
Kok bisa merah begini? Apa yang sudah di lakukan Daniel, kenapa merahnya nggak hilang gini? Arinda terus menerus mengusap berharap tanda itu menghilang.
Tidak habis akal, Arinda mencoba mencari di ponselnya cara menghilangkan tanda merah di lehernya. Dia tampak terkejut saat membaca sebuah artikel yang mengatakan jika tanda itu akan menghilang dalam satu atau dua minggu.
Gimana cara nutupi ini, dasar cowok rese dia pasti sengaja ngelakuin ini Arinda menatap tanda kemerahan itu di cermin meja riasnya. Dia lalu mencoba mengaplikasikan fondation dan bedak untuk menutupi tanda itu.
Walau masih terlihat samar, setidaknya sudah tidak semerah yang tadi Arinda sedikit bernafas lega,
Kamar mandi masih tertutup menandakan Daniel masih mandi, Arinda lalu menyiapkan pakaian milik Daniel di atas ranjang yang masih berhias kelopak bunga di atasnya.
Kenapa kok jadi berdebar-debar gini? Jujur gue masih belum siap, apalagi saat membaca artikel dan komentar semua netizen, kebanyakan bilang sakit banget. Tapi kalo nolak bisa jadi dosa besar buat gue, aduuuuuh gimana ya.... perang batin terjadi dalam diri Arinda. Hingga dia di sadarkan saat Daniel keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada, handuk putih melingkar di pinggang menutupi bagian ke lelakiannya.
Mata Arinda menatap lama tubuh dengan perut kotak-kotak dan dada bidang, pahatan sempurna dengan di dukung wajah nan tampan. Daniel sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk di tangannya, tetesan air dari rambut yang masih basah mengalir di tubuh atletis itu.
Pemandangan seksi yang tayang secara live di hadapan Arinda membuatnya tidak berpaling sedikitpun.
“apakah sudah puas melihatnya?” Tanya Daniel yang kini berada tepat di hadapan Arinda.
“hah” Arinda terlihat linglung dengan pemandangan di depan matanya.
Daniel meraih tangan kiri Arinda dan meletakkan di dada bidang hingga turun keperutnya yang sixpack. Daniel mendekatkan wajahnya ke telinga Arinda.
“kamu bisa terus menyentuhnya karena semua ini milik kamu” bisik Daniel di telinga Arinda.
Blush...
Wajah Arinda merona seketika, dia mendorong Daniel lalu mengambil langkah seribu menuju kamar mandi.
“a a a aku berwudu dulu” Arinda menutup kamar mandi membuat Daniel tersenyum senang melihat Arinda yang gugup.
Setelah mereka melaksanakan kewajiban mereka, Daniel menepati janjinya mengajak Arinda jalan-jalan di sekitaran pulau. Dia juga menyempatkan singgah ke resort miliknya untuk mengecek keadaan dan perkembangannya. Selagi Daniel mengecek resort Arinda berjalan-jalan di sekitar resort yang sangat mewah dan bagus di temani bodyguard.
“tuan-tuan bisa berjaga dari sini saja. Aku benar-benar tidak nyaman jika tuan-tuan berada di sekitar saya begini” pinta Arinda pada bodyguard untuk menjaganya dari kejauhan.
“tapi nona, tuan muda akan marah jika kami tidak menjaga nona dengan baik” salah seorang bodygurd tampak khawatir.
“semua ini akan menjadi tanggung jawabku. Tuan-tuan tidak perlu kuatir, aku hanya duduk di tepi kolam renang itu” tunjuk Arinda pada bangku tepat di tepi kolam renang.
Setelah berpikir cukup lama mereka pun mengalah dan membiarkan Arinda duduk sendirian di sana sambil menikmati pemandangan yang indah.
Seorang waiter mendekati Arinda menawarkan minuman atau makanan untuk Arinda yang ternyata adalah suruhan Daniel. Dia melihat Daniel yang sedang rapat di restoran resort, restoran dengan kolam renang hanya di batasi kaca tebal.
Daniel dapat melihat dan mengawasi Arinda yang duduk sendirian di dekat kolam renang sambil melihat pemandangan pantai. Arinda memilih memesan minuman jus yang menyegarkan, sambil menunggu minumannya Arinda membuka ponsel membaca beberapa pesan dari anggota team yang mengucapkan selamat atas penikahannya.
Beberapa pria asing yang berlalu lalang di depan Arinda terpesona dengan kecantikannya.
__ADS_1
“wow, she’s so pretty” puji salah satu pria asing,
“how about we invite to meet?” ide salah satu dari mereka.
“good idea” salah satu dari mereka mengancungkan jempol.
Arinda masih menatap ponselnya dan tidak terlalu menghiraukan sekitar. Para body guard masih mengawasi Arinda dari jauh, beberapa pria asing mulai duduk di depan kursi Arinda,
“hi, i’ve been seeing you alone, can we get acquainted?” pria asing itu mengulurkan tangannya pada Arinda yang di balas senyuman dari Arinda.
Melihat nona mereka ada yang mendekati para bodyguard segera menghampirinya,
“sorry I'm married, and it's my husband looking at me here” Arinda melihat Daniel yang sedang menatapnya dengan penuh cinta, lalu menatap tajam dengan aura membunuh pada pria asing yang mencoba berkenalan dengan istrinya.
Para bodyguard berdiri di dekat Arinda bermaksud akan mengusir para pria asing itu, namun mereka heran saat melihat para pria asing itu memilih meninggalkan mereka dengan wajah ketakutan.
“apa yang terjadi nona? Kenapa mereka semua pada kabur begitu?” tanya heran bodyguard kedua.
“mereka seperti melihat hantu saja” komentar bodyguard pertama.
“mungkin mereka lari karena melihat kalian” Arinda tersenyum dan melihat Daniel memberi kode padanya untuk menemuinya.
Kening Kedua bodyguard itu berkerut dan saling menatap,
“mungkin saja dan mungkin juga karena itu kita masih jomblo sampai sekarang” body guard kedua menghela nafas tampak sedih.
Arinda berjalan memasuki resort menuju restoran, langkahnya terhenti saat salah satu waiter yang tidak mengenali Arinda.
“sorry miss, the restaurant is temporarily closed because there is a meeting inside” waiter itu dengan sopan melarang Arinda untuk masuk ke restoran.
“its okay, I will go inside, my husband is calling me now” Arinda tersenyum manis pada Daniel.
“husband?” Waiter itu tampak bingung, Arinda masuk kedalam restoran lalu menghampiri Daniel.
Waiter itu terkejut saat tahu jika gadis yang di cegahnya masuk adalah istri dari pemilik resort.
Arinda menghampiri Daniel yang lalu memeluk mesra dirinya di depan para staff resort, Dia sengaja melakukan hal itu agar semua orang tahu jika Arinda adalah miliknya.
Setelah rapat dadakan yang berlangsung cukup lama, Daniel dan Arinda melaksanakan kewajiban mereka di salah satu ruangan yang di sediakan untuk mereka melaksanakan ibadah sholat.
Manager restoran resort juga membuatkan acara makan malam romantis di tepi pantai sebagai ucapan selamat dari para pekerja resort. Daniel sudah mengabari ke maid untuk tidak membuatkan makan malam untuk mereka.
Hari sudah menunjukkan pukul sembilan malam waktu setempat, Arinda dan Daniel memutuskan untuk kembali ke rumah mereka. Jantung Arinda berdegup kencang, matanya menatap pandangan di luar jendela mobil mereka.
Daniel menggenggam tangan Arinda, dapat di rasakannya tangan Arinda yang dingin,
__ADS_1
“sayang kamu kenapa? Kamu sakit?” Daniel sedikit khawatir dengan keadaan istrinya memegangi keningnya.
“aku nggak apa-apa Dan” Arinda balas menggenggam tangan Daniel.
“lalu kenapa tangan kamu dingin?” Daniel menarik Arinda untuk berada lebih dekat dengannya.
“mungkin karena terlalu lama kena angin pantai, jadi aku sedikit kedinginan” alasan Arinda walau kenyataan sebenarnya dia sangat gugup.
Mobil mereka memasuki halaman rumah, Daniel dan Arinda memasuki rumah mereka.
“aku akan bersih-bersih dulu” Arinda menaiki tangga menuju lantai dua dengan cepat. Daniel menatap heran dan bingung dengan tingkah Arinda yang aneh, dia berjalan ke dapur untuk mengambil minuman.
Dikamar Arinda dan Daniel, tepatnya di kamar mandi Arinda sedang bersih-bersih dan mengambil koper pakaian yang berisi piama. Arinda sangat terkejut saat melihat lingerie dari yang transparan hingga berbahan dasar sutra. Dia membongkar semua isi koper yang berisi lingerie dengan berbagai macam mode.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
author nge halu part 2
Darren Arsenio...
Amanda Arsenio...( istri Darren Arsenio)
Ansel...
Cantika...
__ADS_1