Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 181


__ADS_3

Sean juga menyambut mereka dan memulai prosedur check up dari pengambilan sampel darah dan urin.


Tidak berapa lama hasil check up mereka berdua keluar, kini Arinda, Daniel dan Sean sedang berada dalam ruangan Sean untuk mendengar penjelasan darinya.


“sorry Dan, lu berdua musti tunggu sebentar” Sean tampak menunggu seseorang untuk datang ke ruangannya.


“tunggu apa lagi?” Daniel tidak suka menunggu menatap Sean tajam.


“sabar napa Dan, laporan si Arin sama dokter Lira sebentar juga dia ke sini” Sean kesal pada Daniel yang tidak sabaran.


Tok...tok...tok....


Pintu ruangan Sean di ketuk, dia langsung berdiri dari duduknya lalu membuka pintu ruangannya.


“sorry telat. Laporannya baru keluar” dokter Lira teman sejawat Sean masuk ke dalam ruangannya. Dia menyapa Daniel dan Arinda, dengan senyum manis duduk di salah satu sofa singel.


Sean lalu mengambil dan menatap laporan hasil pemeriksaan Daniel menyatakan bahwa dia tidak menderita penyakit apa pun.


“dari laporan yang gua baca, di nyatakan kalo lu dalam keadaan baik dan sehat” Sean memperlihatkan hasil laporan pada Daniel.


“terus apa penyebab aku terus muntah beberapa hari belakangan ini?” tanya Daniel menatap laporan yang di pegangnya. Sean membaca hasil laporan kesehatan milik Arinda, wajahnya tampak sangat serius.


“hmmm Dan, sebaiknya lu bersabar sepertinya yang bermasalah itu adalah Arinda, akibatnya lu terkena efeknya sekarang” jelas Sean penuh teka teki.


Wajah Arinda seketika memucat saat mendengar hal itu, jantungnya berdegup kencang takut menghadapi jika dirinya terkena penyakit parah. Daniel merangkul bahu istrinya menenangkan, dia juga bertekad akan mencari dokter terbaik untuk mengobati Arinda.


“apa maksudnya Dokter Sean? Apakah aku menderita penyakit yang serius?” Arinda tampak cemas.


“lebih tepatnya ini bukan penyakit, tapi sesuatu benda hidup yang akan tumbuh dan berkembang di rahim mu” Sean berbicara dengan teka teki membuat kecemasan Arinda berganti dengan kebingungan.


“maksudnya?”


Sean menyerahkan hasil laporan milik Arinda yang langsung di buka dan di bacanya. Terdapat sebuah tulisan bercetak tebal di bawah hasil laporan


Menyatakan positive hamil.


Mata Arinda berkaca-kaca saat mengetahui kabar jika dirinya telah mengandung buah cinta mereka. Daniel langsung kebingungan menatap istrinya yang meneteskan air mata.


“sayang kamu jangan sedih, aku akan mencari dokter terbaik untuk menyembuhkanmu” Daniel meraih ponselnya untuk menelepon Ansel namun, Arinda mencegah dengan memperlihatkan hasil laporan miliknya.


Daniel mengambil laporan hasil kesehatan Arinda lalu membacanya, dia menatap Sean dan Arinda tidak percaya.


“sayang, ini...” Daniel termangu menatap Arinda yang juga saat itu menatapnya dengan penuh cinta.


Daniel bahagia dan mengucapkan syukur teramat dalam pada sang pencipta, dia memeluk Arinda mengecup kening Arinda berulang-ulang kali. Sean tersenyum senang melihat sahabatnya begitu bahagia.


“selamat bro, karena sebentar lagi lu bakal jadi daddy” Sean berdiri dari duduknya menjabat tangan Daniel.


“Thanks bro” Daniel melepaskan pelukannya dari Arinda beralih memeluk sahabatnya yang memberi kabar bahagia untuknya.

__ADS_1


“ tapi dokter, kenapa tadi anda mengatakan kalo Daniel terkena efek dari ku?” tanya Arinda.


“hal itu akan di jelaskan oleh dokter Lira” Sean mempersilahkan dokter Lira menjelaskan apa yang terjadi pada Daniel.


“sebelumnya saya mengucapkan selamat untuk tuan muda Daniel dan nona Arinda dengan kehamilannya. Saya akan menjelaskan kondisi tuan muda Daniel, saat ini tuan muda terkena couvade syndrome atau kehamilan simpatik di mana tuan muda Daniel mengalami gejala tanda-tanda awal kehamilan. Dari rasa mual, sakit punggung dan muntah” jelas dokter Lira.


“sampai berapa lama hal ini akan berlangsung dok?” tanya Arinda


“biasanya syndrome akan hilang setelah bayi lahir. Tapi anda tenang saja syndrome ini dapat di redakan atau di kendalikan” Jelas dokter Lira.


“dokter, berapa usianya kini?” Arinda penasaran dengan calon buah hati kini sedang tumbuh dalam rahimnya.


“dari informasi yang nona Arinda berikan usia kandungan saat ini sudah dua bulan. Untuk hasil yang memuaskan kita bisa melakukan USG” usul dokter Lira.


“lakukan pemeriksaannya segera” Daniel memerintahkan dokter Lira untuk melakukan USG pada Arinda.


Dokter Lira mempersilahkan Arinda dan Daniel untuk ke ruangannya. Sean akan mengikuti mereka langsung di cegah oleh Daniel.


“mau kemana?” Tanya Daniel datar.


“mau ikutlah” Sean akan melangkahkan kakinya saat jubah dokternya di tarik Daniel.


“kamu di sini saja” perintah Daniel kembali.


“ayolah Dan, bagaimana pun juga dia bakalan jadi ponakan gue. Masak gue nggak boleh liat calon ponakan” dengus Sean kesal.


“oke lu boleh ikut, tapi hanya menunggu di luar ruangan” Daniel melarang Sean untuk ikut masuk ke dalam ruangan dokter Lira.


Sesampainya di ruangan dokter Lira, Sean di jaga body guard di larang masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Dia hanya bisa menghela nafas dengan sikap posesif sahabatnya, padahal dirinya hanya menjalankan tugasnya sebagai dokter keluarga.


Dalam ruang pemeriksaan Arinda berbaring di atas tempat tidur, dengan di bantu perawat Arinda merasakan gel dingin berada di atas perut datarnya. Dokter Lira mulai mengoperasikan alat USG bergerak mencari letak keberadaan calon bayi Arinda.


Tidak berapa lama sebuah gambar janin mulai terbentuk muncul di layar monitor USG.


“alhamdulillah keadaan babynya baik-baik saja. Bisa di lihat pertumbuhannya sangat baik dan sehat” jelas dokter Lira pada Daniel dan Arinda.


Daniel berdiri di samping Arinda ambil memegangi tangan istrinya tampak bahagia melihat calon buah hati mereka tumbuh dan berkembang di dalam rahim istrinya.


Senyuman hangat tersungging di wajahnya, begitu pun Arinda yang tidak henti-hentinya tersenyum bahagia menatap buah hatinya.


Perawat lalu membersihkan gel yang menempel di perut Arinda, dengan di bantu Daniel Arinda bangun dari tidurnya. Dia tersenyum bahagia menatap suaminya yang juga tersenyum senang,


“terima kasih sayang” Daniel mengecup kening Arinda dengan penuh kasih sayang.


Sean langsung masuk ke ruang Dokter Lira saat tahu pemeriksaannya telah selesai.


“bagaimana Lir?” tanya Sean pada Lira,


“semuanya aman dan sehat. Yang penting tuan muda Daniel, selalu menjaga pola asupan makanan yang bergizi. . Yang terpenting jangan membuat ibu hamil stress atau cepat lelah“ jelas dokter Lira.

__ADS_1


Sean masih merasa kesal dengan ulah sahabatnya begitu posesif berniat mengerjainya.


“Dan, sementara ini lu jangan minta jatah dulu ama Arin ampe kehamilannya menginjak bulan kelima, karena di awal kehamilan ini sangat rentan dan bisa terjadi keguguran” jelas Sean dengan memberi kode pada dokter Lira.


Dia yang akan menjelaskan maksud Sean di cegah olehnya untuk tidak memberi tahu apa pun pada Daniel, jika sebenarnya hal “itu” boleh saja di lakukan saat hamil asalkan di lakukan dengan lembut.


Daniel termangu dengan penjelasan Sean yang memintanya untuk menahan king kobra beraksi. Ada rasa sedih saat mengetahui jika king kobra di minta untuk tidak bertamu ke gua miliknya.


Wajah Arinda merona merah saat Sean menyinggung permasalahan yang sangat sulit bagi Suaminya. Berada di dekat Arinda saja sudah bisa membuat king kobra dalam kondisi siap tempur. Namun sekarang dia harus memberi pengertian pada king kobra untuk menahan diri.


Ponsel Daniel berdering dengan tulisan mommy di layarnya, Dia lalu menggeser ikon tombol ponselnya hingga telepon dari Aileen tersambung.


“assalamualaikum mom” Sapa Daniel.


“waalaikum salam sayang, bagaimana dengan hasil pemeriksaannya?” tanya Aileen sudah tidak sabar,


“ nanti saja my, sebentar lagi kami akan kembali ke mansion untuk makan siang bersama” kata Daniel membuat Aileen semakin penasaran.


“isss, anak tengil. Apa kamu senang membuat mommy penasaran seperti ini?” Aileen kesal dengan Daniel.


“Nanti jika kita sudah berkumpul, Dan akan menyampaikan hasilnya mom. Sampai ketemu di mansion mom, assalamualaikum” Daniel segera mengakhiri telepon dari Aileenn.


Davira, Oma Ayu dan Amanda hanya tersenyum saat melihat Aileen kesal dengan Daniel yang mematikan teleponnya darinya.


“sabar saja mom, ntar juga saat makan siang kak Dan pasti mengatakan hasilnya mom” Davira menghibur Aileen.


“mommy tau sayang, tapi mommy sangat penasaran apa Arin benar-benar hamil seperti yang kita pikirkan?” Aileen duduk di samping Amanda sambil mendengus kesal.


“mommy tenang saja, saat makan siang mereka kan juga akan ngasih tahu kita” Amanda menghibur Aileen.


Setelah pemeriksaan, Daniel mengajak Arinda berjalan-jalan di sebuah mall termewah di kota J.


************


mohon maaf para readers... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


hanya bisa up satu episode karena baby nya Author flu abis hujan-hujanan kemaren🌧️🌧️🌧️


secepatnya author akan up lagi, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2