
Daniel mengode pada Riko dan Yuda untuk segera menyeret bosnya ikut bersama mereka,
“Sorry bos” ujar Riko dengan meraih kerah baju Arvin menyeret ke ruang kerja Daniel.
“neng Aisyah...” panggil Arvin yang di seret paksa oleh Riko menuju ruang kerja Daniel.
Arinda dan Aisyah hanya tertawa melihat hal itu, mereka berdua duduk di ruang tamu. Tini kembali datang menghampiri Arinda dan Aisyah yang mengobrol seru di ruang tamu,
“ nona ponsel anda berbunyi” Tini menyerahkan ponsel Arinda yang tertinggal di kamar, mata indahnya menatap ke layar ponsel yang tertulis nama Maya di sana.
“ sebentar ya Aisyah” ujar Arinda yang langsung mengangkat telepon dari Maya.
“halo may”
“hola halo my bunny, kemindang sih? Akika udah tele-tele lu sedari tadi”
“maap mak, ponsel gua ketinggalan di kamar jadi nggak tahu kalo ada telepon masuk”
“ ya gitu deh, mentang-mentang udah senang akika di lupain gitu”
“kagak mak, gua selalu ingat lu lagi. O ya da apaan ni lu teleponin gua?”
“akika kangen ama lu pengen ketemu, sekalian akika mo minta lu nyobain desain baju akika terbaru yang khusus akika bikin buat my bunny. O ya minta juga tu istri si babang Arvin datang biar akika bisa nunjukin desain baju buat acara pesta nikahannya diana”
“kebetulan orangnya juga ada di sini may. Lu datang aja ke penthouse gue, ntar gue share lokasinya ke elu. Ajak juga mbak Cantika biar sekalian kita ngumpul di sini bareng-bareng”
“ oke deh, akika akan ajak Cantika capcus ke sindang” ujar Maya mengakhiri teleponnya. Dia segera menemui Cantika untuk mengajaknya pergi ke penthouse Daniel.
Cantika menyambut senang ajakan Maya yang akan pergi ke penthouse Arinda, bergegas dia meraih tas miliknya lalu ikut bersama Maya menuju alamat yang sudah di share oleh Arinda ke Maya.
***
Ansel terkejut saat mendapati saham Arebeon jatuh tiga poin, membuat tanda tanya baginya. hanya dalam beberapa jam saja saham Arebeon menurun. Dia melihat harga saham dari perusahaan lain yang tidak di kenalnya berpusat di CN, perusahaan Elterzn.
IT Arebeon pun mencari informasi siapa yang sudah bermain-main dengan mereka, segala upaya dan daya mereka memeriksa untuk membuat saham Arebeon kembali ke posisinya. Ansel juga menyuruh para IT untuk memeriksa perusahaan dan pemilik perusahaan Elterzn.
Siapa yang sudah berani macam-macam dengan Arebeon ? Ansel bertanya-tanya dalam hatinya. Dia meraih ponsel miliknya untuk menghubungi Daniel, di melihat layar ponselnya dengan nama Daniel yang menghubunginya.
“halo tuan Muda” sapa Ansel,
__ADS_1
“seberapa jauh turunnya?” Tanya Daniel langsung ke inti pembicaraannya, dia sudah mengetahui jika pergerakan saham Arebeon menurun.
Saat Arvin menceritakan kasus yang terjadi di restoran kerja sama mereka, Daniel dapat menebak jika Arebeon juga di serang. Dia segera menghubungi Ansel untuk mengkonfirmasinya.
Sepertinya tuan muda sudah mengetahuinya guman Ansel dalam hati, dia pun mulai menceritakan detail masalah dan juga pesaing dari perusahaan Elterzn.
“Apa sudah di selidiki perusahaan ini?” Daniel menekan loudspeker di ponselnya agar Yuda, Arvin dan Riko bisa mengetahuinya juga.
“Sudah Tuan muda, tapi...”
“Tapi apa?”
Daniel segera menyalakan laptopnya melakukan video call dengan Ansel yang sedang berkumpul bersama IT Arebeon. Ansel segera menghidupkan layar proyektor untuk melaksanakan rapat dadakan.
Ansel pun segera mengatakan pada Daniel saat mereka mencari informasi tentang perusahaan Elterzn selalu saja tidak berhasil. Seperti ada yang menghalangi mereka untuk mencari informasi tentang perusahaan itu.
Yuda segera bertindak, jari jemarinya menari cantik di atas tombol keybord laptop miliknya. Iphone miliknya juga tidak lepas darinya mengakses teknologi untuk mencari informasi penting.
“ oooo ada yang nyari gara-gara ama kita bang, lihat ini... “ yuda memperlihatkan sesuatu di layar laptopnya di mana banyak ip address yang tercantum di sana dengan beberapa lokasi yang berbeda-beda.
“bisa di atasi?” Daniel menatap Yuda,
Seorang pria duduk di sebuah ruangan hitam dengan beberapa layar monitor di depannya, dia tengah menikmati minuman sambil menatap sebuah layar monitor di mana menampilkan wajah Arinda yang tengah berbicara dengan Aisyah.
Mata pria itu menatap nanar saat serangan dari Daniel membuat pergerakan saham Arebeon kembali naik. Yuda juga ikut membantu Daniel dengan mengatasi gangguan dari pria itu,
“breng**k, dia lagi membuat ke kacauan. Liat saja bagaimana gua ngasih pelajaran ke lu” dengan cekatan jari jemari miliknya mengotak atik tombol keyboard di laptopnya.
Senyuman penuh kemenangan tergambar di wajah pria itu saat Yuda tampak mulai kewalahan, namun bukan Yuda yang di juluki Hacker jenius. Dia kembali melakukan serangan, membuat pria di kamar gelap semakin kesal dan marah.
Yuda segera menekan tombol enter di laptopnya, membuat layar laptop dan beberapa monitor mendadak menjadi hitam semuanya.
“ BRENG**K, ANJ**G, BANG**T” dengan sigap pria itu segera melakukan reebot pada laptop dan seluruh sistem miliknya.
“ayo cepat, monitor breng**k. Gua haru cabut sekarang” Pria itu tampak gelisah menunggu monitor yang melakukan Reeboot.
Kini layar monitor Yuda terpampang beberapa video yang menampilkan wajah Arinda, mata Daniel terbuka lebar saat mengetahui jika sistem CCTV miliknya sudah di retas oleh orang lain. Dia terlihat sangat kesal dan marah, matanya
Hal itu terjadi saat Daniel sibuk mencari Arinda, meninggalkan Penthousenya begitu saja tanpa mengaktifkan keamanan sistem miliknya sendiri.
__ADS_1
“wah... ada yang ingin ketemuan ama malaikat maut” ujar Arvin dengan wajah terlihat menyeramkan.
Rebooting pada layar laptop dan monitor di kamar pria itu telah selesai, namun membuat CCTV yang sudah susah payah di bajaknya hilang semua. Dengan cepat dia menghancurkan semua barang bukti, merusak semua sistem agar tidak bisa di selidiki.
Yuda segera memasang sistem yang sangat kuat hingga hacker mana pun tidak akan bisa menembus dan meretas sistem CCTV juga keamanan penthouse milik Daniel.
“Yuda apa kamu bisa mencari lokasi pasti dari dia?” tanya Daniel menatap tajam dan dingin pada layar laptop miliknya.
“ maaf bang, setelah pertarungan tadi. IP address milik dia menghilang, tapi secepatnya akan gua cari bang” ujar Yuda kembali memainkan jari jemarinya.
“Tuan muda... para pemegang saham ingin berbicara dengan anda” Ansel segera mengalihkan kamera ke arah para pemegang saham.
Daniel segera memimpin rapat dadakan itu, memperlihatkan pergerakan saham Arebeon yang kembali stabil hanya dalam hitungan menit. Dengan kehebatan juga kejeniuasan Daniel dan bantuan Yuda masalahnya segera teratasi denga baik.
Bel penthouse Daniel berbunyi, Arinda segera bangkit dari tempat duduknya melangkah ke pintu untuk membukanya.
“Assalamualaikum Rin,” sapa Cantika cipika dan cipiki dengan Arinda.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
maaf pada semua reader🙏🏻
🙏🏻🙏🏻, karena beberapa hari ini author harus istirahat total jadi semua karya Author harus terlambat up. 😷😷😷
secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1