Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep.253


__ADS_3

Arvin membuka perlahan-lahan pintu mobil bagian belakang, dengan sigap dia menyambut kepala Aisyah yang hampir terjatuh. Dia memegang kepala Aisyah dan perlahan-lahan menyandarkan kepalanya ke sandaran bangku mobil.


“syah... Aisyah.... bangun. Aisyah ayo bangun” panggil Arvin membangunkan Aisyah. Dia terlalu lelah hingga tidak dapat membuka matanya yang terasa sangat berat, Aisyah sempat berusaha membuka matanya namun kembali menutup rapat.


“sepertinya dia sangat lelah, biarkan saja dia tidur. Sekitar 30 menit lagi pesawat kita akan lepas landas” ujar Ansel yang sudah menyelesaikan tugasnya. Dia menatap jam tangan miliknya menunjukkan pukul sembilan malam, Arvin pun membopong Aisyah membawanya masuk ke ruangan khusus untuk tamu VVIP.


***


Daniel masih menatap Arinda dengan tatapan tajam meminta penjelasan darinya. Senyuman manis terkembang di bibir pink naturalnya, rambut panjang yang tergerai di kesampingkannya ke bahu kanan. Istrinya semakin terlihat cantik dengan gaun tidurnya berbahan sutra terlihat begitu sempurna di tubuhnya. Hampir saja Daniel melupakan kecemburuannya dan ingin bermanja-manja pada istrinya.


“kenapa Arvin?” tanya Daniel berusaha bersikap dingin pada Arinda yang hanya tersenyum melihat kecemburuan suaminya.


“ Arvin meminjam pesawat jet mu untuk terbang ke SY malam ini, bolehkan sayang?” ujar Arinda memasang wajah imut yang sangat di rindukan Daniel, namun dia berusaha untuk menahan diri untuk tidak tergoda.


“hanya itu saja?” tanya Daniel masih bersikap dingin, Arinda menggelengkan kepalanya.


“ Aku juga meminta tuan Ansel untuk menyiapkan tiket kelas bisnis ke kota SY buat kita. Insyaallah Arvin akan menikahi Aisyah” kata Arinda menatap Daniel yang masih tampak dingin. Dia mengerti jika suaminya kini cemburu,


“sayang....” Arinda menurunkan kakinnya lalu berdiri di depan Daniel menatap bingung padanya.


Arinda berdiri tepat di depan Daniel, meraih kedua tangan Daniel untuk memegang ke bagian pinggangnya. Tangan Arinda membelai lembut wajah Daniel, berusaha meredam kecemburuannya dengan bersikap mesra.


“ Daddynya anak-anakku, jangan kesal lagi ya. Aku mengizinkan Arvin menggunkan pesawatmu karena niatnya yang ingin menikahi Aisyah, apa kamu tahu jika Aisyahlah gadis yang kesuciannya sudah di renggut oleh Arvin” jelas Arinda membuat Daniel paham namun dia masih kesal,


“tapi kamu tidak seharusnya berbicara dengan Arvin, aku merasa sangat kecolongan saat ini” rajuk Daniel membuat Arinda tersenyum manis, dengan berani dia duduk di pangkuan Daniel seperti menaiki motor. Perutnya yang membesar tidak terlalu menghalanginya untuk memanjakan suaminya.


Sikap Arinda saat inilah membuat Daniel tidak bisa berlama-lama merajuk dan kesal padanya.


“masih marah?” tanya Arinda, Daniel dapat merasakan pergerakan baby twins di perut sicks packnya. Kemarahannya langsung sirna seketika, dia ingin mencium pipi istrinya. Saat akan mencium pipi Arinda, dia terhenti saat di tengah-tengah. Mereka berdua saling bertatapan lalu menatap perut Arinda, tawa pun meledak dari masing-masing mereka.


Setelah puas tertawa Arinda turun dari pangkuan Daniel dan duduk di samping kiri suaminya. Daniel menatap Arinda yang masih tertawa, dia lalu menghadapkan tubuhnya ke arah Arinda lalu berbisik ke telinganya.


“sayang.... bolehkan aku menemui mereka?” bisik Daniel di telinga Arinda, membuatnya menatap heran pada suaminya.

__ADS_1


“bukankah kamu sudah bertemu dengan mereka?” tanya Arinda kembali tidak mengerti dengan apa yang di maksudkan Daniel.


“maksudku...” Daniel mengode ke arah bagian yang di mana ada sesuatu yang sudah terbangun. Kini Arinda tahu apa yang di maksudkan Daniel, wajahnya merona menambah kecantikannya.


“sayang, kamu sudah mengabari mommy dan daddy?” Arinda berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan, dia merasa sedikit malu. Jujur dia merasa seperti saat masih pengantin baru dan Daniel menyadari hal itu.


“besok pagi aku akan menghubungi mereka” ujar Daniel yang akan melanjutkan.


“sayang, oma, mommy dan daddy akan kuatir jika kamu belum mengabari mereka, sebaiknya sekarang sayangku ini hubungi mommy” Arinda meminta Daniel untuk menghubungi Aileen.


Dengan menghela nafas Daniel mengikuti kemauan Arinda, dia segera menghubungi Aileen dengan melangkahkan kakinya menuju beranda kamar Arinda. Dia memberi kabar jika sudah bertemu dengan Arinda, sengaja dia tidak memberi tahu tentang kehamilan Arinda pada keluarga Arsenio. Daniel ingin memberi kejutan pada keluarganya saat nanti mereka kembali.


Aileen dan seluruh keluarga Arsenio termasuk seluruh maid di kediaman itu bahagia mendengar Danniel sudah menemukan Arinda. Mereka sangat senang dan mengucapkan syukur pada Allah SWT, Aileen pun meminta Daniel untuk membawa menantunya segera kembali ke kota J.


Daniel pun meminta Aileen untuk bersabar dalam beberapa hari karena mereka akan ke SY untuk menyaksikan akad nikah Arvin dengan wanita pilihannya. Aileen semakin terkejut dengan berita Arvin yang akan menikah, dia dan Michael pun berencana akan menyusul Daniel dan Arinda ke SY.


Tentu saja hal itu tidak di perbolehkan oleh Daniel, mengingat oma Ayu yang baru saja kembali dari KO beberapa hari yang lalu membuatnya agak kurang sehat. Dia meminta Aileen untuk mempersiapkan acara pesta pernikahan untuk Arvin, dari gaun hingga gedung serta makanan.


Mau tidak mau Aileen menyetujui permintaan Daniel, Michael juga meminta dia untuk menyampaikan salamnya pada Arvin. Serta beberapa wejangan untuk Arvin agar kelak menjadi imam yang baik.


Mata Daniel menangkap Arinda yang tampil sangat cantik dengan polesan make up natural. Dia duduk di samping tempat tidur menunggu Daniel menyelesaikan teleponnya.


Daniel tersenyum senang dengan kejutan kecil yang di buat Arinda, perlahan dia mendekati istrinya. Meletakkan ponselnya di nakas samping tempat tidur. Daniel duduk di samping Arinda yang sudah membuka jubah gaun tidurnya, bahu putih sudah terekspos dengan tali gaun yang hanya sebesar jari telunjuk.


Arinda terlihat sangat menggoda bagi Daniel, dia mulai membisikkan sesuatu di telinga Arinda. Mengecup mesra bahu putih itu perlahan naik ke leher hingga wajah Cantik yang merona.


Tubuh Arinda di tidurkan dengan perlahan, Daniel membelai tangannya dari wajah, turun ke atas dua perbukitan yang masih terbungkus gaun tidur. Bibir Daniel menyentuh dan menempel di bibir Arinda, dia mencium lembut mulai mengabsen setiap yang ada di dalam mulut Arinda. Tangan Daniel mengusap lembut perut Arinda lalu kembali naik mencari perbukitan yang akan menjadi pegangannya.


Tali gaun milik Arinda perlahan-lahan di turunkannya, lalu menarik gaun itu ke atas. Perbukitan itu terekspos sempurna tanpa ada pengaman yang menutupnya. Hanya satu pengaman yang tersisa di bagian bawah sana yang masih di biarkan tertutup. Bibir Daniel perlahan terlepas dari tautan bibir Arinda, bibir itu menjelajahi perjalanan panjang dari leher yang putih memberi tanda kemerahan agar sang pemilik tidak tersesat dalam mencari kenikmatan.


Bibir itu menjelajahi perbukitan, menggigit dan memberi sensasi pada pemilik perbukitan, sensasi yang hampir lima bulan tidak pernah di rasakannya. Sebelah tangan juga ikut bermain di ujung perbukitan memegang hingga memilin membuat sang pemilik gelisah menikmati permainan.


Entah kapan baju kemeja dan celana milik Daniel terbuka, kini mereka berdua layaknya baby yang baru lahir.

__ADS_1


“Sayang... hah... hah.. aku akan mengunjungi mereka sekarang ya....” Daniel meminta izin pada istrinya untuk membiarkan King kobra masuk ke gua miliknya.


Dengan perlahan king kobra masuk ke lubang gua miliknya, dia bergerak dengan sangat lembut agar tidak menyakiti baby twins. Gerakan membuat Arinda nyaman dan menikmati permainan yang begitu menyenangkan. Pergulatan dengan pertarungan yang begitu seru, mengeluarkan nyanyian merdu dari kedua insan yang memadu kasih di kamar itu.


Arinda sudah mencapai puncak untuk ke sekian kalinya di barengi dengan Daniel yang juga mencapai kenikmatan hakiki. King kobra tidak menumpahkan bisanya di dalam gua saat itu, dia memilih memuntahkan bisa miliknya di luar gua. Arinda dapat merasakan betapa banyaknya bisa yang keluar dari king kobra, begitu pun dirinya.


Dengan penuh kelembutan, Daniel mengusap sisa bisa milik king kobra dengan tisu, dia menatap Arinda yang sudah jatuh terlelap menuju dunia mimpi. Bagian perbukitan tertutup separuh dengan selimut, bagian perut Arinda yang berisi si kembar terpampang tanpa ada yang menutupinya.


Mata Daniel dapat merasakan pergerakan di perut istrinya, dia lalu mendekatkan wajahnya ke perut Arinda,


“kesayangan daddy...” Daniel mengecup berkali-kali perut Arinda, membelai lembut dan kembali mengecupnya.


“daddy sudah tidak sabar ingin melihat kalian lahir ke dunia ini” Daniel menatap wajah Arinda, dia menarik selimut untuk menyelimuti mereka berdua.


"terima kasih sayangku...."


Perlahan Daniel mengecup kening dan pipi Arinda, berbaring di samping istrinya. Perlahan di selipkannya tangan di bawah kepala Arinda membawa istrinya tidur dalam dekapan hangatnya.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


Author minta maaf terlambat up 🙏🙏🙏 karena ada sedikit kendala,


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2