
Yuda menatap Arvin tanpa berkomentar apa pun,
“lu juga mau komentar?” tanya Arvin, Yuda dapat melihat dari wajah Arvin yang merasa sangat bersalah pada perempuan asing itu.
“kagak bang, gua tahu lu kagak ada maksud buat nyakitin tu cewek. Tapi urusan cewek itu nanti aja bang. Sebaiknya sekarang abang siap-siap ke rumah sakit, tadi bang Daniel telepon gua nyuruh abang ke rumah sakit sekarang” ujar Yuda
“kenapa si raja iblis nyuruh gua ke sana?” tanya Arvin sambil meraih celananya.
“gua dengar dari bang Daniel kalo bang Ansel ada di rumah sakit” ujar Yuda membuat Arvin menghentikan sejenak aktivitasnya.
“kenapa Ansel?” tanya Arvin menatap Yuda,
“gua kagak tahu pasti bang, sebaiknya sekarang abang siap-siap. Kita tunggu abang di luar” Yuda melangkahkan kakinya keluar dari kamar Arvin. Dia duduk di ruang televisi bersama Ziko sambil membuka ponselnya memainkan game yang sedang booming saat ini.
Arvin segera melaksanakan ritual mandinya, setelahnya dia bergegas memakai baju casual. Sebelum keluar dari kamar, Arvin berdiri di samping ranjangnya dengan wajah penuh penyesalan. Dia mengambil ponselnya meminta bagian kebersihan apartemen untuk merapikan apartemennya.
Seprai yang bernoda itu di lepaskan dari ranjang dan di simpannya dalam sebuah plastik lalu di masukkan dalam lemari. Arvin menatap dompet dengan tanda pengenal di sana,
Gua minta maaf, secepatnya gua akan cari lu dan akan bertanggung jawab atas apa yang udah gua lakuin ke lu Aisyah guman Arvin dalam hati, di lihatnya jam yang sudah menunjukkan pukul setengah 5 pagi. Dia segera bergegas menuju keluar menemui Ziko dan Yuda.
Mereka bertiga berangkat menuju ke rumah sakit, sepanjang perjalanan pikiran Arvin tertuju pada Aisyah yang menghilang begitu saja. Matanya sesekali melihat para pengendara ojol berharap bisa bertemu dengan Aisyah.
“Bos, tenang aja. Gua dan anak-anak bakalan cari tu cewek” ujar Ziko.
“lu kagak usah bertindak, kalo lu dan anak-anak pada nyariin tu cewek yang ada ntu cewek bakalan semakin bersembunyi. Sekarang aja dia udah kabur gitu aja tanpa meminta apa pun ke gua” ujar Arvin menatap pemandangan di luar jendelanya.
Yuda menatap Arvin dari kaca spion di kaca depan, dia melihat ada penyesalan di wajah bosnya. Tidak lama Azan subuh berkumandang, sebelum mereka ke rumah sakit mereka singgah terlebih dahulu di mushalla terdekat untuk menunaikan kewajiban mereka.
***
Lampu ruang operasi sudah padam, Sean keluar dari ruang operasi dengan wajah yang terlihat sangat lelah.
“Kak Sean...” Davira segera menghampiri calon tunangannya, senyuman hangat tersungging di wajah Sean. Hatinya sangat senang dan bahagia melihat pujaan hatinya.
“Sean, bagaimana Ansel?” tanya Cantika khawatir
“alhamdulillah, operasinya berhasil. Luka Ansel pun tidak terlalu dalam, sebentar lagi Ansel akan di bawa ke kamar perawatan” jelas Sean membuat semua merasa sangat lega dan bersyukur pada yang maha Esa.
Tidak lama perawat mendorong bankar Ansel keluar dari ruang operasi, dia masih tampak tertidur sangat pulas. Cantika segera menghampiri Ansel, tampak dari wajahnya perasaan lega mengetahui jika belahan hatinya baik-baik saja.
Tidak berapa lama Arvin, Ziko dan Yuda sampai di rumah sakit, mereka lalu bertanya pada bagian informasi di mana ruang rawat Arvin. Setelah mengetahui di mana ruang rawat, Arvin cs bergegas menuju ke sana.
Pintu ruang kamar Ansel terbuka Arvin segera masuk begitu juga Yuda dan Ziko. Karena begitu lelah Sean sudah tertidur lelap di sofa panjang kamar rawat Ansel. Tampak Davira menyelimuti tubuh Sean dengan selimut, Aileen dan Michael memutuskan untuk kembali ke mansion Arsenio.
Aileen ingin memasak sarapan sehat untuk Ansel agar dia dapat pulih dengan cepat. Dia juga ingin membawa sarapan untuk yang lainnya.
__ADS_1
“Ansel, gi mana keadaan Ansel?” tanya Arvin berdiri tepat di samping Daniel.
“Operasinya berhasil, lukanya juga tidak terlalu dalam” Daniel menatap Ansel yang masih tertidur pulas.
“bagaimana dia bisa terluka? Apa lu tau siapa orangnya?” Tanya Arvin .
“tenang Arvin, ini semua murni hanya kecelakaan...” Michael lalu menceritakan apa yang di ketahuinya dari Daniel.
Arvin tampak merasa lega sekaligus sedih, dia kembali teringat dengan Aisyah. Perasaannya sangat tidak menentu,
“Bagaimana dengan kondisimu?” tanya Daniel menatap Arvin yang terlihat sudah segar.
Arvin hanya diam, dia tidak tahu harus menjelaskan bagaimana pada Daniel. Dia mengodekan dengan menggerakkan sedikit kepalanya untuk berbicara di luar ruang rawat Ansel. Setelah berpamitan dengan Arinda dan Cantika, Arvin cs berserta Daniel keluar dari ruang perawatan Ansel.
Yuda dan Ziko memilih kembali ke markas setelah menjenguk Ansel, mereka lalu berpamitan pergi meninggalkan rumah sakit.
Arvin dan Daniel duduk di taman rumah sakit Arsen medical. Matahari perlahan-lahan muncul dari balik persembunyiannya, menerangi bumi dengan cahaya hangatnya.
Daniel menatap Arvin yang tampak galau dan kebingungan.
“ada apa?” tanya Daniel menatap Arvin.
“gua...gua...” Arvin lalu menceritakan apa yang telah dia lakukan pada Aisyah. Dapat Daniel lihat dari mata Arvin rasa penyesalan dan sedih.
“mungkin dia takut dan memilih pergi. Cewek itu hanya meninggalkan dompet berisi tanda pengenalnya”
“aku tahu kamu akan bertanggung jawab, kamu carilah perempuan itu dan nikahi dia secepatnya” ujar Daniel bijak membuat Arvin menatapnya takjub.
" semenjak lu nikah dengan Arinda, sifat lu udah mulai berubah”
“maksudmu?” Daniel menatap bingung Daniel.
“lu masih ingatkan awal pertemuan lu dengan Arinda. Lu sempat bilang kalo lu bakalan balas perbuatan Arinda , membuat dia jatuh cinta dan menjebaknya dengan cinta palsu lu. Tapi... sekarang gua liat kalo lu sekarang benar-benar jatuh cinta pada Arinda” ucap Arvin, tanpa mereka sadari sepasang mata memperhatikan mereka. Mata itu berkaca-kaca saat mendengar apa yang mereka bicarakan.
***
Cantika sedang duduk di samping ranjang Ansel menunggu tunangannya untuk bangun dari tidur lelapnya.
“mbak.... ini minumlah” Arinda memberikan segelas minuman hangat pada Cantika.
"makasih ya Rin” ujar Cantika menerima dan meminumnya.
“astagfirullah... mbak lupa Rin, hari ini kita kan musti ketemu ama Evan” Cantika teringat ada meeting dengan Evan.
“mbak nggak usah khawatir, ada Arin dan Maya yang bakalan menghandle semua. Sebaiknya mbak temani tuan Ansel” ujar Arinda. Cantika meraih ponselnya lalu menghubungi ponsel Evan.
__ADS_1
“mbak akan hubungi Evan untuk beri tahu jika kamu dan Maya yang akan menghandle semuanya” Cantika menghubungi Evan yang sama sekali tidak di angkat. Dia kemudian mencoba sekali lagi, namun tidak ada yang mengangkat sama sekali.
Davira menatap Sean yang tertidur dengan lelap,
Pasti kak Sean belum makan, aku akan pesan makanan biar nanti kak Sean bisa makan setelah bangun nanti guman Davira bangkit dari tempat dia duduk.
“kak Arin, lapar nggak? Davira mau ke kantin mo pesan makanan, pada mau nitip nggak?” tanya Davira.
“mbak nanti aja Vira, mbak mau nunggu Ansel bangun dulu” tolak Cantika sambil mengirim pesan pada Evan.
“ kalo kak Arin?” tanya Davira.
“kakak nanti aja Vira, kakak mau nyari kakak kamu dulu” kata Arinda menunggu konfirmasi dari Evan.
“ya udah, Vira ke kantin dulu ya” Ujar Davira melangkah pergi ke kantin Rumah sakit.
Cantika selesai mengirim pesan pada Evan, dia lalu ke toilet sebentar meninggalkan Arinda duduk di samping kursi Cantika sambil memeriksa ponselnya.
Tidak lama ada balasan pesan dari Evan masuk ke ponsel Cantika yang terletak di nakas samping ranjang ansel. Arinda meraih ponsel Cantika lalu melangkah menuju toilet.
“mbak...ini ada pesan dari Evan” Arinda sedikit mengeraskan suaranya di depan pintu toilet.
“buka aja Rin” ujar Cantika dari dalam toilet. Arinda membuka pesan dari Evan yang berupa sebuah rekaman.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
mohon maaf 🙏🏻🙏🏻🙏🏻 jika hanya up Satu episode...
karena Author masih dalam masa pemulihan jadi sedikit kurang fokus dan banyak pekerjaan tugas bocil Author...
secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...
__ADS_1