
“maafkan daddy sayang, belakangan ini terlalu sibuk dengan pekerjaan” Daniel membelai perut Arinda merasakan pergerakan dari para baby twins.
Mereka sangat antusias menyambut kehadiran baby twins, saat USG Arinda dan Daniel sepakat untuk tidak tahu dengan jenis kelamin baby twins.
Daniel merasa sangat senang dengan respon baby twins mereka, dia membelai lembut perut istrinya sambil membisikkan ayat-ayat suci Al Quran. Membuat para baby twins di dalam perut istrinya merasa tenang dan damai, tidak beberapa lama Daniel menyelesaikan bacaannya.
“sayang, tadi kamu berdoa apa?” tanya Arinda penasaran, dia masih senang duduk di pangkuan Daniel dengan kedua tangan melingkar di leher suaminya.
“aku berdoa, semoga kelak saat persalinan nanti kamu dan baby kita selamat dan tidak kurang suatu apa pun...”
“aamiin...” Arinda menengadahkan tangannya.
“semoga, baby-baby kita menjadi anak yang sholeh sholehah. Di berikan kepintaran dalam berpikir, kesabaran dalam bersikap dan juga jujur...”
“Aamiin ya Allah” Arinda mengusap kedua tangan ke wajah cantiknya. Mata cantiknya menatap suami yang membuatnya semakin hari semakin jatuh cinta.
“sayang, sebaiknya sekarang kita istirahat. Beberapa hari lagi acara pernikahan Davira dan Sean, tentunya kita semua akan sangat sibuk” ajak Arinda turun dari pangkuan suaminya.
“Baiklah sayang, kamu duluan saja. Ada beberapa berkas file yang harus aku simpan dulu” Daniel merapikan kertas-kertas file yang masih terlihat berantakan di atas mejanya.
“saaaayaaang...” Arinda bertingkah manja membuat Daniel semakin tidak tahan. Sudah beberapa bulan dia menahan hasratnya karena tidak ingin membuat Arinda kelelahan dan jatuh sakit. Dia harus berperang dengan dirinya sendiri agar tidak menyakiti istri dan baby mereka.
Saat ini dia di hadapi dengan ujian terberat, melihat tingkah laku manja Arinda membuatnya tidak bisa mengendalikan hasrat yang menggebu.
“baiklah... ayo sekarang kita istirahat” Ajak Daniel menggandeng tangan istrinya keluar dari ruang kerja. Mereka melangkah menuju kamar tidur untuk beristirahat, Arinda masuk ke walk in closet mengganti pakaiannya dengan lingerie yang membuat suaminya semakin menelan ludah.
Dengan wajah tanpa dosa, Arinda tidur di samping Daniel memeluk tubuh suaminya dengan erat.
Ya Allah... cobaan yang begitu berat... ingin rasanya aku memakannya sekarang ini juga, tapi aku tidak tega jika nantinya manjaku ini akan kelelahan. Namun, godaan ini... Daniel mengatur nafasnya sedemikian rupa. Berbeda dengan king kobra yang dalam keadaan siap tempur.
(aduuuh si buk mil bikin author dalam masalah aja. Kagak tau tu si beruang kutub udah ngasih laser intimidasi ke author)
Mata elang Daniel menatap sayu ke arah Arinda yang sudah terlelap di sampingnya. Dapat di rasakan oleh Daniel pergerakan di dalam perut Arinda yang menyenggol perut six packnya.
Merasa Arinda sudah terlelap, Daniel perlahan melepaskan pelukan istrinya. Mau tidak mau dia harus mandi dengan air dingin malam ini, segera dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan memulai ritual. Di bawah guyuran air shower yang di set dingin, king kobra masih dalam keadaan siap tempur. Mata elang itu menutup membiarkan sensasi air dingin membasahinya.
Setengah jam sudah Daniel dalam kamar mandi, king kobra akhirnya dapat tunduk dan mendengar keinginan pemiliknya. Handuk kecil mengusap rambutnya yang basah, handuk lainnya menutupi bagian pinggang ke bawahnya.
__ADS_1
Di bawah sinaran rembulan yang masuk dari sela tirai, wajah cantik Arinda yang tertidur pulas seperti bayi. Lingerie Arinda tersingkap ke atas memperlihatkan perutnya yang buncit, selimut yang di kenakan Arinda terlihat berantakan.
Selimut itu menutupi aset milik Arinda menyisakan kaki putih mulus ramping, Daniel menghela nafas mengontrol hasrat dalam dirinya. Dia mendekati tempat tidur membetulkan letak selimut, sebelumnya dia mendaratkan ciuman singkat ke perut buncit istrinya. Merasakan pergerakan di dalam sana membuat tenang dan tenteram hatinya.
Tidak akan aku biarkan siapa pun menyakiti mu dan baby kita sayang, aku akan selalu menjaga kalian Daniel tersenyum saat melihat pergerakan aktif di dalam perut itu. Dia kembali mengecup lalu menyelimuti istrinya.
Bibirnya kembali mengecup kening Arinda membisikkan sesuatu di telinga Arinda,
“selamat malam cintaku, sandarkan hatimu padaku. Selamat tidur bidadariku, kau mencairkan kebekuan di hati semoga mimpi indah untukmu dalam pelukan doaku” bisik Daniel membuat Arinda tersenyum dalam lelap tidurnya.
***
Pagi cerah di terangi cahaya matahari menyambut bahagia sepasang pengantin baru, pagi itu Sean sah mempersunting Davira dalam satu tarikan nafas ijab kabul. Semua menyambut bahagia pernikahan putri bungsu keluarga Arsenio, keluarga Arsenio terutama para perempuan terlihat begitu cantik dengan seragaman yang di desain oleh Maya.
Arinda ikut andil dalam mempersiapkan acara akad nikah juga pesta Davira dan Sean. Daniel tidak begitu saja memperbolehkan Arinda mengatur semuanya, dengan beberapa body guard juga bantuan anggota staff Pearl Stars meringankan pekerjaan istrinya.
Di sebuah tempat gelap yang hanya di terangi dengan satu penerangan, pria asing itu tampak menyusun sebuah rencana. Selama beberapa bulan rencana-rencana yang di buatnya selalu di gagalkan oleh body guard dan Daniel sendiri.
Dia pun membuat rencana baru dengan bantuan beberapa anak buah yang di sewanya. Dia tidak takut mengeluarkan uang banyak untuk membayar orang agar rencananya kali ini sukses. Beberapa tumpukan uang berada di atas meja di tatap senang oleh orang-orang bayaran itu.
“ rencana ini tidak boleh gagal, gue sudah membuat identitas untuk kalian untuk menyusup di acara pesta pernikahan putri bungsu Arsenio....” pria asing itu menjelaskan dengan detail rencana yang di susunnya.
Setelah mendengar perintah dari bos mereka pun mulai menjalankan tugas masing-masing. Menyusup di acara pesta pernikahan Davira dan Sean, mereka mengenakan pakaian dan identitas daily worker (DW) di hotel milik Arsenio.
Penyamaran yang begitu sempurna membuat body guard dan polisi yang berjaga tidak menyadari jika ada musuh yang berhasil menyusup dengan tenang.
Tamu-tamu sudah berdatangan para body guard dan polisi sibuk memeriksa tamu undangan. Acara pesta pernikahan Davira dan Sean di laksanakan sesudah acara akad nikah, banyak kalangan kaum jetset dan kolega bisnis datang mengucapkan selamat pada keluarga Arsenio.
Sean dan Davira tersenyum bahagia, begitu juga keluarga besar juga para sahabat mereka. Mereka berdua duduk di singgasana pelaminan, Davira terlihat cantik dan anggun dengan busana rancangan Maya. Begitu juga Sean yang terlihat sangat gagah dan tampan.
Semua mata tertuju pada Daniel, Arvin, Ansel dan Yuda duduk di meja khusus untuk mereka. Di temani dengan Arinda, Cantika, Maya dan Aisyah membuat para netizen berkomentar positif juga iri. Arinda tampil begitu cantik dan menawan, membuat para kaum pria mencuri-curi pandang ke arahnya.
Walaupun sedang hamil dan berhijab, pesona Arinda tetap membuat para Adam tidak henti-hentinya mengagumi, membuat Daniel dengan posesif menjaga istrinya dengan melemparkan tatapan dingin menusuk pada siapa pun yang melirik istrinya.
“Akhirnya, teman kita satu itu wisuda juga” komentar Arvin menatap ke arah sahabatnya yang tengah berbahagia.
“dan semoga saja Davira secepatnya menyusul kita” ujar Arinda membelai perutnya yang membuncit. Cantika juga ikut tersenyum setuju, perutnya juga sudah mulai tampak membesar.
__ADS_1
Arvin dan Aisyah juga tengah berbahagia, saat mengetahui jika kini Aisyah tengah berbadan dua dan usia kehamilannya beranjak dua bulan.
“aamiin” mereka semua serentak mengaminkan doa Arinda.
“ my bunny, kapan baby twiins akika keluar dari pertiwi ye? Akika udah nggak sabaran” Maya duduk di sebelah Arinda membelai lembut perut sahabatnya. Daniel menatap tajam saat melihat tangan Maya dengan lancang menyentuh Arinda, hawa dingin mengelilingi tempat mereka duduk.
Waduh nich kaum taman La**ng nyari penyakit, kagak liat tu si raja iblis udah mulai marah guman Arvin melihat kilatan kemarahan di mata Daniel.
“sshhh.... kok mendadak dingin ya? Apa AC ballroom ini pada rusak ya?” Maya merasa dingin di sekujur tubuhnya.
************
marhaban ya Ramadhan....
Bulan penuh berkah akan segera tiba,
Marhaban Ya Ramadhan
mohon maaf lahir & batin
Selamat menjalankan ibadah puasa
Semoga Allah meridhoi amal ibadah kita di bulan suci ini 🤲🤲🤲🤲...
Aamiin Allahumma Aamiin 🤲🤲🤲...
terima kasih atas kesabaran dan dukungan dari para Reader 😊😊😊, akhirnya Author bisa kembali berkarya🤗🤗🤗. Sempat kesehatan Author drop😷😷😷 akhirnya berangsur baik, terima kasih atas doa 🤲🤲🤲 para Reader semuanya....
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
maaf tidak bisa membalas setiap komen dari para Reader, dukungan dan comment positif dari para reader menjadi penyemangat 💪🏻💪🏻💪🏻untuk Author membuat karya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...