
“bagaimana kabarmu, Rin? Mommy mengkhawatirkanmu belum masuk bekerja jadi mommy datang ke sini” kata Aileen,
Arinda hanya diam, Aileen lalu meminta maaf atas sikapnya yang begitu percaya pada sahabatnya Dian tanpa mencari tahu kebenarannya. Dia memegang tangan Arinda menggenggam dan menatap lekat mata Arinda.
“Arin, mommy benar-benar minta maaf atas sikap Mommy yang telah begitu menyakitimu. Mommy benar-benar termakan dengan perkataan Dian dan meragukan mu, hal itu semata-mata ada alasan di baliknya,” Aileen menceritakan tentang Alexa tanpa ada yang di tutup-tutupi, dia juga menceritakan keadaan Daniel akhir-akhir ini yang dingin dan bertindak seperti menyiksa dirinya sendiri dengan bekerja tanpa henti.
Arinda hanya diam mendengar cerita Aileen,
“Arin, mommy mohon maaf kepadamu” kata Aileen mengakhiri ceritanya.
“nyonya Aileen, sebelum anda datang kemari. Saya sudah memaafkan anda dari dulu dan sudah melupakan apa yang terjadi di masa lalu” kata Arinda dengan tersenyum manis.
“jadi kamu maukan kembali pada Daniel?” tanya Aileen penuh harap.
Arinda diam menatap Aileen yang menggenggam tangannya, dengan perlahan dia melepas genggaman Aileen. Menundukkan kepalanya dan sedikit membungkukkan badannya pada Aileen.
“maaf nyonya Aileen, aku benar-benar tidak bisa kembali bersama tuan muda Daniel. Saya menyadari diri saya tidak layak untuk berada di samping tuan Daniel, keluarga Arsenio adalah keluarga terpandang dengan predikat yang baik. Saya tidak ingin gara-gara saya nama baik anda menjadi hancur dan jelek di mata masyarakat, saya bukanlah pilihan yang layak atau pantas untuk bersanding dengan tuan muda. Masih banyak perempuan-perempuan dari keluarga baik pantas untuk bersanding dengan tuan muda”
“Tapi Arin... “ ucapan Aileen terhenti saat Aldo mengucapkan salam .
“Assalamualaikum Rin” sapa Aldo,
“Aldo?!” Aileen terkejut saat melihat Aldo putra sahabatnya berkunjung ke rumah Arinda.
“waalaikum salam, sebentar ya do” kata Arinda beranjak dari sofa menuju kamarnya.
“tante Aileen, apa kabar?” sapa ramah Aldo sambil menyalami Aileen dan mencium punggung tangan Aileen.
“Alhamdulillah do, tante baik-baik saja. Bagaimana kabar mama dan papamu?” tanya Aileen
“alhamdulillah semuanya baik” kata Aldo.
“jadi kamu kemari meminta Arinda untuk mengatur acara pernikahanmu?” tanya Aileen,
“tidak tante, aku kemari akan pergi ke makam ibunya Arinda dan rencana pernikahan Aldo dan Raisa sudah di batalkan Tan” kata Aldo.
“oh maaf tante tidak tahu. Tante pikir kamu datang kemari meminta Arinda untuk menjadi Wo di pernikahanmu. Jadi, kamu mengenal Arinda?” Aileen entah mengapa merasa sedikit khawatir.
__ADS_1
“iya tante, Aku dan Arinda sahabatan semenjak kuliah” kata Aldo.
Ceklek..
Pintu kamar Arinda terbuka, dia keluar dengan memakai celana Palazzo hitam dan baju kemeja lengan pendek bermotif polkadot putih. Rambut yang bergelombang di tutupi selendang berwarna hitam.
“ sudah siap?” tanya Aldo pada Arinda yang di balas anggukan olehnya.
“tante, apa tante juga mau ikut kami ke makan ibunya Arinda?” tawar Aldo pada Aileen.
“jika di perbolehkan, tentu saja tante ingin ikut mengunjungi makam calon besan tante” kata Aileen sengaja. Alis Aldo bertaut mendengar ucapan Aileen.
“Arin, kamu naik mobil dengan mommy ya” kata Aileen langsung menggandeng tangan Arinda. Aldo semakin bingung dengan sikap Aileen yang begitu menjaga Arinda,
Aku tidak akan membiarkan pria mana pun mendekati Arinda karena Arinda calon menantuku kata Aileen dalam hati. Dia tetap menganggap Arinda adalah calon menantunya, meskipun Arinda sudah menolak Daniel.
***
Satu bulan sudah berlalu semenjak pertemuannya dengan Arinda di kota CH. Aileen tampak sedih melihat perubahan Daniel lebih dingin, dia pun jarang di rumah karena harus lembur. Amanda dan Oma Ayu prihatin dengan keadaan Aileen dan Daniel, Davira sendiri sudah berangkat kembali KO untuk menyelesaikan studynya di sana.
“oma, Manda kasihan lihat mommy. Sudah beberapa hari, manda melihat mommy tampak murung” kata Amanda.
Tanpa sepengetahuan keluarga Arsenio, diam-diam Nadira masuk ke kamar Daniel. Dengan lancang dia tidur di ranjang berukuran kingsize itu, menghirup aroma harum yang tertinggal di bantal Daniel seolah-olah dia mencium tubuh dan wajah Daniel.
Dia mengambil salah satu kemeja milik Daniel di walk in closet dan memakainya, menciumi bau harum dari kemeja itu.
sayangku, cintaku, kmu kenapa jarang sekali pulang ke mansion. tahukah kamu aku begitu merindukanmu. ingin sekali aku memeluk tubuh mu.... aku sangat mencintaimu Daniel
kata Nadira yang berkhayal.
Nadira merasa dirinya di peluk oleh Daniel, setelah puas dia lalu melipat kembali kemeja Daniel dan meletakkannya kembali.
Dia kembali merapikan ranjang kingsize milik daniel, tanpa terduga pintu kamar Daniel terbuka lebar oleh sang punya. Nadira terkejut saat melihat Daniel berdiri di depan pintu dengan tatapan mematikan.
“sedang apa kamu di sini?” tanya Daniel menatap curiga.
“itu tuan, saya... saya...” Nadira gugup dan tidak mampu berkata-kata.
__ADS_1
“keluar” perintah Daniel.
Nadira membungkukkan badannya meminta maaf dan segera keluar dari kamar Daniel. Dia tidak melihat ke depannya hingga menabrak Ansel yang menyusul ke kamar Daniel.
Bruk...
“aduh” kata Nadira yang jatuh terduduk di lantai. Ansel menatap heran Nadira yang baru saja keluar dari kamar Daniel.
“kamu nggak apa-apa?” tanya Ansel seraya mengulurkan tangan membantu Nadira berdiri.
“Saya... saya nggak apa -apa tuan” kata Nadira segera berlalu dari sana. Ansel merasa ada yang aneh dengan Nadira, dia lalu pergi menuju kamar Daniel. Diam-diam tanpa sepengetahuan mereka berdua, Nadira kembali ke kamar Daniel lalu mengintip dari celah pintu yang terbuka. Dia melihat Daniel yang sedang berganti kemeja, tubuh atletis dengan roti sobek di tubuh Daniel membuat siapa pun terlena dan meleleh melihatnya termasuk Nadira.
Pemandang indah yang membuatnya semakin ingin menjadi milik Daniel bagaimanapun caranya. Daniel merasa ada yang memperhatikannya langsung menuju pintu tanpa menyelesaikan memakai buah bajunya memperlihatkan dada bidang miliknnya. Ansel menatap heran pada Daniel membuak pintu kamarnya dan tidak mendapati siapapun di sana.
“ada apa tuan muda?” tanya Ansel heran, Daniel menatap Ansel lalu menatap ke arah luar kamarnya.
“ tidak ada apa-apa” kata Daniel. Setelah mengganti pakaiannya, Daniel dan Ansel kembali ke perusahaan Arebeon Corp. Mereka berdua melangkah melewati ruang keluarga di mana Oma Ayu, Amanda dan Aileen sedang duduk bersama.
“Daniel, kamu mau kemana lagi sayang?” tanya Aileen.
“Dan akan kembali ke perusahaan mom, Oma Amanda” kata Daniel berlalu pergi.
“Dan, setidaknya makan siang lah dulu di rumah” kata Aileen menghampiri putranya yang berdiri di depan pintu,
“maaf mom, tapi ada rapat yang harus Daniel hadiri sekarang” kata Daniel dingin. Dia berjalan mendahului Ansel yang menatap iba Aileen.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗