Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 262


__ADS_3

Aisyah meletakkan minuman di meja tepat di hadapan Arinda, Daniel dan Arvin, setelahnya dia duduk di samping suaminya ikut bergabung dengan mereka. Aisyah dan Arinda tengah asyik berbincang dan saling bercanda, Ansel menyelesaikan teleponnya segera berbisik pada Daniel.


“tuan muda, ada masalah di Arebeon kita secepatnya harus kembali ke kota J” bisik Ansel.


“seberapa parah?” tanya Daniel kembali.


“belum bisa di pastikan tuan muda, saat ini tuan besar meminta anda untuk segera kembali” jelas Ansel.


“secepatnya persiapkan jet pribadi, setelah sholat ashar kita berangkat pulang. Minta beberapa orang untuk mempersiapkan barang dan mengantarnya ke bandara” perintah Daniel pada Ansel.


“sayang” panggil Daniel pada Arinda tengah asyik berbicara dengan Aisyah.


“hmmm..” Arinda menatap suaminya.


“kita harus kembali ke kota J sekarang, ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan. Mommy juga sudah sering menanyakan kita kapan akan kembali” ajak Daniel,


“baiklah sayang, sebaiknya kita pamit dulu ke Aisyah, Arvin dan keluarganya” ujar Arinda mengajak Daniel untuk menemui abi dan umi Aisyah.


“ bro lu balik sekarang?” tanya Arvin yang tidak sengaja mendengar percakapan Arinda dan Daniel.


“ada sedikit masalah di perusahaan, kami harus kembali ke kota J sekarang” kata Daniel membantu Arinda untuk berdiri dari kursinya.


“ baiklah bro, secepatnya gua bakalan nyusul ke sana. Segera hubungi gua jika lu butuh bantuan gua” ujar Arvin menyalami Daniel.


“ sekali lagi saya ucapkan selamat untuk anda nona Aisyah, terima kasih berkat bantuan anda saya bisa kembali bersama belahan jiwa saya” ujar Daniel sambil merangkul 0pinggang istrinya.


“terima kasih tuan Daniel, saya juga turut senang akhirnya mbak Arin bisa bersatu dengan keluarganya kembali” Aisyah tersenyum pada Arinda.


“Aisyah.... makasih, sampai jumpa di kota J ya” Arinda memeluk Aisyah sambil cipika cipiki.


“iya mbak, jaga kesehatan mbak dan calon ponakan aku ya. Secepatnya kita bertemu di kota J” kata Aisyah,


“o ya, di mana abi dan umi mu?” tanya Arinda melihat ke sekeliling rumah, Daniel menatap jam di pergelangan tangannya.


“Abi dan umi masih berbicara dengan kerabat keluarga yang lain, mbak dan tuan Daniel sebaiknya berangkat sekarang. Biar nanti Aisyah menyampaikan ke Abi dan umi kalo mbak juga tuan Daniel sudah kembali ke kota J” ujar Aisyah melepaskan pelukannya pada Arinda dengan perlahan.


“baiklah.... kalo gitu mbak balik dulu ya Aisyah, Arvin. Assalamualaikum” ujar Arinda melangkah menuju mobil Alphard mewah di iringi oleh Arvin dan Aisyah.

__ADS_1


Ansel tampak sibuk dengan ponsel, di sela pembicaraannya dia menyalami Arvin memberi selamat padanya. Tidak bisa berlama-lama lagi mereka segera naik mobil yang akan mengantar mereka menuju bandara. Ansel juga sudah menghubungi pilot untuk segera menyiapkan pesawat.


Penuh kelembutan, Daniel membantu Arinda duduk di kursi mobil tempat di sampingnya. Sesekali sebelah tangannya memijat lembut pinggang istrinya, memberi kenyamanan agar Arinda tidak stress. Sebenarnya Arinda masih sangat ingin berada bersama Aisyah, namun dia juga sudah sangat merindukan keluarganya di kota J.


Beberapa kerabat Aisyah yang mengorek informasi tentang Daniel, termenung melihat mobil mewah yang dinaiki Arinda dan Daniel. Mereka semakin ribut saat Daniel memperlihatkan kasih sayangnya pada Arinda, membuat semua yang melihatnya iri dan baper.


Iringan mobil Daniel melaju meninggalkan perkarangan pesantren milik Abi Aisyah, dengan kecepatan sedang mobil itu membawa Arinda, Daniel dan Ansel menuju bandara kota SY. Arinda dengan manja menyandarkan kepalanya ke pundak Daniel, segera di belai lembut oleh suaminya. Mata Daniel kembali terfokus pada email yang baru saja di kirim oleh sekretarisnya,


“sayang....” Arinda menegakkan kepalanya menatap ke arah Daniel.


“hmmm” mata Daniel masih terfokus pada ponsel miliknya.


“aku ingin makan rujak” ujar Arinda membuat Daniel menatap ke arahnya.


“ kamu ingin rujak?” tanya Daniel kembali yang langsung di angguki oleh istrinya.


“baiklah, sayang. Sebentar ya” Daniel segera memerintahkan supir untuk mencari rumah makan atau cafe yang menjual rujak.


“sayang, mana ada cafe yang menjual rujak. Kalo mau membeli rujak itu ya di pinggir jalan seperti ini” ujar Arinda, dia segera meminta supir itu mencari tukang rujak sepanjang perjalanan mereka menuju bandara. Mobil mewah itu berhenti di tepi jalan saat melihat sebuah gerobak rujak yang mangkal di pinggir jalan.


“sel, tolong kamu belikan...” belum selesai Daniel memberi perintah, Arinda segera memotong pembicaraan suaminya.


“aku yang beli?” tanya Daniel meyakinkan istrinya,


“hmm hmm” Arinda mengangguk dengan semangat, mata bulat nan indah menatap Daniel penuh harap. Dia kalah oleh tatapan tanpa dosa yang di perlihatkan Arinda, segera dia turun dari mobil dan memesan rujak yang di pinta Arinda.


“mang beli rujak” ujar Daniel berdiri di samping gerobak, tukang rujak itu menatap Daniel dari ujung rambut hingga ujung kaki. Dia termenung melihat Daniel dengan setelan mahal membeli rujaknya


“mang... mang...” sapa Daniel menyadarkan mamang tukang rujak dari lamunannya.


“iya... maaf tuan muda. Anda mau berapa bungkus?” tanya mamang tukang rujak. Daniel akan menjawab pertanyaan si mamang, mendadak berhenti lalu membalikkan tubuhnya melangkah kembali mendekati mobilnya.


“sayang, kamu mau berapa bungkus?” tanya Daniel pada Arinda yang sedang berbicara dengan Ansel.


“sayang... kenapa kamu tidak memberi tahu aku kalo mbak Cantika dan tuan Ansel udah menikah?” protes Arinda yang mengabaikan pertanyaan Daniel tentang rujak.


“maaf sayang, aku lupa memberi tahu kamu” Daniel benar-benar lupa memberi tahu tentang apa saja yang terjadi selama Arinda menghilang.

__ADS_1


"jika tuan Ansel tidak cerita, pastinya aku tidak akan tahu saat sampi di rumah" Arinda sedikit cemberut dan memanyunkan sedikit bibirnya, membuat Daniel sangat gemas dengan tingkah lau istrinya.


"maaf kan Aku sayang, aku benar-benar lupa" ujar Daniel sambil mencubit lembut pipi putih Arinda.


“tuan, jadi beli rujaknya?” tanya Mamang rujak menghampiri Daniel.


“eh iya, jadi mang. Tolong buatkan dua bungkus ya mang, satu bungkus tolong bumbunya di pisah, yang satu lagi dicampur langsung dengan bumbunya” kata Arinda, mamang rujak kembali ke gerobaknya membuat pesanan. Daniel menatap Arinda dengan pertanyaan di benaknya


“yang satu lagi untuk siapa sayang?” tanya Daniel heran.


“buat mbak Cantika sayang, tadi saat telepon tuan Ansel mendengar kamu membeli rujak buat aku, dia juga mau. Jadi sekalian saja” ujar Arinda santai. Ansel hanya cengengesan dan kembali fokus pada ponsel miliknya.


Daniel kembali masuk ke dalam mobil Alphard mewah duduk di samping istrinya, mereka menunggu mamang rujak itu menyelesaikan pesanan yang di pinta Arinda.


Mamang itu mengantarkan pesanan Arinda yang telah selesai di buatnya, Daniel mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu memberikannya pada mamang itu.


“Maaf tuan, ini kebanyakan. Harganya tidak sampai dari tiga puluh ribu saja” ujar mamang itu.


“Ambil saja mang, itu rezeki untuk mamang” ujar Daniel,


“Alhamdulillah terima kasih ya Allah, terima kasih tuan.... Terima kasih banyak tuan” mamang tukang rujak sangat bahagia mendapat rezeki tidak terduga.


Iringan mobil Daniel mulai melaju kembali menuju bandara kota SY, tidak berapa lama iringan mobil memasuki pelataran bandara yang bertepatan dengan azan sholat Ashar. Mereka memutuskan untuk terlebih dahulu menjalankan kewajiban di mushalla Bandara.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2