
Daniel penasaran dengan maksud istrinya mulai mencari informasi di Internet. Matanya membuka sempurna saat mendengar penjelasan di internet yang menghancurkan harapan king kobra untuk menempati sarangnya.
Dia melempar sedikit kasar ponsel miliknya saat membaca artikel tentang istrinya yang kedatangan tamu, wajahnya tampak cemberut. Mata elangnya menatap pada king kobra terlihat sudah siap tempur.
Tidak berapa lama Arinda keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono handuk, rambut basahnya tertutup handuk.
“sayaaaang, jadi selama tujuh hari ini dia akan berpuasa?” Daniel menatap sedih king kobra,
Arinda yang sudah selesi berpakaian menghampiri Daniel dengan wajah cemberut. Dia tersenyum manis melihat Daniel dengan wajah mupeng, duduk di samping suaminya.
“iya sayangku”
“lalu... ini bagaimana?” Daniel menatap king kobra yang tidak bisa berkompromi. Arinda mengedikkan bahunya tidak tahu harus melakukan apa,
“sebaiknya sekarang kamu mandi dan shalat subuh. Aku akan menyiapkan sarapan untuk kita” Arinda mencium pipi suaminya berusaha untuk menghibur.
“sepertinya harus solo karier saat ini” guman Daniel bangkit turun dari ranjang, melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
“solo karier? Apa kamu akan jadi penyanyi sayang?” Arinda menatap Daniel akan memasuki kamar mandi.
Daniel melihat ke arah Arinda dengan menghela nafas,
Aku lupa jika istriku sangat polos guman Daniel dalam hati melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi untuk mandi air dingin.
Dia berharap si king kobra kembali tenang dan kalem selama sarangnya di tutup sementara.
Arinda hanya mengedikkan bahunya, dia lalu merapikan ranjang. Menyiapkan segala keperluan dari beribadah pada sang Pencipta hingga pakaian milik Daniel.
Dia lalu turun menuju lantai satu tepatnya ke dapur untuk membuat sarapan. Cheff Rani dengan senantiasa membantu Arinda membuat sarapan dan menatanya di atas meja makan.
Daniel baru menyelesaikan ritual mandinya, melihat segala kebutuhannya sudah tersedia. Senyuman menawan tersungging di bibirnya, bentuk perhatian kecil Arinda membuatnya sangat bahagia.
***
Yuda dan Sean kembali bergabung di ruangan Arvin, butuh waktu untuk menembus proteksi berlapis dari micro chip pemberian Arvin.
“bang... gua sudah berhasil menembusnya” Yuda membuka laptop dan mulai memutar sebuah video menampilkan seseorang yang bersembunyi dalam kegelapan ruangan. Hanya terlihat kakinya yang bersilang dengan jari tangan memperlihatkan sebuah cincin berlian berwarna biru berbentuk petak.
Yoga sengaja memasang micro chip pada pakaian yang di pakainya saat itu.
__ADS_1
“kamu habisi mereka berempat, jangan ada Satu pun yang selamat. Susupkan orang kepercayaanmu di kediaman Arsenio laporkan setiap pergerakan mereka, semua harus berjalan dengan diam-diam hingga mereka tidak menyadari. Jika kamu dan orangmu gagal tentunya kamu tahu apa yang akan terjadi!!!” perintah orang itu pada Yoga.
“baik tuan” yoga berdiri dari tempat duduknya, akan melangkah untuk melaksanakan perintah. Namun langkahnya terhenti saat ada seseorang yang lari tergopoh-gopoh menemui orang itu.
“tuan, Daniel Arsenio membeli sebuah pulau di kepulauan HI untuk honey moonnya” lapor orang itu.
“ooo ternyata si tol*l itu sudah menikah. Harusnya kita memberikan hadiah pernikahan padanya” terdengar suara wanita yang familiar bagi Ansel, Sean dan Arvin.
“ALEXA” mereka bertiga serempak menatap seorang wanita yang tengah duduk membelakangi Yoga. Mereka tidak dapat melihat wajah perempuan itu dan hanya mengenali dari suaranya saja.
“kamu benar sayang, hadiah yang tentunya tidak akan di lupakan seumur hidup oleh si bajing*n itu. Ingin sekali rasanya aku memukul wajahnya membalas apa yang sudah di lakukannya pada kita” kali ini terdengar suara dan wajah yang tidak asing bagi Ansel, Sean dan Arvin.
“LUTFI” serentak mereka menyebut nama musuh yang mencoba mencari gara-gara dengan keluarga Arsenio.
“tikus-tikus yang kita kirim sangat tidak berguna, bila ada kesempatan aku sangat ingin menghabisi dia dan menikmati tubuh istri cantik di depan mayatnya” Lutfi duduk di sofa yang tersedia tepat di samping Yoga berdiri dengan menatap foto pernikahan Daniel dan Arinda.
“kamu berani?” terdengar suara Alexa kesal dengan perkataan Lutfi.
“sayang, kamu tenang saja. Setelah aku menikmati tubuh perempuan ini, kita akan mengirim menemui suaminya di neraka” Lutfi tersenyum smirk, tampak dari video itu wajah dan sorot mata yang menyimpan dendam amat sangat.
“kamu masih di sini?” suara orang itu terdengar dingin dan datar.
“maaf tuan, saya akan pergi sekarang melaksanakan perintah anda” terdengar suara yoga yang mohon diri meninggalkan ruangan itu.
“Brengs*k, bajing*n, seharusnya gua biarin aja Daniel menghajar mereka berdua habis-habisan, biar mereka tahu rasa” Sean tampak sangat kesal.
“siapa orang di belakang mereka, dari suaranya gua merasa sangat asing” Ansel ikut berkomentar.
“siapa pun dia, kita musti waspada sekarang. Mereka tidak main-main dalam hal ini, mereka saja tidak segan-segan mengambil nyawa orang. Gua kuatir jika mereka bertindak nekat dan menyakiti keluarga. Arsenio” Sean teringat jika saat ini Amanda dalam keadaan hamil.
“yud, tolong lu cari latar belakang si lutfi dan siapa-siapa saja yang berhubungan dengannya (memberi perintah pada Yuda) Sel, kita musti ngasih tau Daniel sekarang juga” Arvin meminta Ansel untuk menelepon Daniel.
Arinda duduk di meja menunggu suaminya turun dari kamar mereka. Senyuman manisnya tersungging di wajah cantik saat suaminya menuruni anak tangga. Daniel tersenyum menghampiri istrinya mengecup sayang pucuk kepala dan bibir manis Arinda.
Para maid terpana melihat kemesraan Arinda dan Daniel.
“aku nggak nyangka ternyata tuan muda Daniel terkenal dingin dan kejam bisa menjadi sangat sayang pada istrinya” bisik maid ketiga pada maid lainnya.
“kejam? Dari mananya tuan muda kejam? Sejak aku bekerja dengannya aku tidak pernah melihat kekejamannya” cheff Rani sedikit heran saat kebanyakan dari orang yang mengenal Daniel mengatakan dirinya kejam.
__ADS_1
“dari yang pernah aku dengar, tuan muda Daniel sebelum menikah ini sangat kejam. Dia tidak segan-segan membuat perusahaan saingan yang mencari gara-gara dengan Arebeon jatuh bangkrut atau hancur” bisik maid kedua.
“tapi melihat tuan Daniel yang sangat penyayang dan romantis seperti ini anggapan itu lambat laun akan menghilang. Tuan muda sangat lembut pada nona Arinda yang tidak hanya cantik dia juga sangat baik” bisik maid pertama.
Daniel duduk di kursi samping Arinda yang dengan telaten melayaninya. Mereka mulai memakan sarapan mereka,
“sayang”
“hmm”
“setelah sarapan kita jalan-jalan di pantai ya?” Arinda ingin menikmati mentari hangat pagi hari di pantai.
“baiklah sayang” Daniel membelai lembut wajah istrinya
Selesai sarapan, Arinda langsung membereskan piring-piring di atas meja di bantu oleh para maid.
“biar saya saja yang mencucinya nona” Maid kedua segera mencuci piring bekas dan peralatan masak yang telah kotor.
“baiklah, terima kasih” Arinda tersenyum manis, dia lalu menghampiri meja makan saat ponsel milik Daniel bergetar.
Drrrt....ddrrrrt.....
Daniel menatap layar ponselnya tertulis nama Ansel di sana.
“sayang, aku terima telepon dari Ansel. Ada hal penting yang harus aku diskusikan, kamu jalan-jalan saja lebih dulu, setelah selesai menerima telepon ini aku akan menyusulmu oke” Daniel memeluk pinggang isstrinya.
“baiklah, kamu jangan lupa menyusul oke” Arinda menjijitkan kakinya mencium pipi suaminya, Daniel membalas dengan mencium bibir manis istrinya.
Arinda keluar dari rumah lalu berjalan menuju pantai, beberapa body guard melihat Arinda yang berjalan sendirian menuju pantai.
************
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...