
Area 21+....
****************
Rasa ngilu dan sakit di area sensitifnya tidak di pedulikannya, dia harus pergi secepatnya sebelum Daniel membalas perbuatannya.
Rasa ngilu dan sakit di area sensitifnya tidak di pedulikannya, dia harus pergi secepatnya sebelum Daniel membalas perbuatannya.
“ariiiin... kamu akan menerima akibatnya karena sudah bertingkah nakal” Daniel bermaksud akan mengejarnya tapi dia langsung terjatuh karena lantai yang licin.
“hahahaha, tuan muda mau menghukum orang malah kena hukuman sendiri” Arinda segera berlari menuju tangga lantai dua. Dengan susah payah Daniel berdiri dan langsung mengejar Arinda yang sudah kabur menuju kamar mereka.
Arinda segera bersembunyi di kamar mandi dengan menguncinya dari dalam,
“Ariin, di mana kamu” panggil Daniel, dia memeriksa setiap sudut rumah mmulai dari lantai satu hingga menuju kamar mereka.
Daniel mencoba membuka pintu kamar mandi ternyata terkunci,
“Ariin, aku tahu kamu ada di dalam. Ayo cepat buka pintunya”
“nggak mau, kamu pasti mau balas dendam kan?”
“kamu sudah buat wajah dan bajuku basah, sekarang kamu harus merasakannya juga. Arin Buka pintunya!!! Ariin...”
“nggak mau, kamu gangguin aku beres-beres, jadi jangan salahkan aku dong” Arinda berdiri di depan pintu, dia menempelkan telinganya di pintu untuk mendengar apakah Daniel sudah pergi atau belum.
Tidak lagi terdengar teriakan Daniel, samar-samar dia mendengar pintu kamar yang tertutup. Arinda pelan-pelan membuka pintu kamar mandi memeriksa kanan kiri memastikan suaminya tidak ada, dia menghela nafas lega dan keluar kamar mandi. Daniel dengan perlahan-lahan keluar dari persembunyiannya di lemari walk in closed, dengan mengendap-endap dia berdiri di belakang Arinda.
Arinda langsung di sergap oleh Daniel dari belakang,
__ADS_1
“aaaaa.... Danieel” Arinda menatap horor suaminya yang memeluk pinggangnya dari belakang,
“sekarang kamu akan merasakan akibat dari kenakalan kamu” Daniel langsung memanggul Arinda seperti kuli panggul beras.
“Daaaaniieel.... aku nggak mau.... turunin.... Danieeel...” teriak Arinda, Daniel langsung membawa Arinda ke kamar mandi dan memasuki ruangan shower. Tubuh Arinda di turunkan, Daniel mengunci kedua tangan Arinda pada dinding kaca ruangan shower di atas kepalanya dengan tangan kiri Daniel. Tangan kanannya bersiap-siap menghidupkan shower,
“danieel....” panggil Arinda mulai memperingati Daniel,
“sudah terlambat sayang, kamu sudah berbuat nakal maka harus di hukum” Bisik Daniel di telinga Arinda, dia lalu menyalakan shower menyemburkan Air hangat yang kini membasahi mereka berdua.
Kedua tangan Daniel mengunci kedua tangan Arinda pada dinding kaca shower, Air mengalir membasahi seluruh tubuh Arinda terlihat begitu menggair**kan bagi daniel. Matanya menatap dari mata indah Arinda turun ke bibir pink natural itu, wajah Daniel mendekat ke wajah Arinda. Bibirnya kembali memagut dengan lembut bibir Arinda, mengabsen kembali dengan lidahnya. Tangan Arinda mengalung sempurna di leher Daniel, tangan kanannya tidak sengaja mematikan shower.
Bibir mereka masih memagut, saling menghisap dan menggigit lembut, tangan Daniel mulai melakukan pijatan lembut di perbukitan yang masih tertutup dress yang telah basah kuyup. Daniel melepaskan pagutannya sebentar, Dia lalu menarik drees yang menghalangi aktifitasnya ke atas hingga tampaklah baginya pemandangan indah yang hanya tertutupi dua pengaman.
Daniel juga melepaskan pakaiannya yang sudah basah kuyup, pengamanan terakhir pun ikut terbuka hingga memperlihatkan king kobra yang sudah siap tempur. Arinda memalingkan wajahnya ke samping kiri, dia merasa sangat malu dan takut saat melihat king kobra yang sudah siap mengobrak-abrik gua sempit itu.
“kenapa kamu malu sayang? tentunya kamu sudah merasakan kehebatannya. Sekarang kamu akan merasakannya lagi karena sudah sangat nakal” bisik Daniel di telinga Arinda yang menatapnya langsung. Daniel tidak menyia-nyiakan kesempatannya, bibirnya kembali memagut bibir milik Arinda dengan sedikit ganas, tangannya mulai beraksi membuka pengamanan satu persatu, hingga semuanya terlepas begitu saja.
Daniel mempersilahkan king kobra bermain-main, lantunan nyanyian merdu menggema di kamar mandi mewah itu hingga akhirnya king kobra merasa mual dan memuntahkan bisanya berkali-kali. Pertarungan mereka tidak berakhir begitu saja, pertarungan itu berlanjut hingga mereka berada di arena pertarungan mereka. Ranjang milik mereka yang semula rapi dan bersih, berganti rupa akibat pertarungan mereka yang begitu sengit. Pertarungan di mana masing-masing mereka belum ada yang mengalah sehingga menghasilkan suara-suara yang membuat Daniel semakin terbakar dan hilang kendali hingga king kobra menyemburkan bisanya lagi dan lagi di gua sempit itu.
“ddaaaaanieeeel” suara Arinda terdengar merdu oleh Daniel saat dia berhasil mengalahkannya hingga membuat gadis itu eh salah maksudnya perempuan itu merasakan sensasi yang menggetarkan seluruh tubuhnya dengan pencapaiannya memanggil nama suami yang di cintainya.
“terima kasih sayang” Daniel mengecup pipi dan kening Arinda setelah berhasil memberi hukuman padanya. Hampir tiga jam mereka melakukan olah raga yang seharusnya mereka lakukan di malam hari, dalam waktu tiga jam itu pula Arinda menyesali kenakalannya yang berakhir dengan hukuman manis dan melelahkan dari Daniel.
Arinda terlelap membelakangi Daniel yang mendekapnya dari belakang, dia semakin nyaman dengan lengan suami menjadi bantal untuk kepalanya. Pagi menjelang siang mereka terlelap di dunia mimpi, di nina bobokan dengan nyanyian alam suara deburan ombak yang begitu syahdu.
***
Malam Hari di Kota J negara IN
__ADS_1
Aileen merasa sangat bosan di mansion, setelah pernikahan Daniel dan Arinda putri bungsu Aileen kembali ke kota KO untuk menyelesaikan pendidikannya dalam beberapa bulan lagi akan selesai. Michael dan Darren sementara menggantikan Daniel mengurusi beberapa urusan perusahaan.
Aileen duduk di ruang tengah bersama oma Ayu yang tengah asyik membaca kitab suci Al-qur'an, beberapa kali oma Ayu melirik putrinya menghela nafas panjang. Amanda ikut bergabung duduk di ruang tengah bersama Aileen dan Oma Ayu menunggu suaminya pulang.
“mommy, kenapa?” Amanda duduk di samng ibu mertuanya.
“mommy kangen ama Davira dan Arinda. Kapan ya mereka akan kembali ke sini?” Aileen memanyunkan bibirnya membuat Amanda dan oma Ayu tersenyum melihat ibu mertuanya.
"sabar saja Aileen, empat hari lagi Daniel dan Arin pulang ke sini. o ya bagaimana persiapan penthouse mereka?" Oma Ayu pada Aileen yang semakin sedih.
"sudah selesai oma, tinggal kapan mereka menempatinya" jelas Amanda,
"kamu kenapa sedihlagi sayang? bukannya kita semua sudah tahu dan menyetujui ke inginan Daniel setelah menikah ingin hidup mandiri di penthouse milik mereka?" Oma Ayu mengingatkan Aileen dengan permintaan Daniel.
"Aileen tau ma, hanya saja Aileen belum ingin Daniel keluar dari rumah ini" Aileen semakin sedih. Darren dan Michael baru kembali dari Perusahaan Arebeon dan melihat Aileen yang terlihat sedih. Amanda bangkit dari tempat duduknya berjalan ke dapur mengambil dua gelas air putih untuk Darren dan Michael.
"mommy kenapa?" Michael duduk di samping Aileen sambil melonggarkan dasi yang melingkar di lehernya.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗