Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 170


__ADS_3

Area 21+..


**********


Mereka hanya menghela nafas panjang dengan sikap Daniel yang suka seenaknya.


“gua balik dulu, sekalian mampir ke kantor polisi buat ketemu ama komandan Anton” Arvin berdiri dari duduknya.


“gua juga musti balik lagi ke rumah sakit, o ya gua mau ngasih liat ke kalian ini” Sean memberikan file pada Ansel dan Arvin, mereka membaca dengan seksama tulisan yang ada dalam file itu.


“jadi, kematian mereka di akibatkan racun yang semula terletak dalam mulut mereka. Racun dengan dosis tinggi, di selipkan di mulut akan langsung pecah saat di gigit. Mereka sepertinya sudah mempersiapkan diri jika mereka tertangkap atau gagal dalam misi” Sean menjelaskan isi file pada Ansel dan Arvin.


“sebaiknya kita mulai bergerak mencari dalang di balik semua peristiwa ini” Arvin berdiri dari tempat duduknya.


“Aku harus kembali ke rumah sakit, karena masih banyak pekerjaan” Sean melangkahkan kakinya menuju pintu keluar dari ruangan Daniel.


“aku juga ada janji bersama Cantika hari ini” Ansel ikut keluar dari ruangan Daniel kembali ke mejanya untuk membereskan semua barang-barang miliknya.


“kenapa semuanya pada mencar? Jadi kita tidak akan hang out hari ini?” protes Arvin ingin mengajak sahabatnya kumpul di cafe favorit mereka.


“ sepertinya tidak untuk hari ini” kata Ansel dan Sean serentak berjalan ke arah lift.


“ya sudah gua juga mau bertemu dengan Talita hari ini?” Arvin menghubungi seorang perempuan yang di kenalnya di rumah sakit Arsen Medical.


“Talita?” Sean mengerutkan keningnya saat Arvin menyebut nama salah satu perawat yang bertugas di bangsal VVIP.


“yo a Broo... emang kalian saja yang punya urusan. Gua juga” Arvin menunjukkan senyuman yang menurut kedua sahabatnya begitu menyebalkan.


***


Penthouse Botanical Residence...


Daniel mematikan laptop miliknya meletakkan di nakas samping ranjang mereka. Dia bangkit dari ranjangnya membuka kancing kemeja putih yang melekat di tubuhnya memperlihatkan dada bidang dan perut dengan bentuk kotak-kotak bak roti sobek.


Diam-diam Daniel membuka sedikit pintu kamar mandi mengintip istrinya yang sedang bersenandung membelakangi dan mengisi bath up ukuran besar 190 x 160 dengan air hangat, sabun juga aroma terapi untuk berendam.


Daniel perlahan-lahan masuk ke dalam kamar mandi melepaskan kemeja putih membiarkannya jatuh ke lantai marmer hitam. Arinda masih bersenandung mendengarkan musik melalui earphone bluethoot yang terpasang di kedua telinganya. Dia masih membelakangi Daniel dan tidak menyadari jika suaminya berada di belakang menatapi pemandangan indah yang sangat sayang di lewatkan.

__ADS_1


Arinda membuka satu-satunya lapisan pengaman terakhir di tubuhnya, membuat si king kobra terbangun dari tidur lelapnya.


Ponsel Arinda berdering dengan nama Cantia di layarnya, dia lalu menekan tombol di samping earphone mengangkat telepon yang masih berbunyi. Dia lalu melepaskan earphone dari telinganya meletakkan di samping ponsel miliknya, kemudian meloudspeaker telepon dari Cantika.


“Assalamualaikum mbak”


“Waalaikum salam Rin, sorry ganggu kamu. Kita ada tambahan klien baru yang ingin kamu menghandle acaranya” Cantika menjelaskan secara detail permintaan klien.


Arinda melangkahkan kakinya untuk masuk ke Bath up, pemandangan indah membuat Daniel tidak dapat menahan lagi. Dia lalu membuka sisa pakaiannya melangkahkan kakinya mendekati istri duduk di tengah bath up sambil mendengar Cantika yang berbicara.


Sesekali Arinda menanggapi apa yang di bicarakan Cantika, dia mengambil air dengan tangan mulai menyirami tubuhnya menciumi aroma terapi yang menenangkan sembari menutup matanya. Daniel duduk di belakang Arinda dengan pelan-pelan, agar tidak mengejutkan istri yang sudah membuat king kobra terjaga.


Mata Arinda masih menutup dengan tangan yang bergerak ke sana kemari menciptakan busa pada air.


“gi mana menurut kamu Rin?” Cantika meminta pendapat Arinda soal klien mereka.


“mbak tenang saja Arin akan menghandle...” perkataan Arinda terhenti saat di merasa suatu benda menempel di bagian tubuh bawahnya. Tangan Arinda memegang benda itu, sedikit meremas memberi sensasi yang membuat Daniel meleng*h kenikmatan.


“hah...” Arinda hampir terpekik saat melihat ke belakang dan tangannya yang memegang king kobra. Daniel dengan sigap membekap bibir Arinda dengan bibir miliknya yang langsung ******* dengan ganas.


“Rin... Rin... kamu kenapa?” panggil Cantika saat mendengar Arinda hampir terpekik dan tidak mendengar jawaban apa pun darinya.


Arinda segera mendorong pelan tubuh Daniel dan melepaskan ciuman mereka dengan nafas yang terengah-engah.


“Arin masih di sini mbak” Arinda langsung menjawab pertanyaan Cantika dengan menutup bibir Daniel agar tidak mengeluarkan suara apa pun.


“kamu kenapa Rin? Kok nafas kamu terdengar seperti orang habis lari”


“ta ta tadi ada kecoak lewat mbak. Bikin Arin kaget” alasan Arinda yang langsung mendapat pelototan dari Daniel.


“ooo jadi kamu mengatakan aku kecoak? aku akan menghukummu” bisik Daniel mendekati Arinda yang mulai berangsur mundur ke belakang.


“aku mohon kamu jangan bersuara dulu, mbak Cantika sedang bersama klien ingin berbicara peting denganku” pinta Arinda berbisik pada Daniel.


“Rin kamu lagi bicara dengan siapa?” tanya Cantika penasaran.


“nggak mbak...Arin lagi nggak bicara ama siapa-siapa” Arinda kembali memberi alasan,

__ADS_1


"sekarang kamu mengatakan aku bukan siapa-siapa, baiklah saatnya memberimu hukuman" Daniel akan melanjutkan aksinya terhenti sejenak menatap Arinda yang tidakmenyangka kalau Daniel akan kembali lebih cepat dari biasanya. Dia membelakangi Daniel sambil berbicara pada Cantika,


“mbak, konsep yang di inginkan klien akan segera Arin kerjakaaaaan...” Arinda bersuara agak keras membuat kening Cantika dan klien yang bersamanya berkerut.


Arinda menutup mulutnya dengan kedua tangan saat Daniel menggodanya dengan menjil*ti telinga, menciumi pundak dan leher membuat Arinda tidak dapat menahan sensasi yang di berikan Daniel.


“Anda baik-baik saja nona Arinda?” kini klien Arinda yang bertanya saat mendengar suara aneh darinya.


“ti tidak apa...ap...pa tuan....Carls” Arinda kembali berusaha menahan suaranya yang aneh saat perbukitan indah itu di jelajahi oleh suaminya.


“Rin, kamu sakit?” Cantika mendengar suara aneh Arinda semakin khawatir.


“ng....gak m....mbak...Ariiiiiin” kembali suara Arinda meninggi membuat Cantika dan klien merasa aneh.


Arinda memegang kedua tangan Daniel berusaha mengatur nafasnya yang memburu karena ulah suaminya tersenyum nackal.


“Dan.... aku mohon beri aku waktu untuk menyelesaikan pembicaraan dengan Mbak Cantika” bisik Arinda menatap Daniel dengan mata sayunya.


“aku tidak akan mengganggu kamu bisa melanjutkan” bisik Daniel menatap Arinda dengan senyuman nackal menyembunyikan maksud tersembunyinya.


"benaran?" Arinda memicingkan matanya menatap lekat Daniel dengan wajah tanpa dosa mengangguk kearahnya.


lalu Arinda melanjutkan kembali pembicaraan mereka,


“ Maaf mbak ada gangguan teknis, jadi soal konsep untuk acara perusahaan RV Arin akan mengaturnyaaaaaa.....” kembali suara Arinda terdengar sangat aneh.


Ternyata Daniel kini menarik tubuh Arinda berada di atas pangkuannya, king kobra itu sudah menemukan lubang gua miliknya. Tanpa permisi king kobra itu melesak masuk jauh ke dalam gua, dia berdiam diri menikmati gua yang hangat dan lembab kesukaan king kobra.


************


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2