
Ponsel Arinda bergetar menandakan ada panggilan VC masuk, tanpa sengaja Arinda yang berniat ingin mematikan panggilan itu malah menggeser panggilan VC itu ke tombol hijau.
Maya sangat rindu pada Arinda, dia lalu menghubungi Arinda dengan VC, saat VC itu tersambung mata Maya membulat terkejut saat melihat pemandangan di layar ponselnya.
Daniel dan Arinda berciuman dengan posisi Daniel yang lebih banyak mendominasi,
“Kyaaaaa... my Idol, so sweeet pake banget” Maya histeris saat melihat pemandangan yang menggoda imannya, ternyata pemandangan itu tidak hanya di saksikan oleh Maya seorang.
VC itu juga tersambung dengan Davira di KO, teman-teman Maya yang sedang berkumpul di tempatnya juga ikut menyaksikan tayangan live. Mereka semakin histeris saat melihat wajah Daniel terlihat seksi dan menggoda saat melihat tayang itu secara live.
Perlahan Arinda melepaskan ciumannya dengan Daniel saat mendengar suara Maya. Wajah Arinda seketika merona merah seperti lobster rebus saat melihat layar ponselnya sudah terhubung dengan VC Maya. Mobil mewah Daniel sudah terparkir di halaman Mansion Arsenio, Ansel dan Sakti memilih turun membiarkan ke Tuan dan nona mereka menikmati waktu berdua mereka.
“Ya ammpuuun mata ku telah ternoda” Davira menutup matanya dengan kedua tangannya.
“my idol... akika juga mawar di cumi,” goda Maya dengan mengerlingkan sebelah matanya pada pasangan ini. Kedua tangan Arinda akan mendorong tubuh Daniel untuk menjauh sedikit darinya, namun di tahan Daniel. Dia mengambil ponsel Arinda, maya dan teman-temannya histeris saat melihat wajah tampan suami Arinda.
Daniel mematikan langsung sambungan telepon dari Maya dan Davira, lalu membuang ke sembarang tempat ponsel milik Arinda.
“kita lanjutkan” Mata elang Daniel menatap mata indah istrinya dan akan melakukan aksinya kembali. Tangan Arinda menahan tubuh Daniel dengan kedua tangannya,
“kenapa?” Daniel menatap Arinda,
“Aku sangat malu sekali, apalagi tadi Davira melihatnya” Wajah Arinda semakin merona merah.
“trus?” alis Daniel berkerut menatap Arinda
“sudahlah ayo kita turun, mommy dan yang lainnya tentu sudah menunggu” Arinda memilih untuk keluar dari mobil, tangannya di tahan dan di tarik kembali mendekati Daniel.
“aku belum selesai sayang” Daniel mulai mendekati wajahnya pada Arinda yang kini berada di pelukannya. Saat bibir mereka hampir bersatu sebuah ketukan di pintu kaca membatalkan niat Daniel, mata elangnya melihat ke samping mobilnya di mana kini Aileen berdiri di sana.
“sayang...mommy udah di samping” Arinda melihat Aileen berdiri di samping mobil Daniel. Arinda mengambil kesempatan saat Daniel lengah, dia segera turun dari mobil dan menghampiri Aileen di ikuti Daniel dengan wajah yang tertekuk,
“sayang... mommy kangen banget sama kamu. Gi mana honey moonnya?” Aileen langsung memeluk Arinda melupakan putranya sendiri.
Dia langsung akan mengajak Arinda masuk ke dalam mansion, namun langkah mereka terhenti saat pinggang Arinda di peluk posesif Daniel dari belakang.
__ADS_1
“Daniel, kenapa kamu menahan Arin?” protes Aileen, Daniel hanya diam dan meletakkan dagunya di pundak memperlakukan Arinda dengan begitu mesra.
“sayang... semuanya melihat kita” Arinda merasa canggung pada Aileen saat Daniel memperlakukannya dengan penuh kasih sayang.
Aileen merasa kesal karena putranya menguasai menantu, dia pun menarik kuping Daniel agar melepaskan menantunya,
“aduuh mom... sakit” Daniel memegangi telinganya yang memerah akibat ulah Aileen, semua yang ada di sana menahan tawa melihat tingkah Aileen yang brutal pada putranya.
“siapa suruh kamu memonopoli menantu mommy!! Ayo Arin, kita tinggalkan saja beruang kutub ini di sini sendirian” Aileen menarik tangan menantunya. Arinda menatap iba pada suaminya yang memegangi kupingnya.
Hari itu keluarga Arsenio terlihat bahagia dengan kedatangan putra kedua dan menantu mereka, kebahagiaan mereka semakin lengkap dengan berita kehamilan Amanda. Arinda Daniel mengucapkan selamat pada Darren dan Amanda atas kehamilannya.
***
Dua minggu setelahnya, tampak Jeni keluar dari rumah sakit setelah membuka jahitannya di sana. Arinda ikut menemani Jeni yang berhasil mendekati Arinda.
“terima kasih ya Rin, kamu sudah mau menemani ku ke rumah sakit” Jeni memegang tangan Arinda.
“aku yang seharusnya mengucapkan rasa terima kasih padamu. Jika bukan karena pertolonganmu mungkin aku sudah berada di alam lain” Arinda tersenyum manis pada Jeni.
“udah nggak usah di ingat lagi, semua orang akan melakukan hal yang sama jika berada di posisiku. Gi mana kalo sekarang kita minum coffe, aku yang akan traktir”
“astaga aku minta maaf karena udah ganggu pekerjaan kamu”
“nggak apa-apa kok Jeni, ini juga bentuk rasa terima kasihku padamu”
“jujur Rin, aku kagum sama kamu. Semua orang tahu siapa Daniel Arsenio, tapi kamu masih mau bekerja di Pearl Stars. Kebanyakan cewek akan tinggal di rumah menikmati uang suaminya. Tapi kamu berbeda Rin”
“aku sama kok dengan istri-istri lainnya menikmati gaji suami. Namun aku sangat senang melihat para klien senang dengan pekerjaanku, hal itu yang membuatku ingin terus bekerja di Pearl Stars”
“kamu sungguh Rin, Tidak seperti aku harus kehilangan pekerjaan karena terlambat memberi tahu pada perusahaan, jika aku di rawat di rumah sakit” Jeni tampak sedih dengan pemecatan dirinya. Arinda ikut prihatin dengan apa yang menimpa Jeni.
“maafkan aku Jeni, karena menolongku kamu harus kehilangan pekerjaanmu” Arinda merasa tidak enak pada Jeni.
“sudahlah Rin, ini memang sudah jalannya. Sekarang aku sudah sembuh dan aku harus bersemangat untuk mencari pekerjaan baru” Jeni bersemangat.
__ADS_1
gue bakalan tenang karena lu yang bakalan jadi menjadi bekingan gue buat masuk ke Arebeon, dengan begitu memudahkan gue memuluskan rencana kami diam-diam Jeni tersenyum jahat tanpa sepengetahuan Arinda.
Dari kejauhan tempat Arinda dan Jeni menunggu mobil, beberapa orang tampak mengawasi dengan seksama. Orang-orang itu adalah body guard suruhan yang secara diam-diam Daniel perintahkan mengikuti dan melindungi istrinya.
Hal itu di lakukannya karena Arinda terus merengek meminta Daniel menarik semua body guard yang melindunginya.
Wajah yang dingin dan kaku serta bentuk tubuh yang kuat membuat beberapa klien Arinda ketakutan. Sudah beberapa kali Arinda hampir kehilangan klien karena sikap body guard yang over protektif.
Dengan alat khusus Body guard Daniel dapat mendengar pembicaraan Jeni dan Arinda dari jarak jauh. Setiap pebicaraan mereka sampai di telinga Daniel,
Ooo jadi kamu kehilangan pekerjaan, sungguh akting yang sangat bagus. Baiklah kita akan ikuti permainanmu Daniel menatap layar laptopnya dengan telinga yang terpasang earphone.
Daniel sudah mendapat laporan yang di butuhkannya dari Yuda tentang siapa Jeni. Kecurigaannya semakin kuat saat perubahan sikap jeni yang sangat terlihat. Dia juga mengetahui soal Jeni yang kehilangan pekerjaan yang memang sudah di atur.
Pekerjaan Daniel selesai dengan cepat sebelum makan siang, dia keluar dari ruangannya berdiri di samping meja kerja Ansel yang fokus dengan layar komputernya.
“sel, apakah masih ada jadwal ku hari ini?” Daniel menatap fokus layar ponselnya.
Ansel terkejut saat mendapati bosnya berdiri di samping meja.
“tun muda, kenapa tidak memanggil saya saja ke dalam” Ansel berdiri lalu mendekati Daniel dengan tablet di tangannya. Daniel hanya diam tidak menanggapi perkataan Ansel, dia mendengar dengan seksama percakapan Antara Arinda dan Jeni.
Ansel memeriksa jika pekerjaan Daniel sudah selesai semuanya,
“jadwal untuk hari ini tidak ada lagi tuan, semuanya sudah selesai” Ansel menatap ke arah Daniel yang tampak serius. Daniel tampak berpikir lama dan menatap ke arah Ansel.
************
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...