
“ Dan.... Daniel Arsenio!!!” Ricard terkejut berhadapan langsung dengan Daniel Arsenio.
“sayang....” Panggil Arinda yang langsung menghampiri Daniel.
“maaf sayang, aku terlambat menjemputmu” Daniel memeluk erat pinggang ramping Arinda menciumi pipnya.
Maya termangu melihat Daniel sudah ada di Pearl Stars dalam waktu singkat.
“astaga naga, my idol udah di sini aja, kayak jin iprit yang tiba-tiba nongol gitu aja” Maya tertegun melihat Daniel.
Dalam perjalanan Daniel meminta Sakti untuk mempercepat laju mobilnya menuju Pearl Stars, dia sudah sangat kesal saat mendengar pria lain menyuruh Arinda untuk meninggalkannya.
Mobil mercedes Benz-Maybach S 560 memasuki pelataran kantor Pearl stars. Sebelum mobil itu berhenti sempurna Daniel langsung keluar dari mobil melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ruangan Arinda, meninggalkan Ansel di belakangnya menatap heran Daniel yang berlalu pergi begitu saja.
Ada apa dengan Tuan muda?? Apa yang di dengarnya tadi hingga membuatnya terbakar api cemburu seperti ini Ansel dengan cepat mengikuti langkah Daniel.
Daniel melangkahkan kakinya menuju ruangan Arinda, Dia melihat seorang pria yang membelakanginya ingin mengambil kesempatan pada istrinya. Dengan sigap dia menahan pria itu mendekati Arinda dengan memegangi bajunya.
“j...j...ja..jadi Daniel Arsenio adalah suami kamu?” Ricard shock mengetahui suami Arinda adalah Daniel Arsenio pengusaha ternama yang akan bertindak kejam pada lawan bisnisnya dan tidak akan segan membuat mereka bangkrut.
“ udah di bilangin, masih aja ngeyel. Sekarang ketemu ama suaminya malah takut setengah mati” sindir Maya pada Ricard.
“sayang... aku tadi sempat mendengar jika pria ini memintamu untuk menceraikan ku, apa itu benar?” Daniel menatap tajam Ricard yang menggoda istrinya. Arinda Akan menjawab pertanyaan suaminya langsung di dahului oleh Maya yang sudah geram dengan tingkah laku Ricard.
“ iya my idol, trus diana juga bilang kalo my idol itu nggak se tajir Diana dan nggak akan bisa membahagiakan Arin” Maya ikut mengompori Daniel untuk memberi pelajaran pada Ricard.
Bencong brengs*k, gua sumpal juga tu mulut pake mercon. lihat aja lu bakalan gua mampus*n umpat Ricard kesal pada Maya. Daniel menatap tajam pada Ricard yang sudah merendahkan dirinya.
“Tu tu tuan Daniel, begini... Itu... ini” Ricard terbata-bata gugup menatap Daniel. Ansel kini berada di belakang Daniel,
“Sel, Kamu tahu siapa dia?” tanya Daniel pada Ansel. Maya langsung tersenyum licik pada Ricard,
“akika tahu, diana pemilik perusahaan GT di CN. Kalo tinta salah, tu perusahaan lekong bergerak di bidang...” Maya berusaha mengingat-ingat perusahaan Ricard.
__ADS_1
Ansel yang sudah mencari informasi tentang Ricard segera memberitahu Daniel,
“bidang otomotif yang bekerja sama dengan perusahaan kita di JR, kita juga memiliki saham terbesar di dalamnya” Ansel memberikan tabletnya pada Daniel yang masih memeluk pinggang Arinda.
Arinda tahu jika saat ini Daniel sangat marah, hal itu membuatnya sangat tidak nyaman. Dia tidak ingin Daniel bertindak jauh, mendadak kepalanya terasa pening namun di tahannya,
Kok pening begini ya? Saat berangkat kerja juga seperti ini, Arinda merasa tidak nyaman dengan kondisinya,
Arinda memeluk lengan Daniel dengan pandangan manja pada suaminya yang masih terlihat kesal dan marah.
Rasa pusing kini mendera Arinda di tambah dengan kedatangan Ricard yang memberinya rasa pening yang teramat dengan tingkah ajaib dan kehaluannya.
“sudahlah sayang, tidak usah memperpanjang masalah ini. Lebih baik kita pulang ke mansion sekarang. Mommy dan yang lainnya pasti sudah menunggu kita” Arinda mengalihkan tatapan tajam suaminya. Dia memasang wajah yang begitu menggemaskan membuat Daniel luluh lalu mengikuti kemauannya.
“Baiklah sayang, kamu tunggu saja aku di mobil oke” Daniel mengecup kening Arinda dengan penuh kasih sayang.
“tapi....” Belum selesai Arinda berucap Daniel dengan berani mengecup bibir pink natural itu di depan semua orang.
Membuat mata Arinda terpejam sesaat dengan perlakuan sayang dari suaminya, Hal itu sengaja di lakukannya agar Ricard tidak macam-macam dengan istrinya. Maya tersenyum senang dengan perlakuan Daniel pada Arinda yang penuh kasih sayang dan cinta.
“sekarang kamu masih ingin di sini dengan melanjutkan yang tadi atau menunggu di mobil?” Daniel menatap mata indah Arinda dengan tersenyum licik.
Arinda tersadar jika mereka masih di ruangannya dan semua orang melihat apa yang di lakukan Daniel padanya.
“a a aku tunggu di mobil saja” Arinda memilih pilihan kedua, dia mengambil barang-barang miliknya lalu melangkahkan kakinya menuju mobil Daniel yang masih terparkir di pelataran Pear Stars.
Maya lebih memilih kembali ke ruangannya meninggalkan Daniel, Ansel dan Ricard di ruangan Arinda.
“makanya, kalo madam bilang tu di dengar, nggak usah ngeyel. Sekarang rasakan saja hukuman dari my idol” Maya berlalu dari ruangan Arinda menuju ruangannya.
Daniel menghampiri Ricard dengan menatap tajam padanya, sebelah tangannya mencengkeram leher Ricard,
“jika aku masih melihatmu mendekati istriku, ucapkan selamat tinggal dengan kehidupan mu dan sampaikan salam ku pada malaikat maut yang akan menjemputmu” Daniel menatap Ricard yang sudah mulai kesulitan bernafas, dia lalu mendorong Ricard hingga dia terjatuh ke lantai.
__ADS_1
Ansel menyerahkan tisu basah pada Daniel yang langsung mengelap tangannya dengan tisu. Dia langsung membuangnya tepat di hadapan Ricard,
“huuk... huuuk... huk... maaf... huuk... tuan... Daniel... huuk.... huuk... saya... benar...huuk...benar...huuk tidak tahu jika Arin...” perkataan Ricard terhenti saat Daniel menatap tajam dirinya.
Dia langsung mengubah panggilannya pada Arinda dengan sebutan nona.
“maksud saya ... nona... nona Arinda. Saya benar-benar tidak tahu jika nona Arinda adalah istri anda. Saya akan menjauhi nona Arinda dan tidak akan pernah muncul di hadapannya” Ricard ketakutan dengan apa yang di lakukan Daniel yang mengancam jiwanya.
Daniel hanya diam tidak menanggapi perkataan Ricard, dia melangkahkan kakinya keluar ruangan Arinda dan berhenti sejenak di depan ruangan istrinya.
“Sel,” Panggil Daniel pada Ansel yang berada di sampingnya.
“iya tuan muda,” Dengan hormat Ansel mendengarkan perintah Daniel.
“berapa besar saham kita di perusahaan GT?” Daniel dengan dingin bertanya pada Ansel.
“saham kita 45% tuan muda” Ansel juga memberi tahu siapa-siapa saja pemegng saham yang lainnya. Daniel kembali menatap Ricard yang masih terduduk di lantai,
“Sel kembali ke kantor sekarang, segera kamu atur untuk mengakuisisi perusahaan GT di bawah perusahaan Arebeon, minta para pemegang saham yang lainnya untuk bekerja sama” Daniel lalu melangkahkan kakinya menuju tangga meninggalkan kantor Pearl Stars.
Ricard tampak sangat shock saat mendengar apa yang di perintahkan Daniel pada Ansel,
Perusahaan gua, jika bokap tahu hal ini bisa mati gua, sial banget gua hari ini. berniat mau melamar pujaan hati malah rugi kehilangan perusahaan GT, Bokap pasti ngamuk ama gua Ricard menghela nafas berat membayangkan apa yang akan terjadi padanya.
************
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...