
Di dalam kediamannya, oma Ayu menatap Arinda dan teamnya sedang giat dan serius bekerja. Dia lalu meminta salah satu maid membuatkan minuman dan cemilan untuk di suguhkan pada Arinda dan teamnya. Maid mengantar minuman dan cemilan pada Arinda juga Teamnya. Mereka tengah beristirahat sambil menyimpan dekorasi yang tidak di pergunakan, oma Ayu ikut bergabung dengan mereka.
“assalamualaikum anak-anak” sapa oma Ayu ramah,
“waalaikum salam nyonya” sapa anggota team dan juga Arinda tersenyum ramah pada oma Ayu.
“sudah selesai semuanya Rin?” tanya oma Ayu
“sudah oma, besok tinggal hari H nya saja” kata Arinda.
Selama dua minggu Arinda mengurus semua prosesi acara di kediaman Arsenio, Daniel selalu pulang cepat dan terus memperhatikan Arinda. Terkadang dia kesal saat beberapa anggota team Arinda tampak begitu dekat dengannya.
Pernah suatu kali Arinda hampir terjatuh karena kakinya terlilit kain dekorasi, dengan sigap salah satu anggota team pria menolong Arinda. Hal itu terlihat oleh Daniel matanya menatap tajam pada anggota team pria itu membuatnya merinding dan ketakutan.
Daniel pun menyuruh beberapa bodyguard untuk mengerjakan perkerjaan Arinda, sampai-sampai Arinda merasa bosan tidak tahu harus mengerjakan apa. Semua pekerjaan yang seharusnya di kerjakan olehnya sudah di ambil alih oleh orang suruhan Daniel. Arinda pun melayangkan protesnya pada Daniel yang duduk di samping oma Ayu.
“bisa kita berbicara sebentar?” kata Arinda dengan wajah yang terlihat kesal pada Daniel, dia lalu menarik tangannya menjauh dari semua orang untuk berbicara pada Daniel.
Oma Ayu tersenyum senang melihat kedekatan daniel dan Arinda, namun berbeda bagi anggota team Arinda yang tidak tahu apa-apa.
“mbak Arin mau kemana tuh sama tuan Daniel? Apa mereka pacaran?” tanya salah satu anggota team Pearl Stars.
“gue juga kagak tahu, tapi dari sikap dan tingkah laku mereka sepertinya iya. Tapi kalo iya tentu udah heboh di luaran sana” jelas anggota lainnya.
“mungkin tuan Daniel ingin merahasiakan hubungan mereka. Kalian kan tahu sendiri bagaimana penggemar tuan Daniel, begitu banyak. Gimana kalo mereka bertindak anarkis dan membahayakan mbak Arinda” kata anggota team yang alinnya. Oma Ayu tersenyum mendengar perbincangan anggota Pearl Star,
“doakan saja yang terbaik untuk mereka, oma berharap mereka akan bersatu dalam ikatan pernikahan” kata oma Ayu yang di aminkan oleh anggota team Arinda.
Daniel tersenyum senang saat Arinda menarik tangannya dan menjauh dari semua orang. Arinda menarik Daniel ke sisi kediaman Arsenio, dia menatap kesal Daniel.
“tuan Daniel Arsenio, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu menyuruh para bodyguardmu mengambil semua pekerjaan ku...” perkataan Arinda sama sekali tidak di dengar Daniel, matanya menatap fokus pada bibir mungil
Arinda yang selalu membuatnya candu.
Tangan Daniel melingkar di pinggang ramping Arinda lalu menariknya mendekat ke arahnya.
“Daniel” pekik Arinda tertahan saat Daniel mencium bibir Arinda dan memagutnya dengan lembut, Melum*tnya mencecap rasa manis dari bibir yang membuatnya candu.
Perlahan-lahan Daniel melepaskan pagutan lembut bibirnya menatap wajah Arinda yang memerah.
__ADS_1
“sepertinya hal ini bisa membuatmu menjadi penurut seperti ini” kata Daniel memicu rasa kesal Arinda kembali.
Dengan cepat Arinda mendorong Daniel hingga tanpa sengaja samping leher Daniel terkena goresan dari gelang tangan yang di pakai Arinda. Goresan itu berubah menjadi kemerahan, Arinda melangkah mundur saat berhasil terbebas dari pelukan Daniel. Tapi hal itu tidak di biarkan begitu saja oleh Daniel, dia meraih tangan Arinda dan mendorongnya merapatkan ke dinding lalu mengungkungnya.
“Daniel” wajah Arinda merona merah saat wajah Daniel begitu dekat dengannya,
“nona Arinda Anindira, kamu sudah melakukan kesalahan lagi dan kamu harus di hukum karenanya” kata Daniel mendekatkan wajahnya pada Arinda.
“kesalahan? Jika kamu tidak membuatku kesal, maka aku tidak akan melakukan kesalahan seperti ini” kata Arinda dengan cemberut membuat Daniel semakin gemas.
Kedua tangan yang mengungkung Arinda beralih ke pipinya dan mencubit lembut pipi itu.
“aku tidak bisa merasa marah dan kesal jika kamu seperti ini. Apa kamu masih kesal?” Daniel membelai lembut wajah Arinda.
Hehehe trick ini selalu gue gunain ke Maya dan mbak Cantika. Mereka saja tidak bisa kesal jika gue bertingkah seperti ini, apa lagi tuan muda yang satu ini kata Arinda dalam hati.
Arinda hanya menganggukkan kepalanya dengan pancaran sinar mata menatap Daniel membuatnya tidak mampu menolak keinginannya.
“baiklah aku akan menarik kembali...” kata Daniel membuat Arinda tersenyum senang.
“benarkah?!”
“tapi dengan satu syarat”
“syarat? Kenapa harus pakai syarat?” wajah Arinda kembali cemberut.
“kalau tidak mau, mereka tetap akan mengerjakan pekerjaanmu dan kamu akan menemaniku seperti ini terus”
Dasar tuan muda egois, mau menang sendiri. Tapi gue musti dapatkan kembali pekerjaan gue kata Arinda dalam hati dengan memanyunkan bibirnya membuat Daniel semakin gemas .
“apa Syaratnya?”
Daniel tersenyum nakal, timbul ide jahil di pikirannya,
“syaratnya kamu harus menciumku, dengan begitu aku akan menarik semua orang suruhanku” Daniel tersenyum penuh kemenangan.
Dasar cowok rese, ngasih syarat apa nyari kesempatan. Tapi kalo nggak gue lakuin pekerjaan gue bakalan di gangguin ama pesuruh dia kata Arinda dalam hati.
Daniel menatap Arinda diam dan larut dalam pikirannya
__ADS_1
Aku tahu kamu tidak akan mungkin melakukannya. Dengan begini tidak akan ada yang mendekati mu dan kamu akan selalu berada di sampingku kata Daniel dalam hati.
Arinda memicingkan mata curiga pada Daniel
Sepertinya ni tuan muda sengaja ngasih syarat seperti itu biar pesuruhnya tetap ngerjain tugas gue. Oke... gue ikuti permainan ni tuan muda, kata Arinda dalam hati.
“baiklah” kata Arinda membuat Daniel termenung mendengarnya.
“kamu setuju?” Daniel tercenung dengan perkataan Arinda
“ iya , hanya mencium mu kan?” Arinda menegaskan syarat yang di berikan Daniel.
Daniel mengangguk, dia berpikir jika Arinda setuju untuk menciumnya di bibir seperti yang selalu di lakukannya.
“baiklah, tapi kamu harus menutup mata dulu” kata Arinda dengan wajah merona merah di pipinya, Daniel lalu tersenyum dan menutup matanya.
Arinda menatap Daniel dia merasa ragu-ragu membuat Daniel menjadi tidak sabar,
“kamu akan melakukannya atau kamu membohongiku dengan pergi begitu saja?!” Daniel kembali membuka matanya melihat Arinda yang berdiri begitu dekat dengannya.
“jika aku melarikan diri begitu saja, bukan hanya pekerjaan ku saja yang kamu ambil melainkan kamu akan membuatku tidak bekerja di Pearl Stars lagi” Arinda menatap Daniel dengan kesal.
“bukan ide yang buruk” kata Daniel menatap Arinda terlihat kesal dengannya. Arinda melangkah pergi meninggalkan Daniel, namun langkahnya terhenti saat Daniel memeluknya dari belakang. Melingkarkan kedua tangannya di pinggang dan menautkan tangannya di atas perut Arinda yang datar.
“kamu marah?” tanya Daniel melihat Arinda dalam pelukannya, menatap dari samping wajah Arinda yang terlihat kesal.
“jika kamu marah seperti ini membuatku ingin membawamu ke kamarku” kata Daniel terdengar rancu oleh Arinda. Dia cepat melepaskan tangan Daniel dan menyilangkan kedua tangannya pada tubuhnya.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗