat tuan Michael, pesta anda sangat bagus dan sukses. Bisakah anda merekomendasikan EO yang bertanggung jawab atas pesta ini?” Tanya salah satu tamu yang begitu tertarik dengan pesta hasil rancangan Pearl Stars.


“Terima kasih tuan, tapi maaf untuk sementara kami tidak bisa memberi rekomendasi pada anda karean EO ini akan mengatur acara pernikahan kakakku” Kata Daniel menolak merekomendasikan Arinda pada clientnya yang lain. Baginya Arinda hanya miliknya dan tidak boleh ada siapa pun yang mendekatinya.


************


terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2