
Perawat itu menyunggingkan senyuman ramah pada Amanda, hal itu dapat disimpulkan olehnya jika Arinda dalam keadaan baik-baik saja.
“ alhamdulillah, pasien sudah sadar pagi tadi dan sudah di pindahkan ke ruang perawatan VVIP” perawat itu memberi tahu kamar perawatan Arinda.
Rona bahagia terpancar di wajah Amanda, dia segera memberi tahu kabar baik pada Aileen di ruang tunggu bersama Nufaira dan body guard.
“jadi Arinda sudah sadar dan Daniel tidak memberi kabar?” Aileen tampak kesal pada Daniel yang sama sekali tidak menghubunginya atau Michael.
“manda, apa kamu tahu di kamar mana Arinda di rawat?” tanya Aileen, tergambar jelas raut wajah Aileen yang sangat kesal.
“ sudah my, kita ke sana sekarang”
“tentu saja, mommy mau bikin tu beruang kutub jadi perkedel sekalian gantung dia di pohon cabe” Aileen sangat kesal.
Amanda hanya menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan dengan senyuman tersungging di bibirnya, melihat tingkah laku ibu mertuanya yang kesal pada Daniel.
“ayo My, kita ke ruangannya Arinda. Tadi Manda sudah bertanya pada perawat, Arinda dipindahkan ke ruang perawatan VVIP” Amanda mengajak Aileen ke kamar Arinda.
“Sebentar sayang, kita harus ngasih tahu Daddy dan Oma. Mereka tentunya masih menunggu kabar Arinda” Aileen mengeluarkan ponselnya dari dalam tas branded miliknya.
“Manda akan menghubungi Darren, my” Amanda juga mengeluarkan ponselnya memberi tahu suaminya.
Setelah memberi kabar baik kepada Michael dan oma Ayu, Aileen juga Amanda melangkah menuju ruang perawatan Arinda. Amanda menekan tombol lift, setelah pintu lift terbuka mereka masuk ke dalam bersama-sama.
Pintu lift terbuka, Aileen dan lainnya keluar dari lift melangkah menuju kamar Arinda. Mereka bertemu Maya dan Ifan sedang duduk di kursi depan kamar VVIP sambil melihat-lihat foto baby twins yang di ambil Ifan.
“hola tan...” sapa Maya melihat kedatangan Aileen, Amanda, Nufaira dan supir Aileen.
“Halo juga Maya, kenapa salah satu dari kalian tidak ada yang memberi kabar kalo Arin udah sadar ke Mansion? Mommy malah tahu dari perawat kalo Arin sudah sadar saat ke ruang ICU?” protes Aileen pada Ifan dan Maya.
“Maaf my, karena terlalu senang mbak Arin sadar, Ifan sampai lupa mengabari mommy” ujar Ifan.
“akika juga sorry dory stoberi tan, akika kira my idol udah ngasih kabar-kabari, jadinya akika tinta tele-tele tante deh” Maya merasa bersalah karena tidak mengabari Aileen perihal Arinda.
“ sekarang mana tuh si beruang kutub?” Aileen tampak sangat kesal. Amanda diam-diam tersenyum saat mendengar ibu mertuanya memanggil Daniel dengan julukannya.
Maya dan Ifan serentak memberi tahu Aileen sambil menunjuk ke arah kamar rawat Arinda. Aileen segera masuk ke dalam kamar dan melihat pemandangan romantis di mana Daniel dan Arinda berciuman sangat mesra.
__ADS_1
***
Amanda menutup mata Nufaira dan segera mengalihkan pandangan putrinya ke tempat lain. Maya dan Ifan berdiri di depan pintu mengintip penasaran dengan apa yang akan terjadi.
“taruhan, mommy Aileen pasti akan menarik telinganya Bang Dan” ujar Ifan menebak apa yang akan di lakukan Aileen.
“masa iya?” Amanda penasaran ikutan mengintip dari balik dinding di mana pintu kamar Arinda terbuka lebar.
“tinta mungkin” Maya tidak percaya begitu saja, matanya terbuka lebar saat Aileen melakukan hal persis yang di katakan Ifan.
“eh iya, benaran diana di jewer. Aduuuh... merah deh kupingnya my idol” maya sedih melihat Daniel yang di hukum Aileen.
“kok kamu bisa tahu Fan? Kayak anak indigo aja” Amanda ikut berkomentar. Mereka bertiga menahan tawa melihat CEO yang terkenal dengan sikap dingin di perlakukan seperti anak kecil oleh Aileen.
“Ifan biasanya juga gitu kak, sewaktu almarhumah mama masih hidup. Saat udah kesel banget mama pasti deh melancarkan jurus yang sama dengan apa yang di lakukan mommy sekarang” Ifan teringat dengan kenangan bersama ibunya.
Maya dan Amanda merasa prihatin saat melihat Ifan yang terkenang dengan ibunya, perhatian mereka kembali teralihkan saat mendengar omelan Aileen pada Daniel.
“Dasar beruang kutub, masih sempat-sempatnya kamu mengambil kesempatan saat Arin kesakitan begini” omel Aileen kesal.
“hanya berciuman kamu bilang? Mommy kenal dengan tabiat kamu, Jika mommy nggak masuk mungkin kamu sudah menindas Arin padahal menantu mommy baru saja bangun dari operasi besarnya” Aileen kesal dengan sikap putranya yang dingin.
“Dan juga tahu my. Tidak mungkin Dan akan melakukan hal macam-macam pada Arin” ujar Daniel menatap lembut ke istrinya.
“dasar beruang kutub kagak punya akhlak...” Aileen semakin kesal dengan sikap Daniel, takut akan terjadinya keributan Arinda langsung menyapa ibu mertuanya.
“mommy... mommy datang ke sini dengan siapa? Apa oma, daddy, kak Darren, dan kak Amanda juga ikut datang?” tanya Arinda sambil menyapa Aileen dengan tersenyum manis, membuat amarah Aileen sedikit mereda.
“huffff.... untung saja ada Arin kalo nggak...” Aileen menatap tajam setajam pisau pada Daniel yang hanya cuek. Pandangan Aileen mengarah pada Arinda yang tersenyum manis padanya.
“mommy ke sini bersama Amanda dan Nufaira. Seharusnya kami bisa datang berbarengan ke sini dengan oma, daddy dan Darren jika saja si beruang kutub itu memberitahu kami kalo kamu sudah sadar” ujar Aileen mendelik tajam ke arah Daniel yang memasang wajah tanpa dosa.
Sedingin-dinginnya Daniel bersikap, dia tidak akan mampu melawan omelan serta jeweran dari ibu kandungnya Aileen Arsenio (the power of emak-emak, CEO dingin aja takluk ama kekuatan mommy Aileen. Aku padamu Mommy 🤗🤗🤗).
“Maafkan Daniel ya mom, dia terlalu sibuk mengurus Arin jadi lupa memberi kabar ke Mansion” Arinda tersenyum manis pada Aileen dengan mata yang bulat sempurna membuat siapa saja tidak akan bisa lama-lama untuk marah.
Mata indah Arinda menatap ke arah Daniel yang duduk di ranjang sampingnya dengan tangan masih memegangi telinga. Daniel bangkit dari tempat dia duduk, melangkah duduk di sofa kamar rawat Arinda. Dia memberi ruang untuk Aileen dan Arinda mengobrol dengan santai tanpa merasa terganggu.
__ADS_1
Wajah Arinda terlihat khawatir dengan keadaan suaminya, Daniel memberi kode dengan tangan kalau dirinya baik-baik saja membuat Arinda merasa tenang dan lega. Merasa semua sudah tenang dan terkendali Maya dan Ifan masuk ke kamar Arinda, ikut bergabung duduk di sofa bersama Daniel.
“sayang, kamu nggak usah bela tu beruang kutub. Mommy sangat kesal ama dia sekarang” Aileen menatap sinis Daniel, duduk di kursi samping ranjang Arinda sambil memangku Nufaira.
Supir Aileen memberikan paperbag kepada Amanda, dia lalu undur diri untuk kembali ke mobil. Setelah mengucapkan terima kasih Amanda ikut masuk ke dalam kamar rawat Arinda.
“Assalamualaikum Rin” sapa Amanda sambil memeluk Arinda juga cipika cipiki.
“waalaikum salam kak” Arinda tersenyum manis pada Amanda.
“gi mana dengan keadaan kamu, Rin?” Amanda memperhatikan keadaan Arinda yang sudah mulai tampak ada perubaahan.
“alhamdulillah, kata dokter Yuki Arin dalam kondisi stabil. Hanya Arin di haruskan untuk istirahat total dan tidak melakukan pekerjaan yang berat” Ujar Arinda, telinga Daniel seketika menangkap signal di mana Arinda menyinggung nama dokter Yuki.
“dokter Yuki memeriksa Arin?” tanya Daniel pada Maya, dia dapat melihat awan hitam gelap bertuliskan cemburu di atas kepala Daniel.
“aduuuh my Idol, tinta cemburu napose? Itu dokter hanya mengecek bekas jahitan sesar sekaligus luka tembak di bahunya Arin, tinta ngapa-ngapain” Maya merasa sangat gemas melihat Daniel dalam mode cemburu.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
maaf pada semua reader🙏🏻
🙏🏻🙏🏻, terlambat up secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1