
Arvin dan Arinda hanya tersenyum senang melihat kejadian di depan mata mereka. Di saat pembicaraan penting antara Daniel dan Sean, Cantika dan Maya pamit pulang pada Arinda. Ansel juga pamit untuk mengantar Cantika pulang, apa lagi jam kerjanya sudah berakhir.
Arinda menghampiri Daniel dengan tersenyum manis hanya tinggal mereka berdua dia atas atap rumah sakit Arsen Medical.
Davira menatap kesal Daniel lalu membantu Sean untuk pergi ke ruangan kerja Sean mengobati luka yang di buat Daniel. Darren dan Michael memilih kembali ke ruang perawatan oma Ayu untuk membicarakan kelanjutan hubungan Davira dan Sean. Arvin memilih turun ke lobi menunggu Yuda yang akan datang membawa sesuatu.
Matahari perlahan-lahan turun, berganti dengan langit senja yang indah. Arinda memeluk Daniel Dari belakang, dapat di rasakan kehangatan dari tubuh perempuan pemilik hatinya.
“ ayo kita ke bawah, sudah saatnya untuk sholat magrib” Ajak Arinda dengan memasang wajah yang menggemaskan. Daniel membalikkan tubuhnya memeluk tubuh istrinya dengan sangat lembut,
“ apa kamu tidak menyukai Sean?” tanya Arinda yang menyandarkan kepalanya ke dada bidang kekar milik Daniel. Degupan jantung Daniel menenang kan baginya,
“aku tidak kesal atau marah pada Sean. Aku hanya ingin menguji Sean itu saja, aku tahu jika Sean tidak akan pernah menyakiti Davira” Daniel menciumi rambut Arinda yang harum.
“sebaiknya sekarang, kita ke bawah untuk sholat” Ajak Daniel yang di barengi senyuman indah dari istrinya.
Setelah sholat isya, Daniel meminta Darren, Amanda dan Arinda untuk menemuinya di ruangan yang sudah di sediakan Sean. Mereka berempat masuk ke dalam ruangan itu di mana Arvin dan Yuda tampak serius dengan laptop di hadapan mereka.
Amanda dan Arinda terlihat bingung, Darren meminta Amanda untuk duduk di sofa.
“sayang, duduklah di samping Manda. Saat ini dia butuh dukungan” Daniel meminta Arinda untuk duduk di samping Amanda.
“baiklah, tapi sebenarnya ada apa sayang? Kenapa kalian semua terlihat sangat serius” tanya Arinda kepo,
“sebentar lagi kamu akan tahu” Daniel duduk di sofa single samping sofa yang di duduki Arinda, Amanda dan Darren.
“dan, lu yakin??” Tanya Arvin yang terlihat ragu.
“lebih baik dia tahu dari kita, agar tidak terjadi kesalah pahaman” kata Daniel dengan mantap, Darren menggenggam tangan Amanda membuatnya semakin kebingunga.
“Amanda, sebelumnya gua ucapin turut bersedih” Arvin mengode pada Yuda untuk memutar video tentang kematian Jeni alias Alexa.
__ADS_1
Amanda dan Arinda semakin kebingungan melihat video yang di putar Yuda.
“vin, kenapa kamu memperlihatkan video Jeni pada kak Manda?” tanya Arinda bingung.
“Amanda, identitas asli cewek yang ada di video ini adalah Alexa” Arvin memberikan sebuah file yang berisi informasi tentang Alexa yang menyamar menjadi Jeni.
“ja... ja... ja... jadi cewek yang di video itu adalah Alexa?” Amanda terkejut mendengar informasi dari Arvin.
“ iya sayang, dia sudah bekerja sama dengan Marcus dan Lutfi untuk membuat masalah di perusahaan Arebeon. Dia berakhir seperti ini atas suruhan Marcus” jelas Darren merangkul pundak Amanda.
Air mata Amanda pun tumpah, dia menyadari jika dia sudah lama tidak bertemu dengan Alexa. Namun saat kecil hingga dewasa mereka sangat dekat, walau jarang bertemu dia masih menyempatkan diri menghubungi Alexa.
Arinda memeluk Amanda menenangkannya,
“di... hiks... di mana jasadnya sekarang?” tanya Amanda yang masih tampak sangat sedih.
“sepertinya pihak Lutfi sudah menyelesaikan dengan menghilangkannya” kata Arvin yang berhati-hati agar Amanda tidak terlalu sedih.
Amanda masih sangat sedih dengan nasib sepupunya Alexa, tapi dia menyadari setiap apa pun yang di lakukan akan ada konsekuensinya. Sudah menjadi pilihan Alexa memilih jalan yang salah hingga nyawanya menjadi taruhan.
“oma, sesuai dengan laporan oma yang sekarang ini sudah menunjukkan peningkatan. Hari ini oma sudah di perbolehkan pulang, tapi oma harus ingat untuk pemeriksaan dua minggu ke depan” Sean memberi ijin oma Ayu untuk kembali ke Mansion Arsenio.
“ooh, akhirnya oma bisa kembali pulang. Oma sudah sangat bosan di sini, apa lagi oma sangat merindukan masakan mu Arin” Oma Ayu tampak bersemangat.
“untuk saat ini oma nggak bisa makan sembarangan. Sampai benar-benar pulih oma hanya bisa makan bubur setelahnya baru bisa makan seperti biasanya” penjelasan Sean membuat oma Ayu manyun. Dia benar-benar sudah merasa sangat bosan menikmati makanan dengan rasa hambar yang paling tidak di sukainya.
Tok....tok...tok.....
Terdengar ketukan pintu kamar rawat oma Ayu, Davira langsung membuka pintu. Tampaklah Vivi berdiri memegangi sekeranjang buah-buahan dan buket bunga yang cantik. Daniel menatap Vivi yang baru datang dan memperkenalkan Vivi secara resmi pada keluarganya,
“ dad, mom. Perkenalkan Vivi Ceo dari perusahaan RVJ, Vivi juga yang udah bantu nyelamatin oma Ayu” jelas Daniel pada keluarga Arsenio.
__ADS_1
Aileen segera meraih tangan Vivi, menepuk-nepuk lembut tangannya.
“terima kasih Vivi, sudah membantu oma. Terima kasih banyak” terus menerus Aileen mengucapkan rasa terima kasih.
“nggak apa-apa Tan, bukankah sudah menjadi kewajiban kita untuk menolong sesama” kata Vivi yang merendah. Entah mengapa Arinda merasa sangat kurang nyaman dengan Vivi, tapi dia memilih mendiamkan terlebih dahulu karena dirinya yang tidak memiliki bukti kuat.
Setelah oma Ayu kembali ke mansion Arsenio, perlahan-lahan Vivi mulai dekat dengan keluarga Arsenio. Kedekatan Vivi dengan keluarganya membuat Arinda semakin tidak nyaman dan mencurigainya. Daniel dapat melihat ketidak nyamanan Arinda pada Vivi, Daniel ingin memberi Vivi peringatan. Namun Arinda mencegahnya dia mengingatkan suaminya, walau bagaimana pun Vivi sudah menyelamatkan Oma Ayu sudah sepatutnya bagi mereka untuk berterima kasih dan menghargainya.
ada yang berbeda dengan oma Ayu yang akhir-akhir ini terlihat mengantuk dan mudah cepat lelah. namun semua beranggapan jika itu efek dari obat yang sering di minum oma Ayu yang mempunyai efek sampingnya.
Daniel menyadari ada yang aneh dengan kondisi oma Ayu, dia pun meminta Sean untuk kembali melakukan tes kesehatan. kali ini dia meminta Sean untuk mengambil sampel darah oma Ayu untuk di periksa lebih mendalam.
perlahan -lahan Vivi semakin hari semakin dekat dengan keluarga Arsenio dan mengira dirinya sudah menjadi bagian dari keluarga Arsenio. Hingga suatu hari saat makan siang, Vivi yang sama sekali tidak ada mengundang mendadak sudah berada di Mansion dengan membawa beberapa hadiah dan buah-buahan.
mau tidak mau keluarga Arsenio menyambut baik kedatangan Vivi, dia pun berniat menemui oma Ayu yang sedang beristirahat di kamarnya. Aileen lalu mengantar Vivi yang membawa keranjang buah ke kamar oma Ayu untuk menemui beliau.
*************
**mohon maap... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
hari ini Author up satu episode dulu, karena kondisi fisik author yang kurang sehat 🤒🤒🤒🤒....
secepatnya author akan usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...