Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 224


__ADS_3

Daniel begitu emosi saat ini, dia tidak ingin melampiaskan kemarahannya pada Arinda. Dia mengabaikan istrinya yang masih berdiri menatapnya, perlahan-lahan Arinda melangkah ke sofa di ruang kerja itu. Dia duduk di sofa itu sambil menatap ke arah suaminya yang terfokus pada layar laptop.


Kali ini beruang kutub gue benaran marah, nggak biasanya dia nyuekin gue kayak gini. Jika begini terus, bisa-bisa tuan Ansel dan semua orang di perusahaan ini akan terkena imbasnya guman Arinda menatap Daniel.


Dia tampak berpikir keras cara apa agar kemarahan dalam diri Daniel berkurang.


“sayang, kamu sudah makan?” tanya Arinda dengan hati-hati, namun Daniel tidak menggubris sama sekali. Membuat Arinda kehabisan akal, dia lalu mengambil ponsel di dalam tas ransel yang di letakkannya di meja depan sofa yang di duduki Arinda.


“aku keluar sebentar ya sayang” Arinda kembali berbicara pada Daniel yang masih mendiamkannya. Arinda membuka pintu keluar dari ruangan Daniel dan menutupnya kembali. Dia menghampiri meja Ansel untuk bertanya apa yang terjadi dengan suaminya.


Ansel lalu menceritakan apa saja yang terjadi hari ini hingga membuat Daniel emosi tingkat dewa. Dia sengaja tidak menceritakan tentang data yang berisi foto Arinda dengan tulisan ancaman, agar Arinda tidak panik dan stress. Arinda termenung mendengar penjelasan Ansel,


Pantas aja Daniel marahnya nggak ketulungan, sekarang gi mana menstabilkan amarahnya? Guman Arinda sambil mengetuk-ngetuk pipinya dengan jari telunjuk.


Maya... emak yang satu ini pasti ada solusi buat ngatasin cowok yang lagi bad moood seperti beruang kutub, dia kan punya seribu satu cara buat naklukin cowok. Gue hubungin dia sekarang Guman Arinda dalam hati sambil dirinya mencari kontak telepon Maya. Arinda memilih pergi ke ruangan lain untuk menelepon Maya.


“hola halo... Maya speaking...” Maya langsung mengangkat ponselnya tanpa melihat layar ponselnya.


“May, ini gue”


“ooo my bunny.... lu udah kelar meetingnya? Kalo udah lu ke sindang, lu musti harus kudu nyobain baju rancangan akika yang terbaru”


“maaf May, gue kagak bisa ke Pearl Stars sekarang. Gue lagi di kantor idola lu”


“yaaaa my bunny... padahal akika udah nyiapin baju ini buat lu” terdengar suara Maya yang sedih menatap baju rancangan terbaru miliknya.


“besok aja ya gue nyobanya May, sekarang ada hal penting yang mau gue minta pendapat lu”


“ada apaan sih, my bunny. Kedengarannya serius bingits”


Arinda lalu menceritakan apa yang dia ketahui dari Ansel, tidak lupa pula dia juga memberi tahu bagaimana sikap Daniel yang begitu dingin dan mendiamkan dia. Maya mendengar hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


“ jadi lu tele tele akikah, nyuruh akika buat nenangin my Idol?”

__ADS_1


“Yee, itu mau nya elu. Gue telepon lu mau minta pendapat, gue musti gi mana buat meredam amarahnya. Sampai sekarang dia masih diam dan nyuekin gue, kalo marah-marah seperti biasanya masih bisa gue handle. Nah sekarang ni emosinya nggak terkontrol membuat gue jadi takut ama dia”


“kalo leo Akika lagi ngambek kayak lekong lu, akika biasanya rayu dia, muji-muji dia gitu trus akika kasih massage di pundaknya biar diana kagak stress sambil akika cumi juga. biasanya diana akan kelar marahnya”


Arinda merekam semua ajaran dari Emak Maya untuk menenangkan amarah Daniel, setelah mendapat pelajaran kilat Arinda kembali ke ruangan suaminya. Mata elang Daniel terfokus pada layar laptop miliknya, Arinda masuk ke ruangannya pun tidak di hiraukannya.


Arinda menggigiti lembut bibir bawahnya,


Nggak ada salahnya di coba apa yang di saran kan Maya guman Arinda yang mencoba mendekati Daniel. Semakin dia mendekat semakin dia merasakan aura mencekam, Daniel menatap Arinda yang mendekat ke meja kerjanya.


Tatapan mata Daniel begitu tajam menusuk tepat ke jantung Arinda, membuatnya gugup dan takut.


“sayaaang... kamu capek ya” Arinda melangkah ke belakang bangku Daniel, dia membelai lembut tangan suaminya sedikit memaksa Daniel untuk menyandar ke bangkunya.


Daniel diam menatap tajam Arinda, dia ingin menolak apa yang di lakukan Arinda. Namun, tubuhnya berkata lain dan mengikuti apa yang di inginkan istrinya.


“ sayaang...” Arinda memulai mencoba memijat bahu hingga tengkuk di belakang kepalanya mencoba membuat Daniel untuk rileks.


“Sayang, aku sedang tidak ingin menemani mu bermain saat ini. Emosiku benar-benar tidak stabil, aku tidak ingin menyakitimu. Sekarang lebih baik kamu duduk di sofa itu atau kamu keluar saja dari ruangan ini” Daniel kembali menegakkan tubuhnya dan fokus pada pekerjaannya. Dia mencoba mengalihkan amarah dan kekesalannya dengan bekerja.


Maunya mo manja ama hubby, malah dapet balok es dari antartika guman Arinda akan beranjak dari belakang bangku Daniel.


Lu jangan lupa buat rayu ama cipokin diana, biar klepek-klepek kayak ikan kehabisan air wejangan dari Emak Maya bergema di benaknya.


Arinda berpikir sejenak dan mengambil langkah ekstrim baginya.


oke beruang kutub, kita liat apa beruang kutub bakalan masih marah dan ngamuk dengan cara ini guman Arinda yang menggigiti bibir bawahnya.


Arinda sedikit menarik kursi milik Daniel, sehingga ada jarak sedikit antara Daniel dengan meja kerjanya. Mata elang itu menatap tajam dengan sangat menusuk melihat Arinda, namun dia mengabaikan semuanya demi terjaganya perdamaian.


“ARINDA” Daniel mengeraskan suaranya saat dengan beraninya Arinda duduk di pangkuannya.


Dia duduk di pangkuan suaminya seperti menaiki motor ojek online dengan kedua paha mulus di sisi kanan dan kiri Daniel. Dia melingkarkan kedua tangannya di bahu dan leher Daniel, tersenyum manis berdoa dalam hati untuk keselamatan dirinya.

__ADS_1


“sayang.... kamu masih marah....” Arinda memasang wajah imut dengan mata besar seperti kucing yang sedang merayu majikannya. Penampilan Arinda yang begitu menggemas hanya di anggap lalu oleh Daniel dengan kembali mengabaikannya.


“TURUN...kamu turun ato aku akan memak...” ucapan Daniel terpotong saat bibir Arinda mendarat sempurna di bibirnya. Mata cantik itu tertutup mencium suaminya sepenuh hati dengan cara yang sama di lakukan Daniel setiap kali dia mencium Arinda.


Dengan berani lidah itu mengajak lidah milik suaminya bermain untuk menciptakan suasana romantis. Namun, tidak ada tanggapan dari Daniel, perlahan-lahan Arinda menghentikan pagutan bibirnya sambil menatap Daniel yang menatap dingin dirinya.


Tatapan itu semakin tajam membuat Arinda sedikit merasa takut,


Gawat beruang kutub makin marah guman Arinda dengan jantung yang berdetak kencang.


Mati gue... mati gue.... Mayaaa solusi lu kagak mempan.... teriak Arinda yang merutuki Maya dalam hati. Dia bersiap-siap akan turun dari pangkuan Daniel,


lebih baik gue turun sekarang dari pada di dorong ama si beruang kutub guman Arinda yang akan bersiap untuk turun dari pangkuan Daniel.


Tangan Daniel yang semula berada di kedua sisi tangan kursi kini berpindah ke pinggang ramping Arinda. Kedua tangan itu memegang erat, namun tidak terlalu kuat membuat Arinda terkejut dan termenung mendapati senyuman smirk di bibir Daniel.


“sepertinya aku harus mendisiplinkan mu saat ini juga”


Mata Arinda terbelalak saat kedua tangan kekar suaminya mengangkat bo**ngnya, Daniel bangkit dari kursinya sambil menurunkan perlahan Arinda di atas meja kerjanya.


*************


secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2