Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 256


__ADS_3

“itukan istrinya tuan Daniel, waaah nona Arinda semakin cantik saja. Di tambah di sedang hamil, aku semakin ngefans sama mereka”


“tuan Daniel... aku padamu... nona Arinda... love you full”


Daniel merasa sangat cemburu saat mendengar ada yang mengatakan cinta pada istrinya, dia berhenti sejenak menatap ke arah para fans. Mereka terpesona dan berteriak histeri menatap tampilan Arinda yang berbeda, semua mata khususnya para pria mencuri-curi pandang ke arah Arinda.


Daniel menyadari hal itu, mata elangnya menatap tajam pada pria-pria yang mencuri kesempatan. Para pria itu segera mengalihkan pandangan mereka ke tempat lain,


Arin yang memakai hijab saja masih banyak yang meliriknya. Ini tidak bisa di biarkan Daniel begitu posesif dia merangkul pinggang istrinya memberi tahu dunia jika Arinda adalah miliknya.


***


Pukul sebelas siang, Aisyah di temani salah seorang ustazah menemui Arvin di dekat mushalla. Saat selesai shalat subuh, Aisyah meminta salah satu santri untuk menyampaikan pesannya pada Arvin ingin bertemu untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting.


Arvin menyanggupinya dengan di temani Ansel mereka bertemu di pelataran mushalla. Arvin berdiri di hadapan Aisyah yang menundukkan pandangannya,


“terima kasih tuan Arvin sudah mau menemuiku. Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan pada tuan”


“ada apa Aisyah?”


“sebenarnya aku ingin menyampaikan, jika aku menerima lamaran tuan. Namun ada beberapa hal yang aku ingin minta dari tuan”


“katakanlah Aisyah”


“pertama, setelah menikah nanti aku ingin Tuan mengizinkan aku tetap bekerja. Kedua, aku ingin tuan tetap setia dan tidak akan pernah mencari perempuan lain karena Aku tidak ingin di madu. Ketiga, mahar yang aku pinta untuk akad nikah anda melafazkan surat Ar Rahman dan ayat Qursi juga kain seperangkat alat shalat yang kelak akan aku gunakan seumur hidupku” jelas Aisyah yang masih menundukkan pandangannya, dia tidak berharap banyak pada Arvin akan sanggup menjalani apa yang di pintanya.


“apakah hanya itu persyaratan dari mu, Aisyah?” tanya Arvin


“insyaallah hanya itu tuan Arvin”


“baiklah, aku menyanggupi semua yang kamu pinta. Tapi sebelumnya, aku pinta mulai dari saat ini panggil aku dengan namaku” pinta Arvin.


“maaf, tuan Arvin. Akan terasa sangat tidak sopan jika aku hanya memanggil nama Anda ”


“ ya udah, kamu panggil saja aku dengan panggilan yang lazim dari istri pada suaminya biasa di gunakan di sini” ujar Arvin pada Aisyah, dia terlihat ragu-ragu. Ansel dan Ustazah yang menemani mereka tersenyum melihat tingkah canggung Aisyah dan Arvin.


“Ka.. kalau... Tuan Arvin tidak ke... Keberatan.... Jika Aku memanggil... Anda... M.. mm... Mas” ujar Aisyah semakin gugup.

__ADS_1


Mas.... kok gua ngerasa kagak nyaman ya.... guman Arvin dalam hati merasa jika panggilan yang Aisyah usulkan kurang pas baginya.


“bisa kagak lu.... (Arvin keceplosan berbicara sedikit agak santai, hingga membuat Aisyah menegakkan kepalanya menatap Arvin) Maksudku.... Kamu panggil Abang saja, rasanya lebih nyaman jika kamu memanggilku abang” kata Arvin berbicara lembut pada Aisyah yang kembali menundukkan pandangannya.


“baiklah, jika itu kemauan tuan... maksudku kemauan Abang” ujar Aisyah menuruti keinginan Arvin.


Merasa cukup, Arvin memutuskan kembali ke hotel yang telah di pesan Ziko untuknya, Ansel dan Riko. Semua surat dan kebutuhan lainnya sudah di persiapkan oleh Ziko, termasuk baju yang akan di kenakan Arvin saat akad nikah nanti.


Arvin meminta Ansel untuk menjadi saksi dan pihak Aisyah, Abinya telah menunjuk salah satu ustad yang mengajar di pesantren. Umi Aisyah tidak lupa mengabari para sanak keluarga untuk datang menghadiri akad nikah Aisyah dengan Arvin.


Kebanyakan sanak keluarga besar abi dan uminya Aisyah terkejut dengan berita pernikahan Arvin dan Aisyah. Namun, mereka tetap berusaha untuk datang karena rasa penasaran pada pria pilihan abinya Aisyah.


***


Daniel menggenggam tangan istrinya dengan begitu mesra, saat ini mereka sudah duduk di kelas bisnis dengan pelayanan terbaik dari maskapai yang telah di pesan Ansel. Seorang pramugari datang menawarkan minuman untuk mereka, pramugari itu termenung saat menatap penumpang yang akan di tawari minuman olehnya.


Daniel Arsenio.... tampan banget... guman pramugari itu tidak melepaskan pandangannya pada Daniel. Arinda menyadari hal itu memasang wajah tidak suka, semenjak kehamilannya dia bersikap sangat sensitif tapi terkadang dia juga sangat cuek.


“eheemm” Arinda sengaja berdehem agar si pramugari sadar jika dia sudah terlalu lama menatap Daniel. Pramugari itu segera menawarkan minuman pada Daniel dan Arinda,


“permisi tuan dan nona, anda ingin m minum kopi, teh atau...” pramugari itu kembali terpesona pada Daniel. Arinda bersikap tenang lalu mendekatkan wajahnya pada Daniel yang menatap istrinya dengan mesra.


“ hmmm” Daniel mengecup punggung tangan Arinda dengan mesra,


“ kamu punya kaca mata hitam?” tanya Arinda membuat kening Daniel berkerut,


Daniel tidak ambil pusing lalu menjentikkan tangannya, mengode pada para body guard yang juga duduk di bisnis class. Salah seorang body guard segera menyerahkan kaca mata hitam milik Daniel, Arinda segera menerima kaca mata itu dan memakaikannya pada Daniel.


Pramugari itu menatap bingung pada Arinda begitu pun Daniel, keningnya berkerut melihat sikap istrinya.


“ini buat pencegahan dari buaya-buaya betina sayang. Jaman sekarang banyak buaya betina mencari buaya jantan, mereka tidak peduli jika buaya jantan itu sudah punya buaya betina yang sah” sindir halus Arinda membuat pramugari itu segera angkat kaki.


Daniel tersenyum melihat kecemburuan istrinya, lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Arinda yang tertutup hijab.


“sayang ku... tidak akan ada seorang perempuan pun yang dapat menggantikan posisi mu di hati ku. Selamanya hanya kamu istri, kekasih dan ibu dari baby kita” ujar Daniel sambil membelai lembut perut Arinda.


Beberapa perempuan di kelas bisnis tampak iri melihat perlakuan mesra dan kasih sayang Daniel pada istrinya. Mereka juga ingin di perlakukan mesra seperti Arinda, namun harapan itu terlalu jauh untuk mereka gapai saat melihat pasangan mereka yang sibuk dengan urusan mereka dan ada beberapa mereka yang jomblowan juga jomblowati.

__ADS_1


Tidak berapa lama tepat pukul setengah satu siang, pesawat yang di tumpangi Arinda dan Daniel mendarat dengan mulus di bandara kota SY. Daniel memapah istrinya dengan hati-hati menuruni anak tangga, sebelum mereka ke pesantren milik abinya Aisyah, Arinda dan Daniel menyempatkan untuk sholat di mesjid terdekat di bandara kota SY.


Para body guard senantiasa mengawal mereka bergantian,


“sayang, bagaimana kalau kita ke hotel dulu sekalian kita makan siang” ajak Daniel.


“sayang, aku ingin secepatnya ke pesantren. Aku sudah rindu dengan Aisyah”


“sayang... sebaiknya tunda dulu kangenmu pada Aisyah, kita makan siang dulu ya. Kasihan baby sudah siang mereka belum makan” ujar Daniel mengingatkan Arinda dengan kehamilannya. Arinda tersadar segera mengelus perutnya seraya meminta maaf,


“maafin bunda sayang, karena kangen sama aunty Aisyah bunda lupa kalian belum makan” ujar Arinda membuat Daniel membelai lembut kepalanya. Bibirnya tersungging senyum menambah nilai pada ketampanan hakiki miliknya.


Salah seorang body guard menghampiri Daniel dan Arinda yang berdiri di depan pintu masuk mesjid.


“tuan muda, tadi tuan Ansel mengabari jika dia sudah memesankan kamar hotel untuk tuan dan sebentar tidak berapa lama lagi mobil dari pihak hotel akan menjemput kita di sini” lapor body guard pada Daniel.


“hmmm” Daniel lalu menggandeng tangan Arinda melangkah keluar menuju keluar bandara. Langkah mereka sedikit terhambat oleh tingkah para fans Daniel dan Arinda memblokade jalan Daniel cs.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


Author minta maaf terlambat up 🙏🙏🙏


karena demam dan flu membuat Author kurang berkonsentrasi.


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2