Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 70


__ADS_3

Salah satu bodyguard datang ke ruang pesta dengan membawa laptop. Bersamaan dengan Anggota team Pearl Stars,


“Tuan kami sudah dapat rekaman CCTVnya” bodyguars itu meletakkan laptop di atas meja.


Anggota team Arinda mendekati Cantika,


“Mbak cantika, dari tadi aku panggil mbak Arin lewat HT, tapi HTnya nggak berfungsi. Trus kami juga sudah berusaha menelpon ke ponselnya, tapi nggak di angkat oleh mbak Arin” kata Anggota team itu tampak cemas.


“Yang bener kamu, coba kamu periksa lagi. Ajak anak anak untuk cari di luar gedung” perintah Cantika mulai panik. Daniel mendengar penuturan salah satu anggota team Pearl Stars tentang Arinda ikut khawatir.


“Sel, cepat periksa seluruh rekaman CCTV setiap lantai” kata Daniel jantungnya berdegub kencang khawatir pada Arinda dan Davira . Ansel segera memeriksa seluruh rekaman CCTV yang telah mereka dapatkan.


Oma Ayu mendengar Davira di culik segera menyusul keluarganya di ruang pesta dengan di temani kedua bodyguard yang berjaga di depan pintu kamar. Salah satu bodyguard menekan tombol lift,


Ya Allah tolong jaga cucuku, lindungilah dia selalu doa Oma Ayu dalam hati.


Ting...


Pintu lift terbuka, oma Ayu dan kedua bodyguard masuk ke dalam lift lalu menekan tombol menuju lantai tempat pesta diadakan.


Setelah merasa cukup aman, Rian dan Davira keluar dari persembunyian mereka.


“Sebaiknya kita kembali ke ruang pesta. Saya harus segera melaporkan hal ini pada mbak Cantika” kata Rian, Davira mengikuti Rian.


Rian membuka pintu tempat mereka bersembunyi melihat ke kanan dan kekiri memeriksa keadaan sudah aman atau belum.


Lalu mereka berjalan menuju lift, Rian menekan tombok lift.


“Kenapa kakak tidak menelepon atau menggunakan alat yang ada di pinggang kakak itu?” tanya Davira.


“HT ku kehabisan batrai, dan ponselku saat ini sedang di charger di front office” jelas Rian,


Ting...


Pintu lift terbuka, Oma Ayu terkejut saat melihat perempuan yang akan masuk ke dalam lift.


“oma” Davira langsung berhamburan memeluk omanya. Tangis Davira kembali pecah. Di ikuti Rian yang berdiri di samping bodyguard, pintu lift kembali menutup.


“Davira, kamu baik baik saja” oma Ayu langsung memeluk Davira. Tangis mereka berdua pecah, oma Ayu bahagia dapat bertemu dengan cucunya lagi. Davira menangis, masih di beri kesempatan untuk bertemu dengan keluarganya lagi dan sedih karena Arinda menjadi korban salah culik.


“Oma mendengar kamu di culik, syukur alhamdulillah kamu baik baik saja sayang” kata oma ayu.

__ADS_1


“Omaaa.....oma.... Hikss hikss” Davira memeluk Oma ayu.


Pintu lift kembali terbuka setelah sampai di lantai yang mereka tuju. Oma Ayu, Davira, Rian dan kedua bodyguard keluar dari lift, lalu menuju ke tempat pesta yang sudah sepi.


Oma Ayu menggandeng tangan Davira berjalan menuju ruang pesta, bodyguard yang berjaga di luar ruang pesta heran melihat Davira berjalan beriringan dengan oma Ayu.


“loh bukannya nona Davira di culik. Kok bisa sama oma Ayu”


Berbagai pertanyaan muncul di benak para bodyguard saat melihat Davira.


Ansel memperlihatan CCTV saat Davira masuk kedalam lift bersama dengan Arinda.


“Perbesar Sel” perintah Daniel, seluruh yang ada di ruang pesta mengerumuni Ansel yang sedang memutar video CCTV.


Terlihat oleh mereka Davira berjalan masuk kedalam lift bersama dengan Arinda. Ansel lalu memutar CCTV di dalam lift tampak beberapa orang asing mengawasi Arinda, Davira dan Rian.


“Sepertinya merekalah penjahatnya tuan, mereka terlihat begitu mengawasi Davira” kata Ansel


Daniel terus menatap ke arah laptop,


“mereka keluar dari lift. Periksa lagi CCTV di semua lantai” perintah Daniel kembali.


Pintu ruang pesta terbuka, membuat semua orang di ruang pesta melihat ke arah pintu.


***


Arinda di kunci dalam sebuah ruangan yang seperti kamar dengan penerangan lampu 5watt. Para penjahat masih belum menyadari jika mereka telah salah tangkap. Mereka meninggalkan Arinda sendirian dalam keadaan yang belum sadarkan diri.


Para penjahat berkumpul di tengah tengah gudang yang tersedia sofa butut dan meja kayu yang sudah rusak.


“lu cari makanan sana gih. Buat si tuan putri, bisa batal rencana kita kalo tu tuan putri mati kelaparan” perintah penjahat B pada penjahat C.


“Makanan apa yang musti gua beli bang? Secara diakan putri orang kaya” tanya penjahat C


“Beli saja ayam goreng sama nasi. Yang penting bisa di makan, lu beli juga makanan buat kita” kata penjahat B.


“Oke bang” kata Penjahat C lalu pergi membawa mobil untuk mencari makanan.


***


Pintu ruang pesta terbuka, semua orang di ruang pesta melihat ke arah pintu. Oma Ayu, Davira dan Rian masuk kedalam ruang pesta.

__ADS_1


“Davira” Aileen langsung bangkit dari tempat duduknya setengah berlari menghampiri Davira. Dia langsung memeluk erat Davira.


“alhamdulillah ya Allah, terima kasih Engkau telah melindungi putriku” Aileen mengucapkan rasa syukur kepada sang Khaliq.


Aileen melepaskan pelukannya, Michael, Darren dan Daniel bergantian memeluk Davira. Terpancar kelegaan di wajah mereka.


Sementara itu, Rian menghampiri Cantika dan Maya untuk menceritakan apa yang telah terjadi pada mereka.


“APA!!!! ARINDA DI CULIK” pekik Cantika hampir pingsan langsung di pegangi Maya.


“Aduuh Tika jangan pingsan Akika kagak kuat megangin ye” kata Maya sambil memegangi pundak Cantika.


Daniel yang mendengar hal itu langsung mendekati Rian.


“Apa kamu bilang? Bagaimana bisa Arinda di culik?” tanya Daniel marah.


“ sewaktu kami di lift, mbak Arin sudah curiga dengan orang orang yang ada di lift. Lalu kami turun di lantai 3 untuk bersembunyi di Pantry” kata Rian.


“Iya kak Dan, kak Arin nyuruh Vira make blazzer miliknya. Lalu kak Arin minta kita sembunyi di balik trolley, tanpa kami duga penjahat itu masuk ke ruangan tempat kami bersembunyi. Karena di sana minim penerangan mereka tidak tahu jika yang mereka culik bukan Davira melainkan Kak Arinda” jelas Davira.


Kini Maya yang nyaris pingsan saat mendengar cerita Davira. Arvin, Sean dan Ansel masih memeriksa CCTV mereka melihat mobil yang mencurigakan di parkiran basement hotel.


“Dan” panggil Sean, Daniel menghampiri sahabat sahabatnya. Melihat video CCTV yang terputar di laptop itu.


Terlihat beberapa penjahat membopong Arinda yang pingsan. Beberapa polisi datang ke ruang pesta untuk meminta keterangan terkait penculikan Davira.


Salah satu bodyguard memberi keterangan dan memanggil Rian yang merupakan Saksi mata.


Davira menghampiri Daniel dengan raut wajah ketakutan.


“kak Dan, vira takut kak. Jika para penjahat itu tahu kalo mereka sudah salah culik, bagaimana dengan nasib Kak Arin,kak?” kata Davira yang semakin membuat Daniel khawatir.


************


terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2