Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 147


__ADS_3

Pesawat mendarat dengan mulus di bandara sebuah pulau, Arinda menatap ke luar jendela pesawat. Pesawat jet Daniel perlahan-lahan berhenti, mereka berdua membuka safety belt. Daniel bangkit dari tempat duduk dan mengulurkan tangannya menggandeng tangan Arinda turun dari pesawat, Arinda menatap ke sekeliling bandara. Dia begitu sangat penasaran dimana mereka saat ini.


“Dan, kita sebenarnya ada di mana?” tanya Arinda sangat penasaran.


“welcome to our Island, Arda Island sayangku” Daniel memeluk Arinda dari belakang.


“pulau kita? Maksud kamu?” Arinda kebingungan,


“ ini adalah hadiah pernikahanku untuk mu sayang, seluruh pulau ini sudah aku beli untuk mu” Daniel memberi tahu Arinda tentang pulau pribadi yang di belinya dan menamai pulau itu dengan ke dua nama mereka.


“apaaa? Ja ja Jadi pulau ini...” mata Arinda membulat sempurna mengetahui jika pulau di mana mereka berada saat ini adalah miliknya. Daniel tersenyum lalu merangkul pundak Arinda melangkah menuju ke mobil mewah,


“ayo mobil kita sudah menunggu” Daniel mengajak Arinda menaiki mobil mewah yang sudah terparkir cantik, para pramugari menyerahkan koper milik mereka berdua kepada boyguard yang mengawal mereka selama di pulau pribadi. Daniel dan Arinda duduk di kursi belakang, tangan Daniel merangkul pinggang Arinda yang menyandarkan dirinya di dada bidangnya. Sesekali Daniel mengecup pucuk kepala Arinda, mobil mewah mereka melaju meninggalkan bendara menuju rumah milik mereka di pulau Arda.


Setengah jam perjalanan mereka sampai di rumah mewah berlantai dua, mata Arinda menatap takjub dengan keindahan alam di private island itu. Rumah mereka di bangun berhadapan langsung dengan pantai pasir putih dan air laut berwarna biru jernih. Mobil memasuki gerbang pagar rumah mewah lalu berhenti tepat di depan rumah mewah Daniel.


Arinda tampak begitu antusias melihat pantai yang begitu indah, matanya melihat ke arah Daniel dengan mata berbinar-binar. Dia sangat ingin ke pantai yang terlihat tenang, deburan ombak seperti nyanyian alam yang memanggilnya untuk bermain di sana. Daniel menganggukkan kepalanya memperbolehkan Arinda untuk turun lebih dulu, hal yang sama sekali tidak di sia-siakan.


Dia lalu membuka pintu mobil sebelum bodyguard membukakan pintu untuk mereka. Arinda melangkahkan kakinya menuju pantai yang tidak jauh dari rumah mereka. Para bodyguard ingin mengikuti nona mereka di cegah oleh Daniel dengan mengodekan tangannya.


Para bodyguard mundur dan membawa barang-barang Daniel juga Arinda ke dalam rumah mewah itu, Daniel menatap Arinda yang berdiri di tepi pantai. Kaki putihnya basah terkena air pantai, tercium oleh Arinda wangi air laut pantai yang memberi kesegaran dan ketenangan.


Daniel melangkahkan kakinya menghampiri Arinda, dilihatnya sandal high heels milik Arinda tergeletak begitu saja di pasir. Ombak pantai saling kejar mengejar dan mengenai kaki indah Arinda, wajahnya sangat bahagia menatap keindahan pulau. Daniel memeluk Arinda dari belakang dan ikut menikmati pemandangan di pulau itu.


“kamu senang?” Daniel mempererat pelukannya, timbul niat jahil di benak Arinda. Dia membalikkan tubuhnya menatap Daniel dengan senyum indahnya, dia memutar tubuh mereka hingga tubuh Daniel membelakangi pantai.


Kedua tangan Arinda di dada bidang Daniel, perlahan-lahan Arinda mendekatkan wajahnya seperti hendak menciumnya. Daniel pun ikut mendekatkan wajahnya dengan menutup matanya, dengan cepat Arinda mendorong tubuh Daniel hingga dia jatuh terduduk di pantai. Bajunya basah kuyub, Arinda tertawa menatap Daniel yang masih terduduk di pasir.

__ADS_1


Daniel menatap tajam terlihat sangat marah membuat tawa Arinda menghilang seketika, dia tahu jika saat ini Daniel marah dan kesal. Arinda lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Daniel berdiri, dia memegang tangan Arinda dan berdiri tegak dengan wajah dingin juga kesal.


“maaf” Arinda menunduk sedih, senyuman nakal tersungging di bibir Daniel. Dengan cepat dia membopong Arinda dan membawanya sedikit ke tengah pantai, terdengar pekik dan tawa bahagia Arinda yang kini sudah basah kuyup. Kini mereka berdua sudah basah kuyup dan tampak menikmati acara basah-basahan di pantai itu. Puas bermain, Arinda dan Daniel memutuskan kembali ke rumah mereka. Tangan Arinda meraih sepatu high hells yang tergeletak begitu saja lalu mereka berjalan menuju rumah.


Mata para bodyguard terbuka sempurna saat melihat Daniel dan Arinda kembali dalam keadaan basah kuyup. Mereka sangat terkejut melihat tampilan Daniel yang sangat berubah, dia yang selalu ingin perfect segala hal kini tampil sangat jauh dari kata itu.


Tangan kanan Daniel mengusap-usap rambut dan wajahnya, menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu kembali mengusapkan lengannya ke wajah dan rambutnya. Arinda menatap tingkah Daniel seperti itu teringat dengan kucing yang bertingkah imut saat dia terjatuh ke dalam air,


Imut sekali...arinda tersenyum menatap Daniel.


“sayang, kenapa kamu menatapku seperti itu hmmmm?” Daniel langsung membopong Arinda tepat di hadapan semua bodyguard.


“Daniieeell....” mata Arinda terbelalak saat Daniel dengan santainya membopongnya. Daniel membawa Arinda masuk ke dalam rumah mewah itu,


“selamat datang tuan muda dan nona muda” sapa beberapa maid dan seorang chef. Daniel masih menggendong Arinda mulai memperkenalkan maid dan chef yang bekerja di rumah itu.


“Dan, turunin akuuu!!!” Arinda berusaha untuk turun dari gendongan Daniel, dia merasa sangat tidak enak berlaku mesra di depan semua orang.


“baiklah (menurunkan Arinda), semuanya perkenalkan ini Arinda, istriku ” Daniel memperkenalkan Arinda pada para maid dan chef.


“kamu mau menelusuri rumah kita” Daniel merangkul pundak Arinda yang menatap padanya. Arinda mengangguk dan mulai menyusuri rumah dari ruang tamu, tengah, dan dapur yang berada di lantai pertama.


“di mana para maid dan chef itu tinggal?” Arinda penasaran di mana para maid dan chef tinggal. Kini Arinda berdiri di depan kolam renang yang pemandangannya langsung menghadap pantai.


“mereka tinggal di mes samping rumah kita sayang” Daniel memeluk Arinda dari belakang dan bermanja-manja padanya.


“kamu mau lihat apa yang ada di lantai dua?” Daniel mengajak Arinda untuk melihat ruangan di lantai kedua. Arinda kembali menganggukkan kepalanya, lalu Mereka menaiki anak tangga menuju kamar mewah dengan fasilitas yang lengkap.

__ADS_1


Mata Arinda menatap takjub ruangan di lantai dua, dia berjalan menyusuri ruangan demi ruangan. Kamar mandi mewah dengan jacuzzi dan fasilitas kamar mandi lainnya. Arinda kembali keluar ke kamar, mata Arinda menatap ranjang yang di hiasi kelopak bunga mawar berbentuk hati.


Jantungnya berdegup kencang saat merasa hembusan nafas hangat di belakangnya.


Arinda sangat gugup dan salah tingkah, dia memegang dadanya terasa jantungnya berdebar-debar dengan keras.


“A a a aku mau mandi dulu” Arinda segera menghindari Daniel dengan menuju kamar mandi, namun langkahnya terhenti saat Daniel memegang lengannya.


“kita mandi bersama?” goda Daniel dengan memeluk tubuh Arinda yang menghadap ke arahnya. Dengan cepat Arinda menggelengkan kepalanya dengan tatapan horor,


“a a a aku ma ma mau mandi sendiri” Arinda tampak sangat gugup, Daniel tersenyum melihat kegugupan Arinda,


“tenang saja sayangku, jika kamu belum siap kita bisa melakukannya di saat kamu siap” Daniel membelai wajah Arinda dengan penuh cinta. Dia tidak ingin memaksakan kehendaknya pada perempuan yang kini telah sah menjadi istrinya.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2