
Tiiit.... Tiiit.... Tiiit...
Dokter Yuki dan Para perawat segera mengecek keadaan Arinda yang kembali menunjukkan tanda kehidupan.
“dokter Vira” panggil dokter Yuki membuat Davira tersadar dari lamunannya. Davira segera menghampiri Daniel yang masih menggenggam tangan istrinya.
“kak Dan, sebaiknya sekarang kakak menunggu di luar. Biarkan kami menyelesaikan pekerjaan kami” pinta Davira pada Daniel. Kali ini Daniel menuruti permintaan Davira, dia keluar dari ruang operasi yang langsung di sambut oleh keluarga Arsenio, Ifan dan lainnya. Mata elangnya terlihat sayu dan sedih menatap ke arah pintu di mana baru saja dia keluar dari ruangan itu.
Davira dan Dokter Yuki kembali menyelesaikan pekerjaan mereka, Davira terus memantau pergerakan grafik kehidupan Arinda. Operasi berjalan dengan baik namun kondisi Arinda masih sangat lemah dan kritis, Davira menatap lama kakak ipar yang sedang di tanganinya. Para perawat segera membenahi segala sesuatunya sebelum Arinda di pindahkan ke ruangan ICU.
Dokter Yuki menatap Davira yang tampak sangat sedih dan kebingungan.
“dokter Davira, maaf sebelumnya anda tentunya menyadari jika kondisi pasien saat ini tidaklah baik-baik saja, Jika pasien tidak bisa melewati masa kritisnya malam ini... “ dokter Yuki tampak pesimis dengan keadaan Arinda.
Davira terlihat kebingungan , bagaimana dia akan menjelaskan keadaan Arinda yang sebenarnya kepada keluarga besar yang sudah menunggunya di luar. Dia tidak tega melihat kakaknya akan terpuruk dalam kesedihan.
“hal itu pula yang menjadi pertimbangan saya dokter Yuki. Saya juga bingung bagaimana menyampaikan kabar ini pada seluruh keluarga saya” Davira menatap pintu ruang operasi, dia menebak jika saat ini keluarganya sedang menginterogasi Daniel.
“Jika anda ragu memberi tahu mereka biar saya saja yang akan menjelaskan keadaan pasien kepada keluarga dan kakak anda” Dokter Yuki menawarkan diri untuk berbicara dengan keluarga Arsenio dan lainnya.
“saya sangat berterima kasih Dokter Yuki, tapi saya tidak ingin anda menjadi korban untuk kedua kalinya. Lebih baik saya mengurangi resiko itu dan lagi saya juga kakak saya berhutang permintaan maaf kepada anda” ujar Davira teringat saat Kakaknya melayangkan bogem mentah pada Teman seprofesinya.
“sudah hal biasa, dokter Vira. Anda tentunya tahu bagaimana resiko dan tantangan dari pekerjaan kita” Dokter Yuki tersenyum ramah, walaupun masih merasakan sakit di wajahnya yang terkena pukulan. Wa
***
Daniel yang baru saja keluar dari ruang operasi langsung di kerumuni oleh keluarganya.
“Bagaimana keadaan mbak Arin, bang?” tanya Ifan.
“Arin....” Daniel terdiam, wajahnya terlihat sangat cemas dan khawatir dengan keadaan istrinya. Mereka semua terdiam dan tidak melanjutkan pertanyaan, mereka bisa menebak dari wajah Daniel jika saat ini Arinda dalam keadaan yang tidak baik.
Darren dan para sahabat mendekati Daniel memegang pundaknya seakan memberikan kekuatan yang dibutuhkan Daniel saat ini.
“Dan.... Kamu harus tegar dan kuat, demi ketiga malaikat kecil kalian” ujar Darren.
"Arinda dan ketiga baby kalian sangat membutuhkan kamu Dan, Daddy yakin kamu bisa melewati semua ini" Michael ikut menyemangati putranya.
Satu jam sebelumnya....
__ADS_1
Ifan, Aileen, Oma Ayu, Arvin dan Ansel bahagia saat mendengar tangisan bayi dari ruang operasi Arinda. Para pria berpelukan bahagia seakan bayi merekalah yang baru saja lahir ke dunia. Michael, Amanda dan Darren yang baru saja datang, menatap heran ke arah mereka.
“mommy, ada apa? Kenapa...” Michael tidak melanjutkan pertanyaannya saat mendengar tangisan bayi di ruang operasi itu.
“Alhamdulillah, akhirnya baby twins...” Arvin setengah berteriak tampak sangat senang dengan kebahagiaan sahabatnya.
Mereka semua tampak sangat bahagia, oma Ayu menangis haru saat mendengar tangisan malaikat kecil yang hadir di tengah-tengah keluarga Arsenio.
Cantika dan Maya baru saja sampai di rumah sakit, bersamaan dengan Aisyah yang di antar oleh Yuda.
“mbak Cantika, kak Maya” sapa Aisyah saat melihat mereka berjalan lebih dulu.
“Aisyah... hi... “ Cantika menyapa sambil cipika cipiki dengan Aisyah.
“ udah capcus, ntar aja deh temu kangennya. Akika udah tinta sabaran mo ketemu ma pere sastra” ujar Maya.
“sabar May, kita kan musti nanya dulu. Bentar aku telepon Ansel dulu” ujar Cantika mengambil ponselnya dalam tas. Dia menghubungi Ansel dan menanyakan posisinya ada di mana sekarang ini.
Setelah berbicara dengan suaminya Cantika segera memutuskan teleponnya dan kembali menyimpan ponsel ke dalam tas.
“udah cin, gimana?” tanya Maya penasaran.
“ ya udah capcus kita kesandro” Maya segera mengajak Cantika, Aisyah dan Yuda menuju ruang operasi Arinda yang di beri tahu Ansel.
Mereka berempat melihat di mana keluarga Arsenio, Adik Arinda, Arvin dan Ansel sudah berkumpul di sana.
“waaah... udah pada ngumpul. Gimana my bunny?” tanya Maya tidak sabaran.
“Alhamdulillah, bayi Arin udah lahir” ujar Amanda tersenyum senang.
“aaaaa... akika senang. Akhirnya para twins lahir... aaa.... akika nggak sabar pengen ketemu sama para twins” maya melompat kegirangan.
Para bayi kembar berada dalam inkubator segera di bawa oleh para perawat menuju ke ruang khusus bayi. Saat pintu ruang operasi terbuka, semua mata melihat ke arah perawat yang sedang mendorong kotak inkubator di mana para bayi tampak sudah tenang di dalam sana.
Semua yang berada di sana segera menghampiri dan mengerumuni dua bayi kembar berjenis kelamin laki-laki.
“maaf permisi, kami harus membawa para bayi ke ruang bayi” kata perawat baru saja keluar dari ruang operasi mendorong inkubator bayi kembar ketiga berjenis kelamin perempuan.
“sebentar suster, ini...” Michael melihat bayi perempuan di dalam inkubator. Perawat itu tersenyum ramah dan mengerti dengan maksud perkataan Michael.
__ADS_1
“benar tuan, kami ucapkan selamat. Pasien telah melahirkan bayi kembar tiga” Ujar perawat itu, sontak mereka semua tampak sangat bahagia.
“alhamdulillah....” serentak mereka mengucapkan rasa syukur pada yang maha Kuasa atas segalanya.
Mata Ifan tampak berkaca-kaca, bahagia melihat ketiga ponakannya lahir dalam keadaan selamat dan sehat. Dia melihat para keponakannya dengan perasaan penuh haru.
“lalu bagaimana dengan keadaan menantu kami?” Tanya Aileen, bibirnya terus memperlihatkan senyuman hangat.
Para perawat seketika terdiam, mereka benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Saat mereka akan meninggalkan ruang operasi monitor Arinda menunjukkan grafik garis lurus yang menandakan jika pasien tidak tertolong lagi.
“suster...” Darren melihat wajah perawat yang terlihat sedih dan prihatin.
“sewaktu kami keluar tadi, denyut jantung pasien sudah tidak menunjukkan tanda kehidupan lagi. Tapi untuk lebih jelasnya lagi, sebaiknya anda semuanya menunggu keterangan dari dokter Davira dan dokter Yuki” ujar perawat itu sontak membuat semua yang hadir di sana terkejut.
“tidak...tidak... itu tidak mungkin... Mbak Arin....” Ifan tidak percaya begitu saja dengan apa yang di bicarakan oleh perawat itu. Dia melihat kearah ruang operasi di mana lampu tanda operasi masih belum padam.
“mohon maaf, kami harus segera membawa bayi ini ke ruang bayi jika terlalu lama di sini para bayi bisa rentan terkena penyakit. Permisi....” para perawat lalu mendorong inkubator bayi kembar itu menuju ruang bayi. keluarga Arsenio dan lainnya memberi jalan, Aileen menempelkan jari jemarinya ke bibir memberi kecupan lalu menempelkan jari jemarinya pada para cucunya.
Tampak sangat jelas kesedihan di wajah Ifan, dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Oma Ayu jatuh terduduk di kursi yang ada di ruang tunggu, beliau terlihat sangat sedih begitu juga para sahabat Arinda yang tidak percaya begitu saja.
Ifan melangkahkan kakinya menuju ruang operasi, langkahnya terhenti saat Ansel dan Arvin mencegahnya.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
maaf pada semua reader🙏🏻
🙏🏻🙏🏻, terlambat up secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...