Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 248


__ADS_3

Ansel melangkah dengan tergesa-gesa menuju ruang rapat saat pintu lift sudah terbuka, dia langsung mengetuk pintu dan membukanya.


Aura dingin dan mencekam begitu terasa saat pintu itu di bukanya, wajah Daniel tampak begitu menakutkan dengan aura kegelapan yang mengelilinginya. Daniel menatap ke arah pintu ruangan yang terbuka, melihat Ansel yang segera menghampirinya. Kedatangan Ansel seperti angin hangat musim panas yang mengusir paksa suasana dingin dan mencekam. Mata Elang Daniel menatap ke arah Ansel yang tampak terburu-buru.


Ansel berdiri tempat di samping Daniel, sedikit membungkuk lalu berbisik di telinga Daniel. Mata elang itu terbuka sempurna saat mendengar apa yang di sampaikan Ansel, dia berdiri dan meninggalkan begitu saja ruang rapat. Semua yang hadir di ruang rapat menatap bingung bercampur heran saat Daniel pergi tanpa menutup rapat yang sudah berlangsung lama.


“mohon maaf, karena tuan muda ada pekerjaan mendesak maka rapat ini di akhiri sampai di sini” ujar ansel yang segera mengikuti Daniel yang sudah keluar dari ruang rapat lebih dulu. Tombol lift khusus di tekan berulang-ulang kali oleh Daniel yang sudah tidak sabaran, Ansel sudah berada di samping Daniel.


Dia sudah tidak sabar menunggu, lebih memilih menaiki tangga darurat menuju lantai kantor miliknya. Ansel pun ikut berolahraga siang itu dengan Daniel yang bergegas menaiki anak tangga. Daniel segera membuka pintu darurat tepat di samping pintu lift, dia melihat seorang gadis berhijab duduk di sofa ruang tunggu sambil mengotak-atik ponselnya. Ansel tampak terengah-engah di samping Daniel, dia berusaha mengatur nafasnya sesekali menelan kasar air liur.


“apa gadis itu?” tanya Daniel menatap Ansel yang sedang membungkuk memegangi lututnya berusaha mengatur nafasnya. Dia merasa teramat lelah, tenaganya sudah nyaris terkuras habis saat bersama istrinya di tambah dengan oleh raga lari menaiki tangga siang hari bersama bosnya. (maklumi aja para readers, namanya juga pengantin baru)


Ansel menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Daniel, dia menjatuhkan tubuhnya ke lantai duduk bersandar di dinding samping pintu darurat. Membiarkan Daniel yang sudah melangkah mendekati Aisyah.


“apa benar kamu tahu di mana Arin?” tanya Daniel to the point pada Aisyah yang terkejut saat Daniel sudah berada di depannya.


“i...i...iya tu... tu.... tuan” jawab Aisyah gugup di tatap tajam oleh Daniel.


“antar aku ke sana sekarang” ujar Daniel langsung membalikkan tubuhnya melangkah cepat ke lift. Aisyah langsung bangkit dari tempat dia duduk melangkah mengikuti Daniel dari belakang.


“se.... se.... sebentar tuan” ujar Aisyah menghentikan langkah Daniel kembali menatapnya.


“ada apa?” tanya Daniel yang sudah tidak sabaran.


“ tuan, mbak Arin sama sekali tidak tahu aku datang kemari untuk menemui anda...” ucapan Aisyah terhenti saat pintu lift terbuka, Ansel sudah merasa kembali baik ikut menyusul masuk ke dalam lift bersama Daniel dan Aisyah.


“lantas?” tanya Daniel tidak peduli, dalam hati dan pikirannya hanya ingin bertemu dengan Arinda. Tombol lift di tekan Ansel menuju lantai bawah, saat mengatur nafasnya dia sudah meminta Sakti untuk mempersiapkan mobil.


“ mbak Arinda akan terkejut dan itu tidak akan baik untuk calon ponakan ku yang masih dalam kandungan mbak Arin ” ujar Aisyah memberitahu jika Arinda tengah mengandung. Mata Daniel membuka sempurna saat mendengar kabar kehamilan Arinda,

__ADS_1


“Arin... Hamil...” Daniel menatap Aisyah.


“iya tuan muda” Ansel membenarkan ucapan Aisyah, membuat Daniel semakin sangat kesal.


“Karena mbak Arin hamil dan bawaan ponakan ku, dia sangat merindukan dan sangat ingin bertemu dengan anda, tapi ada sesuatu yang menghentikan dan memilih menahan keinginannya bertemu dengan tuan” ujar Aisyah termenung melihat raut wajah Daniel.


Wajah Daniel terlihat sangat kesal dan marah, dia menatap dingin ke arah Ansel yang bergidik merinding merasakan tatapan tajam.


Alamak.... kenapa mendadak terasa dingin ya? Guman Ansel saat matanya bertemu dengan tatapan dingin Daniel memberikan jawaban padanya.


Pantas saja... ujar Ansel memegangi tengkuknya menyadari kesalahannya. Dia dapat melihat aura kegelapan menyelimuti Daniel atas jawab yang diberikannya.


Arin hamil dan aku tidak tahu. Malah dia yang memberi tahu dan Ansel tahu lebih dulu dari ku, tidak... ini tidak boleh dibiarkan Guman Daniel yang terlihat tidak senang menatap tajam ke arah Ansel dan Aisyah.


Dalam lift itu kini terasa aura dingin dan mencekam, tatapan maut dari Daniel membuat Ansel dan Aisyah hanya diam seribu bahasa. Aisyah yang ingin menyampaikan sesuatu mendadak lupa dan tidak ingat apa yang akan diutarakannya.


Aku tidak menyangka jika tuan Daniel memiliki aura sangat mengintimidasi membuat semua orang tidak berani untuk mendekat. Jarak ku saja yang tidak beberapa langkah darinya membuat ku segera ingin lenyap dari peredaran, bagaimana selama ini mbak Arin menghadapi tuan muda yang galaknya melebihi doggy pitbull guman Aisyah dalam benaknya tidak habis pikir dengan sikap Daniel.


“maaf, tuan muda sekarang kita ke mana?” tanya Sakti sudah duduk di belakang kemudi mobil. Seakan baru tersadar, Daniel sama sekali tidak tahu di mana keberadaan Arinda.


“hei gadis, di mana Arin saat ini?” tanya Daniel, Aisyah diam-diam tersenyum. Dia juga sama sekali belum menceritakan keberadaan Arinda padanya. Sakti terkejut mendengar apa yang di tanyakan Daniel pada Aisyah,


Alhamdulillah, akhirnya tuan Muda menemukan keberadaan nona kata Sakti dalam hati bersyukur dengan berita baik yang baru saja di dengarnya.


“ Mbak Arin dan saya sekarang tinggal di kota TY” ujar Aisyah, Daniel menghubungi Ansel untuk segera menyiapkan pesawat jet pribadi yang harus berangkat dalam beberapa menit lagi menuju kota TY. Ansel segera menghubungi pilot pesawat jet pribadi Daniel dan memintanya untuk bersiap-siap melakukan penerbangan menuju ke kota TY, tidak lupa pula dia memberi berita baik pada istrinya yang sedang sibuk di kantor.


Iring-iringan mobil Daniel segera melesat menuju bandara kota J, Ansel menekan tombol hijau di stir mobil untuk menghubungi Cantika.


“assalamualaikum yank” sapa Cantika stelah menggeser icon ponselnya. Maya sedang rebahan di kantor Cantika, dia tampak seperti mayat hidup semenjak sahabatnya menghilang di telan bumi. Dia terus berusaha untuk menghubungi ponsel milik Arinda yang tidak pernah aktif lagi semenjak lima bulan yang lalu. Wajahnya terlihat sangat bad mood saat melihat kemesraan Cantika dan Ansel pengantin baru yang baru saja kembali dari honey moon beberapa hari lalu.

__ADS_1


“.........”


“benarkah??” wajah Cantika terlihat berbinar-binar membuat Maya kepo tingkat dewa.


“..............”


“jangan lupa kabari aku ya, waalaikum salam” ujar Cantika mengakhiri percakapannya. Maya kini sudah duduk di kursi depan meja kerja Cantika, menatap dengan penuh rasa penasaran.


“May, Alhamdulillah suamiku dan Daniel sudah tahu di mana Arin. Sekarang mereka dalam perjalanan menjemput Arin” ucap Cantika memberi angin segar dan hangat layaknya angin laut yang menyenangkan.


“benaran Tika, tu pere sastra udah ketemu? My lovely bunny udah ketemu” tanya Maya antusias.


“ Beneran May, semoga semuanya baik-baik saja. Daniel bisa membawa Arinda kumpul bersama kita lagi” ujar Cantika senang begitu juga Maya. Sahabat sekaligus adik mereka sudah ketemu dan dapat berkumpul seperti dulu lagi.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2