Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 158


__ADS_3

Tangan Daniel di genggam erat Arinda, mereka berdua berjalan kembali ke rumah mereka untuk menunaikan kewajiban mereka kepada Sang Pencipta.


Chef Rani segera menyediakan makan malam lezat untuk Daniel dan Arinda, saat menikmati makan malamnya Arinda semakin merasakan ada yang berbeda dengan perutnya.


Kenapa nih perut lain banget ya rasanya? Arinda mulai gelisah dengan memegangi perutnya, Daniel memperhatikan tingkah istrinya yang gelisah.


“Sayang, apa kamu tidak menyukai makanannya? Aku perhatikan dari tadi kamu terlihat gelisah, apa ada sesuatu yang mengganggumu?” Daniel menatap istrinya.


“tidak sayang, aku sudah selesai. Aku akan istirahat lebih dulu!” Arinda bangkit dari duduknya berjalan melangkah ke lantai dua.


Daniel hanya menatap istrinya dengan tatapan heran, dia lalu meminta maid untuk membereskan meja makan. Saat akan melangkah menuju tangga, terdengar ketukan di pintu depan rumah.


Arinda masuk ke dalam kamar mandi, dia duduk di closet dan melihat sesuatu yang berwarna merah di sana.


Pantesan aja perut nggak nyaman...rupanya sudah tanggalnya Arinda memeriksa laci di meja wastafel dan menemukan apa yang sangat dia butuhkan.


Dia terpaksa memakai lingerie berbahan sutra dengan mengumpat pada Maya dalam hatinya,


Awas aja lu May.... gue bakalan gantung lu di pohon toge. Udah berkali-kali hubungin tu emak-emak nggak pernah di angkat gerutu Arinda dalam hati.


Perutnya terasa sangat nyeri dan tidak nyaman, Arinda memutuskan merebahkan tubuhnya di ranjang empuk kamarnya.


Daniel membuka pintu dan melihat bodyguard yang memberi hormat padanya.


“ada apa?”


“maaf tuan muda mengganggu anda, saya mengantarkan file ini untuk anda” Bodyguard menyerahkan sebuah file pada Daniel.


“hmm” Daniel menutup pintu, matanya menatap file yang baru saja di terimanya.


Bodyguard itu sudah paham dengan tabiat dari tuan mudanya, dia kembali menuju posnya kembali. Samar-samar dia melihat siluet bayangan seseorang yang seperti mengintai dari balik pohon kelapa yang tumbuh di sekitar rumah Daniel.


Dia pura-pura tidak mengetahui melangkah pergi menuju posnya. Bodyguard itu mengambil jalan memutar sehingga orang yang mengintai itu tidak mengetahui jika bodyguard Daniel kini sudah ada di belakangnya. Dengan cepat dia menangkap dan mengunci pergerakan orang asing itu,


“who are you eh salah Siapa lu?” teriak bodyguard mengundang perhatian bodyguard yang lainnya,


Orang itu segera melancarkan aksinya dengan membalikkan keadaan, bodyguard yang menguncinya jatuh terlentang. Dia mengeluarkan senjata miliknya dan mulai menembak ke arah bodyguard yang cepat menghindar,


Door....door...dorr...


Suara tembakan itu membuat Daniel terkejut dan segera melihat keluar. Beberapa bodyguard tampak mengejar seseorang yang langsung melarikan diri dengan berenang menuju tengah laut. Daniel dapat melihat siluet orang menggunakan speed boat menjauhi pulau.


“Arinda” Daniel berlari menuju kamarnya, dia membuka pintu kamar dengan tergesa-gesa menghampiri ranjang memperhatikan Arinda tertidur lelap sambil meringkuk. Telinganya terpasang earphone menendangkan musik lembut pengantar tidur.


Syukurlah dia tertidur...

__ADS_1


Daniel menghela nafas lega, dia lalu membalikkan tubuhnya melangkah keluar rumah menanyai apa yang baru saja terjadi. Dia melihat bodyguard yang mengantar file tadi terluka di lengan.


“maaf tuan muda kami gagal menangkapnya, tapi tuan tenang saja kami sudah menyuruh beberapa orang mengikuti dengan speed boat yang kita miliki” salah satu bodyguard menjelaskan apa yang terjadi pada Daniel.


“kalian semua temukan dan bawa ke hadapan ku secepatnya. Perketat penjagaan” perintah Daniel pada bodyguardnya.


“baik tuan muda” para bodyguard mengangguk paham dan mulai menjalankan perintah Daniel. Mereka memperketat penjagaan di sekitar kediaman dan mulai berpatroli.


Daniel kembali ke kamarnya, duduk di sofa dengan menyalakan laptop miliknya. Dia mulai memeriksa CCTV di sekitar kediamannya. Sesekali dia memperhatikan Arinda yang tertidur lelap di ranjang, kembali dia menatap CCTV yang terhubung langsung dengan laptop miliknya.


Rekaman CCTV satu persatu di lihatnya, dengan teliti di memperhatikan sejak kapan pengintai itu mengintai pulau miliknya. Daniel tidak menemukan hal yang aneh, kecuali malam ini saat para bodyguard menyergapnya.


Siapa pun yang sudah mencari gara-gara denganku, akan ku buat menyesal Daniel terus mencari petunjuk di rekaman CCTV.


***


Orang asing itu menjalankan speed boatnya menuju sebuah yard mewah terombang-ambing di tengah lautan. Dia berhasil mengecoh orang-orang Daniel dan berhasil meninggalkan mereka jauh.


Tampak seseorang yang duduk di kegelepan menyeringai saat melihat mata-mata yang di utusnya kembali, dengan seorang perempuan yang terlihat bermanja-manja dengan pria muda di samping perempuan itu.


“bagaimana?” suara bariton dari orang yang bersembunyi di kegelapan penasaran.


“ma ma maaf tuan... saya gagal mencari tahu. Saat saya sedang mengintai ada bodyguard yang memergoki saya” pengintai itu menunduk penuh penyesalan.


“tidak apa-apa, tentunya kamu haus minumlah dulu” pria itu menyuruh anak buahnya yang lain menuangkan air dengan sesuatu yang baru di masukkan.


“terima kasih tuan” pengintai itu dengan cepat meminum air yang di berikan anak buah pria itu.


“kamu kembali ke pulau itu, ambil celah di mana para bodyguard itu lengah” pria itu mengodekan tangannya pada pengintai itu untuk segera pergi.


Pengintai itu pergi menjalankan tugasnya kembali, dengan kecepatan tinggi di menjalankan speed boat miliknya menuju pantai di mana dia bisa mengintai tanpa ketahuan.


Mendadak dia merasa sangat sakit dan merasa terbakar di dadanya, pengintai itu mulai memelankan laju speed boatnya hingga akhirnya berhenti tidak jauh dari bibir pantai.


Dia lalu muntah darah yang sangat banyak hingga akhirnya pengintai itu merenggang nyawa di atas speed boat.


Malam sudah sangat larut, Daniel memutuskan membaringkan tubuhnya di samping istrinya.


Besok aku akan mengirimkan data itu pada Arvin untuk di selidikinya, aku akan selalu melindungimu walau apa pun yang terjadi Daniel memeluk tubuh Arinda meringkuk membelakanginya.


***


Pagi hari di kota J negara IN


Zico berbaring di sofa panjang mengistirahatkan tubuhnya yang lelah setelah dia selesai berjaga dan bergantian dengan Reno. Yuda masih fokus menatap layar laptop miliknya, sesekali dia merenggangkan tubuhnya. Dia duduk di lantai menyandarkan tubuhnya ke sofa panjang yang di tempati Zico. Reno menatap bosnya yang tampak lelap tertidur, tangannya terpasang jarum infus.

__ADS_1


Dia lalu melangkahkan kakinya menuju sofa single di samping sofa panjang yang di gunakan Zico, matanya memperhatikan dengan seksama apa yang di lakukan Yuda.


“sedang apa lu?”


“sedang priksa barang ni bang, sekalian priksa CCTV di sekitar markas kita” Yuda masih menatap layar lapton dengan teliti.


“bang? Coba lu tengok ini” Yuda memperlihatkan tato di tangan dan leher para penjahat yang menyerang markas mereka.


“apa?”


“tato ini, rasanya pernah gua liat tapi di mana ya?” Yuda terus memperhatikan tato itu,


“tato ini sama persis dengan tato cewek yang pernah kami tangkap. Mata-mata yang pernah di kirim ke rumah tuan Daniel”


“sepertinya musuh kali ini sangat berhati-hati bang. Mereka nggak segan-segan bunuh mereka hingga kita tidak dapat mengorek info apa pun” Yuda masih menatap tato itu dengan seksama.


Ansel dan Sean tampak terlelap di tempat tidur yang khusus di sediakan untuk keluarga pasien.


Mata Arvin perlahan-lahan terbuka, dia menatap ke sekeliling ruangan dan menyadari jika dirinya saat ini berada di rumah sakit. Reno melihat Arvin yang sudah terjaga dengan cepat menghampiri bosnya.


“bos” sapa Reno membuat Ansel dan Sean terjaga dari tidur lelap mereka.


Yuda bangkit dari duduknya menghampiri ranjang Arvin, begitu juga Sean dan Ansel yang langsung mengerubungi Arvin.


************


Dear Readers....


maaf🙏🏻🙏🏻🙏🏻...


cuma update 1 episode dulu, karena author mau bantu bocilnya Author bikin tugas....😁😁😁😁😁


insya Allah Author akan terus update tiap hari...


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss 😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


aku ❤️❤️❤️❤️❤️ all

__ADS_1


__ADS_2