
Terdengar suara gelak tawa di ruang keluarga kediaman Arsenio, Daniel segera menuju ke sana dan mendapati keluarga juga sahabatnya sedang memperhatikan tingkah para bocah kecil yang menggemaskan. Afwa dan Afwi sibuk berebutan remote control drone yang di hadiahi oleh Maya, Daniel baru saja turun dari lantai dua ikut bergabung bersama keluarga dan sahabatnya. Dia menjadi pusat perhatian dari mereka semua yang sedari tadi menghilang begitu saja.
“Kamu dari mana saja Dan, anak-anak sudah mencari-cari Arinda dan kamu sedari tadi” tanya Aileen menatap putranya. Para Sahabat Daniel terfokus melihat ke arah rambut Daniel yang masih lembap dan pakaian di kenakannya.
Mereka tersenyum penuh makna tahu dengan apa yang di lakukan Daniel, Seperti biasa Dia hanya memasang wajah datar tanpa ada rasa bersalah sedikit pun. Daniel duduk di samping Arvin tepat di sebelah Aileen yang masih menunggu jawaban darinya.
“Danieeel....” Aileen memicingkan matanya menatap curiga pada putranya yang tersenyum penuh misteri.
“Mom... Kalo kak Dan udah senyum seperti itu, Vira yakin dia udah melakukan sesuatu yang menyenangkan dengan kak Arin” ujar Davira ikut tersenyum sambil membelai perutnya. Aileen pun segera melayangkan tangannya memukul lengan Daniel,
“Daniel Arsenio, sempat-sempatnya ya kamu gangguin menantu mommy” ujar Aileen kesal, sebuah senyuman terlukis di wajahnya.
“it's not my fault mom, itu kesalahan menantu mommy yang sudah membuat Dan mencintai dan menyayanginya terlalu dalam” ujar Daniel menatap ke arah tangga di mana Arinda sedang menuruni anak tangga.
Saat Daniel keluar dari kamar, Arinda terbangun dari tidurnya. Dia teringat dengan si kembar yang mencari dirinya dan Daniel sedari tadi, dia pun segera memakai hijabnya lalu melangkah keluar kamar untuk turun dan ikut bergabung dengan keluarga dan para sahabatnya.
Pemilik mata cantik itu menatap ke arah suaminya yang membalas dengan tatapan penuh cinta. Arinda berdiri di dekat tangga menatap bingung ke arah suaminya yang tersenyum manis.
Pandangan mereka seketika terhalang oleh Maya yang menghampiri Arinda sambil berkacak pinggang, menatap penuh kecurigaan pada sahabatnya.
“Kenapa?” tanya Arinda bingung. Para si kembar melihat kedatangan bundanya segera menghampiri membuat Maya tidak bisa menginterogasi Arinda.
“Bundaaaaa...” Mereka bertiga serentak memeluk Arinda.
“uuuuuhh kecayangan bunda....” Arinda mengalihkan perhatiannya pada si kembar. Afwa yang akan bertanya ke mana Arinda pergi segera di dahului oleh Maya yang sudah sangat kepo tingkat dewa.
__ADS_1
“eits Para bocil..... Mimi mawar bicara dengan bunda ye. Jadi, ye betiga pada capcus ke daddy kanua, oce?!” ujar Maya membuat para si kembar bingung. Mereka saling berpandangan menggidikkan bahu tidak mengerti dengan bahasa Maya, Arinda tersenyum lembut pada mereka. Dia tahu jika anak-anaknya masih kurang paham dengan ucapan Maya, Arinda membelai lembut kepala putra dan putrinya.
“sayang, kalian bertiga ke daddy dulu ya. Mimi Maya dan Bunda mau bicara dulu oke” Arinda dengan lembut meminta para si kembar untuk menghampiri Daddy mereka.
“Yaaaa bunda, kami mau sama bunda...” ujar Tanisha manja.
“Eits.... Tinta, akika mau monopoli ye punya bunda. Bentaran aje cin” ujar Maya menatap penuh kecurigaan pada sahabatnya.
Dengan wajah manyun mereka bertiga melangkah menuju Daddy mereka dan duduk bersama. Maya langsung mengajak Arinda menuju ruangan lain di mana Cantika, Amanda dan Aisyah sedang asyik bersenda gurau.
“ye Kemindang tadi? Akika udah cacamarica kanua, tapi ye hima layang ntah berantah” Maya memandang curiga pada Arinda tampak gelagapan dan grogi. Dia curiga pada Arinda yang menghilang dari tadi dan muncul dengan pakaian yang berbeda dengan di pakaiannya tadi.
“ itu... Hm... Itu.... Tadi maid kagak sengaja numpahin minuman ke baju gue. Jadi ya sekalian aja gue bersih-bersih” Arinda duduk di samping Aisyah yang tengah menggendong putranya.
“ Hmmmm mencurigakan” Maya sedikit memicingkan matanya menatap lama Arinda.
“Kenapa lama banget?” Cantika semakin menatapnya curiga.
“hmmmm itu.... Itu....” Wajah Arinda semakin memerah dan terasa panas, dia akan menjawab pertanyaan para sahabat dan iparnya terhenti saat azan magrib berkumandang. Dia menghela nafas sambil mencoba mengipasi wajahnya, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa kabur dari kepungan kekepoan Maya dan lainnya.
“eh udah waktunya (tersenyum manis ke arah mereka) ntar aja deh kita bicarain lagi, udah waktunya kewajiban” ujar Arinda yang memilih langkah seribu menghindari interogasi pasukan emak-emak kepo.
“Isssshhh Ariiiiin.... ni pere sastra happy bingits ya liat akika kepo,” Maya begitu kepo menatap kesal pada Arinda yang langsung pergi begitu saja, Cantika dan lainnya hanya tersenyum melihat tingkah Arinda. Maya melihat ke arah Cantika dan lainnya, ada rasa kesal bercampur keingintahuan yang kuat di hatinya.
“nich juga para emak-emak, bukannya bantuin akika nahanin tu pere. Malah senyam senyum abis dapet duta dari ye punya lekong” omel Maya.
__ADS_1
“May... may... kepo banget sih, masa gitu aja kamu nggak tahu. Kita aja udah bisa menebak dari wajahnya si Arin yang merona gitu” ujar Cantika sambil berdiri dari tempat duduknya untuk ikut melaksanakan kewajiban. Dia harus segera melaksanakan kewajibannya agar bisa bergantian dengan babysitter yang sedang menjaga buah hatinya.
Maya menatap ke arah Aisyah dan Amanda yang masih tersenyum sambil memberi kode, kini dia mengerti maksud dari ucapan Cantika.
“oooooo... akika ngerti... pantesaaaan hima layangnya lama” ujar Maya mengerti dengan apa yang di maksud Cantika. Senyuman manis terlukis di bibir masing-masing mereka ikut merasakan kebahagiaan.
Di sore menjelang malam, Keluarga Arsenio dan para sahabat mereka melaksanakan kewajiban mereka. Setelahnya mereka pun makan malam bersama menikmati hidangan yang di sediakan oleh sang tuan rumah. Oma Ayu merasa sangat bahagia di kelilingi oleh keluarga besarnya, senyuman hangat tergambar di wajah tuanya saat melihat tingkah laku para cicit-cicitnya yang begitu menggemaskan.
Kebahagiaan yang di abadikan oleh Sean dalam jepretan kamera ponsel miliknya, senyuman dan tawa kebahagiaan yang tidak akan pernah mereka lupakan. Kebahagiaan di mana kita di kelilingi oleh orang-orang tersayang, bersenda gurau dan tertawa bersama.
Kegembiraan seorang ayah, cinta dan kasih sayang ibu, pelukan hangat juga belaian lembut Oma serta senyuman tulus dari anak, cucu dan cicit adalah harta yang tidak akan pernah bisa tergantikan oleh apa pun di dunia...
**********
dear para reader yang baik, rajin menabung dan murah hati....
mohon maaf 🙏🙏🙏 kedua karya Author akhir-akhir ini jarang update, di karenakan Author yang tidak bisa fokus. Bulan ini terasa sangat berat bagi author karena kakek serta tante Author yang sudah pergi untuk selamanya 😭😭😭. Shock, sedih membuat author sempat ngeblank dan tidak tahu harus menulis apa, semua terjadi begitu mendadak.
Tapi berkat dukungan dan support para reader Author kembali mengupdate karya author walaupun tidak semuanya. Mohon maaf jika ceritanya sedikit membosankan dan membingungkan karena kondisi author yang masih belum fokus.
insyaallah secepatnya author akan update karya-karyanya. tetap terus dukung Author 🙏🙏🙏🙏 dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 😭😭😭
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...