Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 44


__ADS_3

Setelah mengunci kamar kosnya Arinda berpamitan pada ibu yang punya kos untuk menginap di rumah temannya sementara.


Setelah berpamitan Arinda masuk ke dalam mobil milik Maya, mobil Maya membawa mereka membelah jalanan yang masih padat menuju apartemen Cantika.


***


Selesai menjalankan kewajibannya Daniel melipat sajadah dan mengganti baju koko nya dengan baju kaus dan celana jeansnya, jam tangan mahal menghiasi pergelangan tangannya. Di ambilnya kunci mobil Bugatti Veyron 16.4 miliknya.


Daniel menuruni tangga, kedua keluarga masih asyik berbicara di ruang tamu, Ansek hanya menjadi pendengar yang baik. Raut wajahnya sudah tampak mulai bosan.


“Dan...kamu mau kemana?” tanya Oma Ayu melihat Daniel yang telah rapi.


"Dan ada urusan sebentar oma, mom. Tuan Handoko maaf saya harus pamit ada urusan yang harus saya selesaikan” pamit Daniel.


“Silahkan nak Daniel, kami juga mau pamit karena sudah malam. Nyonya Aileen terima kasih atas hidangannya, terasa sangat lezat” puji Tuan Handoko.


“sama-sama tuan Handoko” kata Aileen.


"Darren, kamu antarkan Amanda dan orang tuanya ke apartemen Amanda ya" kata Michael


"tidak usah Darren, Kamu antar saja Amanda ke apartemen, papa tadi membawa mobil sendiri" kata tuan Handoko.


"baiklah pa. Dad Darren akan mengambil mobil dulu" kata Darren melangkahkan kakinya ke garasi mobil.


“Mom Dan berangkat” pamit Daniel menciumi pipi kedua perempuan yang di sayanginya.


“Hati-hati ya sayang” kata Aileen.


“ sel ayo.” Ajak Daniel melangkah pergi ke garasi mobil miliknya berjalan beriringan dengan Darren dan Ansel.


Sakti baru saja selesai mengelap mobil tuannya melihat Daniel datang. Dia segera menghampiri Daniel


“Tuan muda Daniel, saya akan menyiapkan mobil anda” kata Sakti akan bergegas menuju kamarnya untuk mengganti baju.


“Tidak usah, kamu istirahat saja. Hari ini aku akan pergi bersama Ansel” Daniel menekan remot kunci Bugatti milinya.


“Baik, hati – hati di jalan tuan muda” kata Sakti memberi hormat pada Daniel.


Daniel menyalakan mobil Bugatti miliknya, lalu meluncur keluar dari mansion Arsenio. Kali ini Daniel pergi tanpa pengawalan Bodyguard, dia menyuruh para bodyguard untuk beristirahat.


“Tuan muda, apa kita akan ke tempat biasanya?” tanya Ansel.


“Ya, hubungi mereka berdua” perintah Daniel.


“ baik tuan” Ansel membuka smartphonenya untuk menghubungi Arvin dan Sean.


Ansel mematikan telepon


“tuan muda, mereka sudah ada di tempat biasa” kata Ansel.


Daniel memacu bugattinya ke tempat dia dan teman-temannya sering berkumpul.


***


Arinda dan Maya telah sampai di bangunan apartemen Cantika, setelah memakirkan mobilnya di parkiran Maya membantu membawakan koper milik Arinda. Maya lalu menekan tombol lift


Ting.....

__ADS_1


Pintu lift terbuka, Maya dan Arinda masuk ke dalam lalu menekan tombol menuju lantai 6 Apartemen milik Cantika.


Maya dan Arinda sampai di lantai 6, Arinda menekan bel.


Ting tong....


Suara bel berbunyi, Cantika membukakan pintu Apartemennya.


“Astagfirullah, Arin tangan kamu kenapa?” Cantika terkejut melihat tangan Arinda yang terperban erat.


“ntar deh nanya nya, masak kita nggak di suruh masuk?” kata Maya.


“Eh sorry, ayo masuk” ajak Cantika.


Maya dan Arinda masuk ke apartemen Cantika lalu duduk di sofa ruang tamu Cantika.


Cantika melihat Maya membawa koper Arinda menyuruhnya untuk menyimpan di kamar tamu. Karena sering menginap di apartemen Cantika saat lembur, Maya langsung menyimpan koper Arinda ke kamar tamu. Maya kembali duduk di sofa ruang tamu, Cantika menaruh minuman untuk mereka.


“ Rin, tangan kamu ko bisa kayak gini, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Cantika penasaran.


“Ini karena ulah event manager lu yang nggak terima di skors ama lu” kata Maya.


“Sinta? Nggak mungkin ah dia bakalan nekat kayak gitu” Cantika tidak percaya dengan ke nekatan Sinta.


“ Emang kenyataanya gitu, akika mah nggak sanksi lagi ma dia. Sifatnya emang udah iri tambah dengki” kata Maya


“Udahlah may, nggak usah di bahas lagi” kata Arinda merebahkan kepalanya ke sandaran sofa.


“Ye musti di bahas lagi Rin, biar tau si Cantika gimana akhlaknya Sinta” nyinyir Maya


“Mbak, aku tau kalo sikap Sinta udah keterlaluan banget tapi kalo mbak mecat dia yang ada dia makin nyalahin Arin, karena udah bikin dia di pecat. Kasih dia kesempatan sekali lagi aja mbak, Arin yakin dia akan berubah mbak” kata Arinda


“Huh....ini yang bikin akika kadang kesel ama sifat baik lu Rin” Maya menghela nafas berat.


Cantika menghela nafas dan membuangnya perlahan,


“Kamu yakin Rin? Mbak takutnya ntar Sinta nggak berubah sifatnya”


“yakin mbak. Kalo misalkan dia nggak berubah mbak bisa ambil tindakan pemecatan” kata Arin lagi.


“Ya udah deh, mbak turuti maunya kamu. Trus kenapa ponsel kamu bisa rusak Rin?” tanya Cantika.


“ smartphone Arin rusak karena tadi nggak sengaja terjatuh tabrakan ma dokter di rumah sakit mbak. Trus sekarang ada sama dokter tu buat di baikin lagi” jelas Arinda.


“Pantesan dari tadi aku hubungi nggak bisa bisa” Cantika mengambil minumannya di atas meja.


"tika karena tangan Arin cedera, jadi dia nginep sini nggak pa -pa kan" tanya Maya.


"ngapain pake ijin segala sih. Arin itu udah kayak adek ku sendiri. jadi kamu nginao aja di sini ampe tangan kamu sehat" pinta Cantika


“makasih ya mbak, o iya Emang hubungi Arin ada apaan mbak?” Tanya Arinda meminum minuman yang di sediakan Cantika.


“ooo itu tadi tuan Daniel...” Cantika belum menyelesaikan ucapannya kaget saat Arinda tersedak minumannya.


“Huk....huk...huk...”Arinda terbatuk batuk,


“lu kenapa Rin?” Tanya Maya menepuk-nepuk lembut punggung Arinda.

__ADS_1


Cantika ikut heran melihat Arinda yang terbatuk-batuk, dia mengambil air putih untuk Arinda.


“minum ini Rin” kata Cantika memberikan air minum pada Arinda


“Huk....maka...huk...huk...huk..sih...huk...” Arinda meminum air dari Cantika.


“lu kenapa sih say? Kok bisa kesedak gitu?” tanya Maya.


“Huk...huk...gue nggak pa-pa kok may huk...huk...huk.... Kenapa tadi mbak?” tanya Arinda kembali.


Cantika kini mengerti kenapa Arinda bisa tersedak.


Sepertinya terjadi sesuatu antara Arin ama tuan Daniel, guman Cantika dalam hati.


“Tadi tuan Daniel telepon mbak, dia mau menambahkan acara lagi saat pesta ulang tahun perusahaannya” kata Cantika


“Loh kok bisa mendadak gitu. Emang acara apaan mbak?” tanya Arinda


“ acara pertunangan kakaknya tuan Daniel, Tuan Darren” kata Cantika.


“Tunggu...tunggu... Daniel yang kalian maksud berdua itu, Daniel Arsenio CEO Arebeon Corp.?” Tanya Maya.


“ Iya maya, emang kenapa?” Cantika heran melihat Maya yang antusias.


“ciyus tika, aduuuh akika tu ngefans banget ma tu adam. Kalo akika tau tuan Daniel yang datang saat meeting kemarin akika bakalan ikut meeting juga” kata Maya.


“Mau ngapain kamu ikut meeting, yang ada kamu malah bikin ricuh” kata Cantika.


“Yaaa Tika, tega amat lu. Akika kan mau foto bareng secara dia adam nomor 2 paling ganteng” kata Maya.


“Kalo tuan Daniel gantengnya nomor 2 lantas yang nomor satu siapa may?” tanya Arinda.


“Ya my lovely Leo dong” kata Maya membanggakan kekasih prianya.


” baru ingat ma leo, dari tadi nge bahas cowok lain” sindir Cantika.


“Ya akika kan Cuma cuci mata say” Maya membela diri.


“ jadi gimana Rin, apa bisa?” kata Cantika.


“Arin akan coba atur lagi mbak” kata Arinda


“ Eit tunggu dulu, lu nggak ingat tangan lu lagi cedera kaya gitu. Gimana mo kerja” kata Maya.


“Trus gi mana Rin, tenggat waktunya udah dekat nggak mungkin banget mbak cari orang buat gantiin kamu” Cantika mulai panik.


“Tenang Tika, kan ada akika dan lu yang bisa bantuin Arin” saran Maya pada Cantika dan Arinda.


*************


terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2