
Tidak lama azan magrib berkumandang, seluruh keluarga Arsenio melaksanakan ibadah sholat magrib berjamaah. Setelah selesai shalat berjamaah, mereka semua berkumpul di ruang keluarga sambil bercanda dengan baby Nufaira. Tida berapa lama Sean, Davira, Cantika dan Maya datang bersamaan ke mansion Arsenio.
“hola halo.... dokter ganteng” sapa Maya pada Sean yang baru turun dari mobil.
“hai May” sapa Sean, Davira juga ikut turun dari mobil Sean.
“ isss kak Maya, yang di sapa Cuma kak Sean. Vira malah di cuekin gini” Canda Davira berpura-pura kesal.
“hehehe... Ada ibu dokter ternyata, sorry akika cuekin. Abis ada lekong ganteng sih” Maya mengedipkan sebelah matanya pada Sean yang bergidik di tengkuk lehernya.
Mereka berempat pun masuk ke dalam Mansion, Cantika, Maya dan Sean bergabung ke ruang keluarga. Davira lebih dulu kembali ke kamarnya untuk bersih-bersih dan setelahnya dia ikut bergabung dengan keluarganya. Terdengar gelak tawa dan celotehan Nufaira menambah suasana hangat di keluarga Arsenio.
***
Pesawat jet pribadi Daniel mendarat dengan selamat di bandara internasional Kota J, dengan hati-hati Arinda menuruni tangga pesawat di bantu oleh suaminya. Pramugari membantu mereka membawakan barang-barang milik Arinda, lalu meletakkannya di trolley bandara. Arinda merasa sangat pegal di pinggangnya, sesekali dia membelai lembut pinggang mengurangi rasa pegalnya. Sebelum kembali ke mansion Arsenio mereka memutuskan terlebih dahulu melaksanakan ibadah sholat magrib di mesjid dekat Bandara.
Daniel dan Ansel duduk di bangku batu yang di sediakan untuk para jemaah beristirahat dan memasang sepatu mereka. Mata elang itu melihat ke arah pintu keluar untuk perempuan, belum ada tanda-tanda Arinda akan keluar. Daniel sedikit khawatir lalu bangkit melangkah menuju pintu tempat keluar dari mesjid. Dia melihat Arinda yang baru saja melipat mukena, hijabnya pun sudah terpasang rapi perlahan melangkah menghampiri pintu di mana Daniel berdiri.
“ada apa sayang?” tanya Arinda heran melihat suaminya berdiri di depan pintu keluar mesjid.
“tidak apa-apa sayang, aku hanya sedikit khawatir terjadi apa-apa denganmu dan baby kita. Sedang apa ya mereka sekarang” Daniel menyentuh kembali perut istrinya yang tertutup dengan pakaian syar’inya. Terasa olehnya gerakan aktif baby twins senang saat merasa belaian lembut dari daddy mereka.
“kami sudah lapar daddy... ayo kita pulang. kami rindu dengan oma buyut, oma dan opa” ujar Arinda menirukan suara anak kecil membuat Daniel tersenyum bahagia. Arinda akan memakai sepatu flat shoes nya, di cegah Daniel yang segera bersimpuh membantu istrinya memakai flat shoes.
“Jadi, para baby daddy sudah lapar ya. Baiklah daddy akan menyuruh paman Sakti membawa mobilnya pelan-pelan ya” ujar Daniel mengambil sepatu flat shoes yang lainnya.
“Loh, daddy sayang kenapa menyuruh Sakti bawa mobil pelan-pelan. Yang ada akan semakin lama kan kita sampainya” tanya Arinda bingung.
“Aku tidak mau, istri kesayangan dan baby twins ku ini kenapa-napa. Lebih baik pelan asal selamat” ujar Daniel memasang tali flat shoes Arinda.
Jemaah yang baru menyelesaikan ibadah menjadi baper dan tersenyum senang melihat perhatian Daniel,
“Waaah.... Jarang-jarang ada suami mau berbuat seperti ini pada istrinya. Kamu sangat beruntung nak” ujar salah seorang ibu-ibu yang melihat mereka sedari tadi.
__ADS_1
“Bukan istri saya yang beruntung memiliki saya bu, malah sebaliknya. Saya yang sangat beruntung memilikinya, tiada apa pun yang bisa di bandingkan dengannya” ujar Daniel berdiri setelah memasangkan sepatu istrinya.
“alah laki-laki kalo baru nikah gitu neng. Kalo udah nampak yang bening dikit aja dari eneng, pasti mah bakalan kepincut” ujar ibu-ibu lainnya yang iri. Senyuman manis terkembang di bibir Arinda menatap pada ibu-ibu yang hendak keluar dari mesjid.
“Insyaallah, saya percaya pada suami saya bu. Dia adalah imam yang di kirim Allah untuk saya, agar saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi” ujar Arinda menatap suaminya dengan penuh cinta. Lalu mereka berdua berpamitan melangkah menuju mobil yang sudah terparkir di halaman mesjid.
“nona Arinda, selamat datang kembali. Saya sangat senang akhirnya anda kembali, selamat tuan muda sebentar lagi akan menjadi papa” sapa Sakti tersenyum hangat sambil membuka pintu untuk Arinda, setelahnya di membuka pintu samping satu lagi untuk Daniel.
“terima kasih Sakti” ujar Arinda, Daniel membantu Arinda untuk duduk di dalam mobil. Setelah merasa yakin istrinya duduk dengan nyaman Daniel menutup pintu mobil di samping Arinda. Dia lalu jalan memutar masuk ke pintu mobil satunya lagi, duduk di samping istrinya.
Seperti biasanya Sakti sudah menaikkan kaca pembatas antara kursi depan dengan kursi belakang, kini mereka berempat terpisah karena pembatas. Mobil pun melaju menuju kediaman Arsenio, Arinda menatap pemandangan di luar kaca pintu samping nya. Wajahnya terlihat sendu, cemas dan sedih, Daniel sadar dengan perubahan wajah istrinya.
“sayang, ada apa?”
“aku....aku merasa sangat malu dan sedih, pergi tanpa memberi tahu oma, mommy dan Daddy. Mereka semua pasti sangat kecewa dengan ku, terlebih mbak Cantika dan Maya mereka pastinya lebih kecewa lagi” ujar Arinda sedih kepalanya tersandar di pundak Daniel.
“sayang, mereka tidak akan marah kepadamu mereka semua sangat menyayangimu. Kamu tahu, saat kamu pergi meninggalkanku mommy sangat marah dan senang kamu pergi dari ku”
“hmm.... bahkan oma dan lainnya marah juga kesal padaku, tapi setelah aku menjelaskan semuanya dengan baik-baik akhirnya mereka mengerti dan paham” ujar Daniel membelai tangan Arinda dengan lembut.
“maafkan aku sayang, pergi begitu saja tanpa mendengar semua penjelasan darimu” ujar Arinda penuh penyesalan.
“sayang, sebaiknya kita lupakan saja apa yang terjadi. Kita mulai semuanya dari awal, ya” Daniel mengecup kening Arinda dengan penuh kelembutan.
“sayang, soal Arvin. Apa benar semua yang di ucapkan nya?” tanya Arinda penasaran.
“ucapannya yang mana?” tanya Daniel kembali menatap heran pada Arvin.
“soal keluarganya?”
“ iya itu benar, Arvin memang anak yatim piatu yang hidup di jalanan...” Daniel pun menceritakan kisah Arvin yang cukup kelam. Bagaimana Arvin terjerumus dalam dunia hitam sampai akhirnya dia bertemu dengan Daniel.
***
__ADS_1
Di kediaman Aisyah, acara pesta kecil-kecillan di rumah Abi Aisyah baru saja selesai. Setelah selesai shalat Magrib, Arvin dan Aisyah berpamitan pada Abi dan umi Aisyah,
“kenapa begitu cepat kalian berangkatnya nak?” tanya umi Aisyah tampak sedih,
“maaf nyai, sebenarnya...” Arvin akan menjelaskan maksud kepergiannya langsung di ganggu oleh Riko.
“aduuh bos, masak lu manggil ibu mertua lu nyai. Seharusnya bos manggil umi gitu” ujar Riko mengingatkan kesalahan Arvin.
“maaf umi...” Arvin menjadi salah tingkah, Umi Aisyah tersenyum memakluminya.
“ sebenarnya saya masih ingin di sini, tapi ada masalah di restoran yang saya kelola. Jika tidak di tindak lanjuti, takutnya masalah semakin besar dan tidak terkendali” ujar Arvin. Sewaktu berbicara dengan abi Aisyah, Arvin mendapat telepon dari Yuda yang memberi tahu ada masalah di restorannya.
“sudahlah umi, bukannya dalam beberapa hari lagi kita akan ke kota J. Kita bisa bertemu Aisyah dan melepas rindu umi dengan Aisyah, ingat umi sekarang Aisyah sudah menjadi istrinya Arvin” ujar Abi Aisyah menenangkan istrinya yang tampak sedih.
“umi tenang saja, Aisyah akan sering-sering menghubungi umi, Aisyah dan Abang Arvin berangkat dulu ya mi” ujar Aisyah pamit pada kedua orang tuanya. Beberapa body guard menyimpan barang-barang milik Aisyah di bagasi mobil, sedangkan barang-barang milik Arvin, Ziko dan Riko sudah dalam perjalanan menuju bandara.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1