Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 179


__ADS_3

Semua maid tersenyum senang menatap kemesraan Daniel dan Arinda yang melintas di depan mereka.


Sesampainya di kamar Daniel mengunci pintu, meletakkan Arinda di atas ranjang kingsize miliknya. Kedua tangan Daniel mengungkung tubuh Arinda,


“Dan, kamu mau ngapain?” mata Arinda membulat saat Daniel sudah membuka baju bagian atasnya. Dada bidang serta perut bak roti sobek kini berada di atas Arinda membuat wajahnya memerah.


“aku akan menghukummu sekarang” Daniel langsung melancarkan aksinya bersama dengan king kobra yang menemaninya. Dia menyalurkan amarah dan rasa kesalnya dengan melakukan olah raga malam pada sore itu dengan Arinda, hingga membuat perempuan itu kelelahan.


Walaupun di liputi amarah Daniel melakukannya dengan lembut, sehingga kamar milik Daniel di hiasi suara nyanyian merdu Arinda yang di hukum manis olehnya. Untungnya kamar milik Daniel kedap suara hingga nyanyian merdu milik Arinda hanya terdengar olehnya.


Daniel mengakhiri aksinya saat azan mangrib berkumandang, Arinda terbaring lemas dengan kepalanya bersandar di dada bidang Daniel yang terbuka.


Nafasnya terengah-engah seperti baru menyelesaikan lari sepuluh putaran,


“hah.... hah....hah....” terdengar suara nafas Arinda menggema di kamar Daniel. Dia lalu mencoba duduk melilitkan selimut di tubuhnya yang tidak tertutupi sehelai benang pun.


Wajahnya cemberut saat melihat Daniel yang berbaring di samping dengan wajah penuh kemenangan. Arinda menurunkan kakinya dari ranjang, membelakangi Daniel yang melihat sambil tersenyum nackal.


Daniel mendudukkan tubuhnya lalu memeluk istrinya dari belakang, dia menciumi tengkuk Arinda yang tersekspos memperlihatkan maha karya miliknya yang terukir di tengkuk, leher dan seputaran dada.


“kamu marah?”


Arinda melihat wajah Daniel yang bersandar di bahu kanannya,


“menurutmu” Arinda kesal akan berdiri namun di cegah oleh Daniel, menariknya dalam pelukannya kembali.


“Dan... waktu shalat magrib hanya sebentar” Arinda mengingatkan Daniel akan kewajiban mereka.


“baiklah, ayo kita mandi bersama biar lebih cepat”


“nggak mau... kalo mandi bersama mu tidak akan cepat” Arinda melepaskan pelukan suaminya lalu berlalu menuju kamar mandi.


“sayaaang.... tidak akan lama kok” Daniel membujuk Arinda yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.


Arinda tidak menggubris perkataan Daniel, dia melanjutkan rutinitas dan menunggu suaminya untuk shalat berjamaah. Daniel telah memakai baju koko miliknya bersama sang istri melaksanakan kewajiban mereka bersama.


Setelah selesai makan malam, para keluarga duduk di ruang keluarga saling bercengkerama kecuali Arinda. Oma Ayu merasa heran saat tidak menjumpai cucu menantunya satu lagi,


“Dan, di mana Arin?” tanya Oma Ayu.


“dia sedang menelepon Cantika memberitahu jika besok dia tidak bisa datang, oma” jawab Daniel yang fokus bermain catur dengan Michael.


Darren termenung saat melihat adiknya Daniel dengan santai meminum milkshake strawberry. Dia menatap ke arah Amanda , Davira dan Aileen menunggu jawaban dari mereka,


“sepertinya sebentar lagi baby kita akan mempunyai temannya” bisik Amanda pada Darren yang semakin kebingungan.


“kamu hamil kembar” tanya Darren agak sedikit keras membuat semua di ruang keluarga menatap ke arah mereka berdua.

__ADS_1


“nggak sayang... jangan kenceng-kenceng dong ngomongnya. Liat semuanya pada liatin kita” bisik Amanda kembali pada Darren.


“kamu hamil kembar Manda?” Tanya oma Ayu sempat mendengar ucapan Darren,


“nggak oma... Darren hanya salah dengar” Amanda tertawa canggung.


“sayang maksud kamu apa?” bisik Darren bingung,


“sepertinya Arinda...” Amanda memberi kode dengan mengelus perutnya. Kini Darren mengerti dengan maksud Amanda,


“lalu apa hubungannya dengan Daniel yang minum milkshake?” Darren semakin bingung. Davira yang duduk di samping Amanda dapat mendengar apa yang di bicarakan Amanda dan Darren, dia langsung ikut berkomentar,


“hubungannya ada kak, kemungkinan kak Dan sedang kena sindrom kehamilan simpatik di mana suaminya yang mengidam seperti kak Dan saat ini” bisik Davira menjelaskan pada Darren.


Daniel dan Michael menatap ke arah Davira, Amanda dan Darren yang berbisik-bisik sedari tadi,


“kalian sedang membicarakan apa?” sindir Michael sedang menjalankan bidak caturnya.


“hehehe... nggak bicara apa-apa kok Dad. Kami hanya membahas soal...soal...”Davira menatap Darren dan Amanda meminta bantuan mereka.


“soal seputar kehamilan Manda Dad,” Darren memberi alasan.


“kenapa kamu malah menanyakan hal itu pada Davira yang notabenenya seorang dokter kulit dan kecantikan” Tanya Michael heran.


“iiis Daddy, gini gini Vira juga ngerti soal kehamilan. Teman Vira kan juga ada yang dokter kandungan” protes Davira.


“tini....” panggil Arinda,


“iya nona” Tini sedikit membungkukkan tubuhnya dengan hormat.


“kamu sibuk?”


“tidak nona, apa nona membutuhkan sesuatu?”


“itu....hmmm...itu kamu bisa membuat rujak mangga?” Arinda menatap Tini dengan mata berbinar-binar.


“nona ingin rujak mangga?” Tanya Tini yang langsung di angguki oleh Arinda.


“saya akan membuatkannya untuk anda sekarang” Tini lalu melangkahkan kakinya menuju Dapur, Arinda juga mengikuti Tini dan dudu di depan meja dapur. Beberapa maid tampak sedang beres-beres merapikan dapur.


Bibir Arinda tampak mengulum dan meneguk kasar air liurnya berkali-kali, para maid yang melihatnya tersenyum.


Rujak mangga buatan Tini telah selesai, dia lalu menghidangkannya di depan Arinda. Dia sudah tidak sabar merasakan mangga yang di petiknya sore tadi. Sepotong mangga mendarat di mulutnya, rasa manis gula merah nikmatnya kacang yang di tumbuk serta rasa buah mangga yang segar sangat menggugah selera Arinda.


Matanya terpejam menikmati sensasi rasa makanan yang baginya sangat enak dan nikmat.


“wah... nona Arin seperti orang mengidam saja” celetuk Ishel melihat Arinda makan mangga.

__ADS_1


“hmmm... maksudnya?” Arinda menatap Ishel bingung.


“biasanya hanya perempuan yang sedang mengidam menyukai rujak mangga muda nona” jelas Ishel.


Arinda berpikir sejenak sambil mengambil sepotong demi sepotong rujak mangga di hadapannya.


Tunggu sebentar, rasanya dari dua bulan yang lalu gue belum ada tamu bulanan. Terakhir waktu masih honey moon, nggak seperti biasanya terlambat gini guman Arinda dalam hati, lamunannya menjadi buyar saat mendengar suara mertuanya yakni Aileen.


“Arriiin, sayang kamu di sini?” Aileen menghampiri, Arinda tersenyum manis pada ibu mertuanya.


“kamu lagi makan apa sayang”


“ini my, Arin lagi nyobain rujak mangga buatan Tini, mommy mau coba?” Arinda memperlihatkan rujak yang tinggal beberapa potong lagi.


“wah boleh juga nih” Aileen mencoba sepotong mangga, baru menggigit sedikit rasa asam menyebar di seluruh lidah Aileen. Dia segera meletakkan kembali potongan mangga itu dan mengambil air putih untuk mengurangi rasa asam pada lidahnya.


Arinda menatap bingung ibu mertuanya,


“mommy kenapa? Apa kurang manis ya my?” tanya Arinda dengan wajah tanpa dosa.


“kamu nggak ngerasa kalo ini sangat asam rin?” Aileen menatap Arinda yang masih menikmati rujaknya.


“nggak kok my, rasanya manis dan segar” jawaban Arinda membuat Aileen menegak kasar air liurnya.


Sepertinya keluarga ini akan segera kedatangan tamu lagi Aileen menatap Arinda dengan senyuman penuh arti.


“sayang kamu di sini?” Daniel melihat istrinya sedang duduk di meja Dapur.


Senyuman manis Arinda menyambut Daniel yang menghampirinya.


“kamu sedang makan apa? Kelihatannya enak sekali” Daniel melihat makanan di depan istrinya.


“ kamu mau coba?” Arinda menyodorkan sepotong buah mangga ke mulut Daniel.


Aileen akan mencegah Daniel memakan mangga itu namun terlambat. Daniel terkejut saat menggigit sepotong buah itu, rasa asam langsung menyebar ke seluruh lidah membuatnya dengan cepat membuang ke sink cuci pring di dapur.


************


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2