Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 277


__ADS_3

Arvin, Riko dan Yuda segera bertindak, saat melewati ruang keluarga Arvin melihat Aisyah tengah asyik mengobrol dengan Arinda, Maya dan Cantika.


“ sudah selesai Vin?” tanya Arinda saat melihat Arvin melangkah mendekati mereka.


“ sudah Rin” Arvin menatap ke arah Aisyah memberi kode untuk berbicara berdua saja. Aisyah mengerti lalu melangkah menghampirinya.


“Ko, lu tunggu gua di bawah” perintah Arvin pada Riko dengan wajah serius.


“oke bos” Riko segera melangkah keluar dari penthouse menuju lantai bawah.


“ Dek, abang ada pekerjaan. Adek di sini saja dulu dengan Arinda, setelah pekerjaan selesai abang jemput adek” ujar Arvin.


“iya bang. Hati-hati ya bang, jangan lupa kasih kabar ke Aisyah” entah kenapa Aisyah merasa ada yang tidak beres dengan kepergian Arvin menyangkut pekerjaannya.


“iya, abang berangkat dulu ya” Arvin mengecup kening Aisyah, lalu dia mencium punggung tangan suaminya.


Ya Allah... selalu jaga suamiku di mana pun berada juga lancarkanlah segala urusan pekerjaanya Do’a Aisyah dalam hati melihat punggung suaminya yang berlalu pergi.


“oooo so sweeeet... babang Arvin akika juga mau dong di cumi. Di sindang juga boleh” ujar Maya sambil menunjuk di pipi sebelah kanannya.


Arvin bergidik merinding disko melihat tingkah Maya,


“ minta aja sana ama kodok. Gua yakin tu kodok bakalan berubah jadi pangeran buat lu” ujar Arvin segera mengambil langkah seribu.


“ iiiisss.... jahara deh babang Arvin. Udah dapet yang baru Akika di lupain” ujar Maya sedih.


“may....” Cantika memberi peringatan pada Maya dengan menekankan panggilannya pada Maya.


“lu nggak asyik sih bo. Akika kan Cuma nge joke, hati dan cinta akika hanya buat Leo seorang kok” ujar Maya.


Aisyah terlihat kebingungan saat mendengar apa yang di ucapkan Maya, dia kembali duduk di sofa samping Arinda.


“ mbak tahu kamu pasti bingung tenang aja, Maya orangnya emang suka bercanda kamu nggak usah takut atau bingung. Apa lagi Maya udah punya pacar namanya Leo model terkenal di negara PC, mereka sekarang ini sedang LDRan” jelas Arinda setengah berbisik membuat Aisyah paham.


“ooo, Aisyah kira... abang Arvin emang.... Astagfirullah...” ujar Aisyah hampir berburuk sangka pada suaminya.


“heh heh.. tu pada ngapain bisik-bisik? Ghibahin akika ya?” Maya memicingkan matanya seakan marah. Arinda, Aisyah dan Maya serentak tertawa saat melihat tingkah laku Maya.


Tidak beberapa lama kepergian Arvin, Yuda dan Daniel keluar dari ruang kerjanya. Daniel sudah terlihat sangat rapi dengan memakai jas yang terlihat gagah di kenakannya.

__ADS_1


“kyaaa.... Gilingan.... my Idol.... makin hari makin hot. Bikin hati akika bergejolak” teriak Maya hiteris saat melihat penampilan Daniel seperti biasa tampan dan semakin hot seksi. Daniel hanya diam menanggapi apa yang di ucapkan Maya, Arinda berdiri dari tempat duduknya menghampiri suami yang sangat di cintainya.


Aisyah sedikit terpana melihat Daniel, namun dia segera beristigfar dan mengalihkan pandangannya. Yuda lebih undur diri terlebih dahulu untuk melaksanakan perintah Daniel,


“sayang” Arinda berdiri di hadapan suaminya sambil membenarkan dasi yang di kenakan Daniel.


“maafkan aku sayang, seharusnya hari ini aku menemani kamu. Tapi mendadak ada pekerjaan yang harus segera aku selesaikan,” tangan Daniel merangkul pinggang Arinda, sambil sesekali mengecup keningnya.


Maya dan yang lainnya menjadi baper saat melihat kemesraan Arinda juga Daniel.


“kamu tidak makan siang dulu sayang? Sebentar lagi sudah mau masuk zuhur” Arinda melihat ke jam dinding di ruang keluarga.


“maaf sayang, aku harus segera ke Arebeon. aku akan sholat di kantor sekalian makan siang di sana, sampaikan juga pada Cantika jika Ansel akan sulit di hubungi. Begitu banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan” jelas Daniel, sebelah tangannya membelai lembut wajah istrinya.


“baiklah sayang kamu jangan khawatir, ada mbak Cantika, Maya dan Aisyah yang menemaniku. Kamu hati-hati, Kabari aku kalau kamu sudah sampai di Arebeon,” Arinda bertingkah manja membuat Daniel berat untuk meninggalkannya.


“baiklah sayang ( Daniel setengah berlutut mensejajarkan wajahnya dengan perut Arinda) anak- anak daddy, kalian jagain bunda ya. Jangan buat bunda kalian kecapekan oke” ujar Daniel, para baby twins pun merespon dengan pergerakannya. Daniel mengecup perut Arinda di balik baju yang di kenakannya,


“kamu aneh-aneh saja sayang, masa baby twins yang harus jagain aku. Seharusnya aku yang menjaga mereka” ujar Arinda tertawa mendengar ucapan suaminya. Daniel kemudian berdiri tersenyum penuh kelembutan padanya, mengecup lembut kening Arinda


“ aku merasa baby kita ini cowok, jadi mereka dari sekarang harus bisa menjaga kamu, sayang” ujar Daniel membelai lembut perutnya.


“baiklah sayang, aku harus berangkat sekarang. Jaga diri, jangan terlalu letih dan jangan lupa minum susu juga vitaminnya” ujar Daniel kembali mengecup kening dan pipi istrinya. Arinda menyalami dengan mengecup punggung tangan suaminya,


“iya suamiku tersayang” ujar Arinda mengantar suaminya ke pintu utama. Daniel merasa berat hati meninggalkan Arinda, tapi dia sebagai pemimpin harus memikirkan pekerjaan dan tanggung jawabnya pada beribu-ribu karyawan Arebeon.


***


Arvin dan Riko sampai di lokasi Mark, mereka melihat ke sebuah rumah kecil yang terpencil. Terlihat sepi dan tidak ada tanda-tanda orang di sana.


“bos kita masuk sekarang?” tanya Riko. Arvin masih menatapi ke sekeliling kawasan itu, mengawasi jika ada musuh atau penjahat yang bersembunyi.


Arvin keluar dari mobil di ikuti Riko, mereka melangkah menuju bagasi mobil mengambil sesuatu untuk di gunakan sebagai pembelaan diri. Semenjak pensiun dari dunia bawah, Arvin sudah tidak pernah lagi menggunakan senjata.


“waspada, perhatikan ke sekeliling” perintah Arvin melangkah menuju rumah terpencil itu.


“ oke bos” Riko mengikuti dari belakang.


Breeeemmm... ciiit....

__ADS_1


Terdengar mesin motor besar berhenti di belakang mereka, Ziko baru sampai di tempat yang sudah share lokasinya oleh Arvin. Dia di hubungi oleh mereka saat perjalanan menuju ke lokasi mereka saat ini.


Arvin melihat ke belakang menatap ke arah Ziko yang baru sampai. Mereka bertiga lalu melangkah menuju ke rumah kecil itu, menatap ke sekeliling dan bersikap waspada.


Ziko mencoba membuka pintu, namun terkunci. Arvin mengode untuk segera mendobrak pintu itu,


Brraaak....


Pintu terbuka paksa dengan tendangan kuat Ziko dan Riko, mereka menatap waspada satu persatu mereka masuk ke dalam rumah itu. Melihat ke sekeliling di sana, tercium bau yang sangat menyengat di sana. Bau yang di kenali oleh Arvin dan lainnya.


Mereka menuju sebuah kamar yang terkunci, kembali Riko dan Ziko membuka paksa. Pintu terbuka lebar sehingga bau menyengat itu segera berhamburan keluar ruangan.


Tangan mereka masing-masing segera menutup hidung untuk mengurangi bau yang tercium oleh mereka.


“ cuiiih... Ziko lu hubungi polisi sekarang” ujar Arvin meludah berkali-kali saat melihat mayat yang tertelungkup di lantai. Terlihat luka cukup parah di belakang kepala mayat itu yang berambut blonde ikal, matanya terbuka dengan salah satu tangan yang terkepal erat.


Ziko segera menghubungi polisi, Arvin dan Riko mulai menyelidiki ruangan kedua yang berupa kamar. Di sana mereka terkejut dengan beberapa layar monitor yang sudah mati dan terlihat sengaja di rusak.


“Anj**g, kita terlambat” ujar Arvin sangat kesal meninju salah satu monitor hingga membuat punggung tangannya terluka.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


maaf pada semua reader🙏🏻


🙏🏻🙏🏻, karena beberapa hari ini author harus istirahat total jadi semua karya Author harus terlambat up. 😷😷😷


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2