
Arinda mengode kepada Davira untuk menghibur Aileen sedangkan dia menghampiri Amanda untuk menenangkannya.
“kak Amanda... jangan sedih, kasihan dedeknya jika mamanya sedih” ujar Arinda sambil mengelus perut Amanda yang sudah memasuki bulan ke lima kehamilannya.
Amanda tersenyum kecut menatap Arinda, dia tidak menyangka jika Darren akan bersikap begitu tidak baik pada keluarganya.
Ansel memasuki ruang makan menemui Daniel dan keluarga Arsenio yang lainnnya.
“tuan muda sudah saatnya” Ansel sedikit membungkuk memberi hormat pada keluarga Arsenio yang lainnya.
“Baiklah, tunggu aku di mobil” perintah Daniel pada Ansel yang membungkukkan sedikit tubuhnya dengan hormat.
Daniel menghampiri Aileen yang masih di tenangkan Davira dan Michael.
“my... tenang saja. Semuanya akan baik-baik saja, Dan akan mencoba bicara dengan kak Darren” hibur Daniel, dia juga berpamitan dengan Aileen dan Michael untuk berangkat ke Arebeon Corp.
Arinda mengantar Daniel menuju pintu keluar mansion dengan membawakan jas kerja Daniel. Sebelah tangan Daniel menggandeng tangan Arinda, sesekali ia membelai lembut tangan Daniel menenangkannya dari rasa amarah.
“Maafkan aku sayang, tidak bisa mengantarmu ke Pearl Stars. Kamu tidak apa-apakan jika supir lain yang mengantar mu?” Daniel memeluk Arinda dan membelai rambutnya dengan lembut.
“Aku tidak apa-apa sayang, aku sudah mengabari mbak Cantika jika aku akan datang agak siang ke Pearl Stars. Sayang, kamu jangan mengambil hati dengan ucapan kak Darren. Mungkin saja kak Darren ada masalah dan merasa sangat tertekan saat ini, bicarakanlah dengan baik-baik bersama kak Darren” Arinda menatap dan membelai lembut wajah Daniel.
“Baiklah sayang, aku akan berangkat sekarang. Kamu hati-hati nanti di jalan ya, aku sudah menyuruh beberapa bodyguard untuk menjagamu” Daniel mencium kening Arinda dengan penuh kasih sayang. Dia pun tak lupa mencium punggung tangan suaminya dan menanti mobil Daniel melaju pergi menuju Arebeon.
Arinda kembali masuk ke dalam Mansion dan bergabung dengan Amanda dan Davira yang duduk di taman belakang. Michael mengajak Aileen untuk beristirahat di kamar mereka, Aileen merasa sangat bersalah dengan Darren.
Saat dirinya depresi berulang-ulang kali dirinya menyakiti Darren dan berulang-ulang kali pula Michael menyelamatkan Darren. Michael begitu amat menyayangi Darren dan tidak pernah membeda-bedakannya bersama anak-anaknya.
***
Mobil mercedes Maybach milik Daniel memasuki sebuah pelataran restoran, di temani Ansel mereka berdua berjalan memasuki restoran melihat ke kanan dan ke kiri mencari orang yang akan mereka temui.
__ADS_1
Vivi mengangkat tangan sebelah kanan, memberitahu keberadaannya pada Daniel yang baru datang bersama Ansel. Mereka berdua pun menghampiri meja Vivi yang telah mempersilahkan mereka untuk duduk.
“Langsung saja, apa tujuanmu mengundangku?” Daniel menatap tajam Vivi.
“tenang tuan Daniel, maksudku mengundang anda adalah untuk bekerja sama mengirim Marcus ke penjara”
Daniel dan Ansel saling berpandangan, mereka merasa heran pada Vivi yang mengkhianati Marcus. Melihat tatapan Daniel dan Ansel yang tidak mempercayainya Vivi bisa memakluminya.
“aku tau kamu tidak mempercayainya, sebagai bukti aku memang ingin memenjarakan Marcus dan Lutfi kalian bisa mendatangi alamat ini. Nenek kamu ada di alamat ini” Vivi menyerahkan secarik kertas berisikan alamat menuju sebuah rumah sakit terpencil di desa.
“Kenapa?” Daniel masih tidak mempercayai Vivi, dia lalu menyerahkan secarik kertas itu pada Ansel mengodenya untuk menyelidiki alamat yang di beri Vivi.
“ aku hanya ingin mendapatkan keadilan, dia dan Lutfi sudah membunuh papaku yang merupakan ketua mafia dunia bawah di MK. Demi mendapatkan dukungan dari para anak buah papa, mereka dengan berani membunuh papa dan seluruh keluargaku. Mereka juga sudah memanipulasi kematian papa akibat obat terlarang.
Mereka juga terus memburuku agar keturunan dari papa ku tidak menuntut balas padanya. Aku terpaksa menyamar menjadi wanita Marcus agar bisa mengambil kembali apa yang telah mereka curi” jelas Vivi
“Jadi kamu rela mengkhianati Marcus dan Lutfi?” Daniel menatap mata Vivi mencari kebohongan di dalamnya. Vivi sangat pintar dalam memanipulasi hati dan pikirannya,
“demi papa dan keluarga yang sudah di bunuh Marcus juga Lutfi, saya akan melakukan apa pun termasuk mengkhianati mereka” Daniel hanya diam menatap Vivi yang tampak bersungguh-sungguh.
“di dalam ini, bukti semua kejahatan yang di lakukan Marcus, Lutfi dan juga beberapa orang yang berkuasa di sini” jelas Vivi kembali.
“apa tujuanmu sebenarnya?” Daniel menerima bukti itu dan menyerahkannya pada Ansel, Vivi tersenyum lalu menjelaskan tujuannya.
“aku ingin meminta bantuanmu untuk mendapatkan sidik jari menggunakan darahnya dan juga tanda tangan Marcus di file ini” Vivi menyerahkan sebuah file yang berisi surat pemindahan kekuasaan Dunia bawah di negara MK.
“untuk mendapatkan hak penuh, aku harus mendapatkan tanda tangan dan sidik jarinya. Sudah berkali-kali aku mencoba mendapatkannya namun Marcus sangat jeli. Aku tidak bisa memberikan file ini pada Lutfi karena dia akan mengetahui rencana ku. Hanya kamu satu-satunya harapanku” Vivi menatap Daniel dengan penuh harap.
Daniel mengambil file itu lalu berdiri pergi dari restoran itu. Vivi mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Daniel yang menatapnya bingung.
“Aku sangat berharap padamu” Vivi tersenyum manis pada Daniel yang hanya menatapnya dengan dingin.
__ADS_1
“kamu jangan senang dulu, jika kamu berani mengkhianati ku, maka aku tidak akan pernah segan-segan mengirimmu ke dunia sana” Daniel meninggalkan Vivi tanpa menyambut jabatan tangannya.
Cool... just like the man i wanted vivi tersenyum smirk melihat Daniel dan Ansel yang keluar restoran menuju mobil miliknya.
Sebentar lagi dunia bawah akan menjadi milikku. Tunggu saja Dan, setelah semua ini aku jamin kamu akan menjadi milikku. Akan aku buat istri yang kamu sayangi itu pergi meninggalkanmu Vivi berdiri dari kursinya lalu melangkah pergi meninggalkan restoran. Beberapa pria berbaju hitam senantiasa mengikutinya.
Ansel mulai membuka isi memory card yang di berikan Vivi, dia tercengang dengan isi file di dalamnya.
“tuan muda, memory card ini asli. Di sini juga tersimpan semua data-data kejahatan Marcus, Lutfi dan pejabat-pejabat terkait” Ansel memeriksa secara mendetail semua file yang ada di memory card itu. Dia menatap file yang di berikan Vivi pada Daniel,
“tuan muda, bagaimana anda akan mendapatkan tanda tangan dan sidik jari darah dari Marcus? Dia pasti akan sangat berhati-hati” Ansel mengingatkan Daniel.
“hubungi Arvin dan Yuda, kirimkan alamat tempat pertemuan kita pada mereka” perintah Daniel.
“Baik tuan muda” Ansel mengambil ponsel miliknya mulai menelepon Arvin,
“dan juga segera hubungi kejaksaan, mereka pasti sangat senang mendapat hadiah menarik dari kita” perintah Daniel yang segera melaksanakannya.
Tidak lupa pula Ansel memberi tahu kepolisian untuk datang ke tempat perjanjian mereka dan menjelaskan rencana mereka. Polisi pun mau bekerja sama untuk menangkap Marcus dan Antek-anteknya juga pejabat yang terkait dengan Marcus.
*************
secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...