
Davira mendengar nada terputus membuatnya semakin kesal, ingin rasanya saat ini dia menghukum Daniel. Dia sangat kesal juga marah dan satu-satunya mengurangi rasa kesal di hati dengan curhat pada kakak iparnya yakni Arinda.
Mendengar curhatan adik iparnya Arinda berinisiatif mengajak Davira pergi jalan-jalan bersamanya dengan Maya, Cantika dan Aisyah. Davira sangat setuju dengan usulan kakak iparnya, dia pun bersiap-siap untuk pergi. Tidak lupa Arinda mengirim pesan pada Daniel memberitahu jika mereka akan pergi keluar untuk menghibur Davira.
***
Tampak dari suatu tempat di balik pohon besar, seorang pria menggunakan jacket hoodie gelap, masker wajah, topi dan kaca mata hitam mengawasi gedung di mana Daniel dan Arinda tinggal.
Mata itu mengawasi setiap orang, pengawal, keamanan dan CCTV pada area itu. Dia memperhatikan dengan seksama keadaan kawasan gedung itu. Matanya melihat ke sekeliling tempatnya bersembunyi berharap jika tidak ada CCTV, pria asing itu mengeluarkan ponsel miliknya saat melihat Arinda yang keluar dari gedung itu.
Arinda melangkah bersama dengan Maya , Cantika dan Aisyah. Ziko dan beberapa body guard Daniel juga mengikuti mereka, awalnya para perempuan itu menolak untuk di jaga oleh mereka. Namun, demi kenyamanan juga keselamatan Arinda dan yang lainnya mau tidak mau mereka harus mengawal Arinda cs.
Mata pria asing itu menatap nanar pada Maya, Cantika dan lainnya,
Mereka semua tidak akan bisa menghalangiku untuk memilikimu Arinda, sayang. Satu persatu mereka akan ku buat menderita karena sudah membuatku seperti sekarang ini guman pria asing itu dalam hati menatap mobil Arinda cs meninggalkan area pelataran gedung penthouse.
Pria asing itu terpesona saat melihat Arinda yang tersenyum cantik dengan penampilan barunya. Pesona semakin terpancar membuat siapa saja akan melirik ke arah Arinda.
“Arinda sayang, secepatnya kita akan bersama. Setelah aku membuat siapa saja yang menghalangi kita menderita dan jatuh di bawah kakiku” ujar pria itu menatap ke arah Arinda.
Brrrr....
Arinda merasa merinding dan bergidik ngeri, mata indahnya menatap ke sekeliling kawasan tempat tinggalnya. Dia merasakan ada sepasang mata yang mengawasinya, Cantika yang berdiri di sampingnya heran melihat dia
“Kenapa Rin?” Tanya Cantika,
“Nggak tahu kenapa, Arinda merasa ada yang memperhatikan kita mbak” ujar Arinda, mata indahnya menatap ke arah pohon besar di mana pria asing itu mengawasinya. Tapi tidak siapa pun yang di lihat Arinda,
“Rin, lu lihat ****** sih?” Maya ikut melihat ke arah Arinda menatap.
“ hanya perasaan gue aja, seperti ada yang mengawasi kita di sana” tunjuk Arinda ke arah pohon besar di depan gedung penthouse itu.
“ tinta ada ****** di sindang Rin. yuk capcus akika udah getol buat nyari bahan baju baby twins” Maya mengajak Arinda untuk masuk ke mobil.
Arinda masuk ke dalam mobil duduk di samping Aisyah, mereka semua pun berangkat menuju lokasi tempat mereka janji ketemu dengan Davira. Supir mobil menyalakan mesin lalu melaju menuju tujuan Arinda cs.
Pria asing itu keluar dari persembunyiannya menatap ke arah mobil Arinda yang melaju menuju jalan utama.
“aku tahu kamu juga mencintaiku sayang, hingga kamu bisa merasakan kehadiranku di sini. Sabarlah sayang, setelah aku mengurus orang-orang di sekitar mu, tidak akan ada yang menghalangi kita untuk bersama selamanya” ujar pria itu melangkahkan kakinya meninggalkan gedung penthouse dan apartemen mewah.
Tiba-tiba Arinda kembali merasa dingin dan merinding di tengkuknya, dia memegang leher bagian belakang yang tertutup hijabnya.
“kenapose si wak? Kok ye kliatan gelisah gitu?” Maya memperhatikan Arinda dari kaca spion bagian depan. Mobil para bodyguard mengawal di depan mobil Maya yang melaju menyesuaikan dengan kecepatan sedang.
Arinda melihat ke arah belakang mobil, matanya masih mencari sesuatu di belakang mobil dan mengabaikan pertanyaan Maya.
__ADS_1
“Rin...napose?” tanya Maya kembali.
“Ha....” Arinda menatap ke arah Maya, Cantika dan Aisyah satu persatu. Mereka bertiga terlihat begitu penasaran dengan tingkah laku Arinda, terlebih Maya sangat kesal karena dua kali pertanyaannya sama sekali belum di jawab.
“Kamu kenapa Rin? Itu yang di tanya May dari tadi” Cantika ikut buka suara.
“nggak tahu kenapa, Arin merasa ada yang mengawasi kita dan mengikuti kita sekarang” ujar Arinda.
Cantika dan Aisyah serentak melihat ke belakang mobil Maya, memperhatikan setiap mobil yang melaju di belakang mereka. Tidak terlihat ada yang mencurigakan atau mengikuti mereka.
“ perasaan kamu saja, Rin. Nggak ada yang aneh kok” ujar Cantika kembali duduk dengan tenang.
“Iya, mbak. Nggak ada yang ngikutin kita, semuanya normal-normal aja” ujar Aisyah ikut menimpali.
“Mungkina lu feeling aja kali, Ato tu pembawaan baby twins bikin lu parno. Udah don’t think anymore, sekarang kita have fun selagi para lekong kita kagak ada. sekalian kita bisa cuci mata liatin para lekong tampan” Maya provokator para perempuan untuk bersenang-senang selagi para pria mereka bekerja.
"yeee... itu sih maunya kamu May" ujar Cantika sambil tertawa.
Arinda tersenyum manis mendengar ide cemerlang Maya, namun dalam hati dan pikirannya dia masih berpikir gerangan siapakah yang mengawasinya. Maya melajukan mobilnya menuju mall terbesar, termegah dan tempat para kaum sosialita juga Artis-artis berbelanja.
***
Beberapa bulan kemudian...
Pria itu sangat marah saat setiap upayanya menjatuhkan Daniel dan sahabat-sahabatnya berakhir dengan kegagalan. Beberapa kali dia mencoba untuk mendekati Arinda, namun pengamanan dari Daniel begitu ketat.
Malam sebelum Body guard mengawal Arinda mengundurkan diri untuk beristirahat, mereka menemui Daniel yang sedang bekerja di ruang kerja penthouse.
Tok... tok... tok....
“masuk....” perintah Daniel, mata elangnya menatap pergerakan grafik saham di laptopnya.
“Selamat malam tuan muda” ujar pengawal membuka pintu lalu masuk ke dalam ruang kerja.
“Ada apa?” tanya Daniel masih menatap layar laptopnya.
“tuan muda, beberapa bulan ini saya melihat pria ini berada di sekitar nona Arin. Kami sempat mengejar pria ini dan menangkapnya, namun dia berhasil kabur saat kami akan membuka topeng masker dan topinya” jelas bodyguard Arinda memberikan sketsa wajah pria asing yang terlihat terus mengawasi. Daniel memperhatikan sketsa wajah pria asing itu, menatap lama dahinya berkerut merasa begitu penasaran.
“saat dia melarikan diri, dia sempat menjatuhkan ini tuan muda” ujar Bodyguard Arinda sambil menyerahkan barang hasil temuannya. Mata elang Daniel menatap lama sebuah benda kecil yang berbentuk aneh baginya.
“dari bentuknya... Terlihat seperti...” Guman Daniel terdengar oleh bodyguard Arinda.
“ USB tuan muda, jika di teliti lagi ini adalah USB yang sudah di modifikasi” ujar Bodyguard Arinda.
“ Baiklah, kamu bisa pulang dan beristirahat” perintah Daniel.
__ADS_1
“saya permisi tuan muda” pamit body guard undur diri. Dia membuka pintu ruangan itu dan terkejut saat Arinda sudah berdiri di depan pintu. Perutnya membesar dan terlihat sudah mulai turun, dokter memperkirakan Arinda akan melahirkan dua minggu lagi
“nona muda...” sapa bodyguard lalu pamit dengan Arinda tersenyum ramah.
Daniel segera menyembunyikan sketsa wajah pria asing itu di antara tumpukan kertas pekerjaan miliknya. Dia tidak ingin membuat istrinya yang tengah hamil tua merasa khawatir dan cemas.
“Sayang...” sapa Arinda menghampiri meja kerja suaminya.
Daniel menepuk-tepuk kakinya mengisyaratkan pada istri kesayangan untuk duduk di pangkuannya, senyuman manis terkembang di bibir mungil Arinda. Dia dengan manja duduk di atas paha suaminya, walaupun perut Arinda sudah sangat membesar sama sekali tidak membuat Daniel merasa keberatan.
“kamu belum tidur sayang?” tanya Daniel membelai wajah Arinda, dia mulai membuka hijab istrinya menatap penuh cinta.
Arinda menggelengkan kepalanya lalu menyandarkan ke bahu suaminya,
“ bunda dan baby nggak bisa bobok karena Daddy masih sibuk kerja” Arinda merajuk dengan tingkah laku yang menggemaskan. Daniel tersenyum, melihat tingkah laku Arinda yang semakin hari membuatnya semakin jatuh cinta.
************
marhaban ya Ramadhan....
Bulan penuh berkah akan segera tiba,
Marhaban Ya Ramadhan
mohon maaf lahir & batin
Selamat menjalankan ibadah puasa
Semoga Allah meridhoi amal ibadah kita di bulan suci ini 🤲🤲🤲🤲...
Aamiin Allahumma Aamiin 🤲🤲🤲...
terima kasih atas kesabaran dan dukungan dari para Reader 😊😊😊, akhirnya Author bisa kembali berkarya🤗🤗🤗. Sempat kesehatan Author drop😷😷😷 akhirnya berangsur baik, terima kasih atas doa 🤲🤲🤲 para Reader semuanya....
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
maaf tidak bisa membalas setiap komen dari para Reader, dukungan dan comment positif dari para reader menjadi penyemangat 💪🏻💪🏻💪🏻untuk Author membuat karya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1