Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 92


__ADS_3

“Maksud Arin, tidak karena aku belum melamarnya membuatnya ragu dengan keseriusanku. Dan jawaban ku iya karena dia menjadi pelabuhan terakhir untukku dan aku ingin bersama dengannya hingga maut memisahkan kami” kata Daniel menggenggam dan menatap mata Arinda.


Semua yang mendengar pengakuan hati Daniel tersenyum senang dan bahagia.


“aaaaa romantisnya, akika juga mau seperti Arinda. Nggak pa-pa deh kalo akika menjadi cadangannya” kata maya meleleh mendengar pengakuan Hati Daniel.


“ban serap kali kamu May” kata Cantika membuat semuanya tertawa.


“Iih jahara deh, bilangin akika ban serap, mobiiiil keles” kata Maya, semua kembali tertawa kecuali Arinda. Wajahnya semakin merona karena Daniel tidak melepaskan genggaman tangannya.


“ngomong -ngomong kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian” tanya Maira pada Daniel.


“aku maunya mereka secepatnya, sesudah pernikahan Darren dan Amanda. Kami akan menemui keluarga Arinda dan memintanya secara resmi” kata Aileen,


Arinda kebingungan dengan arah pembicaraan yang melenceng jauh.


Aduh kenapa semuanya semakin runyam begini. Maksud hati ingin melupakan malah makin ke jebak ama ni cowok, gimana caranya lepas dari semua ini kata Arinda dalam hati.


Cantika dan Maya dapat melihat ada keraguan dalam mata Arinda, Maya memberi tatapan untuk membuat Arinda tenang dan tidak gegabah.


Semua orang sudah terlanjur senang dengan pengakuan hati Daniel, hal ini membuat Arinda tidak mampu mengucapkan keinginannya yang akan melukai hati semua orang.


Selesai makan siang, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga sambil menikmati dessert buatan Aileen. Karena ada rapat yang harus di hadiri oleh Daniel, ia pun terpaksa pergi menyelesaikan pekerjaannya walau sebenarnya Hatinya tidak ingin pergi dan ingin terus bersama Arinda.


Arinda dengan profesional memulai penjelasan konsep acara wedding pada kedua keluarga dan juga pasangan yang akan menikah Darren dan Amanda


“Nyonya Aileen dan nyonya Maira, kami akan memulai memperlihatkan contoh-contoh acara dari pernikahan Adat istiadat hingga pernikahan bergaya modern. Semuanya tentu tergantung dengan pilihan pasangan tuan Darren dan nona Amanda” kata Arinda profesional, dia menjelaskan setiap detail acara dan konsep pernikahan yang kekinian.


Darren dan Amanda sangat senang dengan penjelasan dari Arinda yang tidak berbelit-belit.


“Gi mana sayang? Semua tergantung dari kalian sekarang” tanya Maira.


“ amanda sangat suka konsep ini mom dan yang ini juga. Aduuh Manda jadi bingung harus milih yang mana” kata Amanda bingung dengan pilihan yang di tawarkan Arinda.


“kalo kamu bingung, tanyakan saja pendapat calon suami kamu sayang. Mungkin ada yang sesuai dan cocok dengan pilihan kamu” kata tuan Handoko.


Amanda menatap Darren sambil menanyakan pendapatnya. Darren memperhatikan konsep acara yang menurutnya sangat bagus.


“Aku suka konsep wedding yang ini sayang” kata Darren menunjuk salah satu konsep wedding adat istiadat.


“Kamu juga menyukai ini?” tanya Amanda juga memilih konsep acara yang sama dengan Darren.

__ADS_1


“ Ih udah cucok bgt deh, pilihannya juga udah sama” komentar Maya.


Darren dan Amanda tersenyum dengan pilihan mereka yang sama. Mereka memilih konsep pernikahan secara adat lalu pesta pernikahan secara Modern.


“karena konsep pernikahan sudah di pilih, sekarang tinggal memilih gedungnya. Atau Anda memiliki gedung pilihan sendiri?” tanya Cantika.


Darren menatap Amanda lalu ke semua yang ada di ruang keluarga.


“Sebenarnya di acara Akad nikah nanti Darren ingin mengadakannya di rumah ini. Acara yang hanya di hadiri oleh keluarga dan sahabat dan pesta pernikahannya di hotel keluarga saja JK international , gimana menurut oma dan mommy?” tanya Darren pada oma Ayu senang dengan keputusan cucunya.


“Oma sangat setuju sayang, tapi apakah Amanda tidak apa-apa dengan keinginan Darren” tanya oma Ayu.


Amanda tersenyum senang,


“ Amanda juga berkeinginan seperti itu oma. Manda ingin acara akad nikah nanti hanya keluarga dan sahabat saja yang menghadirinya. Akan terasa khidmat dan sakral” jelas Amanda.


Aileen menyambut senang dengan pilihan putra pertamanya lalu memeluk calon menantunya.


“Konsep pernikahan udah, tempat akad nikah dan pestanya juga udah. Trus pengantennya udah nentuin baju yang mau di pakai? Masak pengantenya di suruh pake baju tidur. Kebetulan akika bawa contoh rancangan baju akad nikah dan pestanya, sekalian seragaman untuk kedua keluarga” jelas Maya, arinda mengeluarkan katalog desain baju milik Maya dengan tanda tangan inisial perancang di sudut bawak kertas.


Amanda yang juga pemilik sebuah butik tahu dengan inisial yang ada di sudut bawah kertas rancangan.


“Loh ini kan inisial perancang MY yang misterius” kata Amanda.


“Cantika, jadi Maya ini desainer MY yang terkenal itu?” tanya Aileen tidak percaya.


Arinda dan Cantika hanya tersenyum,


“Benar tante, Cantika meminta Maya untuk menjadi desainer tetap di Pearl Stars. Kebanyakam klien kami meminta untuk di sediakan baju karena tidak ingin repot mencari pakaian yang tepat. Makanya Maya ini Cantika rekrut di samping di juga menjalankan bisnisnya sebagai desainer besar” jelas Cantika.


“jadi melayang akika di puji terus ama lu tika, iya akika tau kok akika paling hebat dan juara tiada duanya” kata Maya dengan pedenya.


“ya ya ya lu emang juara” kata Arinda


“So pasti to” kata Maya pede


Semua tertawa senang dengan Maya yang pede,


“ayo cin, kamu juga ikutan milih” kata Maya pada Arinda.


“Loh kok gue juga? Yang nikah kan tuan Darren dan Amanda” kata Arinda.

__ADS_1


“ Omg, syayangku lu kan bentar lagi juga akan jadi bagian Keluarga Arsenio. Benar ga tan?” kata Maya mencari dukungan pada Aileen.


“benar banget kamu Maya, ayo sayang kamu juga mulai dari sekarang pilih gaun buat nikahan nanti” kata Aileen yang mendukung ucapan Maya.


Arinda mati kutu saat Maya dan Aileen menyinggung ucapan Daniel saat makan siang tadi. Dia melirik tajam pada Maya di balas dengan senyuman nakal dari Maya.


Ni si Maya malah ngomporin nyonya Aileen lagi guman Arinda melirik tajam Maya.


“udah deh say, nggak usah bohongi diri lu sendiri. Keluarganya udah setuju juga, jalani aja lagi” bisik Maya pada Arinda yang di balas tatapan tajam darinya.


“Aduh si eneng, jangan ngeliatin akika seperti itu. Jadi grogi akikanya” kata Maya centil.


Semua kembali tertawa melihat tingkah Maya yang centil dan Arinda yang gugup juga salah tingkah.


Menjelang sore, akhirnya kedua keluarga memutuskan jika pakaian mereka akan di Handle Maya yang langsung memulai mengukur baju masing-masing keluarga.


Satu persatu Maya mengukur ukuran baju keluarga Arsenio dan keluarga Handoko. Arinda mendapat bagian tugas mencatat ukuran Baju pesanan keluarga Arsenio dan keluarga Handoko.


“udah semuanya May?” tanya Cantika.


“hmmm, kayaknya masih ada yang kurang. O iya, tuan muda Daniel belum di ukur” kata Maya


“Ooo ukuran Daniel kalo nggak salah” Aileen mengingat-ingat ukuran baju Daniel.


“tante ingat ukuran daniel di tulis di note book ruang kerja Daniel. Sebentar ya tante ambilkan” kata Aileen berdiri melangkah ke ruang kerja Daniel.


Timbul ide cermelang di pemikiran Maya, dia langsung berbisik di telinga Davira dan Cantika untuk mengikuti Aileen.


“guys ada yang mau akika obrolin ama lu pada, kita ikut tante Aileen dulu yuk” kata Maya melirik ke arah Arinda tengah mengobrol dengan oma Ayu.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2