
"maaf apa kita pernah bertemu sebelumnya, nyonya?" tanya Arinda.
"Kamu gadis yang menolong ku saat hampir di tabrak mobil, bukan?" oma Ayu mengingatkan Arinda pada Saat Arinda menolongnya.
Arinda teringat dengan nenek yang menghilang saat dia dan Daniel sedang bertengkar.
“Nenek yang di trotoar itu” Arinda langsung menyalami dan mencium tangan oma Ayu dengan santun.
“Syukur alhamdulillah nenek baik baik saja. Semenjak hari itu Arin berusaha mencari nenek, untuk mengetahui nenek baik baik saja. Akhirnya kita malah bertemu di sini” kata Arinda ramah.
Oma Ayu pertama kali bertemu Arinda sudah jatuh hati dengan kebaikan hati dan sikap Arinda yang santun.
“Alhamdulillah, oma baik baik saja. Berkat pertolonganmu, oma masih bisa bertemu dengan keluarga oma” kata oma Ayu.
Ibu panti tersenyum senang melihat keakraban Arinda dan oma Ayu.
“Jadi, nyonya dan nak Arinda sudah saling mengenal?” tanya ibu panti.
“Gadis ini menolongku saat hampir di tabrak mobil saat aku akan kemari mengantar kue untuk anak anak panti. Jika tidak ada gadis ini, mungkin aku sudah...” oma Ayu mengingat kejadian yang menimpanya.
“syukurlah, nyonya baik baik saja sekarang” kata ibu panti.
“ O ya sedari tadi kita berbicara, oma belum tahu nama mu?” tanya oma Ayu.
“Namaku Arinda, oma. Arinda Anindira, oma bisa memanggilku Arin” kata Arinda memperkenalkan diri.
“hmm maaf jika arin memanggil anda oma” Arinda meminta maaf karena lancang memanggil Oma pada Oma Ayu.
“Tidak apa apa, nak. Oma malah sangat senang karena kamu memanggil oma” kata oma Ayu senang.
“O ya bu, ini ada titipan dari mbak Cantika seperti biasanya. Mbak Cantika minta maaf karena nggak bisa mampir kesini” kata Arinda sambil memberikan amplop yang dititipi Cantika.
“Sampaikan terima kasih kami pada mbak Cantika ya, Rin” kata ibu Panti.
“Iya bu, pasti akan Arin sampaikan” kata Arinda melihat jam di pergelangan tangannya.
“Maaf ibu, oma, Arin harus pamit karena masih banyak pekerjaan” pamit Arinda.
“Baiklah nak Arin, hati – hati ya” kata ibu panti. Arinda menyalami ibu panti dan Oma Ayu kemudian melangkah pergi kembali ke kantornya.
“Anak yang baik, dia bekerja di mana?” tanya oma Ayu pada ibu panti sepeninggal Arinda.
“Kalo saya tidak salah ingat, dia bekerja di Pearl Stars, nyonya!”
“Pearl Stars?”
“iya nyonya, kantor tempat nak Arinda bekerja sudah menjadi penyumbang tetap di panti asuhan selain perusahaan nyonya. Dan setiap bulannya, nak Arinda dan bossnya datang kesini mengantar sumbangan”
Aku tidak pernah menyangka akan kebetulan seperti ini, kantornya juga mengurus pesta perusahaan Daniel guman Oma Ayu dalam hati.
Setelah menyelesaikan urusannya di panti Asuhan, oma Ayu kembali pulang ke Mansion Arsenio. Dalam perjalanan kembali ke mansion oma ayu berpikir tentang Arinda.
__ADS_1
Alangkah menyenangkan jika Arinda menjadi menantu di keluarga Arsenio guman Oma Ayu tersenyum senang.
Arinda kembali ke kantor Pearl Stars tepat pukul 3 sore, di saat bersamaan smartphone baru Arinda berbunyi. Sebuah pesan Wa dari Ansel yang sudah memutuskan lokasi pesta di hotel terbaik dan termegah di kota J.
Dalam pesan wa, Ansel memberi tahu jika sebagian lokasi pilihan Arinda tidak di setujui Daniel.
Sultan mah bebas....Horang kaya guman Arinda dalam hati.
Arinda lalu menghubungi teamnya sambil berjalan masuk ke kantor Pearl Strars. Pintu di buka oleh satpam membantu Arinda masuk ke kantornya.
“Makasih pak Usep” kata Arinda sambil menelepon teamnya untuk berkumpul di ruang meeting.
Arinda berjalan melewati loby menuju ke tangga kantor. Setiba di ruangannya, Arinda meletakkan tas ransel mengambil laptop dan tablet untuk di bawa ke ruang meeting.
Arinda melangkahkan kakinya ke ruang meeting di mana anggota teamnya sudah berkumpul.
“Sore guys, maaf ya aku minta rapatnya sore ini, soalnya konfirmasi dari pihak klien baru aku terima tadi” kata Arinda.
“It’s oke mbak. Jadi klien kita minta lokasinya di mana mbak?” tanya anggota team pertama.
“Di hotel JK International” kata Arinda.
“Loh hotel itu kan di bawah naungan Arebeon Corp.?” Sontak anggota team terkejut dengan informasi yang mereka dapat.
“Jadi sia sia mbak Arin mutar mutar di kota J buat mencari lokasi” kata anggota team lainnya prihatin melihat Arinda.
“Ambil positif nya saja, lokasi-lokasi yang lain bisa kita jadikan cadangan buat klien kita yang lain” kata Arinda.
Arinda dan anggota teamnya memulai rapat meeting dan persiapan yang harus mereka siapkan dalam waktu dekat. Arinda dengan profesional membagi kan tugas-tugas pada anggota teamnya dan menampung semua aspirasi dari anggota teamnya.
Cantika dan Maya baru datang melihat dari kaca ruang meeting tampak Arinda sedang rapat dengan teamnya.
Tok...tok...tok....
Pintu ruang meeting di ketuk, Cantika dan Maya masuk ke ruang meeting.
“Sore semuanya, maaf ya ganggu kalian meeting” kata Cantika
“Sore mbak” sapa anggota team lainnya.
“Nih akika bawain cemilan buat ye semua” Kata Maya meletakkan 2 kotak box pizza dengan ukuran besar dan beberapa minuman.
“widiiih.....kak Maya emang top markotop. Tau aja kita kita belum pada ngemil” kata Anggota ketiga yang berbadan agak tambun
“Ye mau nya elu, inget badan udah kayak gentong gitu” celetuk anggota pertama.
“udah udah anak emak, makannya jangan berebut ye. Akika bawain banyak buat ye semuanya” kata Maya.
Arinda menghampiri cantika
“Gi mana Rin, beres semuanya?” tanya Cantika.
__ADS_1
“Udah mbak, ya Cuma itu..” Arinda diam tampak kesal.
“Cuma apa Rin?” tanya Cantik penasaran.
“Cuma itu, tuan Daniel minta lokasi pestanya di hotel JK International” kata Arinda kesal.
“Apa!! Jadi percuma dong kita keliling sekarang” kata Cantika
“Ya gitu deh mbak, namanya juga Sultan, horang kaya mah bebas” kata Arinda lesu.
“Ya percuma dong usaha mbak dan Maya”
“ambil hikmahnya aja mbak, usaha kita sekarang kan bisa kita simpan dulu buat cadangan klien kita yang lain”
“ya udah deh, mau gi mana lagi” Cantika melihat Arinda yang tampak lesu.
“Kamu nggak pa – pa Rin? Kok lesu gitu?”
“Arin....arin...” perkataan Arinda terpotong saat Maya datang mendekat ke arah mereka.
“Cin...ghibahin siapa sih dari tadi. Sriusan banget malahan, nah loh...kok muka lu lesu gitu say. Kenapa sih?” tanya Maya melihat wajah lesu Arinda.
“Ntar ya mak. Gue crita” arinda berlalu mendekati Anggota teamnya untuk membahas pekerjaan yang sempat tertunda.
Maya mendekati Cantika untuk bertanya ada apa dengan Arinda.
“Tika, tu si Arin kenapa? Kok lesu gitu?” tanya Maya.
“Ya gimana nggak lesu, udah capek capek keliling survei ujung ujungnya malahan tuan Daniel mengadakan pesta di hotel milik keluarganya” keluh Cantika.
“ciyus?” tanya Maya di angguki Cantika.
Arinda baru selesai menjelaskan tentang acara pesta pada anggota teamnya.
Cantika dan Maya mengikuti Arinda ke ruangannya.
*************
Sambil menunggu up, boleh mampir ke karya terbaru ku " Cinta Sabrina"
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1