
Daniel membuka pintu penthouse, menggandeng tangan istrinya untuk masuk ke dalam kediaman mereka. Tini dan beberapa maid ikut masuk lalu memulai pekerjaan mereka masing-masing.
Beberapa orang body guard membantu membawakan barang-barang milik Arinda dan Danniel.
“sayang.... kamu tidak ke kantor hari ini” tanya Arinda yang duduk sambil menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang.
Daniel duduk di samping Arinda dengan laptop di pangkuannya,
“hari ini aku ingin bersamamu dan baby kita di rumah” ujar Daniel sambil membelai perut Arinda dengan lembut.
“ lalu bagaimana pekerjaanmu sayang? Jika kamu sering libur begini bisa-bisa perusahaan Arebeon akan bangkrut” ujar Arinda memegang tangan suaminya.
“ada Ansel yang akan menghandle, jika terjadi sesuatu dia akan segera memberi kabar. Sebaiknya istriku yang cantik ini beristirahat” ujar Arvin sambil membelai rambut panjang Arinda.
Tangan Arinda mengambil laptop milik Daniel lalu meletakkannya di atas nakas dengan keadaan terbuka. Dia lalu mendekat ke arah Daniel, menyandarkan kepalanya di bahu kekar dengan kedua tangannya memeluk Daniel.
Senyuman manis tersungging di bibir Daniel melihat tingkah laku manja Arinda, bibirnya mengecup kening dan tangannya membelai-belai rambut hingga punggung Arinda. Detakan jantung Daniel seperti nyanyian pengantar tidur membuatnya merasa sangat damai dan tenang.
Perlahan-lahan mata Arinda terasa sangat berat hingga dia tertidur di pelukan Daniel. Mata elang itu menatap ke arah wajah istrinya yang terlelap, perlahan-lahan dia menyangga kepala istrinya dengan lembut.
Dia Merapikan bantal lalu meletakkan kepala istrinya, mata tajam seperti elang kini menatap lembut dan penuh cinta ke arah wajah istrinya. Ada perasaan hangat di hatinya saat melihat tangan Arinda yang sama sekali tidak melepaskan genggaman tangannya.
Tok... tok... tok...
Terdengar ketukan di pintu kamar Daniel, dengan penuh kelembutan dan hati-hati agar istrinya tidak terbangun Daniel melepaskan genggaman istrinya. Mengecup kembali kening Arinda, lalu turun dari ranjang melangkah menuju pintu kamar.
Dengan hati-hati agar tidak terdengar satu suara pun dia membuka pintu kamar, Tini berdiri di depan pintu sambil sedikit membungkukkan tubuhnya lalu menatap ke arah Daniel yang membuka sedikit pintu.
“ada apa?” dengan setengah berbisik Daniel menanyai Tini.
“maaf tuan muda, tuan Arvin dan yang lainnya sudah menunggu di ruang tamu” ujar Tini.
“baiklah, sebentar lagi aku akan ke sana. Buatkan minuman untuk mereka” perintah Daniel. Tini membungkukkan tubuhnya segera melaksanakan perintah tuan mudanya.
Beberapa maid masih sibuk dengan tugas masing-masing, Tini meminta tolong pada salah satu maid untuk membantunya membuatkan minuman. setelahnya Tini segera menemui Arvin dan lainnya yang duduk di ruang tamu menunggu si empunya penthouse menemui mereka.
“tuan Arvin, sebentar lagi tuan muda akan datang. Silahkan di minum tuan-tuan dan nona” Tini dan maid lainnya menyuguhkan minuman pada Arvin.
“terima kasih” ujar Aisyah dengan tersenyum ramah, matanya menatap ke sekeliling ruang tamu. Matanya menangkap foto berukuran besar tergantung di dinding ruang tamu, foto pernikahan Arinda dengan Daniel.
Subhanallah... mbak Arin cantik sekali, pantas saja seorang CEO terkenal dengan sikap angkuh, dingin dan juga kejam dalam dunia bisnis. Mampu jatuh dalam pesona mbak Arin, jika aku pria tentu saja akan melakukan hal yang sama dengan tuan muda Daniel guman Aisyah menatap lama foto pernikahan Arinda.
__ADS_1
Arvin menatap istrinya yang menatap lama foto pernikahan Arinda dan Daniel,
“kenapa Dek?” tanya Arvin.
“foto itu sangat bagus, mbak Arin terlihat begitu sangat cantik” ujar Aisyah masih menatap foto itu.
“ adek tenang saja, abang akan pasang juga foto pernikahan kita di ruang tamu” ujar Arvin yang salah mengartikan ucapan Aisyah.
Aisyah akan berbicara pada suaminya namun terhenti saat Daniel datang menghampiri mereka.
“ kalian sudah datang,” Daniel menatap ke arah Aisyah lalu menyapanya dengan ramah.
“nona Aisyah,” Daniel menganggukkan kepalanya terkesan dingin menyapa Aisyah dengan ramah. Istri Arvin tersenyum canggung saat di sapa oleh Daniel, Arvin termenung dan takjub saat Daniel menyapa Aisyah.
Raja iblis apa salah makan ya? Untuk pertama kalinya gua dengar dia nyapa cewek selain istrinya, biasanya dia akan bersikap dingin ke lawan jenis selain cewek di keluarga dan istrinya guman Arvin dalam hati menatap takjub ke arah Daniel.
Tangan Arinda meraba-raba ranjang di sebelahnya, dia tidak merasakan keberadaan Daniel. Dia bangun dengan hati-hati, melihat ke sisi ranjang di sampingnya
Daniel kemana? Guman Arinda dalam hati, kakinya turun dari ranjang melangkah masuk ke kamar mandi. Dia berdiri di depan kaca, menghidupkan keran memancarkan air jenih terasa sejuk, dia lalu membasuh wajahnya.
Setelah menyeka air di wajah cantiknya dengan handuk, dia mengambil hijabnya yang terlampir di kursi meja rias. Melangkah keluar mencari keberadaan suaminya, dia melihat Tini yang sibuk membuat cemilan,
“eh Nona sudah bangun?! Ini buat tamunya tuan muda, tuan Arvin bersama istrinya dan teman-teman tuan muda datang berkunjung”
“Aisyah datang” Arinda membalikkan tubuhnya melangkahkan kakinya menuju ruang tamu.
Mata indah Arinda melihat suaminya yang baru saja akan duduk bersama temannya,
“mbak Arinda” sapa Aisyah senang, mendengar nama istrinya di panggil Daniel melihat ke arah Arinda.
"sayang kamu sudah bangun,” Daniel menghampiri dan langsung merangkul pinggang Arinda.
Riko dan Yuda yang melihat kemesraan dari dua pasangan di depan mereka, menatap dengan memicingkan mata mereka.
Ajim... mereka bersenang-senang di atas penderitaan gua yang seorang jones, dasar pasangan kagak tahu apa di sini masih ada yang masih virgin guman Yuda memicingkan matanya menatap para bos mereka yang menebar aura kemesraan ke mana pun.
Riko juga merasa kesal segera mengirim pesan pada kekasih hatinya, Yuda pun di buat semakin kesal.
“eheeem hargai gua yang jones ini” sindir Yuda pada mereka yang menebarkan aura kemesraan.
Mendengar ucapan Yuda membuat Arinda dan Aisyah tersenyum,
__ADS_1
“iriii... bilang bos” ucap Arvin yang mengecup pipi Aisyah di depan semua orang. Tindakan Arvin otomatis membuat Aisyah menunduk tersipu malu memukul lembut tangan kekar suaminya, tindakan Avin malah mendapat tatapan tajam dan dingin dari Yuda yang jones.
Tini datang membawa minuman untuk di suguhkan pada para tamu menyusunnya di atas meja,
“Dan” Arvin mengode untuk berbicara empat mata dengannya. Daniel mengerti dengan apa yang di maksud dengan Arvin,
“sayang aku tinggal sebentar, ada hal penting yang perlu aku diskusikan dengan Arvin” Daniel membelai kepala Arinda yang tertutup hijab.
“baiklah sayang” ujar Arinda, Daniel mengecup penuh kasih sayang kening Arinda lalu mengode pada Arvin untuk berbicara di dalam ruang kerjanya.
“Rin, titip bini gua ya. Jangan ampe ada yang lecet oke” kata Arvin yang langsung mendapat sinaran tatapan penuh kemarahan dari Daniel.
Yuda dan Riko segera menyingkir sebelum mereka juga terkena radiasi dari tatapan tajam itu, Arvin hanya cengengesan dan mengangkat dua jarinya sambil mengatakan peace.
Yuda dan Riko mengikuti Daniel menuju ke ruang kerjanya,
“neng, abang tinggal bentaran ya. Jangan rindu ama abang ya neng...” Arvin masih mengeluarkan jurus mautnya pada Aisyah yang semakin membuatnya tersipu malu dengan ulah suaminya.
"abaaang..." panggil Aisyah menunduk malu mendengar gombalan Arvin.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
maaf pada semua reader🙏🏻
🙏🏻🙏🏻, karena beberapa hari ini author harus istirahat total jadi semua karya Author harus terlambat up. 😷😷😷
secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1