Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 202


__ADS_3

Vivi melangkah dengan elegan dengan senyuman smirk terhias di bibirnya,


Dasar pria beg*, kamu mengira jika harta Marcus sudah berada di tanganmu. Padahal seluruh saham milik Marcus sudah menjadi milikku. Sekarang, kartu as Marcus ada di tangan ku, dengan kembali menyerahkan kartu as itu pada Daniel Arsenio tentunya aku akan semakin memiliki kesempatan Vivi menjalankan mobil miliknya menuju kediamannya dan menyuruh anak buahnya untuk mengantarkan orang yang mereka dapatkan ke tempat Vivi.


***


Beberapa jam sebelum pertemuan Daniel dengan Marcus.


Pagi yang cerah itu Daniel sedang memakai kemeja kerjanya di walk in closet, Arinda datang menghampiri suaminya dengan membawa minuman hangat untuknya.


“sayaang, ini tehnya” Arinda memberikan cangkir teh pada Daniel yang akan memakai dasinya.


“taruh saja dulu di sana sayaang” Daniel menatap serius ponselnya di mana dia mendapat pesan dari Vivi.


Arinda tersenyum manis lalu menghampiri Daniel yang masih menatap ponselnya. Tangannya lalu meraih dasi yang sama sekali belum terikat, dengan sedikit menarik dasi itu Arinda menarik perhatian Daniel.


Mata elang Daniel menatap tajam Arinda saat dengan nackalnya menarik perhatiannya. Senyuman manis dengan bibir yang menggoda iman Daniel membuatnya tidak bisa marah padanya.


Daniel lalu meletakkan ponselnya di atas tumpukan baju yang terlipat rapi, melingkarkan tangannya di pinggang milik istrinya yang sedang mengikat dasi miliknya.


“ sepertinya CEO dinginku ini lebih menyukai ponsel dari pada istrinya” Arinda hampir menyelesaikan mengikat dasi milik Daniel.


Hidung mancung milik Daniel mulai mengendus-endus di sekitar Arinda yang menatapnya heran.


“kenapa?”


“sepertinya aku mencium bau ke cemburuan seseorang di sini” Daniel sedikit mencubit lembut pipi Arinda tanpa melepaskan pelukannya.


Arinda memasang wajah begitu menggemaskan membuat Daniel semakin jatuh cinta padanya. Perlahan dia mendekatkan wajahnya pada Arinda menempelkan bibirnya pada bibir Arinda, memagut lembut hingga terjadilah ciuman panas yang membara.


Ciuman terhenti saat Ishel mengetuk pintu kamar Daniel. Perlahan-lahan Daniel melepaskan pagutan bibirnya, membersihkan bibir bawah Arinda dengan ibu jarinya.


“aku akan melihat siapa yang mengganggu kita” Daniel mengecup kening Arinda lalu melangkah keluar menuju pintu kamarnya.


Drrt...drrrt....

__ADS_1


Sebuah pesan masuk di ponsel Daniel, Arinda pun meraih ponsel milik Daniel dan membukanya.


Kening Arinda berkerut saat melihat layar ponsel Daniel tertulis pesan dari Vivi, dia lalu membuka ponsel Daniel dengan kode yang sudah di ketahuinya. Semenjak menikah, Daniel memberi tahu Arinda pass code ponsel juga brankas yang tersimpan di walk in closet.


Arinda menatap heran saat dirinya tidak bisa lagi membuka ponsel milik Daniel, berkali-kali dia mencoba memasukkan pass code yang sama namun sama sekali tidak bisa membuka ponsel suaminya.


Daniel mengganti pass code? Arinda menatap ponsel Daniel lama hingga dia tidak menyadari jika Daniel kembali ke walk in closet untuk mengambil ponselnya yang tertinggal.


Kedua tangannya langsung melingkar di pinggang Arinda memeluknya dari belakang. Sebelah tangannya mengesampingkan rambut panjang Arinda yang bergelombang, dia menciumi tengkuk leher Arinda dengan lembut.


Arinda memejamkan matanya saat Daniel memperlakukannya dengan lembut.


“Sayang.... Apa kamu mengganti pass code ponsel mu?” Tanya Arinda yang membalikkan tubuhnya menghadap Daniel yang menatap dengan senyuman Nackal di bibirnya.


“Kemarin ponsel milikku sempat bermasalah, jadi aku harus mengganti pass codenya. Maaf sayang aku lupa memberi tahumu” Daniel mulai menciumi pipi, kening bahkan hidung Arinda yang mancung. Wajah Arinda terlihat kesal menatap Daniel yang memperlakukannya dengan penuh kasih sayang,


“Kenapa?” tanya Daniel menatap wajah istrinya lalu kembali mencium pipi hingga leher jenjang putih Arinda.


“Aku kesal kamu melakukan ini” kata Arinda dengan wajah kesal yang menggemaskan menurut Daniel. Dalam bayangannya Arinda terlihat memiliki telinga kucing, menatapnya dengan mata bulat tampak begitu imut.


“kenapa bisa kamu kesal karena aku hanya melakukan ini” Daniel kembali mencium lembut bibir Arinda yang terus menggoda dirinya.


“Daaan...hari ini aku tidak ingin terlambat ke Pearl Stars. Kamu juga hari ini akan bertemu dengan klien pentingkan” Arinda mengingatkan Daniel dengan pertemuan pentingnya dengan klien, tidak lupa dia memberi ponsel milik suaminya. Daniel menatap istrinya dan tersenyum padanya,


“baiklah, ayo kita ke bawah untuk sarapan” Daniel menggandeng tangan Arinda mengajaknya turun ke ruang makan.


Semua keluarga telah berkumpul di meja makan, ada yang berbeda dengan sikap Darren dari biasanya. Aileen merasakan perbedaan dari putra pertamanya,


“Darren sayang... kamu baik-baik saja?” Tanya Aileen menatap Darren.


Darren hanya diam tidak menggubris perkataan Aileen, membuat semua yang hadir di sana termasuk Amanda istrinya sendiri heran.


“sayang... kamu baik-baik saja?” Amanda memegang pundak suaminya. Darren hanya mengangguk menatap istrinya dengan tersenyum seperti biasanya,


“Darren? Apakah kamu ada masalah?” tanya Michael, Darren menatap Michael dengan tatapan dan sikap yang dingin.

__ADS_1


“kak, kamu baik-baik saja?” Daniel menatap Darren yang juga balas menatapnya tajam.


“bisakah kalian tidak mengurusku, sikap munafik kalian membuatku muak” Darren berkata sedikit kasar di depan keluarganya. Untuk pertama Darren bersikap kasar pada keluarga membuat mereka semua menatap ke arah Darren.


“kak... apa maksud kakak kami munafik?” Davira terlihat sangat terkejut dengan ucapan Darren.


“kalian tidak perlu lagi memperlihatkan sikap palsu. Aku tahu jika kalian begitu jijik padaku yang bukan darah daging Daddy, tapi anak haram dari orang yang memperkosa mommy bukan? Sehingga Daddy lebih mempercayai Arebeon pada Daniel yang jelas-jelas putra Daddy bukan?” tuduh Darren pada keluarganya.


Amanda, Davira dan Arinda terkejut mengetahui rahasia keluarga Arsenio. Mereka terdiam tidak berani ikut campur dengan masalah yang begitu sensitif bagi mereka.


“DARREEN” untuk pertama kalinya Michael menunjukkan kemarahannya. Daniel mengepal erat tangannya dia terlihat begitu marah lalu melihat ke arah Aileen.


Setetes demi setetes air mata yang di tahannya kini tumpah, bayangan masa lalu dan sikap Darren membuatnya semakin terpuruk.


“tidak pernah sekalipun kami membeda-bedakanmu dengan Daniel atau pun Davira. Kamu adalah putra tertua di rumah ini, selama ini Arebeon di urus Daniel karena kami tidak ingin menghancurkan mimpimu yang ingin mengembangkan hotel milik opa mu yang melebihi Arebeon” Michael terlihat geram dengan sikap Darren.


“kak Darren, ada apa denganmu? Kenapa kamu bersikap seolah-olah kami adalah musuh” Daniel menatap tajam Darren yang lalu berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar mansion Arsenio. Dia menaiki mobilnya lalu melajukan mobil miliknya menuju ke kantor miliknya.


“Darren...Darren...” panggil Aileen dengan mengiba-iba. Amanda tampak sedih dan tidak mengerti dengan suaminya, dia menatap Aileen yang sedang di tenangkan Michael.


“maafkan Darren my, aku beneran nggak tahu apa yang terjadi padanya. Sejak pulang dari kantor kemaren sikap Darren berubah sangat dingin” Amanda merasa sangat bersalah dengan sikap suaminya.


Arinda menatap Daniel yang tampak begitu marah dan kesal, dia lalu memegang tangan Daniel untuk meredam amarahnya. Tersenyum manis untuk menenangkannya, Daniel menghela nafas membalas menggenggam tangan istrinnya.


*************


secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2