
Bel penthouse Daniel berbunyi, Arinda segera bangkit dari tempat duduknya melangkah ke pintu untuk membukanya.
“Assalamualaikum Rin,” sapa Cantika cipika dan cipiki dengan Arinda.
“ waalaikum salam mbak” sapa Arinda dengan memeluk Cantika.
“Hola helo my bunny.... Iiiih.... Akika kangen banget ama ye. Apa kabar ni ama calon anak-anaknya mami?” tanya Maya memegang perut Arinda dengan lembut,
“ Alhamdulillah baik mi,” Arinda mempersilahkan Cantika dan Maya untuk masuk. Aisyah termenung saat melihat Maya yang sangat tampan dan membuat siapa pun terpesona menatapnya.
“Aisyah kenalin ini Mbak Tika dan Maya. Mbak Tika, may Kenalin ini Aisyah istrinya Arvin” Arinda memperkenalkan Aisyah pada mereka berdua.
Maya!!! apa mbak Arin nggak salah. Masak cowok macho gitu namanya Maya? Aisyah menatap bingung Arinda saat memperkenalkan pria macho dengan ketampanan paripurna yang di milikinya.
“Salam kenal Aisyah aku Cantika, kamu bisa manggil aku mbak Tika” Cantika mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Aisyah.
Senyuman manis tersungging di bibirnya, tangannya segera menjabat tangan Cantika. Dia melepaskan perlahan jabatan tangannya, lalu menyambut jabatan tangan Maya dengan ramah.
“hello you can call me madam Ma ya” ujar Maya dengan gaya khasnya, Aisyah terlihat sangat terkejut saat pria yang terlihat macho bertingkah gemulai.
“haaa...” Aisyah melongo menatap Maya. Dengan sopan dia melepaskan jabatan tangannya masih menatap Maya melangkah duduk di sofa ruang tamu.
“Tinta usah liatin akika kayak gitu, kecantikan akika emang paripurna, nggak ada yang bakalan bisa ngalahin kecantikan akika” Maya dengan tingkat kepedean yang tinggi.
“Iyaaaa, lu emang paling cantik sejagat ini” ujar Arinda duduk di samping Maya. Cantika memilih duduk di sofa single di samping Maya. Arinda tahu Aisyah kaget melihat Maya yang berbeda dengan penampilannya.
“tenang aja syah, Maya penampilannya aja yang seperti ini. Tapi hatinya selembut hello kitty, hanya saja kalo udah marah ngalahin emak-emak deh ” ujar Arinda sambil tersenyum pada Aisyah ikut duduk di sofa single samping Arinda.
“iiiss ni pere suka beneran deh,” Maya mencubit lembut pipi Arinda.
“iya Syah, apa lagi kalo lawannya emak-emak rempong... aduuuuh bisa pusing tujuh keliling aku nenangin ini emak” keluh Cantika dengan ekspresi wajah mengenaskan.
“isss.... happy begindang ya ghibahin akika, tau kalo akika yang paling cantik dan seksi” Ujar Maya, mereka semua tertawa senang.
Mbak Arin sangat beruntung, memiliki sahabat-sahabat yang menyayanginya. menerima dia dengan segala kekurangan tidak saling menjatuhkan dan menusuk dari belakang, aku sangat senang bisa berkenalan dan menganggap mbak Arin sebagai mbakku guman Aisyah dalam hati semakin kagum dengan sosok Arinda.
__ADS_1
“ o ya... akika udah bawa contoh baju yang ye bakalan pake saat pesta. Trus ini baju yang akika desain buat my bunny” Maya mengeluarkan sebuah gaun baru untuk Arinda. Maya langsung mendapat ide mendesain baju saat melihat penampilan terbaru Arinda.
Dia mendapat banyak ide dari hijab hingga pakaian yang di kenakan Arinda, lalu menuangkannya dalam sketsa desain dan membuat baju untuk Arinda.
“jangan heran Syah, Arinda itu udah jadi inspirasinya Maya dalam membuat desain baju. Saat sebelum Arinda berhijab dan belum menikah, Maya sering benget jadiin Arinda modelnya” ujar Cantika.
“ya iyalah... secara postur Arinda dari ujung rambut ampe ujung kakinya, sangat body perfect buat akika. Sekalian juga geretong bo” ujar Maya sambil tertawa.
“ ye.... lu mah emang suka gratisan” sindir Arinda sambil tersenyum,
“ Wah... mbak pasti senang dapat baju baru terus dan itu limited edition” Aisyah kagum.
“ada enak dan ada nggak enaknya Syah, ya kamu liat aja sekarang. Mbak jadi manekin emak satu ini, enaknya ya bisa nyobain baju terbaru sebelum di luncurkan di pasaran” ujar Arinda saat melihat baju baru yang di buat Maya. Model yang sangat suka di sukai Arinda dan terlihat nyaman di pakai, apalagi saat dirinya saat hamil.
Mereka berempat asyik mengobrol membicarakan banyak hal, Cantika dan Maya saling melepaskan rasa kangen berbicara banyak dengan Arinda berbicara juga saling bertukar pikiran. Mereka juga merangkul Aisyah mengajak bercerita bersama, kehangatan dari persahabatan dan persaudaraan di antara Maya, Cantika dan Arinda dapat di rasakan oleh Aisyah.
Sementara itu Daniel dan yang lainnya sedang berusaha keras untuk mengetahui lokasi pasti dari orang yang ingin mengacaukan Arebeon, Yuda dengan cekatan memainkan jari jemarinya mencari informasi pasti perusahaan Elterzn.
“bang..” panggil Yuda segara menghampiri Daniel yang masih sibuk dengan pekerjaannya. Dia segera memperlihatkan hasil yang baru saja di dapatkannya, Arvin dan Riko ikut memperhatikan apa yang ada di laptop milik Yuda.
Sebuah file berisi profil pribadi seorang pria yang tidak di kenal sama sekali oleh Daniel dan lainnya. Yuda menatap profil itu dengan seksama dan terlihat mengenal pria di layar laptopnya,
“jangan – jangan...” bisik Yuda yang sempat terdengar oleh Daniel.
“kamu kenal dia?” tanya Daniel menatap tajam dan dingin. Dia sangat tidak senang apalagi kenyataannya jika orang itu mengincar Arinda. Hal itu terbukti dengan CCTV yang berfokus pada Arinda yang sempat dibajak, serta informasi dan foto-foto sengaja di ambil secara diam-diam.
“iya bang, gua... gua kenal siapa dia. Namanya Mark, rival hacker saat gua mengikuti kompetisi di Jerman beberapa tahun yang lalu. Sempat tersiar kabar kalo dia udah meninggal dalam sebuah kecelakaan, gua kagak percaya dan itu terbukti sekarang” ujar Yuda melihat tajam pada file data pribadi yang terpampang di layar laptopnya.
“dari alamat lokasinya, dia berada di gedung ini. Riko lu ikut gua untuk meringkus dia sekarang” ujar Arvin akan melangkah pergi.
“tahan” ujar Daniel tampak menatap curiga.
“ada apa Dan? Kalo kita kagak bertindak sekarang tu orang bakalan kabur” Arvin sudah bersiap-siap.
“ coba pikirkan, dia bertindak sangat hati-hati dalam setiap langkah yang di buatnya. Tapi kenapa dia dengan mudah memberi tahu lokasinya berada saat ini, kecuali...” Daniel menatap dingin Arvin.
__ADS_1
“kecuali dia ingin memancing kita ke sana untuk masuk ke dalam jebakannya” Arvin mengerti dengan maksud Daniel.
“yuda, coba kamu lacak keberadaan pasti pria ini” ujar Daniel masih menatap dingin ke arah laptop. Entah kenapa dia merasa jika Mark, Hacker yang di ceritakan Yuda bukanlah musuh sebenarnya.
Yuda segera menggunakan iphone untuk mengakses jaringan terkuat, melacak keberadaan mark sebenarnya. Dia temenung saat melihat keberadaan Mark mengarah ke tempat yang terpencil. Segera dia menyampaikan kepada Daniel,
“bang, gua udah dapat lokasi pastinya” Yuda memberikan alamat lokasinya,
“Vin, kamu tentunya tahu apa yang harus di lakukan” Daniel menatap dingin Arvin.
“tenang bro, gua bertindak sekarang” ujar Arvin mengode pada Riko untuk ikut bersamanya menuju ke lokasi yang sudah di beri tahu Yuda.
“Yud, kamu ke kantor polisi untuk melaporkan hal ini segera. Lalu sebarkan berita kebenaran dari balik kasus ini” ujar Daniel, saat tengah bekerja tadi mereka menemukan bukti penting tentang kasus restoran Arvin. Bukti penting yang di dapat juga sedang di selidiki oleh polisi saat itu.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
maaf pada semua reader🙏🏻
🙏🏻🙏🏻, karena beberapa hari ini author harus istirahat total jadi semua karya Author harus terlambat up. 😷😷😷
secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1