
“aku akan menyiapkan Air herbalnya dulu, setelah itu kita sholat berjamah, oke!!!” Daniel menoel lembut hidung mancung Arinda dengan jari telunjuknya, langsung di balas Arinda dengan menganggukkan kepalanya.
***
Maid datang menghampiri keluarga Arsenio di ruang keluarga memberi tahu jika makan malam telah tersedia, Amanda meminta para maid untuk menyediakan makanan kesukaan keluarga Arsenio.
Mereka duduk di tempat masing-masing, Aileen mulai menyendoki nasi untuk suaminya. Mendadak saat mencium bau nasi Amanda merasakan mual yang teramat sangat.
Amanda menutup mulutnya segera bangkit dari kursi berlari menuju wastafel dapur. Semua yang ada di ruang makan terkejut dan segera menghampiri Amanda yang memuntahkan apa pun yang masuk ke dalam perutnya.
Hueeeek.... hueeeeek...
Amanda memuntahkan semua apa yang di makan olehnya,
“Sayang kamu kenapa?” Tanya Aileen khawatir dengan keadaan menantunya.
Darren sangat khawatir membantu istrinya dengan memijat punggung,
“nggak tau my, mendadak perut Manda mual dan ingin muntah” Amanda meminum air yang di berikan maid padanya. Aileen semakin khawatir dengan Amanda yang kondisi menantunya,
“kamu sakit sayang?” Aileen memegang kening Amanda namun tidak terasa panas.
“sebaiknya kamu istirahat Manda, oma akan minta Michael menghubungi Sean. Darren antar Manda ke kamar kalian!!” perintah oma Ayu. Darren menganggukkan kepalanya dan membantu Amanda bersama Aileen menuju ke kamar mereka.
Oma Ayu meminta Michael untuk segera menghubungi Sean dan menyuruh datang ke kediaman Arsenio.
Tuuut....tuuut.....
Panggilan Michael segera di jawab oleh Sean yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya.
“assalamualaikum om, ada apa om?” Sean membuka pintu mobilnya.
“Se, kamu ke mansion sekarang” Michael segera mematikan ponselnya tanpa menjelaskan apa pun pada Sean.
“nggak anak nggak bapak, sifat keduanya emang mirip. Nyuruh datang tanpa menjelaskan apa pun dan mematikan telepon seenaknya” gerutu Sean mengendarai mobilnya menuju mansion Arsenio.
Drrrttt.....drrrtttt
Ponsel Sean kembali bergetar, pada layarnya tertulis nama Arvin. Dia lalu menekan tombol di setir kemudi untuk mengangkat telepon,
“halo vin, ada apa?”
“lu di mana?”
“gua sedang menuju ke mansion Arsenio, tadi om Michael telepon gue menyuruh datang”
“sh*t, pelan-pelan woi” Arvin membentak seseorang.
“ngapain lu bentak gua nyinying” Sean balas membentak Arvin.
__ADS_1
“sorry gua bukan ngomong ama lu, tadi lagi ngasih tau anak buah gua. Se, sudah lo balik dari mansion lu datang ke apartemen gua” perintah Arvin seenaknya pada Sean dan langsung mengakhiri telepon darinya.
“brengs*k, teman kagak punya akhlak main matiin telepon. Emang gua kacungnya apa nyuruh-nyuruh gua?!” Sean semakin kesal dengan Arvin.
Tidak berapa lama, mobil Sean memasuki halaman rumah Arsenio. Sean turun dari mobil di sambul langsung oleh kepala maid Ishel.
“selamat malam tuan Sean” hormat Ishel padanya.
“malam, ada apa? Apa oma kambuh lagi?” Sean mengambil tas dokternya, Ishel segera membawakan tas Sean.
“bukan tuan Sean, sebaiknya tuan masuk ke dalam saja. Mari” Ishel mempersilahkan Sean masuk ke Mansion.
Michael dan Oma ayu duduk di ruang keluarga dengan wajah terlihat khawatir. Sean segera menghampiri ruang keluarga,
“om, ada apa? Oma baik-baik saja kan?” Sean menanyakan Michael lalu menatap oma Ayu.
“oma baik-baik saja Sean, oma mau kamu memeriksa Amanda. Ayo ikut oma” Oma ayu bangkit dari kursinya memegang tangan Sean mengajaknya ke kamar Darren. Michael mengikuti mereka dari belakang,
“kenapa dengan Amanda?” Sean menatap Michael.
“tadi saat makan malam, tiba-tiba saja dia muntah-muntah sangat banyak. Badannya pun langsung lemah” jelas Michael
“oma takut jika dia sakit , makanya oma minta Michael hubungi kamu langsung Se” Oma Ayu terlihat sangat khawatir. Mereka bertiga sudah di depan pintu kamar Darren yang terbuka. Darren duduk di samping kepala istrinya yang beralaskan bantal.
Aileen yang duduk di samping kaki Amanda melihat kedatangan Sean lalu menyuruhnya masuk ke kamar Darren.
“Sean” panggil Aileen terlihat cemas. Sean segera masuk ke kamar Darren dan mendekati Amanda yang terbaring lemah di ranjang. Darren menggenggam tangan istrinya, wajahnya di liputi rasa cemas dan khawatir.
“apakah di bagian ini sakit?” Sean menanyakan tempat-tempat pada perut Amanda yang terasa sakit. Namun Sean hanya mendapat jawaban gelengan kepala dari Amanda.
“apa akhir-akhir ini kak Manda sering merasa mual dan ingin muntah seperti sekarang?” Sean mulai curiga dengan kondisi Amanda.
“hmmm, akhir-akhir ini aku memang sering mual. Tapi untuk muntah baru saat tadi saja” jelas Amanda
“perut kakak pada bagian bawah apakah terasa nyeri?” Sean kembali bertanya membuat Darren semakin khawatir.
“iya” kata Amanda.
“sebenarnya istri gua sakit apa Se?” tanya Darren khawatir.
“sabar kak Darren, gua lagi mastiin sesuatu dulu sebelum mengambil tindakan” ujar Sean menenangkan Darren.
“tenang saja Darren, biarkan Sean bekerja” Aileen menenangkan putranya.
“kak Manda kapan haid terakhir kakak?” tanya Sean lagi pada Amanda yang berusaha mengingat jika sudah hampir tiga bulan dirinya belum haid sama sekali.
“sudah tiga bulan ini, aku belum dapat haid. Memangnya kenapa Sean?” Amanda tampak khawatir,
Kini senyum terkembang di wajah Sean yang membenarkan tebakannya jika saat ini Amanda tengah mengandung keturunan Arsenio.
__ADS_1
“Sean, kamu kenapa tersenyum?” Aileen tampak heran dengan sikap Sean.
“tante, mungkin ini terlalu dini. Tapi sebaiknya besok kak Manda di bawa periksa ke bagian Obgyn untuk lebih jelasnya” Sean memasukkan stetoskopnya ke dalam tas dokternya.
“sebenarnya apa yang terjadi Se? Kenapa istri gua musti di periksa ke bagian Obgyn. Apa istri gua menderita sakit yang parah?” Darren semakin penasaran dengan keadaan istrinya.
“dari diagnosa gua sementara ini kemungkinan kak Manda sedang mengandung penerus keluarga Arsenio” Sean memberikan kabar baik pada keluarga Arsenio.
“haah” Darren termangu mendengar jika istrinya dalam keadaan hamil. Oma Ayu, Michael dan Aileen tersenyum senang segera menghampiri Amanda dan mengucapkan selamat.
“sayaaaang, selamat ya. Mommy sangat senang akhirnya mansion ini akan terdengar suara tangisan bayi” Aileen memeluk Amanda yang juga di liputi rasa bahagia.
Michael menepuk pundak Darren yang masih terlihat bingung dan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
“Selamat Darren, kamu akan segera menjadi ayah” Michael memberikan selamat pada putra pertamanya.
“benarkah Sean?” Darren ingin memastikan jika dia tidak salah dengar.
“ini baru dugaan dari gua kak, untuk lebih jelas sebaiknya kak Manda di periksa bagian Obgyn. Karena itu Sean tidak memberikan resep apapun” jelas Sean pada Darren dengan senyuman bahagia di wajahnya. Dia langsung memeluk Amanda dengan sedikit tergesa-gesa,
“Darren, hati-hati sayang. Pada usia kandungan Manda sekarang ini sangat rawan” Aileen memperingati Darren untuk bersikap lembut pada Amanda.
“maaf maaf sayang, aku terlalu bahagia. Maaf... apakah sakit?” Darren menggenggam tangan tampak khawatir pada istrinya yang dibalas senyuman manis dari Amanda.
“tidak apa-apa sayang” Amanda menggenggam tangan Darren kembali.
“baiklah, kalo gitu Sean musti pergi sekarang tante, om, oma , Kak Darren dan kak Manda” Sean pamit mohon diri pada keluarga Arsenio.
“loh se, kenapa buru-buru. Kamu makan malam saja dulu di sini” Aileen menahan Sean agar ikut makan malam bersama mereka.
“maaf tante, untuk kali ini Sean harus menolak tawaran tan. Sean sudah ada janji pada Arvin untuk datang ke apartemennya sekarang” jelas Sean.
“ya sudah kamu hati-hati ya Sean, salam untuk Arvin ya” kata oma Ayu pada Sean.
“iya oma, kalo gitu Sean pamit dulu. Assalamualaikum” Sean melangkahkan kakinya keluar dari kamar Darren.
“Daddy akan mengantar Sean dulu” Michael melangkahkan kakinya mengiringi langkah Sean.
Mereka berdua menuruni anak tangga melewati ruang keluarga dan tamu menuju pintu keluar Mansion.
************
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
aku ❤️❤️❤️❤️❤️ all